CEO Adalah : Cara Menjadi CEO dan Perbedaan CEO dan Direktur

Posted on

Adalah.Co.IdCEO adalah posisi eksekutif yang tertinggi pada perusahaan. Sering kali jabatan CEO dikaitkan dengan tanggung jawab, kehormatan, kekuatan, serta gaji yang relative besar.

Orang-orang yang memiliki keahlian ataupun memiliki banyak pengalaman biasanya dipekerjakan perusahaan-perusahaan sebagai CEO, Pada akhirnya banyak pendiri perusahaan memilih untuk menjabat sebagai SEO. Perusahaan yang memiliki dewan direksi biasanya terdapat Jabatan CEO.

Seorang CEO Memiliki Tanggun Jawab Atas Keberhasilan Atau Kegagalan Perusahaan Atau Organisasi.

  1. Tanggung jawab yang dimiliki oleh setiap CEO memerlukan setiap orang yang menjabat sebagai CEO untuk memiliki kepemimpinan dan kemampuan pengambilan keputusan yang baik.
  2. Beberapa tanggung jawab seorang CEO diantaranya adalah megnawasi berbagai fungsi perusahaan seperti keuangan, SDM, pemasaran, operasional dan penjualan.
  3. Selain itu bertanggung jawab mengawasi fungsi perusahaan, seorang CEO juga harus mempertimbangkan berbagai kepentingan seperti karyawan, investor dan juga pelanggan.
  4. CEO harus mampu untuk membuat keputasan perusahaan serta menjadi titik utama komunikasi antara direksi dengan operasi perusahaan.
  5. Peran seorang CEO bervariasi dan berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Hal ini tergantung pada besar kecilnya perusahaan dan struktur keseluruhan.
  6. Seorang CEO di perusahaan kecil biasanya memiliki peran yang langsung di dalam perusahaan seperti membuat banyak keputusan shingga perekrutan karyawan.
  7. Pada perusahaan yang lebih besar, peran CEO biasanya hanya berurusan dengan strategi perusaan yang besar serta mengarahkan perkembangan perusahaan secara keseluruhan.
  8. Sebagian tugas yang dimiliki oleh CEO akan di delegasikan kepada manajer atau departemen lainnya.
CEO-Adalah
CEO Adalah

CARA MENJADI CEO

1. Miliki pendidikan. Jika kamu mau menjadi CEO, kamu perlu mempunyai nilai yang baik di sekolah, Idealnya, kamu harus mempunyai gelar sarjana dan pascasarjana. Fokuskan belajarmu dalam bidang yang berhubungan dengan industri yang ingin kamu masuki, namun pilihlah yang cukup umum sehingga kamu dapat lebih fleksibel dalam memilih pekerjaan.

2. Banyak CEO mendapat gelar sarjana terlebih dahulu, lalu bekerja beberapa tahun sebagai karyawan, terus menaiki jabatan, dan lalu kembali lagi untuk mendapatkan gelar pascasarjana. Kamu tidak perlu memiliki semua gelar edukasi terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan.

Baca Juga : Bursa Efek Adalah : Contoh Bursa Efek dan Tugas Bursa Efek

3. Lebih besar perusahaan yang ingin kamu capai, lebih penting lagi agar kamu lulus atau memasuki sekolah khusus dan ternama. Beberapa CEO memang tidak pernah lulus kuliah, namun dari persentasi yang ada, kamu memiliki kesempatan yang terbaik jika kamu mempunyai sekolah ternama dalam gelar kamu. Contohnya seperti sekolah Ivy League, namun kamu dapat memilih sekolah lain yang mempunyai program bisnis yang baik.

4. Belajar lebih banyak lagi tentang keuangan. Mempunyai ilmu mengenai keuangan hal ini sangat membantu CEO dalam membuat sebuah keputusan bisnis yang sangat bijak. Kamu dapat belajar tentang keuangan dan ekonomi kapan pun kamu mau, tetapi ketika kuliah tetap waktu yang terbaik. Jika kamu tidak memilih jurusan akunting, ekonomi atau keuangan, cari kursus-kursus pada bidang tersebut.

5. Ketika kamu sudah mulai bekerja, manfaatkan kesempatan apapun yang ditawarkan oleh perusahaan untuk menambah ilmu kamu tentang keuangan seperti seminar, kelas spesial, dan event lainnya. CEO yang baik tidak akan pernah berhenti untuk memperluas ilmunya.

6. Buat koneksi sejak dini. Lamar beasiswa dimana saja sehingga kamu bisa menunjukkan kemampuan menjadi pemimpin kamu dan kemauan untuk bekerja keras; terus melamar sampai kamu mendapatkannya.

Gunakan waktu kamu untuk membantu event social dan event lainnya yang dapat kamu gunakan untuk berkenalan dengan orang-orang bisnis di masa depan. Pendeknya, anggaplah bahwa kamu sudah memulai menaiki jabatan di perusahaan sebelum kamu memulai.

7. Jangan ragu-ragu. Tidak pernah terlalu cepat untuk memulai membuat kesan yang baik dengan bisnis local dan pemimpin perusahaan. Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang akan memperhatikan kamu dan membantu kamu memuluskan jalan pada pekerjaan pertama kamu dengan memberi kesan yang baik tentang kamu.

Baca Juga : Broker Adalah : Fungsi, Jenis, Gaji dan Tugas Broker

8. Buatlah target setinggi mungkin. Ketika kamu mendapatkan pekerjaan yang didasarkan dari kualifikasi kuliah kamu (walaupun kamu masih kuliah), anggaplah seperti kamu mau memiliki seluruh perusahan tersebut.

Karyawan yang bekerja dengan sangat serius sangatlah sedikit; jadilah seorang penguat perusahaan dan pemain tim, dan tenang saja, kamu akan diperhatikan. Terima pekerjaan tambahan dengan semangat, dan carilah sendiri kapanpun kamu bisa.

9. Lakukan yang terbaik untuk mengenali atau berkenalan dengan baik dengan eksekutif tingkat tinggi bisnis dan kapan pun kamu bertemu mereka sepanjang karir kamu. Perhatikan cara mereka bertindak dan berbicara. Kamu bahkan dapat meminta seseorang untuk menjadi gurumu.

Hal terburuk yang dapat terjadi adalah orang tersebut akan mengatakan “tidak” dan eksekutif biasanya menghargai ketidak sopanan dibanding kesopanan. Seorang guru eksekutif, jika kamu bisa mendapatkannya, adalah alat yang sangat kuat untuk melancarkan karir kamu.

10. Tetaplah fleksibel. Ambisi yang kuat adalah sifat yang sangat berguna (beberapa malah berkata ini adalah vital) untuk dimiliki oleh pemimpin bisnis. Bagian dari ambisius dan agresif akan memajukan karir kamu adalah keberanian untuk mengambil jalan yang kamu tidak duga.

Paling tidak tetaplah terbuka untuk mengganti shift kerja atau lokasi untuk memastikan kemajuan. Jika kamu mengambil kesempatan untuk menjadi manager pada kantor bagian yang berlokasi sangat jauh, kamu mungkin akan mendapatkan pekerjaan itu, bukan orang lain yang sudah memesannya terlebih dahulu.

Ketika kamu sudah bekerja di perusahaan untuk satu atau dua tahun, jika kamu merasa dilewatkan kesempatan untuk naik pangkat, cari pekerjaan yang lain lagi dan cari posisi yang lebih baik dibanding yang sekarang. Kebanyakan CEO memulai karir mereka sebagai manager dan wakil president junior selama dua atau tiga bisnis yang mirip sebelum menjadi kepala perusahaan.

Baca Juga : Investor Adalah : Jenis, Tugas, Keuntungan dan Tujuan Investor

11. Jangan takut untuk mencoba kewirausahaan. CEO dan pengusaha memiliki banyak sifat yang sama, dan seseorang yang berencana untuk menjadi CEO akan dapat mendapatkan awal yang baik dengan menjadi pengusaha.

Jika kamu melihat kesempatan untuk memulai bisnis sendiri, dan terlihat seperti jalur yang lebih baik menuju tingkat eksekutif daripada pekerjaan kamu yang sekarang, jangan ragu untuk membuat perubahan.

12. Ikuti suatu dewan. Jika kamu bisa, pilih untuk menjadi member dewan direktur pada perusahaan yang ternama. Ini akan memberikanmu pengalaman berharga yang dapat kamu gunakan untuk berinteraksi dengan dewan perusahaan kamu sendiri ketika kamu menjadi CEO.

Ini juga menjadi batu loncatan yang sempurna, hampir setengah dari semua CEO di US bekerja sebagai member dewan pada suatu saat sebelum menjadi CEO.

PERBEDAAN CEO DAN DIREKTUR

• CEO atau petugas Chief Executive adalah otak di balik perusahaan. Dia akan menyulap rencana bisnis jangka panjang bagi perusahaan yang pada gilirannya akan menghasilkan menghasilkan jumlah sebagian besar keuntungan sebanyak mungkin.

• Direktur diwajibkan melaporkan kepada CEO dan memastikan bahwa rencana yang disusun Berjalan dengan baik. Dia juga mengelola manajer dan menyediakan mereka dengan petunjuk bagaimana untuk mengelola bagian yang berbeda.

• CEO sangat dibutuh kan dalam mengolah investor ataupun media. Direktur yang mengeksekusi semua perintah dari CEO dan dia dapat melakukan dalam waktu yang sama untuk memastikan bahwa bisnis ini berjalan dengan baik.

Related posts: