Disartria Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Disartria adalah kelainan pada sistem saraf sehingga mempengaruhi otot yang berfungsi untuk berbicara. Hal ini menyebabkan gangguan bicara pada pasien. Disartria tidak mempengaruhi kecerdasan atau pemahaman pasien, tetapi tidak mengesampingkan bahwa pasien dengan kondisi tersebut menderita kelainan pada kedua kasus.

Disartria adalah kondisi berupa gangguan pada proses bicara akibat gangguan sejumlah otot. Otot-otot ini termasuk otot-otot lidah, bibir, pita suara, dan diafragma. Otot-otot ini berperan dalam produksi suara. Disartria ini sering disebabkan oleh gangguan saraf.

Gangguan pada otot tersebut bisa membuat pengidapnya mengalami berbicara. Misalnya melambat ketika Anda berbicara atau berbisik. Efek disartria membuat sulit bagi lawan bicara untuk memahami apa yang dikatakan orang dengan disartria. Meskipun demikian, gangguan bicara ini tidak memengaruhi kecerdasan pasien.

Disartria-Adalah
Disartria Adalah

Jenis-jenis Disartria

  1. Disartria spastik. Ini merupakan jenis disartria yang peling sering terjadi. Disartria spastik disebabkan oleh kerusakan otak. Sangat sering kerusakan disebabkan oleh cedera kepala parah.
  2. Disartria ataksik. Disartria ataksik muncul pada seseorang akibat kehadiran otak kecil, seperti peradangan. Peradanganlah yang mengatur bahasa.
  3. Disartria hipokinetik. Disartria hipokinetik terjadi akibat adanya kerusakan pada bagian otak tempat ganglia basal telah ditanamkan. Contoh penyakit yang menyebabkan disartria hipokinetik adalah penyakit Parkinson.
  4. Disartria diskinetik dan distonik. Disartria ini muncul akibat kelainan pada sel otot yang berperan dalam bicara. Contoh dari jenis disartria ini adalah penyakit Huntington.
  5. Disartria flaksid. Disartria flaksid terjadi akibat kerusakan pada batang otak atau ujung saraf. Disartria ini terjadi pada pasien dengan penyakit Lou Gehrig atau tumor saraf tepi. Selain itu, penderita myasthenia gravis juga dapat menderita linen dysarthria.
  6. Disartria campuran. Ini merupakan kondisi ketika seseorang secara simultan menderita berbagai jenis disartria. Disartria campuran mungkin disebabkan oleh kerusakan pada jaringan saraf seperti cedera kepala yang parah, ensefalitis atau stroke.

Penyebab Disartria

Penderita disartria mengalami kesulitan mengendalikan otot-otot bicara karena bagian otak dan saraf yang mengontrol pergerakan otot-otot ini tidak berfungsi secara normal. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan ini adalah:

  1. Cedera kepala
  2. Infeksi otak
  3. Tumor otak
  4. Stroke
  5. Sindrom Guillain-Barre
  6. Penyakit Huntington
  7. Penyakit Wilson
  8. Penyakit Parkinson
  9. Penyakit Lyme
  10. Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig
  11. Penyakit otot menyusun
  12. Myasthenia gravis
  13. Sklerosis multipel
  14. cerebral palsy
  15. Bell lumpuh
  16. Cedera pada lidah
  17. Penyalahgunaan zat.

Gejala Disartria

Berbicara tentang gejala disartria, berarti sama halnya membicarakan banyak tanda. Alasannya adalah bahwa dengan disartria, ada beberapa gejala yang bisa dialami oleh pengidap. Contohnya:

  1. Perubahan volume suara, dapat hanya berupa bisikan atau malah terlalu keras.
  2. Kesulitan menggerakkan lidah atau otot-otot wajah.
  3. Kesulitan menelan (disfagia).
  4. Perubahan suara menjadi kasar, sengau atau tegang.
  5. Nada bicara monoton atau datar tanpa intonasi.
  6. Irama saat bicara yang tidak biasa.
  7. Berbicara seperti orang berkumur atau cadel.
  8. Bicara terlalu cepat atau terlalu lambat, yang membuatnya sulit dimengerti.
  9. Menggerakan lidah atau rahang minimal saat berbicara.

Pengobatan Disartria

Pengobatan disartria meliputi dua hal, yaitu mengatasi penyebabnya dan perbaikan proses bicara untuk membuat percakapan lebih mudah dimengerti.

Jika disartria disebabkan karena kerusakan otak akibat stroke, perawatan kerusakan otak umumnya sulit. Apa yang dapat dilakukan adalah merehabilitasi cara pasien berbicara. Untuk alasan ini, peran terapis bicara sangat penting.

Terapis akan mengajarkan cara membuat produksi suara agar suara lebih jelas. Misalnya, memperlambat laju bicara, mempraktekkan fonasi (mengundang pasien untuk mengucapkan huruf satu demi satu), dan sebagainya.

Pencegahan Disartria

Tidak semua kasus disartria dapat dicegah. Salah satu penyebab paling umum dari disartria adalah stroke. Karena itu, penting untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap stroke untuk mengurangi risiko disartria.

Jalani gaya hidup sehat dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan yang berserat tinggi dan rendah lemak. Jangan lupa untuk memeriksa kesehatan Anda secara teratur dan menjaga tekanan darah dan gula darah Anda dalam kondisi normal.

Diagnosis Disartria

Pada tahap awal, dokter melakukan wawancara medis seputar gejala pasien. Selain itu, dokter mengevaluasi kemampuan pasien untuk berbicara untuk menentukan jenis disartria yang sedang terinfeksi. Pemeriksaan ini akan menemukan kekuatan yang lebih dalam di otot-otot bibir, rahang, dan lidah ketika pasien berbicara.

Setelah itu, dokter akan pemeriksaan penunjang untuk menentukan kerusakan otak yang terjadi. Survei biasanya dilakukan sebagai:

  1. CT scan otak.
  2. Resonansi magnetik otak.
  3. Tes urin dan darah.
  4. Sentuhan Spine.
  5. Biopsi otak.
  6. Pemeriksaan neuropsikologis.

Sekian artikel tentang Disartria ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>