Destilasi Adalah : Prinsip Kerja, Tujuan, Jenis dan Contohnya

Posted on

Adalah.Co.Id – Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang penyulingan atau destilasi. Pasti kita sering mendengar kata penyulingan namun tidak banyak dari kita mengetahui apa itu penyulingan atau destilasi.

Pengertian Destilasi

Destilasi atau penyulingan adalah salah satu cara atau metode pemisahan bahan kimia dengan berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan untuk menguap atau volatilitas bahan.

Dalam proses penyulingan, campuran zat akan di didihkan sehingga zat tersebut akan menguap dan uap ini selanjutnya akan di dinginkan kembali dalam bentuk cairan. Zat yang titik didihnya lebih rendah maka akan menguap terlebih dahulu.

Cara atau metode ini termasuk dalam unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penggunaan atau penerapan proses ini di dasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing – masing dari komponennya akan menguap pada titik didihnya. Model ideal dalam melakukan penyulingan di dasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.

Destilasi-Adalah
Gambar Alat Destilasi

Jenis-jenis Destilasi

Terdapat empat jenis destilasi yang akan kita bahas dalam artikel kali ini, yakni destilasi uap, destilasi fraksionasi, destilasi sederhana dan destilasi vakum. Selain ke empat jenis destilasi tersebut, ada juga destilasi ekstraktif dan destilasi azeotropik homogen, destilasi pressure – swing, destilasi dengan menggunakan garam berion dan destilasi reaktif.

Destilasi Sederhana

Destilasi jenis ini dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen yang bersifat volatif. Apa bila campuran di panaskan maka komponen yang memiliki titik didih lebih rendah maka akan menguap terlebih dahulu. Selain dari perbedaan titik didih serta perbedaan kevolatilan, yakni kecenderungan sebuah subtansi untuk berubah menjadi gas. Destilasi jenis ini dilakukan pada tekanan atmosfer. Penggunaan destilasi sederhana untuk memisahkan campuran antara air dan alkohol.

Destilasi Fraksionisasi

Fungsi dari destilasi jenis ini adalah memisahkan komponen – komponen cair, dua atau lebih cairan dari suatu larutan dengan berdasarkan dari titik didihnya. Destilasi jenis ini juga bisa digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih yang kurang dari 20 derajad celcius dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan yang rendah. Penggunaan dari destilasi jenis ini adalah pada industri minyak mentah untuk bisa memisahkan komponen – komponen yang terdapat dalam minyak mentah.

Perbedaan antara destilasi jenis ini dengan destilasi jenis sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Dalam kolom ini terjadi pemanasan dengan bertahap dengan suhu yang berbeda di setiap platnya. Cara pemanasan yang berbeda – beda ini memiliki tujuan untuk pemurnian destilat yang lebih dari plat di bawahnya. Semakin keatas maka akan semakin tidak volatil cairannya.

Destilasi Uap

Destilasi jenis ini di gunakan pada campuran senyawa – senyawa yang mempunyai titik didih yang mencapai 200 derajas celcius atau bahkan lebih. Destilasi uap bisa menguapkan senyawa – senyawa ini dengan suhu mendekati 100 derajat celcius dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan air mendidih atau dengan uap.

Sifat yang fundamental dari destilasi jenis ini adalah bisa mendestilasi campuran senyawa yang titik didihnya dibawah dari masing – masing senyawa campurannya. Selain itu destilasi jenis ini bisa di gunakan untuk campuran yang tidak bisa larut dalam air di semua suhu akan tetapi bisa di destilasi dengan air.

Penggunaan destilasi jenis ini bisa di gunakan untuk mengekstrak beberapa dari produk alam seperti minyak sitrus yang berasal dari lemon, minyak eukaliptus dari eukaliptus atau minyak wangi atau parfum dari tumbuhan.

Campuran akan di panaskan dengan uap air yang dialirkan ke dalam campuran dan mungkin juga akan di tambahkan dengan pemanasan. Uap dari campuran tersebut akan naik ke atas menuju kondensor dan akhirnya akan masuk ke dalam labu distilat.

Destilasi Vakum

Destilasi jenis ini biasanya di gunakan apa bila senyawa yang ingin di destilasi tidak stabil, dengan pengertian bisa ter-dekomposisi sebelum atau mendekati titik didih nya atau campuran yang mempunyai titik didih di atas 150 derajad celcius.

Cara ini tidak bisa di gunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya menggunakan air dingin karena komponen yang menguap tidak bisa di kondensasi oleh air. Untuk bisa mengurangi tekanan di gunakan pompa vakum atau aspirator. Aspirator ini berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem destilasi jenis ini.

Destilasi Azetrop

Destilasi Azetrop ini adalah jenis penyulingan yang menguapkan zat cair dengan tanpa perubahan komposisi.

Prinsip Kerja Destilasi

Prinsip kerja destilasi ini adalah pemisahan komponen dari campuran cairan dengan cara penyulingan yang tergantung pada perbedaan titik didih dari masing – masing komponen tersebut. Proses penyulingan ini adalah suatu proses yang mirip atau hampir sama dengan proses daur air di alam yang bertujuan untuk membersihkan air dari kontaminan atau kotoran.

Destilasi adalah proses yang menggunakan energi panas sehingga virus, bakteri dan zat pencemar biologi lainnya akan musnah. Penyulingan adalah proses mengumpulkan uap air yang murni, uap air akan naik dari air yang dimurnikan. Sisa – sisa hampir dari semua zat pencemar lain tidak akan ikut menguap.

Titik – titik embun hasil dari penguapan mempunyai diameter yang variasinya tergantung dari lapisan permukaan sehingga titik – titik embun tersebut akan membentuk cairan. Mekanisme pindah panas yang efektif serta koefisien panas bahan sangat ekstrim yang juga menjadi faktor penentu dalam pembentukan titik – titik embun.

Tujuan Destilasi

Destilasi bertujuan untuk memurnikan zat cair pada titik didihnya dan memisahkan cairan dari zat yang padat. Uap yang dikeluarkan dari campuran ini sebagai uap bebas. Konsentrat yang jatuh sebagai destilat dan bagian cair yang tidak bisa menguap sebagai residu. Apa bila yang diinginkan adalah bagian campuran yang tidak teruapkan maka proses tersebut disebut dengan pengentalan dengan evaporasi.

Contoh Destilasi

Contoh sederhana dari destilasi adalah penyulingan minyak. Proses destilasi pada penyulingan minyak diawali dengan pemanasan sehingga zat yang mempunyai titik didih lebih rendah akan menguap .

Uap itu akan bergerak menuju kondensor yang merupakan pendingin, proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air ke dalam dinding di bagian luar condenser sehingga uap yang di hasilkan akan kembali cair. Proses ini akan berjalan terus menerus dan pada akhirnya kita bisa memisahkan semua senyawa – senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut.

Contoh lainnya dari destilasi antara lain :

  1. Mendapatkan bensin dari campuran antara air dengan bensin.
  2. Mendapatkan air murni dari campuran air yang telah terkontaminasi oleh zat padat yang larut dalam air. Seperti yang dilakukan untuk mendapatkan air bersih dari campuran air dan garam. Larutan garam yang dipanaskan akan mendidih kemudian akan terjadi peristiwa penguapan. Penguapan yang terjadi ini adalah air murni, sedangkan yang tertinggal dalam ketel adalah garam. Kemudian akan terjadi proses pengembunan uap air murni dengan melalui selang yang dimasukan dalam panci besar berisi air dingin. Panci berisi air dingin ini berfungsi untuk mempercepat terjadinya proses pengembunan uap air murni tersebut. Setelah proses penguapan serta pengembunan pada larutan garam selesai maka akan dihasilkan air yang murni.

Demikian beberapa penjelasan tentang pengertian destilasi, prinsip kerja destiasi, tujuan destilasi, jenis – jenis destilasi serta contoh dari destilasi. semoga bermanfaat bagi kita.

Baca Artikel Lainnya:

Kromatografi Adalah : Lapis Tipis, Kertas, Kolom, Prinsip, dan Jenis jenisnya

Related posts: