Birama Adalah : Macam-macam, Fungsi, Unsur dan Gambar Birama

Posted on

Adalah.Co.IdBirama adalah sebuah tanda yang yang ditunjukan padah jumlah ketukan. Satu ruas birama biasanya dituju oleh batas-batas vertikal dengan sebutan garis birama. Hal ini dapat terlihat jelas dalam jenis musik diatonis. Meskipun begitu, dalam musik pentatonis, penggunaan garis birama jarang ditemui.

Dalam tangga nada diatonis, ruas birama disebut sebagai petak dibatasi oleh sebuah garis birama. Musik yang terdapat birama tentunya mempunyai tekanan suara yang teratur yang biasa disebut sebagai arsis(aksen). Aksen disebut-sebut sebagai birama yang kuat ,dan arisis disebut sebagai birama yang ringan.

Birama Adalah

PENJELASAN BIRAMA MENURUT BEBERAPA SUMBER

  1. Menurut KKBI Birama adalah ayunan gerak kelompok beberapa pulsa yang pulsa pertamanya mendapat aksen kuat secara berulang dan teratur; satuan kelompok ketukan tetap yang dimulai dengan ketukan kuat sampai ketukan kuat berikutnya; metrum; terner birama yang mempunyai prinsip bahwa setiap birama mempunyai tiga ketukan, contohnya birama ¾, 2/3 dan 9/8.
  2. Birama menurut Wikipedia, ensiklopedia bebas. Dalam notasi balok (musik), birama adalah bagian /segmen dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan dalam bagian tersebut. Contohnya,  birama ¾ maka nada-nada pada setiap ruas birama 3 ketukan yang pada ketukannya senilai ¼. Pada umumnya suatu birama dibatasi oleh garis birama. Lagu pendek yang mempunyai 8 atau 16 birama, dan lagu standar mempunyai 32 birama.
  3. Pengertian Ruas Birama adalah, Petak-petak yang dibatasi garis birama / bisa di artikan juga ruang dalam meletakkan birama ( jarak antara garis birama )
  4. Arsis dan aksen ialah birama dalam musik mempunyai tekanan suara yang teratur. Arisi berarti ringan, Aksen berarti kuat

MACAM-MACAM BIRAMA

1. Birama 2/4

Birama yang  terdiri atas dua ketukan birama. Contoh lagu nusantara yang menggunakan birama 2/4 adalah bambu runcing (lagu perjuangan),Kupu Kupu Malam (Titik Puspa) hari merdeka, cik-cik periok dari Kalimantan Barat, Ampar-ampar pisang dari Kalimantan Selatan, dan Manuk Dadali dari Jawa Barat .

2. Birama 3/4

Birama yang terdiri atas tiga ketukan. Contoh lagu nusantara yang mengungakan birama 3/4 adalah Burung Tantina dari Maluku, Burung Kakatua dari Maluku, Tumpi Wahyu dari Kalimantang Tengah, dan Lisoi dari Tapanuli.

3. Birama 4/4

Birama yang terdiri atas empat ketukan. Contohnya lagu nusantara menggunakan birama 4/4 seperti Bungong Jeumpa dari Aceh, den Lapeh dari Sumatera Barat, Butet dari Tapanuli, Injit Injit Semut dari Sumatera Timur, Ayam dan Jali-Jali dari Jakarta.

4. Birama 6/8

Birama terdiri atas enam ketukan. Contoh lagu nusantara yang menggunakan birama 6/8 adalah Bungong Jeumpa dari Aceh, Butet dari Tapanuli, Injit Injit Semut dari Sumatera Timur, Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat, Jali-Jali dari Jakarta

FUNGSI BIRAMA

Fungsi birama yang terdapat sejumlah musik yang didengarkan sanggup menarik. Adapun fungsi tersebut terbagi atas dua yakni fungsi musical dan fungsi symbol. 

1. Fungsi Musikal

Secara musikal birama mempunyai fungsi untuk membangun irama. Dari satuan unit-unit birama yang berulang terbentuklah irama. Maksud dari fungsi musikal tersebut sanggup diartikan bahwa dalam membangun irama, satuan unit-unit birama yang berulang irama biasanya terdiri dari warna bunyi berat (rendah) dan ringan (tinggi). Selain itu, Warna Bunyi Berat umumnya jatuh pada ketukan pertama dan warna bunyi ringan umumnya jatuh pada ketukan selanjutnya

2. Fungsi Simbol

Secara simbol musikal, birama menunjukkan pengertian mengenai hitungan dasar irama dalam musik. Birama umumnya dismbolkan dengan angka potongan diantaranya: Birama 2/2, Birama 2/4, Birama ¾, Birama 4/4, Birama, 6/8 dan sebagainya.

