Dropshiper Adalah : Cara Menjadi Dropshipper dan Hukum Dropship Dalam Islam

Posted on

Adalah.Co.Id Dropshiper adalah sistem yang dilakukan dengan cara pemutaran jalur, sistem ini bekerja seperti seseorang ingin menjual sesuatu namun barangnya belum dibeli atau masih ditoko, lalu bagaimana ia menjual ? seseorang bisa menjualnya ketika ia mendapat pesanan sehingga dia baru mau beli barang lalu menjualnya kembali ketika ada pesanan.

Masalahnya bagaimana menarik pembeli ? biasanya seorang dropshipper punya strategi jitu untuk menarik konsumen dengan membuat postingan berupa gambar, spesifikasi, harga dan diskon.

Pengertian Dropship lainnya adalah sistem penjualan dalam jual beli secara online / non online dengan cara si penjual tidak menstock barang, dan belum punya barang tersebut.

Namun, si penjual tersebut mengambil foto, spesifikasi lalu memostingnya dan menetapkan harganya. Dari selisih harga tersebutlah si penjual mendapatkan keuntungan. Bisa jadi saya ambil contoh seorang penjual yang mendapat pesanan, ia akan membeli terlebih dahulu barangnya seperti sepatu, si penjual mendapat sepatu dengan harga 300 ribu, lalu setelah dijual kembali bisa laku 350 ribu, disitulah selisih harga yang dijadikan keuntungan.

Dropshiper-Adalah
Gambar Sistem Kerja Dropshiper

Tentunya pertanyaan apa itu dropshipper jawabannya adalah seorang yang bermain dalam perputaran jual beli tersebut. Dropship sendiri biasanya dijalankan dengan memaksimalkan penjualan atau memosting suatu barang.

CARA MENJADI DROPSHIPPER YANG SUKSES

1. Mencari produk yang tepat untuk di jual online

  1. Menentukan produk yang akan dijual online merupakan salah satu elemen penting dalam berjualan online.
  2. Anda harus mempertimbangkannya ketika anda akan memulai bisnis dropshipping.
  3. Anda harus menemukan barang yang memiliki permintaan namun memiliki kompetisi yang dapat anda kendalikan.
  4. Beberapa hal yang harus anda pertimbangkan dalam menentukan produk :
  5. Margin keuntungan
  6. Permintaan pasar

2. Mencari suplier yang bagus

• Setelah anda menemukan produk yang tepat maka cara menjadi dropshipper selanjutnya anda harus mencari pemasok barang atau suplier yang tepat.

• Menemukan pemasok atau suplier yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam membangun keberhasilan dropshipping anda.

• Ada tiga jenis suplier atau pemasok yang harus anda pahami dalam dropshipping,

  1. Produsen, Perusahaan atau perorangan yang benar-benar membuat produk namun mereka tidak langsung menjual langsung kepada konsumen
  2. Grosir, Penjual yang langsung membeli barang dalam jumlah besar dengan produsen yang tidak menawarkan dropship.
  3. Pengecer, Penjual yang langsung menjual produk atau barang pada pasar.

3. Memilih platform penjualan

• Kini anda telah memilih produk, menemukan suplier yang tepat maka langkah selanjutnya anda harus memilih platform untuk penjualan.

• Pada saat ini banyak tempat untuk berjualan secara online seperti marketplace (OLX, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dll) atau anda dapat membuka toko online sendiri.

• Masing-masing platform tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi anda harus memilih platform yang tepat untuk bisnis dropship anda.

• Beberapa hal yang harus anda pertimbangkan sebelum anda memutuskan platform yang tepat untuk menjadi dropshipper,

  1. Apakah anda akan menggunakan beberapa platform penjualan?
  2. Berapa biaya yang akan dikeluarkan dengan menggunakan platform itu?
  3. Bagaimana cara menjual dengan menggunakan platform pilihan anda?
  4. Apa yang harus dilakukan jika terjadi pemesanan barang?

4. Mulai untuk membangun brand yang kuat

  1. Ketika anda ingin memiliki bisnis dropship yang sukses maka anda harus membangun sebuah brand atau merek yang kuat.
  2. Walau bisnis dropship anda masih baru tapi tidak ada salahnya jika anda mulai untuk membangun brand yang kuat.
  3. Anda dapat membangun brand dengan pemilihan nama toko, konten yang berkualitas, foto yang baik dan juga pelayanan yang prima.
  4. Buatlah toko online yang memberi kesan pada konsumen dan juga terlihat profesional. Selain itu beri perhatian terhadap kualitas foto produk anda.
  5. Selain dapat menarik minat konsumen tentunya ini akan membuat brand anda mudah untuk dikenal.

HUKUM DROPSHIPPER MENURUT ISLAM

Menurut hukum islam bahwa jual beli sistem dropship adalah mubah, selama tidak ada unsur yang diharamkan. Bagaimana dengan hadis larangan menjual barang bukan disisi kita ? hadis tersebut maksudnya adalah larangan barang yang belum jelas tapi sudah menjadi jual beli, misalnya menjual ikan yang masih ada dilaut atau burung yang masih ada di udara,.

Kedua jika yang dimaksud adalah terkait dengan kepemilikan, maka maksudnya tidak boleh menjual barang milik orang lain tanpa seizin yang punya. Namun jika ada izin, maka dibolehkan. Izin tersebut bisa berupa klausul perjanjian atau adat yang sudah menjadi hukum.

Asal dalam muamalah termasuk ada didalamnya maka jual beli diperbolehkan, dikecualikan ada dalil yang mengharamkan hal tersebut. Firman Allah SWT:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“… padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Surah Al Baqarah ayat 275)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

“Hai orang yang beriman! Tunaikanlah akad-akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (al-Maidah : 1)

Karena itu dibuatlah kaidah fiqhiyah;

اَلاَصْلُ فِي الْمُعَامَلاَتِ اَلاِبَاحَةُ أَوْ اَلْحِلُّ حَتَّى يَدُلَّ الدَّلِيْلُ عَلَى تَحْرِيْمِهِ

Pokok dalam urusan muamalah itu boleh atau halal sehingga ada dalil yang menunjukkan atas pengharamannya

Berikut adalah prinsip dan rambu dalam jual beli adalah sebagai berikut

1. Saling Ridha, dilarang saling mandzalimi

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلاَ تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا. –سورة النساء
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisa : 29)

2. Tidak ada unsur riba

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ * فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ. –سورة البقرة 278-279.-
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. * Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan). (QS. Al-Baqarah : 278-279)

3. Tidak ada unsur tipuan

-عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي. رواه مسلم
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya: “Apa ini wahai pemilik makanan?” sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya. Barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim, Sahih Muslim, II/267)

4. Tidak ada unsur gharar (spekulasi) dan jahalah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ. رواه مسلم
Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah saw. melarang jual beli dengan cara hashah (yaitu: jual beli dengan melempar kerikil) dan cara lain yang mengandung unsur ketidakjelasan. (HR. Muslim, Shahih Muslim, II/4)

5. Komoditas bukan yang diharamkan

Dari sahabat Jabir bin Abdullah

إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ ، وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ ، وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ . فَقَالَ « لاَ ، هُوَ حَرَامٌ » . ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عِنْدَ ذَلِكَ « قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ ، إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ

“Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung (untuk disembah atau berpotensi disembah)” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu mengenai jual beli lemak bangkai, mengingat lemak bangkai itu dipakai untuk menambal perahu, meminyaki kulit, dan dijadikan minyak untuk penerangan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh! Jual beli lemak bangkai itu haram.” Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah melaknat Yahudi. Sesungguhnya, tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjual minyak dari lemak bangkai tersebut, kemudian mereka memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 3/84).

Baca Artikel Lainnya :

Broker Adalah : Fungsi, Jenis, Gaji dan Tugas Broker

Investor Adalah : Jenis, Tugas, Keuntungan dan Tujuan Investor

Hukum Bisnis Adalah : Sumber, Ruang Lingkup, Contoh, Tujuan, Fungsi, dan Pendapat Para Ahli

Related posts: