Pelayanan Prima Adalah

Pelayanan-Prima-Adalah

Adalah.Co.Id – Pelayanan prima atau disebut juga Excellent service merupakan melakukan pelayanan sebaik mungkin kepada para pelanggan, sehingga pelanggan menjadi merasa puas. Atau definisi layanan terbaik yang menawarkan pelanggan atau konsumen layanan terbaik untuk menciptakan perasaan puas.

Secara umum, tujuan dari layanan prima adalah untuk memberikan layanan yang dapat memuaskan pelanggan sehingga perusahaan dapat mencapai laba maksimal.

Pelayanan-Prima-Adalah
Pelayanan Prima Adalah

Layanan ini sangat penting bagi perusahaan atau penjual untuk menarik pelanggan / konsumen. Dengan layanan yang baik, pelanggan merasa di rumah dan di tangan yang baik. Kemudian mereka membeli produk dan layanan yang ditawarkan dan dijual oleh perusahaan.

Dengan begitu banyak pelanggan yang membeli produk / layanan dari satu perusahaan, keuntungan maksimum tercapai. Tidak heran jika setiap perusahaan selalu menggunakan layanan prima untuk memuaskan pelanggannya.

Tujuan Pelayanan Prima

Adapun tujuan pelayanan prima diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Menawarkan pelanggan dengan layanan berkualitas tinggi.
  2. Membantu pelanggan membuat keputusan pembelian untuk barang atau jasa yang ditawarkan.
  3. Mempromosikan kepercayaan pelanggan pada barang atau layanan yang ditawarkan oleh penjual.
  4. Tingkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
  5. Untuk menghindari berbagai jenis pertanyaan atau keluhan dari pelanggan kepada penjual produk atau layanan yang mereka jual.
  6. Sehingga konsumen atau pelanggan merasa diperhatikan dengan baik.
  7. Meningkatkan dan pertahankan loyalitas pelanggan sehingga mereka terus membeli barang atau jasa yang dijual.

Manfaat Pelayanan Prima

Salah satu Manfaat dari layanan prima adalah peningkatan kualitas bisnis atau layanan publik untuk pelanggan atau masyarakat dan dapat menjadi referensi untuk pengembangan standar layanan.

Standar layanan dapat diartikan sebagai referensi atau parameter referensi yang digunakan untuk menyediakan layanan dan juga sebagai referensi untuk menilai kualitas layanan. Layanan ini disebut Prime ketika pelanggan puas dan memenuhi harapan pelanggan.

Konsep Dasar Pelayanan Prima

Konsep pelayanan prima ada 3 (tiga) macam, berikut ini penjelasan singkatnya:

1. Konse Sikap / Attitude

Sikap yang harus Anda miliki adalah ramah, penuh perhatian, dan bangga dengan perusahaan. Karyawan perusahaan diharapkan mencerminkan perusahaan itu sendiri. Karena karyawan yang melayani konsumen mencerminkan citra perusahaan. Konsumen atau pelanggan akan meninggalkan kesan pertama jika mereka secara langsung menghubungi orang-orang yang bekerja di perusahaan, salah satunya adalah karyawan yang menyediakan layanan.

Keberhasilan sebuah perusahaan jasa tergantung pada orang-orang yang terlibat dalam menjalankan perusahaan. Beberapa sikap diharapkan, seperti sikap yang membanggakan diri pada pekerjaan yang dilakukan, didedikasikan untuk pekerjaan yang dilakukan dan selalu mempertahankan citra baik perusahaan dan orang lain.

Tentu saja, dalam konsep layanan ini karyawan harus memiliki pengetahuan tentang pekerjaan mereka, keterampilan atau kemampuan yang cocok untuk pekerjaan mereka dan dapat berkomunikasi dengan baik. Dan itu juga harus diperhitungkan, karyawan harus tampil menarik dan berpendidikan sesuai dengan peraturan perusahaan.

2. Konsep Perhatian / Attention

Saat memberikan layanan kepada konsumen, perhatian harus diberikan pada keinginan konsumen. Ketika konsumen telah menyatakan niatnya untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan, dia segera melayani dan menawarkan bantuan yang dia butuhkan untuk membuat konsumen merasa diperhatikan dan bahwa keinginannya dapat dipenuhi.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam konsep ini, seperti salam di awal percakapan, pertanyaan tentang preferensi konsumen, memahami preferensi konsumen, ramah, pengiriman layanan yang cepat dan akurat dan memprioritaskan minat konsumen. karena konsumen adalah raja.

3. Konsep Tindakan / Action

Sebagai contoh, seorang karyawan layanan harus selalu memperhatikan apa yang diinginkan konsumen dalam konsep tindakan. Jika pelanggan telah menunjukkan minat untuk membeli produk, segera layani pelanggan dan tawarkan mereka dukungan yang mereka butuhkan sehingga pelanggan puas dengan layanan tersebut.

Beberapa bentuk pelayanan pada konsep ini misalnya seperti mencatat pesanan yang di inginkan pelanggan, mengkonfirmasi atau memverifikasi pesanan pelanggan, menyelesaikan transaksi pesanan pelanggan dan biasanya berterima kasih kepada pelanggan.

Fungsi Pelayanan Prima

Adapun beberapa fungsi pelayanan prima diantaranya sebagai berikut ini:

  1. Melayani pelanggan dengan ramah, presisi dan cepat sehingga mereka puas.
  2. Ciptakan suasana di mana konsumen merasa sangat penting bagi perusahaan.
  3. Buat pangsa pasar yang lebih baik untuk produk atau layanan yang dijual.
  4. Buat pelanggan senang untuk terus menggunakan produk atau layanan perusahaan.
  5. Posisikan pelanggan sebagai mitra bisnis.
  6. Mampu memenangkan persaingan di pasar.
  7. Untuk memberikan keuntungan yang maksimal.

Karakteristik Kualitas Dari Pelayanan Prima

Adapun karakteristik kualitas yang dimiliki pelayanan prima diantaranya sebagai berikut ini:

1. Penampilan

Penampilannya sangat penting untuk memberikan layanan pelanggan yang sangat baik karena dapat meyakinkan pelanggan dalam penyediaan layanan dengan penampilan yang baik. Misalnya, sebagai resepsionis Anda membutuhkan bahasa yang baik, penampilan yang menarik, tubuh yang proporsional, dan lainnya.

2. Kesopanan Dan Ramah

Karyawan yang melayani masyarakat atau pelanggan memerlukan sikap sopan, sabar, dan tidak mementingkan diri sendiri karena komunitas pengguna layanan berasal dari berbagai bidang, baik di tingkat ekonomi yang berbeda dan di berbagai tingkat status sosial.

3. Kesediaan Melayani

Karyawan harus profesional atau benar-benar melayani pelanggan mereka karena tugas mereka harus selalu siap melayani pelanggan yang benar-benar membutuhkannya.

4. Pengetahuan Dan Keahlian

Untuk melayani dengan baik, karyawan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang yang mereka kerjakan. Misalnya, perwakilan layanan yang memiliki tingkat pendidikan atau pelatihan tertentu, itulah sebabnya posisinya juga harus sesuai dengan pengalamannya.

5. Tepat Waktu Dan Janji

Dalam hal layanan, karyawan harus menjaga waktu dan janji ketika melakukan tugas mereka, jika janji terlebih dahulu dibuat dengan pelanggan, misalnya, mengadakan pertemuan dengan pelanggan dalam jangka waktu 3 hari.

6. Kejujuran Dan Kepercayaan

Saat memberikan layanan, ia harus jujur ​​dalam semua aspek, jujur ​​dalam bentuk aturan, jujur ​​dalam bentuk pembiayaan, dan jujur ​​dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Jika Anda jujur, manajer layanan dapat mengandalkan beberapa hal, termasuk dalam hal kata-kata, sikap, pekerjaan dan lain-lain.

7. Efesien

Layanan masyarakat atau pelanggan harus efisien dan efektif karena pelanggan meminta hal-hal ini. Ini memungkinkan waktu yang efektif, singkat dan tepat biaya serta hasil layanan berkualitas tinggi dapat dicapai. Karenanya, efisiensi dan efektifitas adalah hal-hal yang harus dicapai dan harus menjadi perhatian serius dalam penyediaan layanan.

8. Kepastian Hukum

Jika hasil layanan yang diberikan kepada pelanggan dalam bentuk keputusan, kepastian hukum harus diberikan. Jika tidak ada kepastian hukum yang jelas, itu mempengaruhi sikap masyarakat, misalnya dalam layanan manajemen sekuritas. Jika ada ketidakpastian hukum, hal itu mempengaruhi kredibilitas perusahaan atau layanan.

9. Keterbukaan

Setiap perusahaan atau bisnis yang berurusan dengan izin harus dibuka. Sikap terbuka ini mempengaruhi kejelasan informasi untuk publik atau pelanggan.

10. Biaya

Pendanaan yang memadai harus ditetapkan di perusahaan. Oleh karena itu, biaya daya beli masyarakat harus masuk akal, transparan, dan sesuai.

Sekian artikel tentang Pelayanan Prima ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Kepuasan Pelanggan Adalah

Kepuasan-Pelanggan-Adalah

Adalah.Co.Id – Kepuasan Pelanggan adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia terima dan harapannya (Umar, 2005:65). Jika seorang pelanggan puas dengan nilai suatu produk atau layanan, mereka kemungkinan akan menjadi pelanggan untuk waktu yang lama.

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, yang dikutip dalam buku Manajemen Pemasaran, kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang terjadi ketika kinerja (hasil) dari produk yang dikembangkan dibandingkan dengan kinerja yang diharapkan (2007: 177 ).

Kepuasan-Pelanggan-Adalah
Kepuasan Pelanggan Adalah

Memuaskan kebutuhan konsumen adalah keinginan setiap perusahaan. Memenuhi kebutuhan konsumen tidak hanya merupakan faktor penting bagi kelangsungan hidup perusahaan, tetapi juga meningkatkan keunggulan kompetitifnya. Konsumen yang puas dengan produk dan layanan cenderung membeli kembali dan menggunakan kembali layanan ketika kebutuhan yang sama muncul kembali di masa depan.

Ini berarti bahwa kepuasan adalah faktor pembelian kembali konsumen utama yang menyumbang sebagian besar volume penjualan perusahaan.

Pengertian Kepuasan Pelanggan Menurut Ahli

1. Kotler dan Armstrong (2001:9)

Kepuasan pelanggan adalah sejauh mana penerimaan terhadap kinerja produk memenuhi harapan pembeli. Jika kinerja produk tidak memenuhi harapan pelanggan, pembeli merasa puas atau sangat senang.

2. Zeithaml dan Bitner (2000:75)

Yang dimaksud dengan kepuasan adalah jawaban konsumen mengenai kepuasan kebutuhan. Kepuasan adalah penilaian terhadap fitur atau karakteristik suatu produk atau layanan atau produk itu sendiri yang memberikan tingkat kenikmatan konsumen dalam memenuhi kebutuhan konsumen dari konsumen.

3. Pasuraman, Zeithaml, dan Berry

Mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan adalah perasaan pelanggan terhadap satu jenis pelayanan yang didapatkannya .

4. Philip Kotler dan Kevin Lane Keller

Dikutip dari buku Manajemen Pemasaran menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang terjadi ketika kinerja (hasil) dari produk yang dikembangkan dibandingkan dengan kinerja yang diharapkan (2007: 177).

Faktor dalam Menentukan Tingkat Kepuasan Konsumen

Dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen, terdapat lima faktor utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yaitu:

1. Kualitas Produk

Konsumen akan puas jika hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas tinggi.

2. Kualitas Pelayanan

Khusus untuk sektor jasa. Konsumen akan senang jika mereka mendapatkan layanan yang baik atau seperti yang diharapkan.

3. Emosional

Konsumen akan bangga dan percaya diri bahwa orang lain akan kagum ketika mereka menggunakan produk dengan merek tertentu yang cenderung lebih puas. Kepuasan tidak dicapai melalui kualitas produk, tetapi melalui nilai sosial yang membuat konsumen senang dengan merek tertentu.

4. Harga

Produk yang memiliki kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang relatif rendah menawarkan nilai lebih kepada konsumen.

5. Biaya

Konsumen yang tidak mengeluarkan biaya tambahan atau tidak membuang waktu untuk membeli suatu produk atau layanan pada umumnya puas dengan produk atau layanan tersebut.

Metode Pengukuran Kepuasan Konsumen

Menurut Kotler yang dikutip dari Buku Total Quality Management ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan pengukuran kepuasan pelanggan, diantaranya (Tjiptono, 2003:104):

1. Sistem Keluhan dan Saran

Organisasi yang berpusat pelanggan (Customer Centered) menawarkan banyak peluang kepada pelanggan untuk mengirimkan saran dan keluhan. Informasi ini dapat memberikan perusahaan ide-ide cemerlang dan memungkinkan mereka untuk bereaksi dengan cepat dan cepat terhadap masalah yang muncul.

2. Ghost Shopping

Salah satu cara untuk mendapatkan gagasan tentang kepuasan pelanggan adalah dengan merekrut beberapa orang sebagai pembeli potensial dan melaporkan wawasan mereka tentang kekuatan dan kelemahan produk dan pesaing perusahaan berdasarkan pengalaman pembelian mereka. dari produk ini. Selain pelanggan, ghot juga dapat mengamati bagaimana setiap keluhan ditangani.

3. Lost Customer Analysis

Perusahaan harus menghubungi pelanggan yang telah berhenti membeli atau beralih pemasok untuk mencari tahu mengapa. Tidak hanya wawancara keluar diperlukan, tetapi juga penting untuk memantau tingkat kehilangan pelanggan. Meningkatnya tingkat kehilangan pelanggan menunjukkan ketidakmampuan perusahaan untuk memuaskan pelanggannya.

4. Survai Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan biasanya diperiksa menggunakan survei, melalui pos, telepon atau wawancara langsung. Perusahaan menerima umpan balik dan umpan balik langsung dari pelanggan dan juga memberikan sinyal positif bahwa perusahaan memperhatikan pelanggannya.

Strategi Kepuasan Pelanggan

Menurut Surianto dan Aisyiah, (2009) ada dua poin yang harus dipelajari dalam strategi kepuasan pelanggan, yaitu:

  1. Kepuasan pelanggan dapat menawarkan keuntungan perusahaan dalam bentuk pembeli yang lebih besar dan peluang untuk menjadi pelanggan jangka panjang.
  2. Kepuasan pelanggan dapat dicapai dengan memenuhi kebutuhan pelanggan di tingkat yang lebih tinggi.

Manfaat Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan dapat digunakan oleh unit bisnis untuk loyalitas pelanggan. Ini jauh lebih penting daripada mencoba menarik pelanggan baru karena biaya untuk menarik pelanggan baru jauh lebih tinggi daripada biaya mempertahankan pelanggan lama.

Menururt Wood, (2009) manfaat-manfaat spesifik kepuasan pelanggan bagi perusahaan mencakup:

  1. Dampak positif terhadap loyalitas pelanggan.
  2. Kemungkinan sumber pendapatan di masa depan (terutama melalui pembelian kembali, cross-selling dan up-selling).
  3. Pengurangan biaya transaksi masa depan untuk pelanggan (terutama biaya komunikasi, penjualan dan layanan pelanggan).
  4. Mengurangi volatilitas dan risiko terkait perkiraan arus kas masa depan.
  5. Tingkatkan toleransi harga (terutama kesediaan untuk membayar harga premium dan pelanggan tidak mudah tergoda untuk mengganti pemasok).
  6. Rekomendasi tulari gethok positif.
  7. Pelanggan biasanya lebih sensitif terhadap ekstensi lini produk, ekstensi merek, dan layanan tambahan baru yang ditawarkan perusahaan.
  8. Daya tawar yang lebih besar daripada jaringan pemasok, mitra bisnis, dan saluran penjualan perusahaan.
  9. Atribut yang membentuk kepuasan pelanggan.

Sekian artikel tentang Kepuasan Pelanggan ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

OEE Adalah

OEE-Adalah

Adalah.Co.Id – Overall equipment effectiveness atau efektivitas peralatan secara keseluruhan merupakan istilah yang diciptakan oleh Seiichi Nakajima pada tahun 1960 untuk menilai efektivitas proses produksi. Ini didasarkan pada pemikiran Harrington Emerson tentang efisiensi kerja.

OEE-Adalah
OEE Adalah

Pengertian Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah suatu perhitungan yang dilakukan untuk menentukan tingkat efektivitas mesin atau peralatan yang ada. OEE adalah salah satu metode yang tersedia di Total Productive Maintenance (TPM). Sebagai aturan, OEE digunakan sebagai indikator kinerja mesin atau sistem.

Pengertian Overall Equipment Effectiveness (OEE) Menurut Para Ahli

1. Nakajima (1988)

Menurut Nakajima, Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode untuk mengukur efektivitas penggunaan peralatan atau sistem dengan memasukkan berbagai sudut pandang dalam proses perhitungan.

2. Davis (1995:35)

Menurut Davis, Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah efisiensi keseluruhan struktur, yang dihasilkan dari perhitungan ketersediaan, efisiensi kinerja, dan tingkat kualitas produk.

3. Rizkia (2015)

Menurut Rizkia, Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah ukuran efektivitas penggunaan mesin / peralatan dengan menghitung ketersediaan mesin, kinerja dan kualitas produk yang diproduksi.

Manfaat Overall Equipment Effectiveness (OEE)

Menurut Muwajih (2015), penggunaan OEE sebagai indikator kinerja membutuhkan periode waktu tertentu, misalnya Shift, harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Pengukuran OEE paling efektif digunakan di pabrik produksi. OEE dapat digunakan di berbagai tingkatan di lingkungan perusahaan, termasuk:

  1. OEE dapat digunakan sebagai titik referensi untuk mengukur rencana kinerja perusahaan.
  2. OEE sebagai perkiraan aliran produksi, dapat digunakan untuk membandingkan jalur kinerja lintas-departemen perusahaan sehingga tampaknya merupakan aliran yang tidak signifikan.
  3. Jika proses pembuatan dilakukan secara individual, OEE dapat menentukan mesin mana yang berkinerja buruk dan menentukan fokus sumber daya TPM.

Secara umum, manfaat OEE (Overall Equipment Effectiveness) diantaranya yaitu:

  1. Menentukan titik awal perusahaan, peralatan / mesin.
  2. Identifikasi kemacetan di perangkat / mesin.
  3. Identifikasi kerugian produktivitas nyata.
  4. Prioritaskan upaya untuk meningkatkan OEE dan meningkatkan produktivitas.

Tujuan Overall Equipment Effectiveness (OEE)

Tujuan Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah untuk mengukur kinerja sistem pemeliharaan. Anda dapat menggunakan metode ini untuk memeriksa ketersediaan mesin atau sistem, efisiensi produksi, dan kualitas produksi mesin / sistem.

Pengukuran dan Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)

Seperti diketahui, definisi OEE (Overall Equipment Effectiveness) adalah perhitungan yang digunakan untuk menentukan tingkat produktivitas dan efektivitas peralatan. Formula OEE (efektivitas keseluruhan peralatan):

OEE (%) = Availability (%) x Performance efficiecy (%) x Rate of Quality Product (%)

Berdasarkan penghargaan yang diberikan oleh Japan Institute of Plant Maintenance, kondisi ideal OEE adalah (Nakajima, 1988):

  • Ketersediaan> 90%
  • Efisiensi daya> 95%
  • Kualitas produk> 99%
  • Jadi OEE yang ideal adalah: 0,90 x 0,95 x 0,99 = 85%

Ada 3 (tiga) elemen produktivitas dan efektifitas peralatan yang dapat diukur, yaitu availability, performance efficiency dan rate of quality product.

1. Availability

Availability adalah rasio antara masa manfaat mesin di pabrik dan masa manfaat yang diinginkan (waktu yang tersedia). Availability adalah ukuran seberapa jauh alat berat dapat bekerja.