Birama merupakan suatu tanda untuk menunjukan jumlah ketukan dalam satu ruas birama. Hal demikian sanggup dilihat dari diatonis. Penggunaan garis birama yang tidak biasa ditemukan dipakai oleh music pantagonis

Ruas birama ialah tangga nada diatonis terdapat petak-petak dibatasi garis birama. Sedangkan dalam setiap birama dalam musik mempunyai tekanan bunyi yang teratur disebut dengan arsis dan aksen.

Penulisan birama ditulis dalam tanda dan pola angka potongan misalnya 3/4, 4/4, 2/4, dan 6/8. Maksudnya dimana angka di atas tanda “/” (pembilang) yang menunjukan jumlah ketukan. 

Sedangkan tanda angka (penyebut) menunjukan satu ketukan dalam nilai nada. Binama biner disebut juga sebagai birama yang nilai penyebutnya genap.

Sedangkan birama yang penyebutnya dengan bentuk ganjil disebut dengan birama ternair. Misalnya , pada pola di atas ditulis 2/4. Tanda birama 2/4 mempunyai arti bahwa di setiap birama dalam lagu tersebut berisi 2 ketukan/hitungan yang masing-masing hitungan bernilai ¼

Unsur-unsur Birama

Birama mempunyai beberapa unsur juga, yaitu :

  1. Unsur waktu yang ditandai dengan nilai hitungan.
  2. Unsur jalinan bunyi bertekanan berat dan ringan, serta
  3. Unsur ruang kosong tanpa bunyi dihitung dalam waktu hitungan.
CONTOH GAMBAR BIRAMA SERTA PENJELASANNYA

Birama 4/4

Birama 4/4

Tanda Birama 4/4 ialah tanda umumnya digunakan di hampir setiap genre musik. Maka dari pada itu setiap birama ada empat ketukan dan ketukan bernilai 1/4 atau empat not ¼ dalam setiap birama.

Birama ¾

Birama ¾

Tanda birama 3/4 ( kadang disebut juga tempo waltz ) maka binama mempunyai 3 ketukan dan setiap hketukan bernilai 1/4 atau ada 3 not 1/4 dalam setiap birama.

Birama 6/8

Birama 6/8

Tanda birama 6/8 berarti setiap birama ada 6 ketukan dan setiap hitungan bernilai 1/8  atau ada 6 not 1/8 yang menjadi patokan tempo.

Birama 2/4

Birama 2/4

Tanda birama 2/4   setiap birama ada 2 ketukan dan setiap hitungan bernilai ¼ atau ada dua not 1/4  dalam setiap birama.

Tanda Birama

Tanda Birama merupakan 2 angka yang letaknya di sebelah kanan clef, jumlah ketukan tiap bar dituju pada angka yang diatas, namun nilai not yang jelas/dihargai satu ketukan dituju pada angka yang bawah.

Contoh :
4/4 maksudnya memiliki 4 ketuk dalam tiap bar, dan not 1/4 dihitung satu ketuk.
Not 1/4 dihitung satu ketuk dan 3/4 maksudnya memiliki 3 ketuk dalam tiap bar.
Not 1/4 dihitung satu ketuk dan 2/4 maksudnya memiliki 2 ketuk dalam tiap bar.
6/8 maksudnya memiliki 6 ketuk dalam tiap bar, dan not 1/8 dihitung satu ketuk.

Tanda birama 4/4 ditunjukan pada gambar di atas (4 ketuk dengan not 1/4).

Tanda birama dibagi beberapa macam (angka yang ada di atas), antara lain

  1. 2 ketuk, disebut Duple. Contohnya : 2/2, 2/4
  2. 3 ketuk, disebut Triple. Contohnya : 3/2, 3/3, 3/4
  3. 4 ketuk, disebur Quadruple. Contohnya : 4/2, 4/4

Gambar dibawah ini menunjukan grup not-nya dalam bar.

Tanda birama lain selalu muncul, ialah 6/8. Dan inilah perbedaannya, tanda birama 6/8 berarti 6 ketuk dalam 1 bar dan 3/4 berarti 3 ketuk dalam 1 bar. Satu ketukan pada not pun berbeda, 6/8 menggunakan not 1/8 untuk 1 ketuknya sementara 3/4 menggunakan not 1/4 untuk 1 ketuknya. Mari kita lihat gambar di bawah.

Mengapa gambar di bawah ini tidak boleh? maka tanda birama 6/8, ketukan 1 dan 4 dimiliki aksennya. ketukan aksen 3/4 ada di ketukan pertama. Maksud dari ketukan aksen adalah bunyi ketukan yang spesial, misalnya : 3/4 = 3 ketuk dalam 1 bar (Das tak tak, Das tak tak, dst), 6/8 = 6 ketuk dalam 1. Mari kita lihat gambar di bawah!

Baca Juga Artikel Lainnya :

Related posts: