Duodenum Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Pernahkah Anda mengalami rasa sakit di ulu hati dan bahkan muntah darah? Hati-hati, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda memiliki penyakit duodenum.

Cukup banyak yang mengaitkan masalah pencernaan tersebut dengan kebiasaan buruk seperti merokok, stres, konsumsi alkohol berlebihan dan stres. Untuk lebih jelasnya mari simak artikelnya di bawah ini.

Duodenum Adalah ?

Duodenum-Adalah

Duodenum atau biasa disebut ulkus duodenum adalah suatu kondisi di mana ada luka pada saluran pencernaan yang disebut duodenum, yang merupakan bagian atas pada usus kecil.

Duodenum ini dapat terjadi ketika permukaan saluran pencernaan rusak, yang umumnya disebabkan oleh penggunaan obat antiinflamasi non-steroid jangka panjang atau infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Duodenum atau ulkus duodenum merupakan sebuah luka yang terjadi pada dinding usus 12 jari, yang merupakan bagian pertama dari usus kecil. Cedera usus 12 jari ini dapat menyebabkan muntah darah dan mulas.

Duodenum atau luka di usus 12 jari bukan disebabkan oleh merokok, stres, atau makan makanan pedas, melainkan akibat menggunakan obat pereda nyeri nonsteroid jangka panjang atau infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Meskipun ketiga hal ini tidak disebabkan oleh makanan pedas, rokok, atau stres, mereka dapat memperburuk kondisi ini dan membuat cedera lebih sulit untuk disembuhkan.

Penyebab Penyakit Duodenum

Duodenum berhubungan dengan proses yang terjadi di saluran pencernaan. Di perut ada keseimbangan antara jumlah asam lambung yang diproduksi dan lapisan lendir yang melindungi usus dari kerusakan. Asam lambung diproduksi untuk membantu proses pencernaan makanan dan membunuh bakteri yang masuk ke lambung.

Asam lambung ini bersifat kaustik, sehingga sel-sel yang melapisi lambung dan duodenum membentuk lapisan alami lendir untuk melindungi sistem pencernaan dari asam lambung.

Ulkus muncul ketika keseimbangan ini berubah yang menyebabkan kerusakan pada lambung dan usus dua belas jari. Beberapa penyebab kerusakan lapisan lambung, yaitu:

  1. Infeksi bakteri akibat Helicobacter pylori.
  2. Penggunaan obat antiinflamasi non-steroid jangka panjang seperti aspirin, ibuprofen, diklofenak, asam mefenamat, piroksikam, dan meloxicam.
  3. Gangguan mental seperti stres.
  4. Kanker perut, kanker paru-paru, stroke, atau infeksi paru-paru.
  5. Kebiasaan merokok.
  6. Konsumsi alkohol berlebihan.
  7. Penggunaan obat-obatan lain seperti kortikosteroid, fluorourasil atau bifosfonat.
  8. Sindrom Zollinger-Ellison, di mana produksi asam lambung melebihi norma.

Gejala Penyakit Duodenum

Berikut adalah beberapa gejala dari penyait Duodenum:

  1. Nyeri di perut bagian atas atau di ulu hati sampai ke dada.
  2. Rasa sakit parah yang dapat menyebabkan seseorang terbangun di malam hari.
  3. Rasa sakit mereda setelah makan atau setelah minum obat penetral asam lambung.
  4. Rasa sakitnya hilang dan sering terjadi sebelum makan atau ketika lapar.
  5. Nafsu makan menurun.
  6. Mual dan muntah.
  7. Merasakan tidak nyaman di bagian perut.

Faktor Risiko Penyakit Duodenum

Faktor Risiko dari penyakit Duodenum diantaranya adalah:

  1. Usia lebih dari 70 tahun
  2. Suka makan makanan pedas
  3. Punya kebiasaan merokok
  4. Pernah menderita ulkus duodenum atau tukak lambung.
  5. Mengalami stres.

Pengobatan Penyakit Duodenum

Untuk mengobati penyakit Duodenum ini bisa dengan dua cara, yaitu:

1. Obat-Obatan

  • Obat-obatan untuk menetralkan asam lambung seperti antasida.
  • Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam lambung, seperti lansoprazole atau omeprazole, yang dapat diberikan selama 4-8 minggu.
  • Obat-obatan yang melindungi permukaan duodenum, seperti sukralfat.
  • Antibiotik digunakan untuk mengobati ulkus duodenum yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti pylori.

2. Merubah Gaya Hidup

  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Makanlah dalam porsi kecil.
  • Hindari kebiasaan merokok.
  • Hindari makanan atau minuman yang memicu gejala, seperti kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak, atau makanan pedas.
  • Hindari makan apa pun setidaknya tiga jam sebelum tidur.
  • Batasi konsumsi alkohol.

Pencegahan Penyakit Duodenum

Berikut adalah hal-hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit Duodenum:

  1. Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
  2. Batasi konsumsi alkohol.
  3. Terapkan pola tidur yang baik.
  4. Hindari makan apa pun setidaknya tiga jam sebelum tidur.
  5. Hindari merokok.
  6. Hindari makanan yang bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti makanan pedas, makanan asam, kopi, cokelat, dll.

Komplikasi Penyakit Duodenum

Penyakit Duodenum dapat menyebabkan komplikasi seperti:

1. Luka Pada Saluran Pencernaan

Luka ini dapat menyebabkan peradangan, jari-jari usus, pembengkakan, dan bekas luka. Bekas luka ini menghalangi jalannya makanan yang dapat menyebabkan keluhan kenyang, muntah dan penurunan berat badan yang ringan.

2. Infeksi Rongga Perut

Ulkus dapat menyebabkan lubang di dinding usus dengan 12 jari, sehingga isi usus bocor ke dalam rongga perut. Keluarnya usus ini menyebabkan infeksi parah di rongga perut yang disebut peronitis.

3. Anemia

Pendarahan ini menyebabkan pasien kehilangan darah dan menyebabkan anemia. Jika pendarahan tiba-tiba terjadi dalam jumlah besar, mereka yang terkena mungkin mengalami syok. Dalam kondisi ini, pasien harus dirawat di rumah sakit dan diberikan transfusi darah.

Diagnosis Penyakit Duodenum

Dokter mendiagnosis penyakit duodenum ini dengan melakukan wawancara medis lengkap tentang perjalanan penyakit pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dan tes pendukung yang sesuai, seperti:

  1. Tes darah lemah untuk menentukan adanya perdarahan di saluran pencernaan berdasarkan sampel tinja pasien.
  2. Sinar-X pada kerongkongan, lambung dan duodenum dengan bantuan sinar-X. Selama pemeriksaan, orang tersebut diminta untuk menelan cairan khusus yang mengandung barium untuk menunjukkan bisul lebih jelas.
  3. Pemeriksaan untuk mendeteksi bakteri seperti pylori untuk menentukan penyebab penyakit duodenum. Sampel yang akan diperiksa dapat diambil dari feses, darah, udara pernapasan, atau biopsi yang dilakukan pada saat endoskopi.
  4. Gastroskopi menggunakan alat dalam bentuk kamera tipis dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam saluran pencernaan melalui mulut dan kerongkongan untuk mendeteksi peradangan atau borok pada permukaan saluran pencernaan.

Demikianlah artikel tentang penyakit Duodenum ini, selalu jaga kesehatan anda di rumah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, Semoga bermanfaat terimakasih.