Bait Adalah : Contoh Puisi 3 Bait, 4 Bait, 5 Bait, dan 6 Bait

Posted on

Adalah.Co.IdBait adalah gabungan dari beberapa baris dalam puisi biasanya terdiri dari 4 baris, sedangkan baris adalah kalimat kalimat dalam puisi yang memiliki makna dalam setiap barisnya dan biasnya terdiri dari 8-12 suku kata.

Pengertian Bait

Pengertian bait dari berbagai sumber:

Menurut KBBI, bait yaitu satu kesatuan dalam puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris.

Menurut wikipedia, Bait (sastra), (dibaca “ba-it”), adalah bagian dari teks berirama (puisi atau lirik lagu) terdiri dari beberapa baris yang tersusun harmonis, meyerupai pengertian paragraf dalam sastra atau tulisan.

Bait merupakan bagian teks yang berirama.

Bait bisa juga dapat diartikan gabungan baris dalam puisi, biasanya terdiri dari 4 baris.

Bait-Adalah
Contoh Letak Bait dan Baris

Dalam membuat sebuah puisi, kumpulan baris yang tersusun dapat pula disebut bait. Biasanya satu bait puisi terdiri dari empat baris. Bahkan ada pula puisi yang satu bait memiliki lebih dari 4 baris.

Fungsi bait yaitu persis seperti penggunaan paragraf dalam sebuah karangan kalimat. Bait berfungsi untuk memisahkan topik-topik atau ide / gagasan yang diekspresikan dalam bentuk puisi.

Contoh Puisi Pahlawan 3 Bait

• Jejak-Jejak Pejuang
Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Semerbak harum dalam deretan syair pujangga
Bercerita indah akan kisah perjuangan
Sang pahlawan dalam membela bangsa

Meregang nyawa di medan peperangan
Raga berlubang tertembus peluru tajam
Meski tersungkur tergeletak di tanah
Kau tetap hidup dalam sanubari anak bangsa

Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Menapak jelas menembus zaman
Kini kaupun mampu menyaksikan dari surga
Bangsamu bersatu padu dalam semangat membela

• Serdadu Tak dikenal
Kau ambil seragam lusuh di bilik kamarmu
Kau kenakan dengan sangat rapi
Meski dirimu kini tak dikenal
Namun semangat juangmu terasa hingga menembus batas zaman

Kau siapkan senapan dengan peluru tajam
Tegak badan gagah engkau maju di barisan depan
Menjadi biduk dalam strategi perang
Tak jarang dirimu menjadi umpan kemenangan

Tegak gagah berani kau ingin merangsek maju ke barisan depan
Hingga tak kau sadari sebuah peluru tajam menerjang
Meski kau tak dikenal
Perjuanganmu takkan akmi lupakan

Baca Juga : Kontemporer Adalah : Musik, Tari, Arsitektur dan Sejarah

• Senang-Senang yang Terakhir
Mari kita nikmati kesenangan ini, kawan-kawan
Mari kita uraikan semua eupohoria
Canda Dan tawa kita semua
Sebelum akhirnya nanti

Kita akan pisah selamanya
Kita akan pisah tuk jalani hidup baru masing-masing
mengejar yang mesti kita kejar saat ini
dan lalu menangkapnya di hari nanti

Sampai berjumpa lagi kawan-kawan
Sampai jumpa nanti
Jika batas waktu mengizinkan
Jika mampu dipertemukan

• Mengenang Kawan
Aku masih ingat saat itu ,saat kita sama-sama menyusun lego
Saat kita sama-sama mengadukan kelereng dan layang-layang masing-masing
Dan saat kita berlawanan karna saling salah paham
Aku masih ingat saat itu

Kau masih mengingatnya,Duhai sahabat di ujung sana?
Ah, tak terasa sudah beberapa tahun lamanya
Samudera telah memisahkan kita
Sayang, aku tak pernah tahu seperti apa kau sekarang

Sebab, samudera telah memisahkan kita
Sebelum kita sempat mempunyai gawai dan nomor telepon
Dan akhirnya, hanyalah doa yang bisa kukirimkan padamu
yang yang aku inginkan hanya menembus samudera yang telah memisahkan kita.

CONTOH 4 BAIT

• Syair Si Anak Malam
Sesatlah aku di dalam hutan
belantara tiada bertuan
di mana selatan di mana utara
tak terlihat juga ke mana arahnya

julukku si anak malam
suluhku kunang-kunang
terang tiada bersalam
tubuhku seperti terbuang

jalan hutan setapak jalan
namun sayang berujung ngarai sungai
siapa pendahulu perintis hutan
harimau di dadaku menyeringai.

bagimu tuan penjaga alam
haruskah aku tersesat di saat malam
tunjukkanlah jalan agar tak muram
agar lepas julukan si anak malam.

Baca Juga : Seni Rupa Adalah : Unsur Seni Rupa, Fungsi dan Contoh Seni Rupa

• CINTA
Cinta itu anugerah dan tapi cinta juga bisa menjadi musibah,,
Cinta bagaikan api kecil,
Yang slalu menghangatkan
Tapi cinta terkadang juga seperti api besar yang membakar segalanya

saat pertama kali cinta menghampiri,
semuanya terasa manis.
Saat waktu tlah berlalu cinta
seperti makanan tanpa rasa,Hambar.

Cinta adalah rumah,
rumah yang harusnya diisi banyak kasih sayang, pengertian, kesetiaan, kesabaran, dan kebahagian.
Saat itulah rumah itu berubah menjadi cinta

Karena cinta adalah segalanya.
Karena cinta lebih mampu mengendalikan segalanya dibanding harta..
Karena cinta adalah penyebab segalanya terjadi,
Karena cinta hidup lebih banyak tragedi

• Menyerah
maaf, aku harus menyerah
telah lama kucoba untuk bertahan namun aku semakin terluka
maaf, aku harus menyerah
kuat selalu menahan namun hati tak bisa lagi menerima

maaf, aku harus menyerah
luka sudah mendalam namun membuat hatiku pecah bergelimang darah
maaf, aku harus menyerah
menghentikan langkah menutup semua lembar kisah mimpi indah

maaf, aku menyerah
sepasang anak manusia yang bercerita tentang cinta
maaf, aku menyerah
Karena hati bukan untuk dilema

maaf, aku menyerah
telah lama berjuang ,tetap saja menghasilkan luka
maaf, aku menyerah
karena cinta bukan untuk dipaksa

CONTOH 5 BAIT

• Ibu
Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering
Daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air itu dan air matamu ibu, yang tetap lancar mengalir.

Bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

Ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti

Bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

Ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku.

CONTOH 6 BAIT

• Penggerak Kesadaran Perjuangan
Kawan ku marhaen
Taukah engkau pelabuhan itu kian bising dengan rupanya.
Berperang terperangkap tak ubahnya suatu keniscayaan
Sudah lalu mereka tak datang.

Bapak ku berapi diatas bumi dua meter
Bersuara dengan rakyat rakyat penuh kian derita dan sengsara
Anaknya berkhianat bapak, laluku sedang mengenangmu
Sepertinya para mafia terus mengejarmu.

Bapak aku lelah dengan rencanamu tempo dulu
Apa bijaksana, apa aku ragu dan apa aku bisa pak
Kawanku mulai menipis dan mendekat, namun lalu mu kian tak beradab
Sekian abad itu tak memberi arti.

Sekiranya bapak bangun dan berdiri panggung itu masih menanti
Aku dan anakmu ingin memeluk dan menangis
Maafkan anakmu bapak, Masa lalu dan cerita kami semakin jauh
Meraka berpraktis, selagi masih pragmatis.

Sudahlah bapak aku ingin menangis diatas bumimu
Aku ingin berteduh dibumimu yang tak beradap sekarang ini.
Bapak aku menangis dipangkuan ibu pertiwi
Hujan itu hanya kebohongan.

Mafia mafia ciptaan teman temanmu bapak
Sekian kali aku melawan, sekian kali aku tersungkur.
Sudah ku dengar amanatmu, laluku tak bermakna
Cepatlah pulang pak, aku sendiri
Mereka tak menjawab.

Karya puisi dengan tema politik, sosial budaya berikut ini akan melengkapi berbagai karya yang sudah ada. Karya tersebut masih dari ide dan gagasan satu penulis yang banyak memperhatikan keadaan terkini dalam kehidupan masyarakat.

Selain karya tersebut tentu rekan pembaca semua bisa memilih puisi-puisi lain yang tak kalah menarik di situs ini. Beberapa puisi sudah disiapkan di bagian bawah. Diantaranya ada yang sesuai dengan tema karya di atas dan ada juga yang berbeda. Silahkan dinikmati.

Baca Artikel Lainnya :

Seni Lukis Adalah : Aliran Seni Lukis dan Contoh Seni Lukis

Seni Kriya Adalah : Contoh Seni Kriya dan Teknik Seni Kriya

Related posts: