Brugada Syndrome Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Nama penyakit sindrom brugada sendiri tampaknya masih asing di telinga kita. Sebenarnya penyakit apa sindrom brugada ini? sindrom brugada umumnya dikenal sebagai penyakit pernapasan.

Jenis penyakit ini umumnya terjadi pada orang tua atau orang yang sudah lanjut usia karena orang lanjut usia rentan dengan pernapasanya. Untuk lebih jelasnya mari simak artikel nya di bawah ini.

Sindrom Brugada Adalah ?

Brugada-Syndrome-Adalah

Sindrom Brugada adalah jenis kelainan detak jantung yang menyebabkan aritmia atau irama jantung, yang dapat memicu fibrilasi ventrikel yang dapat dikaitkan dengan kematian mendadak. Kondisi ini umumnya karena cacat genetik atau kelahiran.

Sindrom Brugada pertama kali ditemukan pada tahun 1992 oleh tiga saudara kardiolog Spanyol, yaitu Pedro Brugada, Josep Brugada dan Ramon Brugada.

Hasil ini didasarkan pada kecurigaan telah melihat jumlah kematian mendadak pada beberapa pasien dengan karakteristik yang sama, yaitu abnormalitas pada saluran ion natrium yang hanya dapat dideteksi dengan tes elektrokardiografi.

Para ahli juga memperkirakan bahwa sindrom Brugada adalah sebagian besar penyebab kematian mendadak saat tidur atau sindrom kematian malam mendadak yang tidak dapat dijelaskan yang mempengaruhi kaum muda di wilayah Asia Tenggara.

Penyebab Penyakit Sindrom Brugada

Sindrom Brugada adalah penyakit jantung yang terkait dengan kelainan genetik. Dalam keadaan normal memungkinkan jantung berdetak dengan aliran arus yang diaktifkan melalui atrium kanan jantung mengalir ke saluran untuk menggerakkan otot jantung.

Sindrom Brugada memiliki kelainan genetik yang menyebabkan saluran abnormal ini sehingga aliran listrik jantung dapat mengalir terlalu cepat tanpa terkontrol. Siapa pun yang memiliki orang tua yang memiliki penyakit sindrom Brugada berisiko tinggi terkenanya.

Gejala Penyakit Sindrom Brugada

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sebagian besar pasien yang terkena penyakit sindrom Brugada tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Kadang-kadang sindrom ini didiagnosis tanpa sadar ketika detak jantung diperiksa.

Berikut adalah beberapa gejala umum penyakit sindrom brugada:

  1. Detak jantung cepat dan tidak teratur
  2. Berhentinya jantung. Ini bisa menjadi gejala pertama yang terjadi pada pasien, karena sindrom Brugada sering tidak dikenali
  3. Perasaan berdebar di dada
  4. Hilangnya pingsan atau kesadaran.

Komplikasi sindrom Brugada, terutama kehilangan kesadaran dan serangan jantung, umumnya terjadi ketika pasien saat beristirahat atau tidur. Oleh karena itu, penyakit langka ini seringkali berakibat fatal.

Pengobatan Penyakit Sindrom Brugada

Tujuan mengobati sindrom Brugada bukan untuk menghilangkan penyakit, tetapi untuk mencegah komplikasi penyakit yang berbahaya. Pengobatan tersebut dilakukan oleh seorang ahli jantung.

Dokter percaya bahwa orang-orang yang terkena penyakit sindrom Brugada berisiko tinggi mengalami kelainan detak jantung yang dapat mengancam jiwa seseorang, dokter menyarankan untuk memasang implantable cardiac defibrillator pada pasien.

Implantable cardiac defibrillator adalah perangkat yang ditempatkan di bawah kulit di dada. Jika ada irama jantung abnormal yang mengancam jiwa, ICD mendeteksi dan menawarkan terapi syok jantung untuk menormalkan kondisi jantung.

Selain itu, orang yang terkena penyakit sindrom Brugada harus menghindari pemicu detak jantung abnormal. Secara umum, orang yang terkena penyakit sindrom Brugada harus menghindari dehidrasi, demam tinggi, dan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.

Cara Mencegah Terjadinya Penyakit Sindrom Brugada

Sindrom Brugada terjadi karena kelainan genetik yang tidak dapat dicegah. Namun dengan demikian, risiko aritmia dapat diminimalkan dengan menghindari berbagai faktor pemicu.

Termasuk demam darah tinggi (minum parasetamol segera untuk menguranginya), konsumsi minuman yang beralkohol, dehidrasi, dan beberapa obat seperti amfetamin, kokain, dan beberapa obat batuk dan pilek yang tersedia bebas di apotek.

Komplikasi Penyakit Sindrom Brugada

Komplikasi paling ringan dari sindrom Brugada adalah sinkop atau pingsan karena perubahan irama jantung yang tiba-tiba, yang menyebabkan aliran darah ke otak berkurang.

Dalam bentuknya yang paling ekstrem, komplikasi sindrom Brugada dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel, yang menyebabkan ruang pompa di jantung (ventrikel) bergetar sia-sia tanpa bisa memompa darah. Kondisi ini sering menyebabkan kematian mendadak jika pasien tidak segera menerima sengatan listrik dari perangkat pelepasan atau defibrillator.

Diagnosis Penyakit Sindrom Brugada

Untuk mengetahui apakah pasien memiliki penyakit sindrom Brugada, dokter bertanya tentang gejala dan apakah ada keluarga pasien yang mempunyai penyakit serupa. Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik dengan memantau detak jantung dan ritme Anda dengan stetoskop dan melakukan pemeriksaan seperti:

  1. Pengujian genetik untuk menentukan keberadaan mutasi genetik
  2. Kateterisasi jantung untuk mengontrol irama jantung
  3. Rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) yang dapat dibantu dengan pengobatan.

Demikianlah artikel tentang penyakit Sindrom Brugada ini jaga selalu kesehatan anda dan jika ada keluarga atau kerabat anda yang mengalami gejala seperti diatas segera konsultasikan ke dokter, semoga bermanfaat terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: