Distilasi Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Distilasi merupakan istilah perpindahan zat kimia dari sifat cair ke sifat uap, perpindahan ini biasa disebut juga penyulingan atau perpisahan bahan-bahan kimia guna untuk memurnikan zat pada titik didihnya.

Distilasi memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia yaitu salah satunya sebagai bahan minyak yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan menjadikan bahan kimia yang lebih bersih dan terjaga kualitasnya.

Distilasi Adalah ?

Distilasi-Adalah

Distilasi adalah cara memisahkan bahan mentah kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau penyulingan atau pemisahan bahan. Saat penyulingan, campuran zat direbus sehingga menguap dan uap kemudian dikembalikan ke bentuk cair. Zat dengan titik didih yang lebih rendah akan mempercepat penguapan.

Distilasi merupakan konversi dari cair ke uap dan uap didinginkan lagi menjadi cair. Unit operasi distilasi adalah metode pemisahan komponen yang terkandung dalam larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen antara fase uap dan fase berair.

Distilasi atau penyulingan ialah cara untuk memisahkan bahan mentahan kimia yang didasarkan pada perbedaan cepatnya dan instruksi untuk memfasilitasi penguapan (volatilitas). Saat destilas, pencampuran zat tersebut direbus sampai menjadi uap dan uap tersebut dibekukan lagi ke dimensi cair. Zat dengan pusat atau ujung yang paling bawah kemudian terbentuknya uap.

Sejarah Singkat Destilasi

Destilasi atau Penyulingan pertama kali dilakukan sekitar abad pertama SM. Ditemukan oleh ahli kimia Yunani yang perkembangannya terutama dipicu oleh tingginya permintaan spritus seperti hypathia dari Aleksandria dikatakan telah menemukan sejumlah alat destilasi dan Zosimus dari Aleksandria yang berhasil secara akurat menyaring proses abad ini.

Bentuk distilasi modern pertama kali ditemukan oleh ahli kimia Islam selama kekhalifahan Abbasiyah, terutama oleh Al-Raazi ketika memisahkan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni menggunakan perangkat alotik. Proyek ini juga menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan desain distilasi skala mikro.

Teknik distilasi Al-Kindi (801 – 873) dengan demikian dijelaskan dengan jelas olehnya. Salah satu kegunaan paling penting dari proses distilasi adalah pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk keperluan khusus seperti transportasi, pembangkit listrik, pemanasan dan lain-lain.

Jenis-jenis Destilasi

Berikut adalah beberapa jenis-jenis dari penyulingan atau destilasi:

1. Destilasi Vakum

Distilasi vakum umumnya digunakan ketika senyawa yang akan didestilasi tidak stabil dalam arti bahwa ia dapat terurai sebelum dan dekat titik didihnya atau ketika campuran titik didih di atas 150 ° C.

Metode ini tidak dapat digunakan dengan pelarut titik didih rendah ketika kondensor menggunakan air dingin karena komponen penguapan tidak dapat terkondensasi dengan air. Untuk mengurangi tekanan, pompa vakum atau aspirator digunakan sebagai peredam tekanan untuk sistem distilasi ini.

2. Penyulian atau Destilasi Bertingkat

Distilasi jenis ini adalah untuk memisahkan komponen cairan ganda atau bisa juga akan banyak uap menurut bedanya ujung uapan. Penyulingan ini juga bisa dipakai untuk mencampur dengan bedanya titik didih yang kurang dari dua puluh derajat celcius (20 ° C), yang digunakan pada dorongan atmosfer. Teknik penyulingan ini digunakan dalam dunia perminyakan untuk memisahkan jenis dalam frekuensi minyak mentah.

3. Destilasi Sederhana

Distilasi sederhana atau distilasi sederhana biasanya dilakukan dengan meningkatkan tekanan yang terdapat di bagian luar cairan. Di dalam penyulingan pada umumnya, dasar pemisahan adalah perbedaan dalam ujung yang jauh atau komponen yang dengan mudahnya terjadi penguapan. Ketika percampuran dipanaskan, komponen yang memiliki titik didih lebih rendah menguap terlebih dahulu.

4. Destilasi Penguapan

Jenis destilasi penguapan dipakai pada pencampuran suhu atau zat dengan ujung uapan dua ratus derajat celcius (200 ° C). Distilasi ini bisa melakukan penguapan berupa senyawa pada tekanan hamoir pada suhu 100 ° C pada dorongan atmosfer menggunakan uap.

5. Penyulingan atau Destilasi Azetrop

Jenis distilasi ini adalah jenis distilasi di mana cairan diuapkan tanpa mengubah komposisinya.

Tujuan Destilasi

Tujuan distilasi adalah untuk memurnikan cairan pada titik didihnya dan untuk memisahkan cairan dari padatan. Uap yang muncul dari campuran sebagai uap bebas. Konsentrat hilang sebagai distilat dan bagian cair yang tidak menguap sebagai residu. Jika bagian yang diinginkan adalah campuran yang belum diuapkan, prosesnya disebut penebalan penguapan.

Fungsi Destilasi

Fungsi distilasi adalah untuk memisahkan solusi menjadi beberapa komponen atau metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau volatilitas. Prinsip distilasi didasarkan pada perbedaan titik didih konstituen zat.

Berikut adalah bagian dan fungsi alat distilasi:

  1. Labu Didih. Berfungsi untuk wadah sampel. Contohnya seperti pemisahan alkohol dan air tabung bagian dalam sama dengan tabung distilasi.
  2. Adaptor. Digunakan untuk mendistribusikan hasil penyulingan yang telah dikondisikan untuk didistribusikan ke wadah yang disediakan.
  3. Mantel. Digunakan untuk memanaskan bahan yang dikandungnya.
  4. Kondensor. Berfungsi sebagai aliran uap dan untuk aliran air keran.
  5. Termometer. Digunakan untuk mengukur suhu uap cair yang didistilasi selama proses distilasi.
  6. Steel Head. Digunakan untuk memasok uap atau gas yang dilepaskan ke pendingin (kondensor).
  7. Labu Destilasi. Digunakan untuk menampung wadah atau campuran cairan yang akan disuling.

Prinsip dan Cara Kerja Destilasi

Prinsip distilasi yaitu “Apabila terdapat zat tidak menguap secara beramaan dalam larutan, suhu tersebut mempunyai komponen yang jauh bedanya dari larutan aslinya.” Ketika suatu zat tersebut menguap, metode pemisah akan terjadi sempurna. Tetapi, jika kedua suhu tersebut menguap, cara pemisah hanya terjadi sebagian, akan tetapi penyulingan dan bahan kaya akan satu komponen dibandingkan dengan larutan aslinya.

Contoh Distilasi

Contoh distilasi adalah destilasi air asin atau laut, di mana sarana air laut digunakan untuk penguapan. Air di air laut akan memuai lebih cepat daripada garam karena bedanya ujung uapan keduanya cukup signifikan.

Demikianlah artikel mengenai Distilasi ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan anda tentang kimia, Sekian terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>