Diferensiasi Sosial Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Diferensiasi sosial merupakan proses pembedaan penduduk secara horizontal. Berbeda dengan stratifikasi sosial, proses diferensiasi tidak termasuk perbedaan vertikal dalam status atau posisi sosial.

Kunci dari ide diferensiasi sosial adalah kesetaraan. Setiap orang memiliki derajat atau peluang yang sama, bahkan jika karakteristik mereka berbeda.

Diferensiasi sosial berasal dari dua istilah kata, yakni diferensiasi di mana dalam Bahasa Inggris juga disebut sebagai difference dan sosial. Difference memiliki makna atau perbedaan yang berbeda, sedangkan sosial berarti hubungan yang ada di masyarakat.

Diferensiasi Sosial Adalah

Diferensiasi-Sosial-Adalah

Diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat secara horizontal dalam arti bahwa perbedaan ini masih memiliki tingkatan atau tingkatan yang sama. Sebagai contoh, perbedaan dalam masyarakat berdasarkan ras, etnis, agama, pekerjaan dan gender tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.

Diferensiasi sosial menunjukkan keberagaman dalam masyarakat, suatu masyarakat di mana berbagai unsur tersusun, dengan perbedaan horisontal yang disebut masyarakat majemuk. Fokus dalam hal diferensiasi sosial adalah pada dampak perbedaan dalam hak, tugas dan tanggung jawab setiap orang.

Di tingkat sosial, warga negara dibagi menjadi berbagai tingkatan (hierarki). Tidak ada hierarki atau tingkat sosial dalam diferensiasi. Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan dalam ras, agama, jenis kelamin, profesi dan etnis.

Pengertian Diferensiasi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian Diferensiasi Sosial menurut beberapa para ahli:

1. Kotler (2007:385)

Menurut Kotler, diferensiasi sosial adalah salah satu strategi perusahaan untuk membedakan produknya dari pesaing.

2. Porter

Menurut Porter, diferensiasi sosial adalah perusahaan khusus dengan identifikasi merek dan keseimbangan pelanggan yang disebabkan oleh periklanan, layanan pelanggan, perbedaan produk di masa lalu atau sekarang karena itu adalah perusahaan pertama yang memasuki sektor ini. Sedangkan konsep diferensiasi sosial adalah diferensiasi sosial yang terbentuk secara horizontal antara komunitas dalam kelompok.

3. Kartajaya

Menurut Kartajaya(2007: 183), diferensiasi sosial adalah semua upaya yang dibuat untuk menonjol dari pesaing lain dalam hal konten (apa yang ditawarkan), konteks (cara menawarkan) dan infrastruktur (aktivator).

4. Kotler (2009:328)

Menurut Kotler, diferensiasi sosial adalah desain sejumlah perbedaan esensial untuk membedakan penawaran perusahaan dari pesaing.

5. Kotler dan Susanto (2001)

Menurut Kotler dan Susanto, diferensiasi sosial adalah cara menciptakan perbedaan signifikan dalam membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaingnya.

6. Lewit (1983)

Menurut Lewit, diferensiasi sosial adalah semacam keunggulan kompetitif bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan di pasar dunia.

7. Mowen dan Miror (2005:55)

Menurut Mowen dan Miror, diferensiasi sosial adalah proses memanipulasi bauran pemasaran untuk memposisikannya sehingga konsumen dapat merasakan perbedaan yang signifikan antara mereka dan pesaing mereka.

Ciri-ciri Diferensiasi Sosial

Ciri-ciri diferensiasi sosial dalam masyarakat dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

  1. Ciri Fisik, Golongan ciri ini didasarkan pada perbedaan umum dalam penampilan fisik seseorang, seperti bentuk mata, warna dan bentuk rambut, warna kulit, bentuk hidung dan lainnya.
  2. Ciri Sosial, Ciri masyarakat berdasarkan ciri sosial biasanya didasarkan pada status sosial yang berbeda dalam komunitas yang sama. Dalam hal ini, status sosial diukur oleh posisi, pekerjaan, kekuasaan, prestasi dan perannya dalam masyarakat.
  3. Ciri Kebudayaan, Ciri ini didasarkan pada perbedaan cara orang hidup satu sama lain. Informasi lebih lanjut tentang ciri budaya dihasilkan dari perbedaan kepercayaan / agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat seperti kostum, seni, pakaian yang dikenakan, bahasa yang digunakan dan lain-lain.

Bentuk Diferensiasi Sosial

Berikut adalah beberapa bentuk diferensiasi sosial dalam kehidupan manusia:

1. Diferensiasi Ras

Diferensiasi Ras adalah sekelompok orang yang berbeda dari kelompok lain. Perbedaan-perbedaan ini dapat disebabkan oleh karakteristik fisik asli. Ciri fisik ini adalah dasar dari pembagian rasial yang mencakup Ciri kualitas dan kuantitas. Ciri kualitasnya meliputi warna kulit, bentuk rambut, bentuk bibir dan bentuk lipatan mata.

Sedangkan ciri kuantitatifnya meliputi bentuk tubuh, berat badan dan juga indeks kepala. Contoh diferensiasi rasial ini termasuk orang tua dan bentuk fisik masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai multikulturalisme.

2. Diferensiasi Suku

Lalu ada Diferensiasi Suku yang tidak lain adalah perbedaan antar suku. Suatu suku dengan suku lain tentu memiliki kesamaan dan pandangan yang sama tentang hubungan antara negara dan masyarakat. Meski ada perbedaan kebiasaan. Namun, perbedaannya tidak menawarkan sikap yang berarti seperti perpecahan jika setiap anggota masyarakat menyadarinya.

3. Diferensiasi Adat

Diferensiasi dalam definisi bea cukai didasarkan pada kebutuhan masyarakat dalam hal aturan, nilai dan norma. Ini berfungsi untuk menyesuaikan pola perilaku masyarakat untuk menghindari disintegrasi sosial.

4. Diferensiasi Agama

Diferensiasi agama muncul ketika masyarakat sebenarnya terdiri dari individu-individu yang mengadopsi agama yang berbeda. Dalam agama apa pun, tentu saja, itu akan memberi orang petunjuk atau panduan tentang bagaimana menjalani kehidupan yang baik.

Oleh karena itu, agama di sini memiliki sifat paralel atau identik satu sama lain. Sifat paralel atau sederajat inilah yang nantinya akan mengarah pada adopsi struktur sosial dalam cara diferensiasi sosial agama. Misalnya, dalam agama Kristen Katolik, setiap orang memiliki persepsi atau pendapat yang sama dalam hal sosial dengan agama Kristen Protestan.

5. Diferensiasi Pekerjaan

Variasi profesi atau pekerjaan disebut diferensiasi. Pekerjaan atau profesi ini dikaitkan dengan keterampilan atau kemampuan tertentu yang dimiliki seseorang.

Oleh karena itu, tidak ada pekerjaan yang lebih baik atau lebih baik antara satu pekerjaan dan lainnya. Karena setiap orang yang mengambil posisi dalam pekerjaan sesuai dengan potensi individu.

Ada berbagai jenis profesi dalam masyarakat misalnya polisi, guru, dokter, jurnalis, tentara dan arsitek. Dalam setiap pekerjaan Anda membutuhkan keterampilan dan pengetahuan khusus sehingga tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan itu. Namun, pandangan ini berbeda, tetapi dalam memahami mereka memiliki satu kesamaan.

6. Diferensiasi Gender

Diferensiasi gender adalah klasifikasi sosial berdasarkan perbedaan peran laki-laki dan perempuan di tingkat budaya. Jika kita melihatnya dari perspektif gender, baik pria maupun wanita memiliki posisi dan hak yang sama. Baik dari segi politik, agama dan semua pertanyaan kehidupan di masyarakat.

Sebagai contoh diferensiasi sosial dari jenis kelamin dalam kehidupan masyarakat ini, terutama dalam politik. Juga dikenal di kalangan wanita dan pria, keduanya memiliki posisi yang sama. Meskipun dalam politik yang sama, istilah politik identitas ada. Namun, itu tidak memiliki banyak pengaruh antara kedua jenis kelamin.

7. Diferensiasi Umur

Diferensiasi umur berdasarkan usia dalam masyarakat mensyaratkan bahwa semakin tua seseorang, semakin besar posisi sosial seseorang dalam masyarakat.

8. Diferensiasi Budaya

Diferensiasi budaya adalah perbedaan dalam struktur sosial-budaya yang tidak menawarkan pandangan yang lebih baik. Antara satu budaya dan budaya lain. Dari perspektif komunitas, untuk menjaga keseimbangan sosial kehidupan, tidak perlu menekankan pendapat tentang perbedaan budaya. Dalam debat itu akan sedikit berguna untuk bertahan hidup.

9. Diferensiasi Klan

Diferensiasi klan adalah Diferensiasi berdasarkan keturunan. Yang perlu dipahami dalam perbedaan ini adalah bahwa setiap orang memiliki cara atau nasib tersendiri dalam kehidupan.

Tidak ada perbedaan dalam hal ini. Misalnya pendapat bahwa orang-orang keturunan bangsawan menjamin kehidupan yang lebih mulia. Individu yang tidak benar-benar turun adalah kelompok orang yang tidak lebih baik atau tercela. Meskipun visi diferensiasi sosial ini telah diterapkan di Indonesia, hasilnya menawarkan peluang yang sama. Dan tidak ada perbedaan di antara keduanya

10. Diferensiasi Hukum

Ada keseimbangan dalam kehidupan masyarakat, perlu dipahami bahwa komunitas hukum tidak memiliki perbedaan. Karena setiap orang memiliki persamaan hukum yang sama. Orang miskin dan orang kaya diharapkan melakukan segala sesuatu yang telah menjadi aturan sosial dalam kehidupan masyarakat dan negara.

11. Diferensiasi Geografis

Diferensiasi geografis adalah pengelompokan kelompok-kelompok orang yang umumnya didasarkan pada keberadaan atau wilayah dalam suatu negara.

12. Diferensiasi Fungsional

Diferensiasi fungsional diciptakan dengan membagi spesialisasi ke dalam area kerja. Diferensiasi fungsional dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan komunitas.

13. Diferensiasi Tingkatan

Diferensiasi Tingkatan karena distribusi sumber daya yang dibutuhkan oleh suatu daerah tidak merata.

14. Diferensiasi Psikologis

Diferensiasi psikologis adalah pengelompokan orang berdasarkan kondisi yang dimiliki setiap anggota komunitas. Ini mengarah pada pembangunan yang tidak seimbang di suatu wilayah karena perbedaan distribusi sumber daya.

15. Diferensiasi Fisik

Diferensiasi berdasarkan perbedaan fisik adalah pengelompokan orang berdasarkan karakteristik fisik seperti warna kulit, kontur wajah dan lain-lain.

Jenis-jenis Diferensiasi Sosial

Menurut jenisnya, diferensiasi sosial dibagi menjadi tiga bidang, yaitu:

1. Diferensiasi Tingkatan (Rank Differentiation)

Perbedaan tingkat terjadi dalam distribusi barang dan jasa yang diperlukan untuk suatu daerah. Ini menyebabkan perbedaan harga antara produk atau layanan. Perbedaan harga adalah apa yang terjadi karena distribusi di tangan yang berbeda untuk mencapai tujuan.

2. Diferensiasi Fungsional (Functional Differentiation)

Diferensiasi fungsional dapat dilihat pada institusi sosial. Adanya pembagian kerja yang berbeda berarti bahwa setiap orang wajib memenuhi kewajibannya sesuai dengan fungsinya.

3. Diferensiasi Adat (Custom Differentiation)

Diferensiasi adat adalah aturan atau aturan yang mengikat dalam suatu masyarakat. Tujuan dari norma-norma ini adalah untuk mengatur ketertiban di masyarakat. Perbedaan sosial yang berbeda dalam komunitas tidak menjadi konflik, tetapi bertemu pada posisi atau tingkat yang sesuai dengan hak masing-masing dalam komunitas.

Faktor Penyebab Keberagaman Sosial

1. Faktor Sejarah

Berdasarkan sejarahnya, orang Indonesia telah dijajah oleh negara-negara barat seperti Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda. Karena sejarah panjang yang telah membentuk bangsa Indonesia, Indonesia sangat berbeda, baik dari segi agama, stratifikasi sosial, etnis, budaya, bahasa dan lain-lain.

2. Faktor Geografis

Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai bentuk di Bumi, baik di darat maupun di dasar laut. Kondisi seperti inilah yang sebenarnya memiliki hubungan yang lebih erat antara aktivitas manusia yang hidup di dalamnya.

Aktivitas populasi di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, terutama kondisi fisik. Kondisi fisik geografis ini meliputi kondisi iklim, topografi, jenis dan kualitas tanah, dan daerah resapan air.

Secara geografis, wilayah Indonesia terletak di antara dua benua dan bahkan dua samudera, yaitu benua Asia dengan benua Australia. Sedangkan dua samudera pembatas adalah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Lokasi geografis ini memiliki dampak yang sangat kuat terhadap keberadaan wilayah Indonesia. Baik kondisi fisik, sosial atau ekonomi dan bahkan politik. Selain dua faktor yang disebutkan di atas, ada faktor lain yang menyebabkan diferensiasi sosial, termasuk:

3. Faktor Agama

Faktor agama adalah faktor yang memiliki dampak terbesar pada norma dan nilai. Karena setiap agama memiliki visi dan ibadah yang berbeda.

4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan juga harus berperan dalam membedakan nilai dan standar yang berlaku untuk masing-masing daerah.

5. Faktor Adat Istiadat

Faktor Adat Istiadat adalah nilai non-universal. Ini berarti bahwa tidak semua komunitas dapat menerima nilai ini. Jadi nilai antara satu wilayah dan wilayah lainnya berbeda-beda.

6. Faktor Tradisi atau Budaya

Budaya di suatu daerah tentu berbeda, demikian pula norma dan nilai di suatu daerah. Karena itu, hubungan antara budaya dan nilai-nilai merupakan norma dalam masyarakat yang memiliki perbedaannya masing-masing.

7. Faktor Suku

Kelompok-kelompok etnis di Indonesia sangat berbeda, termasuk Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Minang dan sebagainya. Setiap strain memiliki nilai dan norma yang berbeda.

Strategi Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial memerlukan beberapa strategi. Strategi diferensiasi sosial adalah strategi yang mampu mempertahankan loyalitas pelanggan atau bahkan konsumen melalui strategi diferensiasi sosial. Agar pelanggan atau konsumen mendapatkan nilai lebih dari produk lain.

Menurut Aaker dalam ferdinad (2003:87), strategi diferensiasi sosial harus mampu:

  1. Menciptakan nilai bagi pelanggan atau konsumen
  2. Meningkatkan prospek yang memiliki nilai tipikal yang baik.
  3. Menampilkan berbagai bentuk yang sulit ditiru.

Jadi dapat disimpulkan, kunci strategi diferensiasi sosial yang sukses, atau dapat diterapkan sebagaimana mestinya untuk mengembangkan titik diferensiasi, terutama dalam visi pelanggan dan bukan visi bisnis.

Sekian artikel tentang Diferensiasi Sosial ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>