Direksi Adalah : Perbedaan Direksi dan Komisaris

Posted on

Adalah.Co.IdDireksi adalah Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

Pengaturan mengenai direksi diatur dalam Bab VII dari Pasal 92 sampai dengan Pasal 107 UUPT. Badan pengurus perseroan paling tinggi iyalah Direksi, serta yang berhak dan berwenang untuk menjalankan perusahaan.

Direksi menurut UUPT merupakan satu organ yang di dalamnya terdiri dari satu atau lebih anggota yang dikenal dengan sebutan Direktur (tunggal). Dalam hal perseroan memiliki lebih dari satu anggota direktur disebut direksi, maka salah satu anggota direksi tersebut diangkat sebagai Direktur Utama (Presiden Direktur).

Direksi atau pengurus perseroan adalah alat perlengkapan perseroan yang melakukan kegiatan perseroan dan mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar Pengadilan. Dengan kata lain, direksi mempunyai ruang lingkup tugas sebagai pengurus perseroan.

Pengangkatan direksi dilakukan oleh RUPS, akan tetapi untuk pertama kali pengangkatannya dilakukan denga0n mencantumkan susunan dan nama anggota direksi di dalam akta pendiriannya.

Direksi-Adalah
Direksi Adalah

PERBEDAAN DIREKSI DAN KOMISARIS

Perbedaan ini dibagi dari berbagai bidang, yakni :

SECARA UMUM

• Komisaris
Memiliki fungsi sebagai pimpinan atau pengawas tertinggi dalam perusahaan yang bertanggung jawab mengawasi atas kelancaran serta kesehatan keuangan perusahaan. Jabatan Tertinggi sebuah perusahaan ialah Komisaris dan bisa disebut juga sebagai pemilik perusahaan, yang bekerjasama dengan Direksi untuk bertanggung jawab atas sebuah kemajuan diperusahaan serta membawahi pada bawahan secara efektif.

• Direksi
Merupakan seseorang yang dipilih untuk memimpin Perseroan terbatas (PT). Seseorang yang memiliki perusahaan disebut Direksi, atau hal ini adalah orang profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha bisnis untuk memimpin dan menjalani sebuah perseroan terbatas. Direksi disebut juga berbagai macam sebutan, yaitu dewan gubernur, dewan manager, dan dewan eksekutif.

SECARA STRUKUR KELOLA PERUSAHAANNYA

• Komisaris
Pada undang undang yang berlaku, Maka dewan Komisaris ialah sebuah organ perusahaan yang mewakili Pemegang Saham yang melakukan sebuah fungsi pengawasan atas strategi perusahaan dan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Direksi ataupun memberikan arahan/nasihat kepada Direksi.

Dalam pengelolaan Perseroan dengan kehati-hatian dan bertanggung jawab, itikad yang baik, serta menjalankan fungsi untuk memperkuat citra Perseroan dimata masyarakat dan para pemegang saham.

• Direksi
Direksi merupakan organ perusahaan yang mempunyai tanggung jawab penuh atas pengelolaan perusahaan serta senantiasa peduli pada tujuan Perseroan, kepentingan, dan unit usaha, serta mempertimbangkan kepentingan para pemegang saham ataupun seluruh stakeholders.

Direksi mewakili perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, tunduk pada semua peraturan yang berlaku terhadap Perusahaan Terbuka dan tetap berpegang pada penerapan prinsip Good Corporate Governance.

Maka daripada itu, Direksi mempunyai kewajiban bertanggung-jawab melakukan pengawasan internal secara efesien dan efektif, memantau risiko, dan mengelolanya, Selalu menjaga agar kerja tetap prduktif sehingga profesionalisme ataupun produktivitas menjadi sangat lebih baik, mengelola karyawan dan melaporkan kinerja. Perseroan secara keseluruhan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS).

SECARA TANGGUNG JAWABNYA

1. Tanggung Jawab Direksi
Menurut Pasal 97 ayat (2) UUPT, setiap anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya..

Apabila Direksi terdiri atas 2 anggota Direksi atau lebih, berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota Direksi. Berdasarkan Pasal 97 ayat (3) UUPT, anggota Direksi tidak dapat dipertanggung jawabkan atas kerugian sebagaimana yang dimaksud diatas, apabila dapat membuktikan:

Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya;

  1. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan;
  2. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian; dan
  3. Telah mengambil tindakan untuk mencagah timbul atau selanjutnya kerugian tersebut.

Dalam hal kevalidan terjadi karena adanya kelalaian dan kesalahan. Direksi dan harta valid tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan dalam kepailitan tersebut, maka Pasal 104 ayat (2) UUPT mengatur ke setiap anggota Direksi secara tanggung-renteng untuk bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang tidak bisa terlunasi dari harta valid tersebut. Tanggung jawab yang dimaksud diatas, berlaku juga bagi Direksi yang salah atau lalai yang pernah menjabat sebagai anggota Direksi dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan.

Tidak bertanggung jawab atas kepailitan Perseroan Bisa dimiliki Anggota Direksi ,sebagaimana dimaksud diatas, jika dapat membuktikan bahwa:

  1. Kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya;
  2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, kehati-hatian, dan penuh tanggung jawab untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan;
  3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang dilakukan; dan
  4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kepailitan.

2. Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Pengawasan Perseroan di tanggung jawab oleh Dewan Komisaris, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 108 ayat (1) UUPT yaitu melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasehat kepada Direksi.

Setiap anggota Dewan Komisaris di wajibkan dengan kehati-hatian, itikad baik, dan bertanggung jawab dalam menjalankan pemberikan nasehat atau tugas pengawasan kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud atau tujuan Perseroan.

Kemudian setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perseroan, apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya. Jika Dewan Komisaris terdiri atas 2 anggota Dewan Komisaris atau lebih, maka tanggung jawab berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota Dewan Komisaris yang dijelaskan pada (Pasal 114 ayat (3) UUPT). Namun, Dewan Komisaris tidak dapat dipertanggung jawabkan atas kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat Pasal 114 ayat (3) UUPT apabila dapat membuktikan:

  1. Telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan
  2. Tidak mempunyai kepentingan pribadi baik tidak langsung maupun langsung atas tindakan seorang pengurusan Direksi yang mengakibatkan sebuah kerugian
  3. Telah memberikan nasehat kepada Direksi untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.

Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan terhadap pengurusan yang dilaksanakan oleh Direksi dan Perseroan tidak cukup upaya untuk membayar semua kewajiban Perseroan maka mengakibatkan kepailitan tersebut, Pada Pasal 114 ayat (4) UUPT menjelaskan bahwa mengatur setiap anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng ikut bertanggung jawab dengan anggota Direksi atas kewajiban yang belum dilunasi.

Tanggung jawab sebagaimana dimaksud diatas, berlaku juga bagi anggota Dewan Komisaris yang sudah tidak menjabat 5 (lima) tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan. Anggota Dewan Komisaris tidak dapat untuk dimintai pertanggung jawaban pada kepailitan Perseroan. sebagaimana dimaksud diatas, apabila dapat membuktikan bahwa:

  1. Kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya
  2. Telah melakukan tugas pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan
  3. Tidak mempunyai kepentingan pribadi, baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan oleh Direksi yang mengakibatkan kepailitan; dan
  4. Telah memberikan nasehat kepada Direksi untuk mencegah terjadinya kepailitan.

Baca Artikel Lainnya >>>

Investor Adalah : Jenis, Tugas, Keuntungan dan Tujuan Investor

Manager Adalah : Tugas dan Fungsi Manajer, serta Contoh Manajer

Hukum Bisnis Adalah : Sumber, Ruang Lingkup, Contoh, Tujuan, Fungsi, dan Pendapat Para Ahli

Related posts: