Angioedema Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Angioedema adalah penyakit yang berhubungan dengan pembengkakan yang memengaruhi lapisan dalam kulit di berbagai bagian tubuh, terutama wajah dan bibir. Dalam kebanyakan kasus, angioedema tidak berbahaya dan tidak menyebabkan bekas luka setelah penyembuhan.

Angioedema membengkak di bawah kulit dan disebabkan oleh reaksi alergi. Kondisi ini mirip dengan kaligrafi, kecuali bahwa itu terjadi pada permukaan kulit dan dapat menyebabkan gatal. Selama reaksi alergi, tubuh Anda merespons alergen (zat asing yang menyebabkan reaksi tubuh) dengan melepaskan histamin ke dalam aliran darah.

Angioedema dapat memengaruhi bibir dan area di sekitar mata. Dalam kasus yang parah, angioedema adalah suatu kondisi yang juga dapat menyebabkan pembengkakan lidah dan tenggorokan yang dapat menyebabkan kesulitan bernafas. Kondisi ini dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perhatian medis.

Angioedema-Adalah
Angioedema Adalah

Angioedema memiliki kemiripan dengan urtikaria. Perbedaannya adalah ketika urtikaria berada di atas permukaan kulit, angioedema terjadi di lapisan bawah tanah kulit seperti dermis, selaput lendir dan submukosa.

Sebagai bentuk reaksi alergi, angioedema umumnya tidak berbahaya. Dalam kasus yang jarang terjadi, angioedema juga dapat terjadi di tenggorokan, di mana ini mempengaruhi gangguan pernapasan. Perawatan medis yang memadai dan tepat waktu harus diberikan untuk mencegah kondisinya memburuk.

Seberapa Umum Angioedema

Angioedema adalah kondisi umum. Sekitar 15-20% dari semua orang menderita gatal-gatal atau angioedema setidaknya sekali dalam hidup mereka. Kondisi ini dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia. Silakan diskusikan hal ini dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Penyebab Angioedema

Angioedema dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  1. Makanan. Banyak makanan dapat memicu reaksi angioedema, terutama pada pasien alergi atau hipersensitif terhadap jenis makanan tertentu. Makanan yang paling sering memicu alergi adalah makanan laut, kacang-kacangan, telur, dan produk susu.
  2. Obat-obatan. Hampir semua obat dapat memicu reaksi angioedema, terutama pada orang yang sensitif terhadap jenis obat tertentu. Beberapa obat yang biasanya menyebabkan angioedema adalah penisilin, aspirin, ibuprofen, naproxen, dan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.
  3. Alergen umum. Beberapa zat umumnya dapat menyebabkan angioedema, seperti serbuk sari, bulu hewan, getah dan gigitan serangga.
  4. Faktor lingkungan. Misalnya, panas, dingin, sinar matahari, air, tekanan kulit, atau stres emosional dapat menyebabkan angioedema.
  5. Penyakit mendasar. Angioedema dapat terjadi karena respons tubuh terhadap transfusi darah, gangguan sistem kekebalan tubuh seperti lupus, kanker tertentu, gangguan tiroid, dan infeksi bakteri atau virus.
  6. Genetika. Angioedema herediter sangat jarang. Ini terkait dengan gangguan fungsi protein plasma dalam tubuh yang bekerja di sistem kekebalan tubuh.

Tanda dan Gejala Angioedema

Gejala utama angioedema adalah pembengkakan lapisan dalam di bawah kulit. Terkadang bisa berwarna merah, panas, dan menyakitkan. Pembengkakan di satu tempat biasanya hanya terjadi dalam satu atau dua hari.

Namun, pembengkakan bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan berlangsung selama beberapa hari dan bisa menjadi kronis. Angioedema dapat terjadi yang dapat mencapai tahap kronis, meskipun tidak nyaman dan mengganggu. Tetapi biasanya itu tidak menjadi penyakit yang lebih serius.

Angioedema adalah suatu kondisi yang dapat muncul di mana saja pada tubuh, tetapi paling sering terjadi pada kelopak mata, bibir, lidah, dan tenggorokan. Jika terjadi di luar tubuh, biasanya tidak berbahaya. Penyakit ini juga dapat terjadi pada tubuh, usus dan paru-paru (saluran pernapasan).

Dimana kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan bernafas dan bisa serius atau bahkan fatal. Mungkin ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki keraguan tentang gejala tertentu, hubungi dokter Anda. Angioedema adalah penyakit yang ditandai dengan pembengkakan di beberapa bagian tubuh yang biasanya terjadi di sekitar mata, pipi, atau bibir. Gejala lain yang terkait dengan angioedema adalah:

  1. Penebalan besar dan tepi yang jelas.
  2. Bengkak disertai kemerahan.
  3. Ada rasa sakit di daerah yang bengkak.

Faktor Risiko Angioedema

  1. Alergi terhadap makanan atau bahan kimia lainnya.
  2. Penyakit autoimun seperti lupus, leukemia, dan limfoma.
  3. Riwayat keluarga angioedema.

Pengobatan Angioedema

Perawatan biasanya dilakukan untuk mengobati gejala sedang hingga berat. Gejala ringan mungkin tidak memerlukan perawatan. Jika penyebabnya diketahui, harus segera diobati. Pengobatan gejala yang terjadi meliputi:

  1. Mengobati kompres dingin dapat memberikan kenyamanan. Lotion dan krim biasanya tidak membantu karena tidak dapat menembus cukup dalam ketika dioleskan ke kulit.
  2. Antihistamin bekerja untuk mengurangi histamin dalam darah. Ketika tidak ada lagi alergen, angioedema pulih. Jika alergen masih ada, antihistamin untuk pengobatan angioedema dapat diambil secara teratur. Antihistamin dapat memiliki efek samping (kantuk atau mulut kering), tetapi beberapa antihistamin dapat memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada yang lain.

Steroid adalah obat yang lebih efektif (prednison atau steroid lainnya). Obat ini digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan ini mungkin diperlukan dalam kasus yang lebih parah ketika penggunaan antihistamin saja tidak dapat mengobati angioedema.

Pengobatan Angioedema di Rumah

Inilah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi angioedema:

  1. Gunakan kompres dingin pada area yang bengkak dengan kain yang hangat.
  2. Minumlah obat sesuai anjuran dokter dan apoteker.
  3. Simpan buku harian alergen yang dapat menyebabkan angioedema, seperti makanan, obat-obatan, sabun, parfum, atau pakaian baru. Ini memudahkan Anda untuk menghindari elemen-elemen ini.
  4. Tanyakan kepada dokter Anda untuk informasi tentang obat Anda.
  5. Hubungi dokter Anda jika tidak ada perubahan angioedema dalam 2 hingga 3 hari setelah terapi antihistamin.

Jika Anda memiliki pertanyaan, hubungi dokter Anda untuk menemukan solusi terbaik untuk masalah Anda.

Pencegahan Angioedema

Untuk mengurangi kemungkinan angioedema, tindakan pencegahan angioedema ini dapat dilakukan:

  1. Hindari pemicu yang diketahui. Termasuk makanan, obat-obatan, dan beberapa kondisi yang dapat memicu angioedema, seperti stres emosional atau bentuk perubahan fisik lainnya.
  2. Dapatkan daftar makanan. Jika Anda menduga bahwa Anda memiliki alergi makanan yang memicu angioedema tetapi masih tidak tahu makanan apa yang bisa menyebabkannya, cobalah untuk mencari tahu semua bahan yang dikonsumsi setiap hari dan kemudian pertimbangkan makanan mana yang harus dikonsumsi yang dapat menyebabkan angioedema.

Diagnosis Angioedema

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan daerah mana yang bengkak pada saat itu. Dokter kemudian memeriksa sejarah berbagai obat, makanan, dan pengaruh lingkungan untuk menentukan penyebab munculnya gejala angioedema.

Dalam beberapa kasus, dokter melakukan pemeriksaan kulit untuk menentukan alergen spesifik untuk tubuh kita. Dokter Anda mungkin juga menyarankan tes darah dan kadar hormon tertentu untuk menentukan penyebab keluhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Angioedema dapat diobati tanpa terapi dan berlangsung untuk waktu yang singkat. Namun, jika pembengkakan berlanjut selama beberapa hari, pasien harus segera ke dokter.

Jika gejala angioedema dikaitkan dengan sesak napas, kesulitan bernapas, pembengkakan di daerah leher atau gangguan kesadaran, bantuan darurat diperlukan. Untuk melakukan pemeriksaan, Anda dapat segera membuat janji dengan dokter pilihan Anda di rumah sakit terdekat.

Sekian artikel tentang Angioedema ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>