Rasio ketersediaan adalah tingkat efektivitas operasi mesin / sistem. Rasio ketersediaan adalah perbandingan antara waktu operasi dan waktu persiapan. Parameter ini menentukan kesiapan alat yang tersedia dan dapat digunakan. Ketersediaan rendah karena pemeliharaan yang buruk. Oleh karena itu, perhitungan nilai ketersediaan memerlukan waktu pengoperasian, waktu pengisian, dan waktu henti. Formula ketersediaan adalah:

Keterangan:
Operation time, yang merupakan hasil dari pengurangan waktu pengisian saat mesin tidak bekerja.
Downtime mesin, yaitu waktu pemrosesan yang harus digunakan oleh mesin tetapi karena kegagalan fungsi mesin / peralatan tidak menghasilkan pembangkitan daya. Waktu henti alat berat termasuk menghentikan mesin karena kerusakan pada mesin / peralatan, mengganti cetakan, melakukan prosedur pemasangan dan penyesuaian, dll.
Loading time, yaitu waktu yang tersedia per hari atau bulan dikurangi oleh downtime mesin yang direncanakan.

2. Performance Efficiency

Performance Efficiency adalah hubungan antara apa yang sebenarnya harus dalam periode waktu tertentu atau dapat digambarkan sebagai perbandingan antara tingkat produksi aktual dan yang diharapkan.

Menurut Nakajima (1988), efisiensi kinerja dihasilkan dari mengalikan kecepatan kerja dan kecepatan operasi bersih atau rasio antara jumlah produk yang diproduksi dikalikan dengan waktu siklus ideal dan waktu yang tersedia untuk melakukan proses produksi. Formula untuk efisiensi kinerja adalah:

Kecepatan adalah rasio kecepatan engine ideal berdasarkan daya engine aktual terhadap kecepatan engine aktual.

Runtime bersih digunakan untuk menghitung kerugian yang disebabkan oleh sedikit downtime dan penurunan kecepatan produksi. Tiga faktor penting diperlukan untuk menghitung efisiensi daya:

  • Ideal cycle (waktu siklus ideal).
  • Processed amount (Jumlah produk yang diproses).
  • Operation time (waktu operasi mesin).

3. Rate of Quality Product

Menurut Nakajima (1988), Rate of Quality Product adalah rasio antara jumlah produk yang baik dan jumlah total produk yang diproses. Tingkat kualitas produk menunjukkan produk yang dapat diterima oleh seluruh produk yang dihasilkan. Tingkat kualitas produk memperhitungkan dua faktor, yaitu:

  • Processed amount (jumlah yang diproduksi).
  • Defect amount (jumlah produk yang cacat).

Rumus Rate of quality product yaitu:

Sekian artilel tentang oee ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Direct Marketing Adalah

Direct-Marketing-Adalah

Adalah.Co.Id – Pemasaran langsung (direct marketing) adalah bagaimana menciptakan kontak langsung dengan pelanggan dan pelanggan potensial untuk mengiklankan produk dan layanan. Berbeda dengan iklan yang tidak fokus, pakar pemasaran / pemasaran dapat mencapai tujuan yang lebih spesifik dan pesan pribadi dengan pemasaran langsung.

Pemasaran langsung jika ditangani dengan benar akan dapat menghasilkan penjualan tinggi dengan biaya yang relatif rendah. Saat ini ada banyak jenis pemasaran langsung dari cara tradisional ke cara modern menggunakan teknologi Internet.

Direct-Marketing-Adalah
Direct Marketing Adalah

Contoh pemasaran langsung adalah pemasaran jarak jauh, pemasaran email, penjualan pribadi, email / katalog langsung dan sebagainya.

Pengertian Pemasaran Langsung Menurut Para Ahli

Beberapa pakar bisnis dan pemasaran menjelaskan secara singkat apa itu pemasaran langsung. Di bawah ini adalah penjelasan dari apa yang para ahli yakini sebagai pemasaran langsung:

1. Suyanto (Marketing Strategy)

Menurut Suyanto (2007: 219), definisi pemasaran langsung adalah sistem pemasaran yang menggunakan saluran langsung untuk menjangkau konsumen dan menyediakan barang / jasa kepada konsumen tanpa perantara. Buat tanggapan atau transaksi yang dapat diukur di satu tempat.

2. Duncan (Principle of Advertising & IMC)

Menurut Duncan (2002: 573), istilah pemasaran langsung adalah metode pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menjalin komunikasi langsung dengan konsumen. Strategi komunikasi langsung dianggap lebih efektif karena dapat berinteraksi dan membuat database yang dapat digunakan untuk mengaktifkan komunikasi pemasaran menggunakan berbagai media untuk mendorong respons konsumen.

3. Kotler – Gary Armstrong (Principles of Marketing)

Menurut Kotler-Gary Armstrong (1996: 53), istilah pemasaran langsung adalah sistem pemasaran yang menggunakan berbagai media periklanan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen sasaran. Biasanya, interaksi ini terjadi melalui telepon, email, atau bertemu konsumen secara langsung untuk mendapatkan tanggapan langsung.

Variabel Keputusan Direct Marketing

Ada beberapa variable keputusan yang merupakan kerangka dasar dari program pemasaran langsung (direct marketing) ini, yaitu :

1. Offering

Offering atau penawaran adalah proposal lengkap produk dan layanan, harga dan atribut lainnya yang melekat pada produk yang ditujukan untuk pelanggan.

2. Creative

Variabel-variabel ini termasuk platform penyalinan, elemen desain grafis, teknik yang menyertainya dan aspek manufaktur seperti kustomisasi.

3. Media

Ada berbagai macam media yang tersedia untuk pemasaran langsung, termasuk email, telepon, SMS, internet / web, media sosial dan lainnya.

4. Timing dan Sequencing

Jadi kami memilih waktu dan disposisi komunikasi dalam pemasaran langsung, seperti dalam iklan umum. Pemasaran langsung memiliki kontrol lebih dari pemasaran umum, misalnya ketika email dikirimkan, media mana yang digunakan kepada siapa atau kepada kelompok konsumen tujuan dikirim.

Berbeda dengan pemasaran umum, iklan mengikuti publikasi mereka, ada juga batasan ruang dan program yang tidak dapat diubah sesuka hati.

5. Customer Service

Dalam model ini, perusahaan menyediakan saluran gratis di mana konsumen dapat dengan cepat dan mudah mengakses informasi dan mengirimkan tanggapan, keluhan, atau saran kepada perusahaan.

Jenis Direct Marketing

Ada banyak jenis direct marketing yang banyak diterapkan perusahaan, diantaranya adalah :

1. Direct Mail

Direct mail adalah surat yang secara langsung mengiklankan bisnis / produk dan layanan kami dan dikirim ke sekelompok pelanggan di suatu daerah.

Ada beberapa bentuk surat langsung, termasuk katalog produk, kartu pos produk, Maillers, dll.

2. Telemarketing

Dalam pemasaran jarak jauh, calon pelanggan dihubungi melalui telepon untuk menjual produk atau layanan.

Metode ini cukup mampu menarik pelanggan baru ke tingkat yang relatif besar dan metode ini sebagai alat untuk melacak kampanye pemasaran langsung.

Telemarketing sangat efektif ketika didukung oleh database pelanggan potensial atau data konsumen dengan profil lengkap (untuk mengetahui minat produk).

3. Email Marketing

Pemasaran email adalah cara sederhana, terjangkau, dan dapat diskalakan untuk menjangkau pelanggan kami.

Ini dapat mencakup buletin elektronik, email promosi untuk menghasilkan prospek atau penawaran baru bagi pelanggan yang sudah ada, atau iklan yang mungkin muncul dalam email perusahaan lainnya.

4. SMS Blasting (SMS / MMS Marketing)

Dengan SMS, perusahaan dapat menjangkau pelanggan individu dan mengirim pesan ke sekelompok besar konsumen berbiaya rendah.

Kami dapat menggunakan layanan SMS untuk mengirim pemberitahuan penjualan kepada pelanggan, tautan ke pembaruan situs web, pengingat pengiriman atau pesan pribadi.

5. Social Media Marketing

Media sosial dapat digunakan secara efektif sebagai alat pemasaran bagi perusahaan, karena memungkinkan kita untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan dan untuk secara teratur bertukar informasi yang relevan tentang produk atau layanan.

Platform media sosial juga membuatnya sangat mudah bagi pelanggan kami untuk berbagi konten kami dengan seluruh jaringan yang secara eksponensial meningkatkan jangkauan kami.

Gagasan mengembangkan profil ini untuk perusahaan kami adalah untuk memungkinkan promosi produk dan layanan kami.

Sementara itu, Medsos mendorong pelanggan untuk memberikan umpan balik dengan meninggalkan komentar yang sangat membantu dalam menyempurnakan layanan kami.

6. Direct Selling (With Sales Promotion)

Penjualan langsung adalah cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan terjangkau. Penjualan langsung dipahami sebagai penyedia independen yang menjual produk atau layanan langsung ke pelanggan, misalnya dengan mengunjungi rumah atau tempat kerja pelanggan.

Metode penjualan langsung tradisional meliputi penjualan dari pintu ke pintu, rencana pesta, dan pemasaran jaringan.

7. Leaflet Marketing (Letterbox Drop & Handouts)

Ini adalah model pemasaran langsung di mana selebaran dikirim atau didistribusikan kepada pelanggan atau konsumen umum.

8. Online Marketing

Pemasaran langsung juga dapat dilakukan melalui pemasaran online atau media online menggunakan Internet.

Ada banyak bentuk media online, termasuk media sosial yang dibahas di atas, toko online, dan penggunaan situs web untuk media pemasaran produk.

Saat ini, hampir tidak ada produk / perusahaan yang memiliki situs web atau portal untuk menyajikan perusahaan dan produk atau layanan yang dikandungnya.

9. TV Home Shopping

Pemasaran dengan media TV atau belanja rumah menjadi semakin populer. Banyak stasiun televisi menyiarkan program komersial ini.

Metode ini sangat efektif karena, selain jangkauan yang luas juga memungkinkan sesi penjualan langsung dan panggilan telepon yang sering.

Konsep Direct Marketing

Beberapa tokoh ekonomi dan pemasaran, memberikan pendapatnya tentang praktek pemasaran langsung atau direct marketing ini, berikut pendapat mereka:

1. Duncan (Principle of Advertising & IMC)

Menurut Duncan, pemasaran langsung adalah jenis pemasaran di mana perusahaan menjalin komunikasi langsung dengan konsumen. Strategi komunikasi langsung ini dianggap lebih efektif karena dapat berinteraksi langsung dan mengakses database.

2. Kotler – Gary Armstrong (Principles of Marketing)

Menurut Kotler dan Gary Armstrong, pemasaran langsung adalah sistem pemasaran yang menggunakan berbagai media komunikasi dan iklan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen sasaran.

Beberapa bentuk interaksi langsung ini adalah komunikasi telepon, pemasaran email, pengiriman materi iklan (brosur) atau pertemuan tatap muka untuk mendapatkan jawaban langsung.

3. Suyanto (Marketing Strategy)

Menurut Suyanto, pemasaran langsung adalah sistem pemasaran yang menggunakan saluran langsung untuk menjangkau konsumen dan menyediakan barang atau jasa kepada konsumen tanpa menggunakan perantara untuk mendapatkan tanggapan atau transaksi yang dapat diukur di satu tempat.

Manfaat Direct Marketing

Tujuan pemasaran langsung secara umum adalah untuk memasarkan produk / layanan bagi konsumen dengan biaya pemasaran yang lebih rendah

Pemasaran langsung adalah proses atau kegiatan pemasaran dengan menjalin kontak langsung dengan konsumen sasaran, di mana kontak ini tidak harus bersifat pribadi tetapi dapat menggunakan media tertentu.

Yang penting adalah bagaimana Anda dapat memilih media dan metode yang paling efektif senyaman mungkin.

1. Manfaat Direct Marketing Bagi Penjual

Memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi di mana pemasar dapat memilih metode yang tepat, waktu yang tepat dan sarana yang tepat untuk menjangkau konsumen.

Berikan pemasar kesempatan untuk memilih alternatif yang berbeda dan melakukan tes pasar untuk mendapatkan metode yang paling efektif. Pakar pemasaran dapat membuat strategi yang dibuat khusus untuk diri mereka sendiri dan pelanggan mereka yang sulit untuk ditiru karena cara mereka dipersonalisasi.

2. Manfaat Direct Marketing Bagi Konsumen

Konsumen merasa lega dengan kehadiran pemasaran langsung ini karena mereka dapat mengenali dan menemukan kelebihan dan kekurangan produk.

Konsumen merasa lega karena mereka dapat membeli produk langsung di lokasi tanpa harus khawatir meninggalkan rumah mereka. Konsumen mendapatkan kenyamanan dan kebebasan dengan banyak pilihan dalam katalog produk.

Konsumen memiliki kesempatan untuk terlebih dahulu mengetahui spesifikasi produk (katalog, email, dll.) Dan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.

Sekian artikel tentang Direct Marketing ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

BUT Adalah

BUT-Adalah

Adalah.Co.Id – Bentuk usaha tetap (BUT) adalah bentuk usaha yang dipergunakan subjek pajak luar negeri (non-resident taxpayer) baik perorangan maupun badan hukum, melakukan bisnis atau menjalankan kegiatan di Indonesia.

Dengan mengacu pada Pasal 2 ayat 5 UU No. 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan, bentuk usaha tetap adalah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak tinggal di Indonesia, yaitu orang-orang yang tidak berada di Indonesia Menemukan fasilitas di luar Indonesia yang tidak berbasis di Indonesia untuk melakukan bisnis atau melakukan bisnis di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.

Batas waktu 183 hari per tahun berlaku jika tidak ada rezim pajak atau perjanjian pajak berganda (P3B) antara Indonesia dan negara asal perusahaan.

Namun, jika ada perjanjian pajak atau P3B antara Indonesia dan negara asal perusahaan, periode sebagai perusahaan permanen sesuai dengan perjanjian yang disepakati antara kedua negara.

UU Pajak Penghasilan diubah empat kali. 7 tahun 1983 adalah aturan utama untuk perubahan yang dilakukan. UU 36/2008 sekarang merupakan perubahan keempat atau terbaru dari kiblat pajak penghasilan di negara itu.

BUT-Adalah
BUT Adalah

BUT masuk dalam kategori subjek pajak luar negeri dan merupakan wajib pajak (WP) bertanggung jawab atas pajak penghasilan seperti orang perseorangan, perseroan terbatas (PT), serta badan usaha milik negara (BUMN) dan BUMD.

Objek Pajak Penghasilan BUT

Yang menjadi pajak penghasilan BUT adalah:

1. Penghasilan dari usaha atau kegiatan BUT tersebut dan dari harta yang di miliki atau dikuasai

Misalnya: Communitel Ltd, yang menjual satelit komunikasi dan memiliki cabang di Jakarta bernama Communitel Indonesia. Jika Communitel Indonesia mendapat untung dari bisnis komunikasi satelit, pendapatan dari penjualan pendapatan akan dikenakan pajak penghasilan sebagai pajak perusahaan permanen.

2. Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan, penjualan barang atau pemberian jasa di Indonesia

Misalnya: New York Bank memiliki kantor di Jakarta (New York Bank Indonesia). Jika New York Bank menerima bunga dalam bentuk bunga atas pinjaman yang belum dibayarkan melalui New York Bank Indonesia, pendapatan bunga akan terus diperlakukan sebagai pendapatan dari BUT (NewYork Bank-Indonesia).

3. Penghasilan sebagaimana tersebut pada PPh pasal 26 yang diterima atau diperoleh kantor pusat, sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud.

Misalnya: Foodz Inc. memiliki perjanjian dengan PT Lezzat untuk menggunakan merek Foodz Inc. untuk menggunakan hak-hak ini. Foodz Inc. menerima royalti dari PT Lezzat. Sebagai bagian dari pemasaran produk, foodz Inc. juga menyediakan layanan manajemen untuk PT Lezzat melalui Foodz-Indonesia (di Indonesia). Dalam hal ini, merek PT Lezzat memiliki hubungan.

Mengapa Ketentuan Bentuk Usaha Tetap Dibuat?

BUT ditujukan untuk perusahaan investasi asing yang menjadi pembayar pajak domestik. Ini terjadi ketika sejumlah besar investor asing di Indonesia memasuki sistem usaha patungan dengan bekerja sama dengan perusahaan asing dan perusahaan lokal lainnya.

Untuk menghindari pengenaan pajak berganda atas pendapatan penduduk dari negara yang melakukan kontrak di Indonesia, pemerintah memeriksa keberadaan perusahaan BUT dari negara yang melakukan kontrak di Indonesia sebagai kriteria untuk menentukan apakah Indonesia adalah penduduk di Indonesia memiliki hak untuk mengenakan pajak atas pendapatan tersebut.

Sesuai dengan Pasal 2 (6) UU 36/2008, tempat kediaman orang pribadi atau tempat pendirian ditentukan oleh manajer administrasi pajak berdasarkan situasi aktual.

Bentuk Usaha Tetap yang Menjadi Subjek Pajak

Pada Pasal 2 Ayat (5) UU 36/2008, pemerintah menyebutkan bahwa bentuk usaha tetap yang menjadi subjek pajak penghasilan terdiri saat ini dari 16 bentuk usaha, yakni:

  1. Tempat manajemen
  2. Cabang perusahaan
  3. Kantor perwakilan.
  4. Gedung kantor.
  5. Pabrik.
  6. Lokakarya.
  7. Gudang.
  8. Ruang untuk iklan dan penjualan.
  9. Ekstraksi dan ekstraksi sumber daya alam.
  10. Area kerja untuk produksi minyak dan gas.
  11. Perikanan, pembibitan, pertanian dan kehutanan
  12. Proyek konstruksi, instalasi atau perakitan.
  13. Penyediaan layanan dalam bentuk apa pun oleh karyawan atau pihak ketiga, asalkan ini disediakan selama lebih dari 60 hari dalam 12 bulan.
  14. Seseorang atau entitas yang bertindak sebagai agen dan yang posisinya tidak kosong.
  15. Agen atau karyawan perusahaan asuransi yang tidak didirikan di Indonesia dan bukan penduduk di Indonesia dan menerima premi asuransi atau mengambil risiko di Indonesia.
  16. Komputer, agen elektronik, atau perangkat otomatis yang dimiliki oleh operator transaksi eklektik untuk melakukan bisnis melalui Internet.

Revisi terbaru dari Undang-Undang Pajak Penghasilan juga menegaskan bahwa BUT adalah entitas pajak yang perlakuan pajaknya sesuai dengan pajak korporasi. Ini ditunjukkan dalam Pasal 2 (1a), yang baru saja dimasukkan dalam Pasal 2 antara paragraf 1 dan 2.

Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak BUT

PKP untuk wajib pajak asing yang melakukan bisnis atau beroperasi melalui suatu bentuk usaha tetap di Indonesia pada tahun fiskal dihitung dengan mengurangi pendapatan dikurangi pendapatan, laba dan biaya pendapatan kotor dikurangi pendapatan tidak kena pajak.

Tarif Pajak BUT

Pemerintah menerapkan tarif pajak 25% atas penghasilan kena pajak BUT yang baru mulai berlaku pada tahun keuangan 2010. Tarif pajak ini berlaku tidak hanya untuk pembayar pajak asing, tetapi juga untuk pembayar pajak di perusahaan domestik.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh pemerintah dalam amandemen UU PPh nomor 36/2008 sesuai dengan Pasal 17 ayat (2a) UU.

Sebelumnya, tarif pajak untuk otoritas pengelola dan pembayar pajak perusahaan nasional bersifat progresif berdasarkan ukuran pendapatan kena pajak perusahaan. Tarif pajak dari Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 17/2000 ditetapkan pada 10-30%, dimulai dengan penghasilan kena pajak mulai dari Rp 50.000.000 hingga Rp 100.000.000 ke atas.

Perhatikan bahwa penghasilan kena pajak setelah pengurangan pajak dikenakan pajak sebesar 20% dari bentuk usaha tetap di Indonesia. Jika pendapatan tidak diinvestasikan kembali di Indonesia, ketentuannya diatur lebih lanjut atau berdasarkan ketentuan Menteri Keuangan.

Sekian artikel tentang BUT ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>