Ansietas Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Ansietas atau Kecemasan adalah reaksi dasar jangka pendek terhadap sebuah situasi. Namun, rasa takut dapat menjadi gangguan mental jika respons rasa takut tidak bersifat jangka pendek dan berlanjut, bahkan jika tidak ada alasan untuk perasaan itu. Ini bisa disebut gangguan kecemasan atau ketakutan.

Individu yang memiliki ansietas / gangguan kecemasan dapat merasa khawatir yang tampaknya tidak penting dan menganggap situasi lebih buruk daripada yang sebenarnya. Kecemasan terjadi dalam gejala mental dan fisik dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang dan mengubah situasi biasa menjadi tantangan yang menantang.

Ansietas-Adalah
Ansietas Adalah

Gangguan kecemasan memiliki sejumlah fluktuasi, tetapi setiap orang dapat memengaruhi kemampuan individu untuk melakukan hal-hal biasa dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Penyebab Ansietas

Penyebab gangguan kecemasan tidak diketahui secara pasti. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kecemasan. Faktor-faktor tersebut tampak dapat bekerja baik secara terpisah maupun bersama-sama. Berikut penjelasanya:

  1. Genetika: Beberapa kelainan kecemasan tampaknya memiliki komponen genetik dan terkadang terjadi antar generasi keluarga.
  2. Biologi: Cara otak memproses dan merespon stres dan rangsangan dianggap berpengaruh, terutama hormon stres seperti adrenalin.
  3. Pola Pemikiran: Pola pemikiran yang berpusat pada memprediksi situasi yang paling buruk dan terkait dengan negatif jangka panjang dan kesulitan dalam menghadapi ketidakpastian dihubungkan dengan ketakutan. Selain itu, sikap terlalu sensitif terhadap rangsangan fisik internal (seperti peningkatan detak jantung), yang dapat disertai dengan salah tafsir rangsangan ini sebagai tanda bencana dan dapat mempengaruhi berbagai gangguan kecemasan.
  4. Kejadian yang menekan: Peristiwa masa lalu dan trauma dapat bertindak sebagai katalis dan menyebabkan gangguan kecemasan pada seseorang.

Jenis-jenis Ansietas

Ada berbagai jenis Ansietas / gangguan kecemasan. Meskipun beberapa gejala umum, masing-masing jenis memiliki pemicu yang sangat berbeda dan terjadi dengan cara yang berbeda.

1. Gangguan kecemasan umum: Gangguan ini ditandai dengan rasa takut yang terus-menerus dan berlebihan akan kejadian sehari-hari seperti keluarga, pekerjaan, dan sekolah. Orang-orang merasa cemas hampir setiap hari dan mengkhawatirkan banyak hal yang berbeda. Gejala-gejala ini harus bertahan setidaknya 6 bulan atau lebih.

2. Fobia spesifik: Fobia adalah rasa takut dan kecemasan ekstrem yang disebabkan oleh objek atau situasi tertentu. Beberapa contoh umum fobia adalah takut akan ketinggian dan takut akan laba-laba.

3. Gangguan Panik: Seseorang dengan gangguan panik mengalami serangan panik berulang dan perasaan takut yang luar biasa dan umumnya tidak terkendali. Gejala-gejala ini terjadi bersama dengan berbagai gejala fisik termasuk: sesak napas, nyeri dada, keringat berlebih, dan pusing. Terkadang orang-orang ini berpikir mereka mati. Serangan panik tidak selalu memicu. Jika seseorang mengalami kejang berulang lebih dari sekali sebulan, gangguan ini dapat didiagnosis.

4. Gangguan Obsesif Kompulsif: Gangguan ini muncul pada individu sebagai pikiran kecemasan berulang yang mengarah pada perilaku atau ritual tertentu untuk mengurangi kecemasan ini. Gangguan ini menyebabkan pemikiran yang mengkhawatirkan tentang pemicu tertentu yang menjadi obsesi, seperti takut kuman.

Obsesi ini membuat individu merasa butuh melakukan perilaku berulang, ritual, atau tindakan mental yang disebut kompulsi untuk mengimbangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi (Obsesi dengan pembersihan). Perilaku ini bisa sangat merusak kehidupan seseorang. Individu biasanya tahu bahwa obsesi dan hambatan mereka tidak perlu, tetapi mereka tidak bisa berhenti.

Tanda dan Gejala Ansietas

Karena gangguan kecemasan sering terjadi secara lambat dan dirasakan berbeda oleh semua orang dan mengenali gangguan kecemasan. Salah satu cara untuk membedakan antara kecemasan normal dan gangguan kecemasan adalah dengan mengamati penyebab kecemasan.

Jika kecemasan seseorang tidak didorong oleh peristiwa yang tegang dan sebaliknya terjadi tanpa alasan, terus menerus dan sering, orang tersebut mungkin memiliki gangguan kecemasan. Gejala kecemasan dapat bervariasi dari individu satu ke individu lainnya dan keadaan kecemasan yang berbeda memiliki gejala yang berbeda. Berikut beberapa gejala kecemasan secara umum:

  1. Gejala fisik: serangan panik, kedinginan, detak jantung cepat, berkeringat, mual, gemetar, lemas, nyeri dada, pernapasan cepat, dangkal, gelisah, gugup, dan tegang.
  2. Gejala psikologis: ketakutan yang berlebihan, kekhawatiran, kesulitan berkonsentrasi, mengingat situasi yang lebih buruk daripada yang sebenarnya, dan pemikiran kompulsif
  3. Perilaku: Hindari situasi yang mengkhawatirkan.

Efek Samping Antiansietas

Efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan obat-obatan antiansietas, di antaranya adalah:

  1. Mengantuk
  2. Sakit kepala
  3. Bingung
  4. Penglihatan kabur
  5. mual
  6. Diare
  7. Sembelit
  8. Mulut kering
  9. Berat badan meningkat
  10. Jantung berdebar
  11. Hipotensi ortostatik
  12. Disfungsi seksual.

Diagnosis Ansietas

Diagnosis ansietas tahap awal dilakukan melalui anamesis atau wawancara medis yang mencakup berbagai gejala dan riwayat medis pasien. Pemeriksaan fisik kemudian dilanjutkan untuk memastikan ada atau tidak adanya kondisi medis yang dialami pasien sebagai penyebab Ansietas.

Tidak ada tes laboratorium yang dapat secara spesifik mendiagnosis Ansietas. Oleh karena itu, jika dokter tidak menemukan alasan medis untuk timbulnya kecemasan, ia akan merujuk pasien ke psikiater, psikolog, atau staf psikososial lainnya.

Pencegahan Ansietas

Ansietas dapat dicegah atau dikendalikan dengan cara berikut:

  1. Batasi konsumsi makanan dan minuman yang kaya kafein.
  2. Cukupi kebutuhan tidur minimal 8 jam sehari.
  3. Berlatihlah secara teratur setidaknya dua kali seminggu.
  4. Tingkatkan konsumsi buah dan sayuran.
  5. Ubah kepribadian Anda menjadi lebih terbuka.

Sekian artikel tentang Ansietas ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>