Epistemologi Adalah : Ruang Lingkup, Tujuan, dan Landasannya

Posted on

Adalah.Co.Id – Epistemologi adalah inti sentral setiap pandangan dunia. Ia merupakan parameter yang bisa memetakan, apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin menurut bidang-bidangnya, apa yang mungkin diketahui dan apa yang harus diketahui, tetapi lebih baik tidak tahu dan apa yang tidak tahu sama sekali. Epistemologi dengan demikian dapat digunakan sebagai filter untuk objek pengetahuan. Tidak semua benda perlu dieksplorasi dengan pengetahuan manusia.

Epistemologi ini juga dapat menentukan jalur dan arah pemikiran manusia. Seseorang yang selalu cenderung menjelaskan sesuatu dengan menyimpang dari teori umum secara detail, mengatakan ia menggunakan pendekatan deduktif. Sebaliknya, ada kecenderungan untuk memulai dari gejala yang sama, dan kemudian secara umum kesimpulan dapat ditarik, yang berarti bahwa ia menggunakan pendekatan induktif.

Epistemologi ilmiah ini pada dasarnya adalah kombinasi dari pemikiran rasional dan empiris. Kedua cara berpikir digabungkan dalam studi tentang fenomena alam untuk menemukan kebenaran, karena sains dalam epistemologi menggunakan dua kemampuan manusia untuk mempelajari alam, yaitu pikiran dan indera. Karena itu, epistemologi adalah upaya untuk menafsirkan iman dan membuktikan bahwa kita sadar akan realitas lain dari diri kita sendiri. Upaya untuk menafsirkan adalah penerapan pemikiran rasional, sedangkan upaya untuk membuktikannya adalah penerapan pemikiran empiris.

Epistemologi-Adalah
Epistemologi Adalah

Salah satu bagian terpenting dari sains adalah studi tentang epistemologi dalam kaitannya dengan keberadaan sains. Studi tentang epistemologi berkaitan dengan pertanyaan pengetahuan. Dalam pembahasan teori ilmiah, epistemologi dikenal sebagai subsistem filsafat. Epistemologi adalah epistemologi yang melibatkan memperoleh pengetahuan dari objek yang ingin Anda pikirkan.

Dalam epistemologi sederhana orang juga berbicara tentang epistemologi (teori pengetahuan). Pengetahuan dalam arti upaya sadar dalam proses atau kesimpulan tentang kebenaran suatu hal. Secara etimologis, istilah epistemologi berasal dari bahasa Yunani dan berarti pengetahuan, dan logo berarti teori. Epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang meneliti sumber atau sumber, struktur, metode, dan validitas pengetahuan.

Ruang Lingkup Epistemologi

M. Arifin menjelaskan ruang lingkup epistemologi, termasuk sifat, sumber, dan validitas pengetahuan. Mudlor Achmad dibagi menjadi enam aspek, yaitu alam, elemen, tipe, alas, batas dan tujuan pengetahuan. Bahkan, AM Saefuddin mengatakan, epistemologi melibatkan pertanyaan yang perlu dijawab, pengetahuan apa, dari mana asalnya, apa itu, bagaimana mengembangkan pengetahuan yang benar, apa yang benar, apakah mungkin , benar Memperoleh pengetahuan tentang apa yang bisa kita ketahui dan sejauh mana. Semua pertanyaan ini dapat diringkas dalam dua masalah utama. masalah sumber pengetahuan dan masalah kebenaran sains.

M. Amin Abdullah memperkirakan bahwa studi epistemologis seringkali terbatas pada konsepsi asal atau sumber konseptual dari pengetahuan konseptual filosofis. Sementara Paul Suparno menyatakan bahwa epistemologi memiliki banyak hal untuk dikatakan tentang apa yang merupakan pengetahuan ilmiah. Sementara itu, aspek lain dari diskusi epistemologi diabaikan, atau setidaknya tidak dipertimbangkan secara memadai.

Baca Juga : Konsinyasi Adalah : Keuntungan dan Kerugian dari Sistem Konsinyasi

Kecenderungan sepihak ini memberi kesan bahwa pembahasan epistemologi terbatas pada sumber dan metode pengetahuan, dan epistemologi sering diidentifikasi hanya dengan metode pengetahuan. Selain itu, ketika secara sistematis dikaitkan dengan ontologi dan aksioma, ada kecenderungan untuk menyederhanakan pemahaman, sehingga menafsirkan epistemologi sebagai metode berpikir, ontologi sebagai objek pemikiran, dan aksiologi sebagai hasil berpikir, sehingga selalu dengan nilai positif dan negatif. terkait. Faktanya, metode pengetahuan hanyalah bagian dari ruang lingkup bidang epistemologis.

Tujuan Epistemologi

Dalam filsafat terdapat objek material dan objek formal. Objek material adalah sarwa-yang-ada, yang secara garis besar meliputi hakikat Tuhan, hakikat alam dan hakikat manusia. Sedangkan objek formal adalah upaya radikal untuk mencari informasi (sedalam mungkin sampai ke akarnya) tentang objek material filsafat.

Menurut Jujun S. Siroumatri, tujuan epistemologi ini adalah “seluruh proses upaya kami untuk mendapatkan pengetahuan”. Sadarilah tujuannya. Tanpa tujuan, tidak mungkin mewujudkan tujuan, sebaliknya, tanpa tujuan tidak diarahkan sama sekali.

Baca Juga : Haul Adalah : Tata Cara, Asal Usul Haul dan Hukum Haul Menurut Al-Qur’an

Tujuan epistemologi menurut Jacques Martain adalah: “Tujuan epistemologi bukanlah hal utama untuk menjawab pertanyaan tentang mengetahuinya, tetapi untuk menemukan kondisi yang memungkinkan saya mengetahuinya.” Ini menunjukkan bahwa epistemologi tidak dimaksudkan untuk memperoleh pengetahuan, meskipun situasi ini tidak dapat dihindari, tetapi fokus tujuan epistemologis lebih penting daripada memiliki potensi untuk mendapatkan pengetahuan.

Landasan Epistemologi

Kholil Yasin menyebut pengetahuan dengan sebutan pengetahuan biasa (ordinary knowledge), sedangkan ilmu pengetahuan dengan istilah pengetahuan ilmiah (scientific knowledge). Ini sebenarnya hanyalah nama lain. Selain istilah pengetahuan dan pengetahuan umum, itu juga bisa disebut pengetahuan sehari-hari atau pengalaman. Istilah-istilah tersebut hanya merupakan pengayaan dari istilah tersebut, sementara substansinya relatif sama, walaupun ada juga yang memperburuk perbedaan, misalnya antara sains, dengan menelusuri akar sejarah dari dua kata, sumbernya, batas, dan seterusnya.

Baca Juga : Agama Adalah : Unsur-unsur, Tujuan dan Fungsi Agama

Metode ilmiah berperan dalam transformasi dari bentuk pengetahuan menjadi sains. Apakah pengetahuan dapat menjadi ilmu tergantung pada metode ilmiah, karena metode ilmiah menjadi standar untuk mengevaluasi dan mengukur kelayakan suatu ilmu. Fenomena pengetahuan logis yang tidak empiris atau termasuk dalam sains, tetapi mencakup bidang filsafat. Dengan demikian, metode ilmiah selalu didukung oleh dua pilar pengetahuan, yaitu hubungan dan fakta secara keseluruhan.

Sekian artikel tentang epistemologi ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Related posts: