Dislokasi Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Dislokasi merupakan masalah dimana tulang berpindah dari sendi atau dari posisi yang benar. Dislokasi dapat terjadi pada sendi mana saja, tetapi yang paling umum adalah sendi bahu, jari, siku, lutut dan pinggul.

Kondisi ini tidak boleh diremehkan dan segera diobati. Karena jika dislokasi dibiarkan terlalu lama, dapat menyebabkan komplikasi serius. Ada beberapa jenis cedera yang dapat terjadi selama aktivitas fisik, salah satunya yaitu dislokasi.

Dislokasi Adalah

Dislokasi-Adalah

Dislokasi adalah suatu kondisi di mana tulang bergerak menjauh dari sendi atau pindah dari posisinya. Misalnya, bagian atas tulang lengan yang seharusnya melekat pada sendi bahu. Ketika tulang bergerak atau meninggalkan sendi, terjadilah dislokasi.

Dislokasi lebih sering terjadi pada bahu dan jari. Bagian lain dari tubuh yang sering terkena perpindahan tulang adalah siku, lutut, dan panggul. Sendi dan tulang yang terkilir mengalami hal yang sama kemudian.

Kondisi ini umumnya terjadi karena gerakan sendi yang tiba-tiba atau adanya benturan keras pada bagian tubuh. Pasien umumnya menderita rasa sakit yang ekstrem dan gerakan tubuh yang tidak seimbang, bahkan kesulitan bergerak.

Karena kondisi ini tulang tidak dalam posisi normal, perawatan dan pengobatan medis harus diberikan sesegera mungkin. Kondisi tulang yang tidak selaras yang tidak segera ditangani dapat merusak ligamen, saraf, atau pembuluh darah.

Seberapa Umum Dislokasi

Dislokasi ialah penyakit yang sangat umum pada jenis penyakit tulang. Kondisi ini dapat terjadi di hampir semua bagian tubuh itu sendiri. Namun, beberapa jenis sendi yang sering au umum atmengalami dislokasi adalah: jari, bahu, lutut, siku, pinggang, dan rahang.

Dislokasi dapat terjadi pada pasien dari segala usia. Namun, kejadian ini lebih sering terjadi pada orang tua dan anak-anak. Orang tua cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk jatuh. Ini karena mereka memiliki gerakan terbatas dan mengurangi kemampuan menjaga keseimbangan tubuh.

Selain itu, anak-anak lebih rentan dan dapat terjatuh saat bermain, terutama di daerah yang tidak aman tanpa pengawasan orang tua. Orang yang biasanya melakukan aktivitas fisik yang berat dan berpartisipasi dalam kegiatan olahraga tertentu, seperti atlet berisiko lebih tinggi menderita penyakit ini.

Dislokasi ialah suatu kondisi yang dapat diatasi. Salah satunya adalah mengendalikan faktor risiko yang ada. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Penyebab Dislokasi

Dislokasi merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika suatu sendi dipaksa untuk melakukan gerakan-gerakan ekstrim yang tiba-tiba. Selain itu, dampak yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Biasanya, Dislokasi terjadi sebagai akibat kecelakaan mobil yang jatuh ke posisi yang tidak pantas atau trauma lainnya. Jika terjadi dislokasi, ligamen dapat sobek. Fungsi legamen adalah jaringan ikat berserat yang fleksibel. Fungsi ligamentum adalah untuk menghubungkan tulang dan tulang rawan dalam tubuh.

Misalnya, sambungan di pinggang dan bahu disebut sambungan peluru. Jika terlalu banyak kekuatan diberikan pada ligamen, bagian dari sendi dilepaskan dari tempatnya. Secara umum, kondisi ini dapat terjadi pada semua persendian tubuh. Namun, bagian tubuh yang paling sering terkena gerakan tulang dan sendi adalah bahu.

Gejala Dislokasi

Dislokasi mudah dikenali bila dilihat secara langsung. Gejalanya adalah sebagai berikut:

  1. bentuk sendi nya aneh
  2. Pembengkakan
  3. Memar atau kemerahan
  4. Sulit memindahkan sendi
  5. Nyeri saat bergerak
  6. Mati rasa di area dislokasi
  7. Gatal.

Komplikasi Dislokasi

Jika dislokasi tidak segera diobati, kondisi ini dapat memburuk dan menyebabkan berbagai komplikasi seperti:

  1. Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi.
  2. Robeknya otot, ligamen dan jaringan ikat antara otot dan tulang (tendon) sendi yang terluka.
  3. Peradangan pada sendi yang terluka. Risiko ini lebih besar pada orang tua.
  4. Peningkatan risiko cedera punggung pada sendi yang terlantar.

Faktor Risiko Dislokasi

Dislokasi adalah kondisi mengganggu yang dapat mempengaruhi hampir semua orang tanpa memandang usia dan ras. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini.

Anda perlu tahu bahwa satu atau lebih faktor risiko tidak berarti Anda pasti menderita penyakit. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tidak mengesampingkan bahwa seseorang tanpa faktor risiko memiliki penyakit.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan Dislokasi adalah:

1. Usia

Meskipun dislokasi dapat terjadi pada semua orang, insidensinya cukup umum pada anak yang lebih tua. Pada anak-anak, kondisi ini sering terjadi karena gerakan tubuh yang aktif, tempat yang tidak aman dan pengawasan orangtua yang buruk.

Orang yang lebih tua sekarang juga dipengaruhi oleh kondisi ini karena berkurangnya kemampuan mereka untuk menjaga keseimbangan tubuh dan kondisi persendian yang tidak lagi fleksibel.

2. Tubuh Rentan Jatuh

Jika Anda jatuh, kemungkinan dislokasi bahu jauh lebih besar, terutama jika Anda menggunakan bagian tubuh Anda untuk memegang, misalnya lengan atau bahu Anda.

3. Keturunan Keluarga

Beberapa orang dilahirkan dengan ligamen yang lebih luas, sehingga tubuh mereka lebih rentan terhadap kecelakaan dan perpindahan sendi sampai mereka lepas.

4. Kegiatan Olahraga

Kondisi ini sangat umum dalam olahraga aktivitas fisik seperti senam, gulat, bola basket dan sepak bola. Oleh karena itu, jika Anda sering berpartisipasi atau aktif dalam kegiatan olahraga seperti itu, risiko cedera akibat Dislokasi jauh lebih besar.

5. Insiden

Kecelakaan kendaraan bermotor adalah penyebab Dislokasi yang paling umum. Kondisi untuk gerakan tulang dan sendi bahkan lebih buruk jika Anda tidak mengenakan sabuk pengaman saat mengemudi.

Pengobatan Dislokasi

Berikut ini adalah beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani Dislokasi:

1. Manipulasi

Dengan metode ini, dokter memanipulasi sendi atau menempatkannya di posisi semula. Anda akan diberikan obat bius untuk menghindari rasa sakit dan otot-otot Anda akan rileks. Ini dapat membantu menyederhanakan proses pengobatan.

2. Imobilisasi

Setelah persendian kembali ke posisi normal, dokter mungkin meminta Anda memakai sling selama beberapa minggu. Tujuannya adalah untuk mencegah pergerakan sendi dan memungkinkan penyembuhan total. Waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan umumnya bervariasi tergantung pada sendi dan tingkat keparahan.

3. Obat-obatan

Nyeri berlebihan dapat terjadi setelah melakukan prosedur di atas. Ketika kondisi ini terjadi, dokter akan memberikan penghilang rasa sakit atau obat-obatan yang dapat membantu otot lebih rileks.

4. Operasi

Jika dislokasi telah mempengaruhi saraf dan pembuluh darah, dokter akan merekomendasikan pembedahan atau operasi. Proses ini dilakukan bahkan jika dokter tidak dapat mengembalikan tulang ke posisi semula. Agar gerakan tulang tidak memburuk, tim bedah dapat membangun kembali sendi dan memperbaiki struktur yang rusak.

5. Rehabilitasi

Rehabilitasi dilakukan setelah gangguan atau operasi dilakukan dan tidak ada alat berjalan yang digunakan. Tujuan rehabilitasi adalah mengembalikan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh.

Pencegahan Dislokasi

Berikut ini adalah beberapa aktivitas untuk mencegah terjadinya dislokasi:

  1. Selalu berhati-hati dan waspada saat melakukan aktivitas
  2. Selalu pegang sisi tangga saat naik atau turun
  3. Pindahkan kabel listrik dan sejenisnya yang ada di lantai ke tempat yang aman agar tidak tersandung
  4. Gunakan peralatan pelindung selama aktivitas fisik
  5. Jangan berdiri di tempat yang tidak stabil seperti kursi
  6. Tutupi lantai dengan karpet anti-selip
  7. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan keseimbangan dan memperkuat otot-otot tubuh
  8. Periksa kesehatan mata Anda secara teratur dan pastikan rumah Anda cukup terang.

Diagnosis Dislokasi

Dislokasi biasanya sulit dibedakan dengan fraktur atau patah tulang. Pada langkah pertama, dokter memeriksa area sendi di mana sendi diduga dan aliran darah di area sendi. Selain itu, dokter akan menjalankan beberapa tes untuk memastikan diagnosis, yaitu:

  1. Sinar-X untuk menunjukkan dislokasi atau kerusakan lain pada area sendi seperti patah tulang.
  2. MRI resonansi magnetik untuk membantu dokter menilai kerusakan pada struktur jaringan lunak di sekitar sendi yang dipindahkan.

Kapan Harus ke Dokter

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami gejala di atas untuk perawatan dan saran yang benar. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang pemulihan yang cepat pula.

Sekian artikel tentang Dislokasi ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>