Epidermis Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Ada beberapa jenis lapisan kulit pada manusia dan tumbuhan yang berfungsi untuk melindungi kulit manusia dan tanaman dari hal yang bisa membuat nya rusak akibat serangan dari luar.

Salah satu jenis lapisan tersebut yaitu jaringan epidermis yang menempel di bagian paling luar kulit manusia dan pada juga tanaman. Untuk lebih jelasnya mari simak artikel tentang jaringan epidermis dibawah ini.

Epidermis Adalah ?

Epidermis-Adalah

Jaringan epidermis adalah jaringan tubuh tumbuhan yang letaknya diluar. Jaringan epidermis meliputi seluruh tubuh manusia dan tanaman dari akar melalui batang ke daun (pada tanaman).

Biasanya epidermis hanya terdiri dari satu lapisan sel padat dan rata. Fungsi jaringan epidermis adalah jaringan pelindung dan tempat pertukaran zat.

Jaringan daun epidermis ada di permukaan atas dan bawah daun. Jaringan daun epidermis tidak memiliki kloroplas, kecuali stomata yang menutupi bagian seluler.

Epidermis melindungi dari kehilangan air melalui penguapan (pembatasan keringat), kerusakan mekanis (Diinjak-injak), perubahan suhu dan hilangnya makanan (angin, hujan, dll).

Epidermis biasanya terdiri dari lapisan sel tunggal, tetapi pada beberapa tanaman sel-sel protodermal dalam daun membelah dengan bidang pembagi yang sejajar dengan permukaan (periklinal), dan turunannya kembali berbagi dengan epidermis multilayer yang dihasilkan.

Sebagian besar terdiri dari sel-sel yang tidak terspesialisasi bentuk dan ukuran struktur sel epidermis bervariasi tergantung pada jenis tanaman. Tapi semua rapat satu dengan lainnya.

Fungsi Epidermis

Berikut adalah fungsi dari jaringan epidermis:

1. Menggantikan Sel Kulit Mati

Ada sekitar 30.000 hingga 40.000 sel mati di permukaan kulit setiap menit. Jaringan epidermis bertanggung jawab untuk memproduksi sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel mati ini.

2. Menangkal Paparan Sinar Matahari Langsung

Epidermis tidak hanya berperan dalam warna kulit. Sel-sel ini juga berguna untuk melindungi tubuh dari paparan sinar matahari yang berlebihan. Kulit yang terkena sinar matahari terlalu lama dapat menyebabkan penuaan dini, keriput dan peningkatan risiko kanker kulit.

3. Dapat Menghasilkan Vitamin D

Ada sel-sel di epidermis kulit yang disebut keratinosit. Sel-sel ini menghasilkan vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari. Vitamin D kemudian akan berperan dalam membantu tubuh memenuhi kebutuhan kalsium.

4. Merubah Warna Kulit

Selain memproduksi sel kulit baru, jaringan epidermis juga memproduksi sel melanosit. Sel-sel ini mengandung pigmen yang berperan dalam menentukan warna kulit.

Kulit gelap tergantung pada jumlah pigmen dalam sel kulit melanosit. Jika Anda memiliki kulit gelap, itu berarti jumlah pigmen dalam sel Anda tinggi. Sinar matahari dan paparan rasial adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah sel melanosit di kulit.

5. Melindungi Tubuh

Fungsi utama jaringan epidermis adalah untuk mencegah kuman atau zat berbahaya yang dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam tubuh. Jaringan epidermis juga mencegah dehidrasi dengan mengurangi penguapan air melalui kulit.

Macam-macam Epidermis

Berikut adalah macam-macam dari epidermis:

1. Gabus Silica dan Sel Silika

Sel Silika ini mengandung kristal silikon dioksida, tetapi sel gabus mengandung (simpanan suberine). 2 sel ini akan selalu bersama yang umumnya ditemukan di tulang daun gramina.

2. Sel Kipas atau Bulliform

Berbagai sel cukup besar untuk sel epidermis, vakuola besar, lapisan tipis atau bahkan air. Sel kipas berfungsi untuk membuka dan menutup pintu sel.

3. Trikoma

Trikoma merupakan tonjolan epidermis yang terdiri dari 1 atau lebih sel dan sering digunakan sebagai fitur taksonomi keluarga. Keuntungan trikoma pada tanaman adalah mereka memantau penyakit yang juga datang dari luar atau menghambat penguapan.

4. Stomata

Stomata merupakan access atau dua sel penutup. Di sel penutup, dua sel yang memiliki bentuk spesifik mengapit celah. Stomata juga terjadi pada daun, rimpang, batang, hiasan bunga, ovarium atau biji. Posisi stomata bisa sejajar dengan lapisan atau depresi epidermis.

5. Litokis

Litokis yaitu epidermis normal dengan perkembangan batin khusus. Sel yang juga mengandung kalsium karbonat, sering disebut sebagai sistol.

6. Rambut Akar

Rambut Akar ini berupa metamorfosis epidermis yang mempengaruhi penyerapan air di tanah yang berguna untuk menyuburkan sel-sel yang ada di dalamnya.

Peranan Epidermis

Berikut adalah peran dari jaringan epidermis:

1. Penampungan Cadangan Air

Sel-sel epidermis juga memiliki protoplasma, yang akan menjadi datar dan lebar. Ini adalah salah satu tangki air untuk tanaman. Ketika musim panas tiba.

Akan ada kadar air yang tidak cukup di tanah, sehingga air yang disimpan dalam protoplasma akan dikeluarkan dan kemudian diangkut ke daun untuk pencernaan fotosintesis.

2. Menanggulangi Penguapan

Fungsi epidermis selanjutnya adalah seperti jaringan untuk melakukan proses transparansi atau bahkan penguapan air dari tanaman. Keuntungan ini digunakan oleh stomata, yang selain trikoma juga merupakan bagian dari epidermis.

Ketika suhu udara naik, stomata di jaringan epidermis menjadi kencang, sehingga proses transparansi tanaman dapat diatur, tetapi ketika suhu melemah, stomata juga menawarkan ruang yang sangat besar sehingga sedikit air dapat dibuang ke udara atau tidak mengeras di jaringan tanaman.

3. Pengambilan Zat Air

Epidermis yang ditemukan di akar juga dapat berfungsi sebagai sumber air dan nutrisi di tanah. Manfaat ini banyak digunakan, terutama digunakan untuk trikoma yang diubah menjadi akar tipis.

4. Melindungi Semua Bagian Tumbuhan

Fungsi yang paling efektif adalah melindungi semua organ tanaman, dimulai dengan akar, batang atau daun dari berbagai situasi dan dampak lingkungan eksternal. Sel-sel, yang juga tersusun dalam barisan yang teratur, melindungi organ-organ internal tubuh tumbuhan.

Terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembaban, infeksi oleh patogen saat ini, tanda-tanda tampak bahwa jaringan mengandung permukaan yang lebih keras bila dibandingkan dengan jaringan di sisi lain, yang diisi dengan rambut akar, sel kipas atau duri (duri).

Ciri-ciri Epidermis

Berikut adalah ciri-ciri dari jaringan epidermis:

  1. Pengaturan sel padat tanpa ruang antara sel.
  2. Vakuola berukuran besar dan dapat mengandung anthocyanin.
  3. Dinding sel bervariasi tergantung pada lokasi dan jenis tanaman.
  4. Ada sitoplasma hidup yang mengandung kristal garam, kristal silikat dan garam minyak.
  5. Tidak ada kloroplas, kecuali di tutup sel.

Cara Merawat Epidermis

Berikut adalah cara untuk merawat jaringan epidermis agar tetap sehat:

1. Jagalah Kebersihan Kulit

Gunakan air hangat dan sabun yang terpercaya saat mandi untuk membersihkan kulit dari kotoran. Jangan mandi terlalu lama, karena minyak alami yang terkandung di kulit bisa hilang.

Setelah selesai, keringkan kulit dengan mengusap dengan lembut menggunakan handuk lembut. Lalu oleskan pelembab ke seluruh tubuh, termasuk wajah.

2. Hindari Merokok

Rokok mengandung banyak zat yang tidak hanya berbahaya bagi kulit, tetapi juga untuk kesehatan umum. Salah satu efek negatif dari merokok pada kulit adalah penyempitan pembuluh darah di jaringan epidermis. Ini membuat kulit tampak kusam dan mudah rusak.

Efek lain yang dapat muncul pada kulit saat merokok adalah kulit terlihat tua dan berkerut serta mengurangi fleksibilitas. Selain itu, Anda semakin berisiko terkena kanker kulit. Jadi berhentilah merokok dan hindari merokok mulai sekarang. Selain itu, hindari juga mengkonsumsi alkohol.

3. Konsumsilah Makanan Bergizi

Jaringan epidermis dan bagian kulit lainnya membutuhkan banyak jenis nutrisi agar tetap sehat. Salah satunya adalah vitamin C. Di kulit, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas. Vitamin C juga melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat merusaknya.

Anda bisa mendapatkan beragam manfaat kulit vitamin C dari buah-buahan dan sayuran seperti jeruk, jambu biji, brokoli, dan cabai. Selain vitamin C, seng, beta-karoten, protein, omega-3, lutein, vitamin E dan vitamin D adalah nutrisi yang juga berperan dalam kesehatan kulit. Beberapa nutrisi ini dapat diperoleh dari minyak zaitun dan tomat, ubi, telur, teh hijau dan ikan.

4. Hindari Sinar Matahari secara Langsung

Pada dasarnya, sinar matahari baik untuk kulit karena dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun, sinar matahari tidak selalu baik untuk kulit.

Waktu terbaik untuk terkena sinar matahari yang sehat adalah 9:00 pagi. Hindari terkena sinar matahari di luar 11:00 pagi. Karena pada saat itu intensitas sinar UVB tinggi dan baik.

Paparan sinar UVB dapat menyebabkan keriput di kulit, bintik-bintik penuaan dan bintik-bintik hitam dan peningkatan risiko kanker kulit. Jika Anda sering melakukan aktivitas di luar ruangan saat matahari hangat, lindungi kulit Anda dengan tabir surya, topi, kacamata hitam, dan pakaian tertutup.

Demikianlah artikel tentang Epidermis ini, Selain berbagai pilihan yang disebutkan di atas, juga perlu untuk mempertahankan jaringan epidermis yang sehat dengan mengurangi stres, cukup tidur, berolahraga secara teratur dan minum banyak air, Semoga bermanfaat terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>