Dialog Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Dialog merupakan percakapan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih dengan maksud tertentu. Dialog memiliki banyak kegunaan saat menulis fiksi. Sedangkan untuk menggambarkan percakapan tokoh-tokohnya, dialog juga dapat memunculkan karakter dari masing-masing tokoh.

Dialog juga dapat menunjukkan perbedaan budaya beberapa orang. Misalnya dengan berbagai dialek atau bahasa. Ini juga berfungsi sebagai deskripsi / pengaturan dalam sebuah cerita.

Secara etimologis dialog berasal dari bahasa yunani διά (dia, jalan batu / cara) dan λόγος (logos, kata), sehingga dapat diartikan sebagai ‘cara manusia dalam mengunakan kata’. Dialog adalah percakapan timbal balik antara dua atau lebih orang. Tidak seperti diskusi yang cenderung mencapai tujuan tertentu, mencapai kesepakatan, menyelesaikan masalah, atau mendapatkan pendapat seseorang, dialog bukanlah teknik untuk menyelesaikan masalah atau sarana untuk menyelesaikan konflik.

Dialog adalah sastra dan teater yang terdiri dari percakapan lisan atau tertulis antara dua orang atau lebih. Sejarahnya berasal dari cerita, filosofi atau simbol pengabdian yang dapat ditemukan dalam sastra Yunani kuno dan sastra India, khususnya dalam seni kuno dan tepatnya dalam retorika.

Dialog-Adalah
Dialog Adalah

Dialog adalah proses komunikasi antara dua agen atau lebih, dalam arti dialog harus dipertimbangkan untuk memenuhi aturan semantik dan pragmatis.

Dialog bukanlah transaksi negosiasi tentang sesuatu untuk mencapai kesepakatan. Dialog juga bukan konfrontasi di mana satu pihak menunjukkan sesuatu dan pihak lain memikul tanggung jawab. Dialog juga bukan masalah untuk mencari keunggulan pendapat sendiri dan mengalahkan pendapat lain. Dialog adalah “percakapan dengan maksud untuk memahami, menerima, hidup dalam damai dan bekerja bersama untuk mencapai kemakmuran bersama”.

Syarat-Syarat Dialog

Dalam dialog, kondisi yang berbeda untuk kegiatan tersebut diperlukan untuk melakukan sesuatu yang baik untuk masing-masing pihak. Berkenaan dengan definisi dialog, syarat atau ketentuan dialog adalah sebagai berikut:

  1. Ketahui maksud dan tujuan dialog serta memiliki keterampilan untuk melaksanakannya
  2. Memiliki tingkat pengetahuan dan pendidikan yang sama mengenai topik yang digunakan sebagai bahan dialog
  3. Memiliki niat baik dalam menemukan kebenaran sehingga mendengarkan itu terbuka, tidak memihak dan tanpa prasangka
  4. Harus menciptakan suasana yang tenang, damai dan jauh dari emosi dan perasaan yang superior
  5. Memberikan ide dengan jelas dan antusias, tetapi tidak dengan nada yang tidak nyaman atau tidak bijaksana

Dalam dialog, masing-masing pihak harus jujur, tulus dan tidak manipulatif serta tidak mencari kelemahan dalam lawan bicara. Dia harus dapat mempercayai bahwa hal-hal yang dibahas dalam dialog tidak akan digunakan untuk tujuan lain di luar dialog untuk keuntungannya sendiri.

Dialog dapat digunakan untuk membahas sesuatu secara langsung atau sebagai pengantar jika Anda ingin mendiskusikan materi yang berat. Beberapa hal yang dapat dijadikan topik dialog mencakup semua bidang kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, agama dan etika moral. Ia juga dapat menggunakan dialog sebagai komunikasi antarpribadi.

Manfaat Dialog

Kegiatan dialog yang dilakukan secara positif oleh semua yang terlibat tentunya akan membuahkan hasil yang positif. Beberapa manfaat dialog adalah:

  1. Dalam tingkat pribadi, dialog dapat mempromosikan sikap saling pengertian dan penerimaan. Selain itu, mempromosikan rasa saling menghormati dan kepercayaan di antara mitra percakapan dalam kehidupan.
  2. Dalam lingkungan kerja, dialog memfasilitasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pekerjaan.
  3. Dalam pengaturan komunitas, dialog dapat menjadi sarana untuk memahami dan menerima satu sama lain dengan bekerja bersama antara berbagai kelompok dalam komunitas dengan latar belakang yang berbeda. Kedua kelompok berbeda dalam hal budaya mereka pada tingkat ekonomi, pendidikan, ideologis dan agama.
  4. Dalam lingkungan umum kehidupan sosial, dialog dapat menyelesaikan masalah dan rencana nasional dan melaksanakan pembangunan nasional. Dalam hal ini, dialog sangat berpengaruh dalam mengarahkan kehidupan bangsa ke masa depan.

Cara Menyusun Dialog

Adapun cara atau langkah-langkah dalam menyusun dialog yang sederhana, diantaranya sebagaimana berikut:

  1. Pertama, tentukan topik apa yang sedang dibahas.
  2. Tentukan karakter yang terlibat dalam dialog.
  3. Selanjutnya, tentukan posisi atau peran masing-masing karakter.
  4. Kemudian buat inti atau garis besar materi untuk percakapan.
  5. Selanjutnya, atur dialog berdasarkan profil percakapan.
  6. Dan memperlihatkan kaidah dari penulisan dialog dengan benar.

Aturan Dasar Dialog

Ada beberapa aturan dasar dialog, diantaranya :

  1. Bersikap terbuka dan tunda “penghakiman” – jangan salahkan sudut pandang orang lain.
  2. Pisahkan proses dialog dari proses pengambilan keputusan Dialog mendahului proses pengambilan keputusan, negosiasi atau tindakan.
  3. Berbicaralah atas nama Anda, jangan mewakili orang lain dan perlakukan orang lain setara dan seimbang.
  4. Dengarkan mereka dengan empati beri tahu mereka bahwa Anda mendengarkan dan bahwa Anda memperhatikan.
  5. Cari persamaan atau poin di wilayah yang bisa Anda setujui.
  6. Cari hipotesis tersembunyi dan kemudian bicaralah dengan hati-hati, terutama jika Anda memilikinya.

Aturan dasar berdialog di atas, bisa dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar aktivitas yaitu:

  • Menahan Diri

Jangan menilai, membuat keputusan sepihak atau mengajukan pertanyaan status. Untuk sesaat, lupakan apa pun yang akan Anda lakukan untuk membuka kemungkinan hal-hal berbeda yang tidak Anda ketahui sebelumnya.

Dengan cara ini Anda memahami sudut pandang orang lain. Lupakan status Anda terlebih dahulu, karena orang lain berusaha mengidentifikasi konsekuensi berdasarkan status Anda. Bahkan jika posisi Anda cukup tinggi. Hanya ingatkan mereka tentang status Anda ketika dialog selesai dan saatnya telah tiba untuk mengambil keputusan.

  • Mendengarkan

Mendengarkan berarti menemukan pemahaman di balik semua posisi dan perspektif yang berbeda. Mendengarkan secara aktif Konfirmasikan hal-hal yang tidak Anda mengerti. Dengarkan tanpa merumuskan jawaban. Itu terjadi dalam debat atau negosiasi.

Tidak perlu meyakinkan mereka tentang prospek Anda. Anda hanya harus menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan memperhatikan. Anda akan terbuka dan nyaman. Dan mereka akan berhenti jika mereka percaya ada perbedaan dalam kepercayaan, nilai dan perasaan.

  • Menemukan

Tanyakan apa yang Anda dengar dan pastikan Anda benar-benar memahaminya. Temukan hipotesis tersembunyi. Dialog adalah alat terbaik untuk membawanya ke permukaan.

Dan hipotesis tersembunyi yang biasanya didasarkan pada kurangnya pemahaman dan ketidakpercayaan. Jika tidak lagi disembunyikan, pengertian dan penghargaan akan meningkat dan peluang baru akan muncul untuk menjadi lebih baik.

Jenis-Jenis Dialog

1. Prolog

Prolog adalah istilah lain dalam kalimat pembuka. Prolog adalah bagian pengantar dari naskah atau cerita dramatis yang menceritakan deskripsi umum sebuah cerita. Sebagai aturan, sebuah prolog selalu diperlukan dalam sebuah drama sehingga pemirsa tahu awal dari sebuah cerita.

2. Epilog

Epilog adalah kata lain untuk kalimat penutup. Epilog adalah bagian terakhir naskah atau kisah dramatis. Epilog biasanya berisi kesimpulan dan pesan yang bisa diambil dari cerita drama. Pada akhirnya selalu ada epilog yang menunjukkan akhir sebuah cerita.

3. Monolog

Monolog adalah percakapan pemain dengan dirinya sendiri. Fungsi monolog biasanya untuk menekankan keinginan atau harapan karakter untuk sesuatu atau monolog itu bisa emosional, bertobat, atau keras kepala.

4. Dialog

Dialog adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu. Dialog memiliki banyak kegunaan saat menulis fiksi. Untuk menggambarkan percakapan karakter, masing-masing karakter juga dapat ditampilkan dalam dialog. Dialog juga dapat menunjukkan perbedaan budaya beberapa orang. Misalnya dengan berbagai dialek atau bahasa dialek. Ini juga berfungsi sebagai deskripsi pengaturan dalam sebuah cerita.

Tujuan Dialog

  1. Wadah aspirasi antara pihak pelayaran yang ditujukan kepada pemerintah.
  2. Pencarian solusi untuk ketidakefektifan UU Maritim 2008.
  3. Tingkatkan motivasi mahasiswa pelayaran untuk prospek sektor maritim Indonesia.
  4. Kirimkan laporan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan penerapan UU Pengiriman Indonesia.
  5. Sarana untuk meningkatkan sinergi antara galangan kapal, perusahaan pelayaran, sekolah dan pemerintah.

Sekian artikel tentang Dialog ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>