Estetika Adalah : Contoh, Fungsi dan Teori Estetika

Posted on

Adalah.Co.IdEstetika adalah  bidang ilmu yang mempelajari dan membahas tentang keindahan,  bagaimana keindahan tersebut bisa disadari dan dirasakan oleh manusia serta bagaimana suatu keindahan dapat terbentuk.

estetika” secara etimologis, berasal dari bahasa Latin “aestheticus” atau bahasa Yunani “aestheticos” yang memiliki arti hal-hal yang dapat diserap oleh panca indera manusia. Ada orang yang menyebutkan  arti estetika merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang keindahan yang terdapat di dalam seni dan alam semesta.

Estetika Adalah
Estetika Adalah

PENGERTIAN ESTETIKA MENURUT PARA AHLI

1. Bruce Allsopp

estetika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari soal proses dan aturan dalam penciptaan suatu karya seni Menurut Bruce Allsopp (1977), yang diharapkan bisa menimbulkan perasaan positif bagi orang yang melihat dan merasakannya.

2. Herbert Read

 estetika adalah kesatuan dan hubungan bentuk yang ada di antara pencerapan indrawi manusia Menurut Herbert Read. manusia biasanya menganggap estetika adalah seni, yang selalu mengandung nilai keindahan. Pandangan seperti ini sebenarnya salah dan justru membuat masyarakat kesulitan dalam mengapresiasi seni.  seni tidak selalu mengandung nilai keindahan  menurut pendapat Herbert Read.

Baca Juga : Seni Adalah : Fungsi, Macam macam, Konsep dan Tujuan

3. J. W. Moris

Menurut J. W. Moris, pengertian estetika sama dengan seni karena estetika dapat dikenakan pada berbagai objek, baik yang indah maupun tidak. Selanjutnya, Moris juga menyebutkan bahwa estetikan adalah suatu objek seni (art).

4. Dra. Artini Kusmiati

pengertian estetika adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan sensasi keindahan yang baru bisa dirasakan seseorang jika terjalin perpaduan yang harmonis antar elemen yang ada dalam suatu objek Menurut Dra. Artini Kusmiati,.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, istilah estetika memiliki dua arti. Estetika merupakan suatu cabang filsafat yang membahas dalam bidang nilai keindahan, seni,  dan tanggapan manusia terhadapnya. Estetika juga dapat didefinisikan sebagai kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan.

DAN MENURUT PARA PAKARNYA

  1. Estetika adalah segala sesuatu dan kajian terhadap hal-hal yang berkaitan dengankegiatan seni (kattsoff, Element of Philosophy, 1993)
  2. Estetika merupakan suatu telaah yang berkaitan dengan penciptaan, apresiasi, dankritik terhadap karya seni dalam konteks keterkaitan seni dengan kegiatan manusiadan peranan seni dalam perubahan dunia (Van Mater Ames, Colliers Encyclopedia,VOL.1)
  3. Estetika merupakan kajian filsafat keindahan dan juga keburukan (Jerome Stolnitz,Encylopedia of Philoshopy, Vol. 1-.2. Estetika adalah suatu ilmu yang mendalami segala sesuatu yang berkaitan dengan seni keindahan, mempelajari semua aspek yang disebut keindahan (A. A. Djelantik,Estetika Suatu Pengantar, 1999)
  4.  segala hal yang berhubungan dengan sifat dasar nilainilai nonmoralsuatu karya seni disebut dengan Estetika  (William Haverson, dalam Estetika Terapan, 1989)
  5.  cabang filsafat yang berkaitan dengan proses penciptaan kayaestetis merupakan Estetika (Jhon Hosper, dalam Estetika Terapan, 1989)
  6. Estetika adalah fisafat yang membahas esensi dari totalitas kehidupan estetik danartisrtik yang sejalan dengnan zaman (Agus Sachari, Estetika terapan, 1989).

CONTOH ESTETIKA

Contoh: Dia tidak cantik, tapi menarik untuk dilihat. Hal ini bisa jadi diartikan bahwa indah itu merupakan salah satu bentuk kategori dalam lingkupnya. Dimana suatu nilai estetis itu merupakan kemampuan dari sesuatu benda untuk menimbulkan suatu pengalaman estetis.  benda dapat dikatakan indah bila bentuknya menyebabkan saling mempengaruhi dan membuat tertarik secara harmonis, diantara imajinasi dan pengertian (pikiran).

Baca Juga : Motif Adalah : Contoh, Jenis serta Perbedaan Motif dan Motivasi

Keindahan bersifat subjektif objektif. Setiap manusia mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda tergantung relativitas pemahaman yang dimiliki. Tingkat ketajaman  suatu bentuk estetika tergantung dari latar belakang budayanya atau tingkat terlibatnya proses pemahaman, dalam hal ini melibatkan aspek psikologi, histories, sosial, dan lingkungan.

Contoh: kain batik , kain batik digunakan oleh orang namun batik masih memiliki keindahan yang disukai banyak orang di indonesia maupun di dunia

Contoh Nilai Estetika:Apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan. Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Kita tidak bisa memaksakan bahwa luikisan itu indah.

FUNGSI DAN TEORI ESTETIKA
A. Fungsi Estetika

sekarang kita akan membahas mengenai apa saja fungsi dari estetika ini. estetika sendiri mempunyai arti suatu seni tentang keindahan. estetika sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. dalam kita menilai segala seusuatu yang baik atau yang buruk dengan menggunaka estetika ini.

 suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan merupakan Ilmu estetika , mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan. Namun disini bukan hanya keindaan suatu karya, yang dimaksudkan adalah segala sesuatu tentang aspek kehidupan yang berhubungan tentang keindahan, entah itu pengetahuan, kejiwaan, emosi, dll. estetika ini juga dapat kita gunakan untuk menilai suatu hal yang memang itu dianggap baik atau buruk dalam kehidupan sehari-hari.

B. Pada dasarnya Teori Estetika  dapat dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

1. Teori Estetik Formil

Banyak berhubungan dengan seni klasik dan pemikiran-pemikiran klasik. Teori ini menyatakan bahwa keindahan luar bangunan menyangkut persoalan bentuk dan warna. Teori menganggap  keindahan merupakan suatu hasil formil dari lebar, ketinggian ukuran (dimensi) serta warna. Rasa indah merupakan emosi langsung yang diakibatkan oleh bentuk tanpa memandang konsep-konsep lain. Dalam teori ini meminta suatu konsep ideal yang absolut yang ditujukan oleh bentuk-bentuk indah, bertujuan pada mistik.

Baca Juga : Tradisi Adalah : Contoh Tradisi Serta Perbedaan Tradisi dan Budaya

2. Teori Estetik Ekspresionis

Teori menyebutkan bahwa keindahan tidak selalu terjelma dari bentuknya tetapi dari maksud dan tujuan atau ekspresinya. Teori ini menganggap bahwa sesungguhnya untuk keindahan suatu karya seni yang mayoritas tergantung pada apa yang diekspresikannya. Dalam arsitektur keindahan bisa kita hasilkan dengan ekspresi yang paling sempurna antara kekuatan gaya tarik dan kekuatan bahan (material). Kini anggapan dasar utama keindahan arsitektur adalah ekspresi fungsi atau kegunaan suatu bangunan.

3. Teori Estetik Psikologis

Menurut Teori ini keindahan mempunyai 3 aspek :

  1. Keindahan dalam arsitektur merupakan irama yang sederhana dan mudah. Dalam arsitektur pengamat merasa dirinya mengerjakan apa yang dilakukan bangunan dengan cara sederhana, mudah dan luwes.
  2. Keindahan merupakan akibat dari emosi yang hanya dapat diperlihatkan dengan prosedur Psikoanalistik. Karya seni mendapat kekuatan keindahannya dari reaksi yang berbeda secara keseluruhan.
  3. Keindahan merupakan akibat rasa kepuasan si pengamat sendiri terhadap obyek yang dilihatnya.
  • MENURUT Immanuel Kant membagi teori estetika menjadi empat bagian, yaitu: Teori Disinterestedness
  • Karya seni identik dengan keindahan murni tanpa dikotori oleh kepentingan dan keinginan praktis manusia. Menikmati keindahan suatu objek seni harus kita hilangkan  kepentingan hidup sehari-hari jauh lebih penting ya seperti keinginan/hasrat untuk memiliki, menguasai, memantafaatkan apalagi jika kepentingan tersebut memiliki issue yang sensitif seperti: politik, dikte moral, kepercayaan dan kegunaan praktis lainnya.

Masih berhubungan dengan teori disinterestedness. Jika dalam teori tanpa pamrih tadi manusia merisaukan antara kenyataan dan keindahan murni dengan keberadaan objek nyata, maka objek keindahan dan objek benda nyata juga dapat dibedakan. Objek keindahan tidak ada lagi sangkutpautnya kepentingan personal yang spesifik. 

Teori Esensialitas

Prinsip ini menegaskan bahwa jika seseorang menilai sesuatu indah, maka dia sedang membicarakan sesuatu yang memberikan kesenangan yang muncul dari kemampuan manusia umumnya. Mendatangkan kesenangan pada seseorang dapat juga mendatangkan kesenangan bagi orang lain, karena setiap manusia pada suatu titik memiliki kemampuan dasar kesenangan yang sama.

Teori Bentuk Tujuan

Jika ketiga teori sebelumnya saling berhubungan dengan subjek yang mengalami keindahan dan kita bisa melihat teori keempat mengenai objek keindahan itu sendiri, maka dalam teori ini Kant berpendapat bahwa keindahan yang mendatangkan rasa senang hal tersebut muncul dengan adanya suatu hubungan dengan bentuk sebagai stimulus keindahan. Karya seni selalu berupa wujud, suatu bentuk. Setiap bentuk karya seni adalah hasil dari aktivitas manusia yang memiliki tujuan. Manusia menciptakan karya seni dengan tujuan tertentu.

Related posts: