Atheis Adalah : Ciri-ciri Orang Atheis dan Atheis Menurut Islam

Posted on

Adalah.Co.IdAtheis adalah orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Menurut pengertian yang sangat luas, atheis merupakan ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa dan Tuhan.

Ateisme merupakan suatu istilah yang berasal dari Bahasa Yunani ἄθεος (átheos), yang secara peyoratif sering dipakai untuk menunjukan pada siapapun yang mempunyai kepercayaan bertentangan dengan agama bahkan kepercayaan yang sudah mapan di lingkungannya.

Dengan menyebarnya pemikiran bebas, skeptisisme ilmiah, dan kritik terhadap agama, istilah atheis mulai dispesifikasi untuk merujuk kepada mereka yang tidak percaya kepada tuhan. Banyak atheis bersikap skeptis kepada keberadaan fenomena paranormal karena kurangnya bukti empiris. Yang lain memberikan argumen dengan dasar filosofis, sosial, atau sejarah.

Pada kebudayaan Barat, atheis seringkali diasumsikan sebagai tak beragama (ireligius). Beberapa aliran Agama Buddha tidak pernah menyebutkan istilah ‘Tuhan’ dalam berbagai upacara ritual, namun dalam Agama Buddha konsep ketuhanan yang dimaksud mempergunakan istilah Nibbana. Karenanya agama ini sering disebut agama ateistik.

Meski banyak orang yang mendefinisikan dirinya sebagai seorang atheis cenderung kepada filosofi sekuler seperti humanisme, rasionalisme, dan naturalisme,tidak adanya suatu ideologi atau perilaku spesifik yang dijunjung oleh semua atheis.

Atheis-Adalah
Atheis Adalah

CIRI CIRI ATHEIS

1. Jarang Mengucap Syukur sesuai Ajaran Agama
Karena mereka tidak percaya tuhan jarang sekali mereka mengucap syukur. Jika seorang teisme mengucap syukur karena berkah yang dikirimkan tuhan, Atheis tidak percaya akan adanya Tuhan. Jadi, mereka tidak pernah mengucapkan hamdallah atau puji tuhan. Menurut mereka, mereka akan bersyukur kepada manusia yang telah menjalankan fungsinya dengan baik.

2. Tidak Percaya Takdir
Dalam Agama ada yang dinamakan takdir, dan kita sebagai umat beragam percaya bahwa Tuhan yang menuliskan takdir itu. Meskipun ada takdir yang bisa diubah asalkan kita berusaha. Para Atheis tidak berpikir demikian, mereka mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi tidak lepas dari hukum alam.

Baca Juga : Komunisme Adalah : Contoh, Ciri Ciri, Ideologi, dan Para Tokohnya

3. Pecaya Reinkarnansi
Meskipun tidak percaya Tuhan dan Dewa, Atheis berpikiran bahwa setelah kematian akan ada reinkarnansi tidak cuma makhluk hidup namun seluruh alam semesta juga akan merasakan hal ini.

4. Tidak Percaya Roh
Para Atheis tidak percaya akan adanya Roh. Menurut mereka kehidupan manusia benar benar akan berakhir setelah kematian. Mereka tidak percaya akan adanya kehidupan setelah kematian.

5. Tidak Percaya Surga dan Neraka
Karena tidak mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Atheisme juga tidak percaya akan adanya surga dan neraka. Mereka tidak percaya bahwa akan ada balasan terhadap apa yang telah manusia lakukan dimuka bumi ini. Menurut mereka tidak akan ada pengadilan di surga maupun neraka.

6. Tidak Percaya Hal Ghaib
Kebanyakan atheis akan menggunakan segala logikanya untuk melihat dunia ini. Dalam logika mereka tidak percaya akan adanya hal hal ghaib dan hantu. Mereka juga tidak percaya akan adanya ritual keagamaan.

7. Tidak Percaya Nabi
Seorang Atheis mengaku bahwa dia tidak bisa menerima adanya konsep nabi. Menurutnya, sangat tidak logis apabila nabi dipilih dari negara timur tengah untuk menjadi pemimpin seluruh umat manusia.

8. Tergila Gila akan Ilmu Pengetahuan
Dalam ajaran agama pun kita diwajibkan untuk menuntut ilmu bahkan mencari ilmu setiap hari. Atheis pun begitu, mereka bahkan lebih mencintai ilmu dan fokus membedah ilmunya masing masing. Oleh sebab itu juga banyak tokoh dunia yang mengaku dirinya seorang Atheis.

9. Tidak Percaya Konsep Kekal Abadi
Bagi mereka konsep hidup kekal abadi setelah kematian tidak ada. Banyak dari mereka yang mengatakan kehidupan akan benar benar berakhir setelah manusia meninggal. Lalu selanjutnya manusia akan mengalami reikarnasi.

10. Bahagia Tergantung Dengan Lingkungan
Karena atheisme tidak percaya Tuhan, maka mereka hanya berinteraksi sesama manusia saja. Mereka tidak akan menemukan kebahagiaan berinteraksi dengan penciptanya. Mereka akan bahagia atau sedih tergantung hubungannya dengan sesama manusia.

Baca Juga : Primitif Adalah : Primitif Teknologi dan Ciri Masyarakat Primitif

CARA BERPIKIR KAUM ATHEIST

• Para kaum atheist, mereka sangat menggunakan logika dan skeptisisme untuk dasar mereka berpikir. Nah jika cara berpikir Anda menggunakan ayat-ayat tuhan dan bahkan tidak logis, dipastikan Anda akan menjadi bulan-bulanan kaum atheist dalam berdiskusi.

• Kaum atheist tidak memercayai tuhan seperti cara berpikir kaum pemercaya tuhan dan agama. Tuhan dan agama yang ada saat ini bagi para kaum atheist merupakan suatu keajaiban serta absurditas yang luar biasa. Bagi kalangan kaum atheist, tuhan – dan juga alam semesta serta manusia – merupakan sebuah keajaiban bagi mereka, yang mereka sendiri tak mampu untuk menjawabnya.

• Para kaum atheist membeda – bedakan dan tidak menyangkut-pautkan antara tuhan dengan agama. Kaum atheist sedikitpun tidak mau menerima pendapat yang berkaitan dengan tuhan dan agama. Tuhan dan agama adalah penemuan manusia. Alam pun tercipta secara ajaib tanpa pernah dibuat oleh tuhan. Namun, jika di berikan pertanyaan secara detail mengenai awal mula terbentuknya alam semesta para kaum atheist juga sangat tidak mampu menjawab dengan jelas mengenai hal tersebut.

• Para kaum atheist berfikir bahwa keberadaan dirinya sebagai bagian dari keberadaan alam semesta. Nah, kaum atheist sangat memahami keterbatasan diri mereka di alam semesta. Kaum atheist melihat sosok diri mereka sangat rapuh – sekaligus superior – di alam semesta, dengan kekagumannya terhadap alam semesta yang sangat luas ini, melebihi para pemercaya tuhan dan agama.

• Mengenai pertanyaan tentang asal-usul terbentuknya alam semesta yang sangat rumit membuat para kaum atheist sangat percaya bahwa sesungguhnya tidak ada yang menciptakan alam semesta. Kaum atheist begitu sangat skeptisnya terhadap penciptaan dan asal-usul terbentuknya alam semesta, hingga ketika ada argument mengenai alam semesta yang diciptkan oleh tuhan, maka pendapat itu di sangkal dianggap klasik, kuno, lama, biasa dan ya begitulah.

• keberadaan manusia sebagai pangkal mula eksistensi keberadaan tuhan. Salah satu hal yang unik dari para atheist adalah menempatkan diri mereka sebagai titik awal keberadaan tuhan. Argumentasi dari sudut pandang mereka sangat terbalik dengan kaum yang percaya akan adanya tuhan – dan agama. Eksistensi tuhan yang dianggap dimulai dari eksistensi manusia yang berevolusi.

• kaum atheist sangat senang dalam berdiskusi dengan kaum theist dan juga kaum yang percaya dengan adanya agama untuk menguatkan dan memuaskan dahaga intelektualitas dan logika mereka. Kaum atheist sangat senang sekali jika mereka dapat berdiskusi dengan kaum theist.Jika melihat dari kaum theist tak mampu menjawab tentang pertanyaan-pertanyaan logis yang kaum atheist berikan, dahaga superioritas intelektual mereka terobati.

• kaum atheist sama dengan kaum theist sering kali begitu fanatik dan radikal dalam memegang prinsip ke-atheist-an mereka. Seperti kaum theist, kaum atheist juga memiliki kaum yang berpandangan radikal dan bahkan meremehkan pendapat kaum theist. Kaum atheist yang KW – sama dengan kaum theist yang KW – dan bukan merupakan atheist unggulan, mereka akan menyerang dan membenci para kaum theist.

Baca Juga : Agnostik Adalah : Agnostik Menurut Islam, Ciri ciri dan Contohnya

• kaum atheist akan menjadi theist jika dalam perdebatan secara fair kaum theist mampu mematahkan argument kaum atheist. Nah, untuk para kaum atheist pun ada yang sering goyah dalam diskusi yang mereka lakukan sehingga mereka menjadi kaum theist.

• kaum atheist terus berusaha mencari pembenaran dan kebenaran sampai akhir hayat dengan membawa keraguan yang tak akan pernah padam. Bagi seorang kaum theist, kepasrahan serta sikap skeptis sangat jauh dari yang dipikirkan oleh mereka. Para kaum theist menggantungkan banyak harapaharapan maupun hal kepada tuhan dan takdir.

PENJELASAN ATHEIS MENURUT ISLAM

Dalam sejarah kebudayaan Islam, Atheisme (Zindiq) merupakan salah satu dari sekian banyak isu yang kontoversial dan mengundang banyak perhatian. Abdurrahman Al-Badawi (w. 2012), misalnya, berpendapat bahwa ada perbedaan antara Atheisme Barat dengan Atheisme Islam.

Jika Atheisme Barat diekspresikan oleh ungkapan Nietzche “Tuhan telah mati”, maka Atheisme Islam menambahkan “para Nabi telah mati” sebagai bagian dari Atheisme. (lihat Min Tarikh Al-Ilhad Fi Al-Islam hal:8, karya Abdrrahman Al-Badawi).

Pada awalnya, Atheisme Islam ini hanya mengambil bentuk gerakan ilmiah dan kemudian ditanggapi secara dialogis dan toleran oleh ulama2 Muktazilah seperti Wasil Bin Atha, misalnya. Jadi langgkah pertama negara dalam menyikapi masalah Atheisme bukan memberantasnya hingga ke akar2-nya, melainkan memberi peluang debat publik melalui terbentuknya lembaga ilmiah yang bertugas mengajak mereka berdialog. Ini membuktikan bahwa betapa seorang Atheis-pun sangat ditoleransi oleh Islam.

Related posts: