Divestasi Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Perusahaan atau individu yang melakukan divestasi didukung karena berbagai alasan. Salah satunya ialah menambah penghasilan perusahaan dan mengurangi beban aset.

Beban aset yang dimaksud ialah kepemilikan sesuatu yang berupa pajak, biaya pemeliharaan, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya mari simak artikel tentang divestasi di bawah ini.

Divestasi Adalah ?

Divestasi-Adalah

Divestasi adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia ekonomi dan keuangan. Dalam dunia saham, divestasi berarti pengurangan jumlah saham pendiri perusahaan (founder) setelah penjualan sebagian sahamnya kepada pihak lain atau kepada publik.

Divestasi merupakan kebalikan dari investasi, ketika perusahaan membeli sejumlah aset yang diharapkan menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi di masa yang akan. Sedangkan divestasi adalah pengurangan aset perusahaan.

Tujuan dari divestasi itu sendiri adalah untuk mengumpulkan dana atau keuntungan. Perusahaan umumnya menjual perusahaan karena mereka sudah tidak menguntungkan dan dianggap berbahaya setiap saat. Pemilik juga menjual perusahaan untuk menghindari kerugian serius di masa yang akan datang.

Tujuan Divestasi

Berikut adalah tujuan dari divestasi:

  1. Bisnis tidak menguntungkan. Semakin jauh area bisnis dari kompetensi inti perusahaan, semakin besar kemungkinannya untuk gagal.
  2. Terkadang diyakini bahwa nilai sebuah perusahaan yang telah menjual bisnisnya lebih tinggi daripada nilai perusahaan sebelum penjualan. Dengan kata lain, nilai total aset likuid pribadi perusahaan melebihi nilai pasar perusahaan sebelum dijual. Hal ini memperkuat keinginan perusahaan untuk menjual apa yang masuk akal sebelum penjualan dan tidak dilikuidasi.
  3. Perusahaan akan membagikan (menjual) bisnis yang bukan bagian dari bisnis intinya sehingga perusahaan dapat fokus pada bisnis terbaik yang dapat dilakukannya. Misalnya, Eastman Kodak, Ford Motor Company dan banyak perusahaan lain telah menjual bisnis yang berbeda yang tidak ada hubungannya dengan bisnis inti mereka.
  4. Membuat keuntungan. Divestasi mengarah ke keuntungan yang lebih baik bagi perusahaan, karena divestasi adalah upaya untuk menjual perusahaan untuk uang. Sebagai contoh, CSX Corporation telah membebaskan diri dari berkonsentrasi pada bisnis intinya membangun jalur kereta api dan ingin mendapatkan keuntungan sehingga dapat membayar utangnya pada saat itu.

Jenis-jenis Divestasi

  1. Mulai bisnis baru
  2. Reksadana
  3. Logam mulia
  4. Pasar berjangka
  5. Properti
  6. Saham
  7. Kolektibel
  8. Obligasi
  9. Tabungan dan deposito.

Alasan Divestasi

Setiap perusahaan memiliki beberapa alasan untuk melakukan divestasi. Alasan berikut biasanya digunakan oleh perusahaan untuk divestasi.

  1. Untuk melindungi aset perusahaan
  2. Untuk kebutuhan masa depan suatu perusahaan
  3. Mengatasi inflasi
  4. Nilai tambah untuk aset perusahaan.

Cara Divestasi

Beberapa perusahaan menggunakan teknologi untuk memfasilitasi proses divestasi lintas departemen. Mereka memposting informasi tentang divisi yang ingin mereka jual di situs web resmi mereka sehingga perusahaan lain yang tertarik untuk membeli divisi tersebut dapat melihatnya.

Misalnya, Alcoa telah membuat ruang pamer online yang menunjukkan unit bisnis yang dijualnya. Melalui komunikasi online, Alcoa telah mengurangi biaya pembiayaan area bisnis di hotel, perusahaan transportasi, dan ruang pertemuan.

Demikianlah artikel tentang Divestasi ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan baru bagi anda, terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya :