Filtrasi Adalah : Prinsip Kerja, Jenis dan Contohnya

Posted on

Adalah.Co.Id – Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang filtrasi atua penyaringan yang sering kita lakukan sehari – hari bahkan di dalam rumah tepatnya di dapur. Apabila kita membicarakan tentang suatu cara pemisahan campuran maka tidak lepas dari pembahasan pemisahan secara kimia atau secara fisik. Salah satu cara atau teknik pemisahan secara fisik yang sangat sering kita dengar atau populer adalah dengan cara filtrasi atau penyaringan.

Campuran sendiri merupakan gabungan dari dua atau lebih zat, campuran ini bisa terdiri dari beberapa unsur ataupun senyawa. Komponen – komponen yang menjadi penyusun dari suatu campuran tersebut bisa di pisahan menurut sifat fisika zat yang menyusunnya.

Ada dua macam campuran yakni campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran heterogen masih bisa kita bedakan komponennya dengan kasat mata sehingga kita bisa mengetahui komponen penyusun tanpa harus melakukan tindakan yang khusus.

Filtrasi-Adalah
Filtrasi Adalah

Pengertian Filtrasi

Filtrasi adalah sebuah metode atau sebuah cara pemisahan secara fisik atau lebih kita kenal dengan cara penyaringan yang di lakukan untuk bisa memisahkan anatara padatan dan cairan. Cairan yang di dapatkan setelah penyaringan itu kita kenal dengan sebuah fitrat, sedangkan padatan yang tertinggal ketika di saring kita sebut residu atau ampas. Dalam proses penyaringan atau filtrasi ini tidak hanya cairan yang kita inginkan, sering kali residu atau ampas yang kita inginkan dari proses ini.

Prinsip Kerja Filtrasi

Karena prinsip dasar dari penyaringan ini sangat sederhana yakni menyaring molekul – molekul padatan yang tercampur dalam larutan, maka tingkat kemurnian dari fitrat yang di hasilkan atau di dapatkan dari proses filtrasi ini sangat bergantung pada kualitas dan ukuran pori dari filter atau penyaring yang kita gunakan.

Untuk cara penyaringan dimana jika yang kita inginkan di hasil akhir adalah residu atau ampas umumnya di perlukan langkah selanjutnya yaitu pengeringan supaya semua cairan yang masih tersisa dalam padatan akan menguap.

Terdapat beberapa cara atau metode yang bisa kita gunakan dalam proses filtrasi. Jenis dari metode yang akan di gunakan tergantung pada apakah padatan akan dilarutkan dalam cairan atau tersuspensi atau partikular.

Jenis-jenis Filtrasi atau Pemisahan Kimia

Filtrasi Umum

Filtrasi umum adalah sebuah bentuk filtrasi yang sangat dasar yang merupakan proses penyaringan dengan menggunakan grafitasi untuk bisa menyaring campuran. Cara kerja filtasi jenis ini adalah dengan menuangkan campuran dari atas ke dalam saringan dan dengan adanya gravitasi maka akan membuat cairan akan tertarik ke bagian bawah. Dengan begitu maka padatan atau residu akan tertinggal di dalam saringan atau filter.

Filtasi Vakum

Cara yang di gunakan untuk melakukan filtrasi jenis ini adalah dengan menggunakan selang dan labu bucher yang kita gunakan untuk bisa menarik vakum penyedot cairan melalui saringan. Proses ini akan membuat lebih cepat pemisahan anatara ampas dan cairan.

Cara yang satu ini sangat cocok untuk kita yang menginginkan hasil akhir berupa residu atau ampas. Cara yang satu ini menggunakan pompa untuk bisa membentuk perbedaan pada dua sisi saringan atau filter.

Filtrasi Panas

Filtrasi atau penyaringan jenis ini, larutan, corong dan filter akan di panaskan untuk mengurangi pembentukan kristal selama poses penyaringan. Corong ber-uap ini di pakai karena daerah permukaan untuk di tumbuhi kristal sangat terbatas. Cara penyaringan jenis ini di gunakan saat kristal akan menyumbat saluran untuk mencegah terjadinya kristalisasi pada komponen kedua di dalam campuran.

Filtrasi Dingin

Filtrasi jenis ini berguna untuk bisa mendinginkan larutan dengan cepat dan mendorong proses terbentuknya krista kecil. Cara ini kita gunakan ketika awal padatan lalu baru di larutkan. Biasanya cara ini dilakukan dengan menempatkan wadah dan larutannya di dalam bak es sebelum proses penyaringan atau filtasi.

Contoh Filtrasi

Filtrasi sangat banyak sekali kita temui dalam kehidupan sehari – hari, salah satunya adalah proses dalam pembuatan santan atau saat kita membuat kopi. Dimana untuk bisa mendapatkan keduanya maka kita harus terlebih dahulu melakukan penyaringan atau filtrasi untuk bisa memisahkan ampas kelapa atau juga bubuk kopi dari cairan santannya atau kopinya.

Selain kedua kegiatan tersebut, di dalam tubuh kita juga juga terjadi filtrasi atau penyaringan, lebih tepatnya terjadi di dalam organ ginjal. Darah yang masuk ke dalam ginjal maka akan di saring oleh glomerulus untuk bisa memisahkan antara molekul penting dan yang tidak penting bagi tubuh.

Hasil yang merupakan molekul penting bagi tubuh yang tersaring akan di serap kembali ke dalam tubuh, sedangkan yang tidak berguna bagi tubuh akan di keluarkan melalui urin saat kita buang air kecil.

Contoh lain dari filtrasi atau penyaringan antara lain adalah :

  1. Berbagai industri yang menggunakan cara atau filtrasi pada awal penanganan limbah yang mereka hasilkan.
  2. Pembuatan minuman jenis wine, anggur dan wishky yang juga menggunakan metode atau cara ini sebelum pemurnian atau distilasinya.
  3. Penyaringan atau filtrasi pada debu AC yang juga masih menggunakan cara atau metode ini.

Cara pemisahan campuran dengan penyaringan atau fitrasi ini adalah proses fisika sehingga tidak bisa di gunakan untuk memisahkan campuran yang homogen atau sejenis.

Demikian beberapa jenis cara filtrasi atau penyaringan yang ada dalam proses filtrasi lengkap dengan pengertiannya. Pada dasarnya penyaringan atau filtrasi mempunyai prinsip yang amat sangat sederhana yakni menyaring molekul – molekul padatan yang tercampur di dalam larutan.

Dalam cara ini, tingkat dari kemurnian fitrat yang akan di dapatkan dari hasil filtrasi ini sangat di pengaruhi oleh kualitas dan ukuan dai pori – pori filter atau media penyaring yang kita gunakan. Sepeti yang sudah kita ketahui bersama bahwa proses filtrasi ini umumnya merupakan proses yang kurang sempurna karena terkadang beberapa cairan masih bisa tertinggal dalam media penyaring atau di dalam filtar.

Jika begini ketika kita menginginkan residu atau ampas pada hasil akhir maka kita harus melanjutkan dengan proses pengeringan supaya semua cairan yang ada dalam padatan menguap dengan sempurna.

Biasanya dalam beberapa keadaan atau situasi, terdapat cara atau metode pemisahan yang lebih baik dari cara filtrasi atau penyarigan ini. Akan tetapi hal ini hanya berlaku untuk jenis yang sangat kecil di mana sangat sulit untuk mengumpulkan filtratnya karena media penyaring bisa teralu banyak menyerap cairan.

Kendala atau gangguan lainnya yang bisa saja dialami ketika proses penyaringan atau filtrasi ini adalah terjadinya peyumbatan pada penyaring atau filter karena terlalu banyaknya padatan yang terjebak di dalam media penyaring.

Selain dengan melakukan penyaringan atau filtrasi, ada juga dua proses lain yang juga kegunaannya untuk memisahkan antara padatan dan cairan yakni dengan cara dekantasi dan sentifugasi.

Baca Lainnya:

Sublimasi Adalah : Tujuan Sublimasi dan Contohnya

Related posts: