Electronic Control Unit (ECU) Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Hampir semua sistem kendaraan saat ini telah mengadopsi teknologi elektronik. Jadi bisa dibilang kendaraan itu seperti produk elektronik yang memiliki sirkuit utama.

Teknologi elektronik yang dimaksud diatas yaitu electronic control unit (ECU) yang dikendalikan dalam bentuk aktuator untuk menggantikan sistem mekanis seperti injektor, VVT, kipas listrik dan lain-lain.

Electronic Control Unit (ECU) Adalah ?

ECU-Adalah

Electronic control unit (ECU) adalah unit kontrol elektronik di kendaraan yang sudah menggunakan teknologi terbaru yang mengontrol sejumlah aktuator di mesin pembakaran internal seperti injeksi dan pengapian.

Singkatnya, unit control elektronik (ECU) merupakan otak dari kendaraan yang terkomputerisasi. Selain fungsinya sebagai unit kontrol, electronic control unit (ECU) juga berfungsi sebagai sistem perlindungan untuk melindungi kendaraan.

Jika sesuatu yang aneh terjadi, sensor secara otomatis mengirim sinyal ke electronic control unit (ECU) untuk mematikan semua sistem di dalam kendaraan.

Ketika datang untuk meningkatkan kinerja mesin, electronic control unit (ECU) adalah pilihan yang efisien karena hanya menghasilkan kinerja mesin yang optimal dengan memainkan variasi dalam pengaturan waktu dan campuran udara-bahan bakar.

Berdasarkan data yang direkam oleh sensor electronic control unit (ECU), perangkat ini juga memonitor kecepatan mesin, suhu cairan pendingin, sudut bukaan gas throttle dan pengukuran oksigen dalam sistem pembuangan.

Fungsi dari Electronic Control Unit (ECU)

Berikut adalah fungsi dari electronic control unit:

  1. Menyesuaikan kinerja kipas pendingin engine.
  2. Mengatur waktu pembukaan katup sesuai dengan kondisi mesin.
  3. Mengaktifkan alarm kendaraan jika terjadi kesalahan.
  4. Menentukan identifikasi kunci kendaraan.
  5. Mengatur waktu pengapian busi sesuai dengan kondisi mesin.
  6. Mengatur bukaan dan volume gas pada injektor.

Jenis-jenis Electronic Control Unit (ECU)

Ada tujuh jenis electronic control unit, yaitu:

ECM (Engine control module)

Jenis ecu ini adalah modul yang secara khusus mengatur tenaga engine. Nyalakan lilin dari awal dan injeksi bahan bakar hingga proses pendinginan.

PCM (Powertrain control module)

Ecu jenis ini secara khusus mengatur kinerja sistem penggerak kendaraan. Biasanya, modul ini memastikan aliran daya yang efisien dari mesin ke roda. Dan bentuk ini hanya tersedia pada beberapa kendaraan.

BCM (Body control module)

Jenis ecu Ini adalah modul yang secara khusus mengatur keluaran listrik tubuh seperti lampu, klakson, wiper otomatis atau manual. Dan sistem hiburan di dashboard.

TCM (Transmission control module)

Jenis ecu ini hanya tersedia untuk kendaraan dengan transmisi otomatis. Fungsinya jelas untuk mengatur torsi transmisi dan transmisi sesuai dengan putaran mesin dan kondisi berkendara.

ACM (Abs control module)

Ecu ini diposisikan pada kendaraan menggunakan teknologi pengereman ABS. Fungsinya untuk mengatur sistem pengereman agar roda tidak ketahuan atau meluncur di jalan yang licin. Modul ini juga berperan dalam berbagai sistem keselamatan seperti sistem stabilitas elektronik dan bantuan mulai bukit.

HCM (Hvac control module)

Ecu jenis ini hanya tersedia pada kendaraan dengan AC otomatis. Modul ini dapat secara otomatis mengontrol sirkulasi kabin dengan mengatur suasana di dalam dan di luar kabin.

ACM (Airbag control module)

Sistem airbag ini adalah sistem perlindungan tabrakan pasif untuk menghindari cedera pada bagian tubuh penumpang yang berbeda. Modul ini bertanggung jawab untuk pengembangan tas ini.

Prinsip Kerja Engine Control Unit (ECU)

Sensor

Sensor adalah input ke sistem kontrol elektronik (ECU), yang bertindak sebagai penyedia sinyal. Ada dua jenis sinyal sensor, yaitu sinyal analog dan sinyal diskrit. Sinyal diskrit adalah skala biner di mana hanya ON atau OFF (1 atau 0, benar atau salah), misalnya tombol. Sedangkan sinyal analog menggunakan prinsip rentang nilai antara “nol dan skala penuh”. Misalnya TPS (sensor posisi throttle) dan MAP (tekanan udara berlipat ganda).

Sinyal analog dapat berupa tegangan atau arus listrik yang sebanding dengan nilai integer mikrokontroler ECU, misalnya: Nilai akselerator ‘0% hingga 100%’ dihasilkan oleh sensor TPS dengan nilai tegangan ‘0V -. 5V ‘Nilai ini dikonversi menjadi nilai integer’ 0 – 32767 ‘.

ECU (Engine Control Unit)

Electronic control unit (ECU) terdiri dari tiga bagian utama yaitu mikrokontroler, memori sistem dan catu daya sistem. Data yang diekstraksi oleh sensor diproses dalam semua aktivitas yang terjadi di Electronic control unit (ECU) dalam aritmatika dan istilah logis, yaitu operasi logis, berurutan, timer, penghitung dan ADC serta memeriksa keseluruhan kerja sistem.

Mikrokontroler Electronic control unit (ECU), yang menghitung sinyal input dari tombol (sensor posisi poros engkol) di penghitung dan timer sehingga dapat ditentukan secara tepat kapan waktu pengapian dan jumlah bahan bakar yang sesuai akan diinjeksikan ke PTO ,

Actuator

Hasil dari data yang diproses oleh Electronic control unit (ECU) adalah output dalam bentuk sinyal digital untuk pengoperasian aktuator. Periode di mana injektor menyuntikkan bahan bakar didasarkan pada perhitungan dalam mikrokontroler Electronic control unit (ECU). Begitu juga dengan waktu penyalaan.

COM

COM bertindak sebagai Electronic control unit (ECU) untuk komunikasi dengan perangkat antarmuka lain seperti laptop, komputer atau ponsel. Nilai waktu penyalaan dan parameter injeksi dapat diubah melalui dukungan COM.

Cara Kerja Engine Control Unit (ECU)

Secara umum, kinerja Electronic control unit (ECU) persis sama dengan CPU komputer. Dalam hal ini, Electronic control unit (ECU) berkomunikasi dengan data biner dan analog untuk melakukan perhitungan. Data awal yang diterima dari sensor. Sensor adalah perangkat input yang mengirimkan data dalam bentuk sinyal analog (tegangan dengan nilai tertentu) yang menginformasikan keadaan apa yang sedang dikontrol.

Misalnya, ada sensor MAF (mass air flow) dalam sistem injeksi yang mengirimkan tegangan dengan nilai tertentu (biasanya antara 0,1 dan 4,9 V) ke Electronic control unit (ECU). Nilai tegangan memberi tahu Anda berapa banyak udara yang mengalir melalui sensor. Electronic control unit(ECU) menggunakan sensor ini untuk mendeteksi massa udara yang memasuki mesin.

Selain itu, Electronic control unit (ECU) menerima beberapa data dari sensor lain yang terpengaruh. Data tersebut kemudian diproses untuk mencari tahu berapa banyak bensin yang harus dikeluarkan. Hasil perhitungan ini diubah menjadi tegangan dengan rentang tertentu dan dikirim ke injektor.

Ketika injektor menerima tegangan dari Electronic control unit (ECU), injektor terbuka secara otomatis dan bensin bocor. Interval yang diharapkan adalah periode di mana injektor menerima tegangan. Semakin lama injektor menerima tegangan dari Electronic control unit (ECU), semakin lama injektor terbuka dan semakin banyak bensin dilepaskan.

Beginilah cara Electronic control unit (ECU) bekerja. Electronic control unit (ECU) tidak dapat berfungsi tanpa sensor dan aktuator. Sama seperti komponen perangkat komputasi, komputer tidak dapat digunakan tanpa input dan output perangkat keras.

Demikianlah artikel tentang Electronic Control Unit (ECU) ini, semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi anda tentang dunia otomotif, terimakasih.

Baca Juga >>>

Related posts: