Ekonomi Kreatif Adalah : Ciri, Jenis dan Sektor Ekonomi Kreatif

Posted on

Adalah.Co.Id – Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan staf sebagai faktor produksi utama. Konsep ini sering didukung oleh penciptaan industri kreatif yang menjadi pendukungnya.

Definisi ekonomi kreatif ataupun industri kreatif (knowledge based economy) yaitu pendekatan, tren, konsep dan kegiatan ekonomi, yang terdiri dari kreativitas, inovasi, bakat, ide dan ide, dan sumber daya manusia sebagai faktor. produksi untuk pelaksanaan Resorting ke ekonomi.

Ekonomi-Kreatif-Adalah
Ekonomi Kreatif Adalah

Daripada itu bahwa ekonomi kreatif merupakan sistem kegiatan manusia yang berhubungan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa yang bernilai untuk para pelanggan.

Pengertian Ekonomi Kreatif Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah definisi ekonomi kreatif menurut ahlinya.

1. Simatupang (2007)

Pengertian industri kreatif menurut Simatupang adalah industri yang berfokus pada penciptaan dan eksploitasi kekayaan intelektual seperti seni, film, permainan atau desain mode dan melibatkan layanan kreatif antara perusahaan seperti iklan.

2. Departemen Perdagangan Republik Indonesia (2008)

Pengertian industri kreatif menurut Departemen Perdagangan adalah industri yang dihasilkan dari penggunaan kreativitas, keterampilan dan bakat individu untuk menciptakan kekayaan dan pekerjaan melalui penciptaan dan penggunaan kekuatan kreatif dan kreativitas individu.

Baca Juga : Ringkasan Adalah : Ciri, Bentuk, Tujuan, Manfaat dan Cara Membuatnya

3. Howkins (2001)

Pengertian ekonomi kreatif menurut Howkins adalah terdiri dari periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, mode, film, musik, seni pertunjukan, penerbitan, penelitian dan pengembangan (R & D), perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio video game .

4. Institute For Development Economy and Finance (2005)

Pengertian ekonomi kreatif menurut Institute For Development Economy and Finance adalah proses meningkatkan nilai tambah dari hasil riset kekayaan intelektual dalam bentuk kreativitas, keahlian dan bakat individu menjadi produk yang dapat dijual.

Ciri-ciri Ekonomi Kreatif

Ciri utama ekonomi atau industri kreatif adalah menunjukkan keunggulan kreativitas dalam memperoleh desain kreatif yang melekat di produk barang/jasa yang dihasilkan.

Ciri-ciri ekonomi kreatif, antara lain:

  1. Memiliki elemen utama kreativitas, keahlian dan bakat yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan dengan menawarkan kreasi intelektual
  2. Terdiri dari penyediaan produk kreatif secara langsung kepada pelanggan dan mendukung penciptaan nilai kreatif di sektor lain yang tidak terkait langsung dengan pelanggan
  3. Siklus hidup pendek, margin tinggi, variasi besar, persaingan kuat, dan persaingan mudah
  4. Dibutuhkan kolaborasi antara berbagai pelaku yang terlibat dalam industri kreatif antara kaum intelektual, komunitas bisnis dan pemerintah yang merupakan pra-masyarakat mendasar
  5. Berdasarkan suatu ide
  6. Pengembangan tidak terbatas di berbagai bidang bisnis
  7. Konsep yang dibuat memiliki karakteristik relatif.

Jenis dan Sektor Ekonomi Kreatif

Departemen Perdagangan Republik Indonesia (2008) dalam buku Pengembangan Industri Kreatif 2025, membagi jenis ekonomi kreatif ke dalam sektor industri atau ekonomi kreatif, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Periklanan

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan memanfaatkan medium tertentu), termasuk proses membuat, memproduksi, dan mendistribusikan iklan yang diproduksi, seperti riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi bahan iklan, promosi kampanye PR, iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), ditempelkan beberapa poster dan gambar, distribusi selebaran, brosur, buletin, brosur, iklan serupa, distribusi dan pengiriman materialis atau sampel iklan sebagai serta kolom sewa untuk iklan.

Baca Juga : Brand Ambassador Adalah : Peranan dan Manfaat Brand Ambassador

2. Arsitektur

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya, konstruksi, pelestarian bangunan cagar budaya, pengawasan bangunan dengan keseluruhan dari tingkat makro (perencanaan kota, perencanaan kota, arsitektur lansekap) hingga tingkat mikro (detail konstruksi seperti: arsitektur taman, interior Desain).
Instal Seni

Kegiatan kreatif yang terkait dengan perdagangan barang otentik, unik, dan langka serta nilai estetika artistik tinggi melalui lelang, galeri, toko, supermarket, dan Internet. Seperti: alat musik, percetakan, seni dan kerajinan, mobil, film dokumenter indie, seni rupa dan lukisan.

3. Kerajinan

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan diproduksi oleh pengrajin dari desain hingga penyelesaian produk termasuk batu mulia, alami atau sintetis, rotan, bambu, kayu, logam (Emas, perak, tembaga, perunggu, besi ), gelas, porselen, kain, marmer, tanah liat, dan peralatan makan. Produk kerajinan biasanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan untuk produksi massal).

4. Desain

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran dan juga produksi kemasan dan jasa pengepakan.

5. Fashion

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan kreasi desain pakaian, desain sepatu dan desain aksesoris mode lainnya, pembuatan pakaian dan aksesoris mode, konsultasi yang berkaitan dengan lini produk fashion dan distribusi barang-barang mode.

Kegiatan kreatif sehubungan dengan produksi video, layanan film dan fotografi, dan distribusi rekaman video dan film. Ini termasuk penulisan skenario, sulih suara film, bioskop, sinetron, dan pameran film.

6. Permainan Interaktif

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan kreasi produksi dan distribusi komputer dan video game yang mencakup hiburan, kelincahan dan pendidikan. Area bermain interaktif sebagai hiburan murni, tetapi juga sebagai sarana belajar atau pembelajaran.

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan kreasi atau komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara atau lagu.

Baca Juga : Positioning Adalah : Strategi Positioning Untuk Memenangkan Pesaing Bisnis

7. Seni Pertunjukan

Aktivitas kratif yang berhubungan dengan usaha mengembangkan konten, produksi pertunjukan (seperti: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, dan juga tur musik etnik), desain dan produksi pakaian pertunjukan, panggung dan sistem pencahayaan.

Aktivitas kreatif yang berkaitan dengan penulisan dan penerbitan buku, majalah, koran, majalah, konten tabloid dan digital, dan aktivitas kantor berita dan pembaca berita. Subsektor juga mencakup masalah perangko, bahan, uang kertas, cek, giro, surat berharga, obligasi, sertifikat saham, surat berharga lainnya, paspor, tiket pesawat dan masalah khusus lainnya.

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital dan juga kegiatan kantor berita dan pencari berita.

8. Layanan Komputer dan Piranti Lunak

Aktivitas kreatif yang berhubungan dengan pengembangan teknologi informasi didalamnya juga jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan basis data, pengembangan perangkat lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur perangkat lunak, desain infrastruktur perangkat keras dan perangkat keras dan desain portal cara merawatnya.

Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Konektivitas yang cepat dan proses globalisasi mengubah cara manusia untuk berniaga, bertukar informasi, konsumsi, dan lain sebagainya. Dalam dunia yang berubah secara dinamis ini setiap orang harus menjadi inovatif dan mengembangkan kreativitas mereka untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi.

Industri kreatif ini sebenarnya telah lama ada di Indonesia, akan tetapi di masa lalu telah disebut sebagai ekonomi informasi dan ekonomi industri. Industri kreatif sendiri baru dikenal ketika John Howkins menerbitkan buku tentang industri kreatif.

Baca Juga : Trust Adalah : Macam, Contoh, dan Kelebihan dan Kekurangan Trust

Di tahun 2005, Donna Ghelfi yang berasal dari World Intellectual Property Organization atau WIPO mewawancarai John Howkins. Ia juga menjelaskan definisi industri kreatif sebagai berikut:

”Kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.”

Jadi, industri kreatif merupakan industri yang memiliki sumber yakni menggunakan keterampilan, kreativitas, dan bakat seseorang untuk menciptakan pekerjaan dan kemakmuran dengan menciptakan dan menggunakan kekuatan kreatif dan kreatif orang tersebut.

Ekonomi kreatif di Indonesia muncul semenjak era pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Nah, pada masa pemerintahan Pak Jokowi, industri kreatif tumbuh berkat Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf yang memiliki fungsi menaungi industri kreatif di Indonesia.

Munculnya ekonomi kreatif di Indonesia tidak lepas dengan adanya MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean yang telah berkembang selama beberapa tahun. MEA dan industri kreatif diharapkan dapat mendorong perekonomian di Indonesia dengan cara-cara berikut:

  1. Membuka lapangan pekerjaan
  2. Menekan pengangguran
  3. Kompetisi dunia bisnis yang lebih sehat
  4. Masyarakat menjadi lebih kreatif
  5. Meningkatkan inovasi pada berbagai sektor.

Sekian artikel tentang Ekonomi Kreatif ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Related posts: