Fisura Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Jika anda pernah mengalami luka atau nyeri di bagian anus saat anda menahan BAB bisa jadi anda terkena penyakit Fisura. Penyakit fisura ini terjadi umum dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya.

Tetapi jika tidak segera di obati penyakit fisura ini bisa menimbulkan gejala yang serius bagi penderitanya. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan tentang penyakit fisura dibawah ini.

Fisura Adalah ?

Fisura-Adalah

Fisura adalah suatu kondisi luka terbuka atau robekan pada kulit dan jaringan mukosa yang melapisi lubang anus dan saluran anus. Fisura merupakan bagian terakhir dari usus besar yang terletak di antara area penyimpanan tinja dan lubang di mana pembuangan terjadi.

Fisura umumnya timbul karena diaktifkan oleh feses yang besar dan keras ketika seseorang buang air besar. Feses yang besar dan keras dapat mengikis dinding anus yang menyebabkan rasa sakit dan perdarahan.

Dan ketegangan pada otot yang membuka dan menutup saluran anus (sfingter anal). Ketegangan pada otot fisura dapat mengurangi suplai darah ke saluran anal, membuat penyembuhan luka lambat.

Fisura bisa terjadi secara akut dan dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu dengan meningkatkan asupan makanan berserat sehingga tinja tidak begitu keras.

Fisura juga dapat diregangkan dengan merendam area pinggul dan bokong dengan air hangat. Jika Fisura tidak sembuh dalam 2 bulan, kondisinya bisa menjadi kronis dan memerlukan perawatan medis lebih lanjut.

Penyebab Penyakit Fisura

Sakit atau cidera di bagian anus merupakan penyebab utama fisura. Cedera ini biasanya disebabkan oleh pola buang air besar (BAB) dalam bentuk sembelit yang terjadi akibat tinja besar dan jaringan yang keras atau karena diare yang terjadi berulang kali.

Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan cedera dibagian anus. Selain itu, Fisura dapat terjadi ketika benda padat seperti termometer, endoskopi atau perangkat ultrasonik menembus anus.

Fisura juga bisa dirasakan oleh wanita saat melahirkan, karena otot-otot anus meregang saat melahirkan, sehingga mudah robek. Orang dengan hubungan seks juga dapat mengalami cedera anus.

Selain cedera anus, fisura juga dapat menjadi bentuk komplikasi dari ulcerative colitis, penyakit Crohn dan infeksi menular seksual seperti HIV, sifilis dan herpes.

Fisura sering terjadi dan dapat menyerang semua jenis umur, baik pria maupun wanita. Namun, bayi dan remaja serta dewasa muda antara 10 dan 30 tahun paling sering terkena fisura. Orang yang lebih tua juga diklasifikasikan sebagai kelompok berisiko karena aliran darah ke daerah anus berkurang.

Gejala Penyakit Fisura

Tanda dan gejala penyakit fisura dapat bervariasi dari pasien ke pasien. Namun, ada tanda-tanda paling umum dalam banyak kasus penyakit fisura, yaitu:

  1. Nyeri setelah buang air besar hingga beberapa jam
  2. Benjolan kecil pada kulit di sekitar anus
  3. Nyeri ringan hingga berat selama buang air besar
  4. Gatal atau iritasi di sekitar anus
  5. Anus berdarah atau memiliki sedikit noda darah
  6. Retakan pada kulit di sekitar anus terlihat.

Mungkin ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki keraguan tentang gejala tertentu, segara hubungi dokter agar dapat penanganan yang maksimal.

Komplikasi dari Penyakit Fisura

Seseorang yang telah pulih dari Penyakit Fisura dapat kambuh kembali. Bahkan dalam beberapa kasus, iritasi dibagian anus dapat mengembang di sekitar otot anus atau menjadi kronis. Jika kondisi ini terjadi, hubungi dokter Anda lagi untuk perawatan lebih lanjut.

Pengobatan Pada Penyakit Fisura

Pengobatan Pada Penyakit Fisura bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan dan menjaga pergerakan usus secara merata. Menggunakan obat topikal atau salep yang mengandung anestesi seperti lidokain dapat meredakan rasa sakit. Namun, obat ini dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi dan peningkatan sensitivitas kulit di sekitar anus.

Selain tablet lidokain, parasetamol dan ibuprofen juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Hindari penghilang rasa sakit yang mengandung kodein. Sementara itu, salep kortikosteroid dapat diberikan untuk peradangan atau pembengkakan di daerah anus.

Dalam kasus fisura pada bayi dan anak-anak, dokter memberikan pencahar yang digunakan untuk melunakkan feses sehingga tidak terasa sakit saat buang air besar. Obat ini digunakan sampai kondisi anak pulih.

Jika penyakit fisura tidak membaik dengan perawatan tersebut, dokter dapat memberikan krim dengan nitrogliserin atau diltiazem untuk meningkatkan suplai darah ke saluran anal. Suntikan botox atau pembedahan melalui potongan kecil pada otot di sekitar lubang anus untuk mengurangi tonus otot juga dapat dilakukan.

Tips Untuk Mencegah Terjadinya Penyakit Fisura

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terjadinya penyakit fisura:

  1. Hindari mengonsumsi penghilang rasa sakit kodein karena hal tersebut dapat menyebabkan konstipasi
  2. Jaga selalu anus agar tetap kering
  3. Jangan menunda BAB
  4. Ganti popok bayi Anda secara teratur
  5. Tingkatkan asupan makanan atau minuman yang tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  6. Obati diare sesegera mungkin
  7. Berolahraga secara teratur
  8. Asupan cairan yang cukup diperlukan jika Anda minum setidaknya 2 liter air sehari.

Diagnosis Penyakit Fisura

Dokter bisa menentukan bahwa seorang pasien mengalami penyakit Fisura berdasarkan gejala yang mereka alami. Tentu saja, dokter akan memeriksa anus. Pemeriksaan anus dimulai dengan melihat kulit di sekitar lubang anus, terlepas dari apakah ada robekan atau tidak.

Selanjutnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan dubur digital untuk merasakan saluran anus dan mendeteksi kelainan pada dinding saluran anus. Untuk mengenali kondisi di dalam lubang anus, dokter dapat melakukan pemeriksaan dengan alat seperti tabung logam (anuscope) untuk memperbesar lubang anus sehingga saluran anus dapat dilihat oleh dokter dengan jelas.

Demikianlah artikel tentang penyakit Fisura ini jaga selalu kebersihan anda dirumah terutama kebersihan badan bagian anus atau dubur agar tidak mengalami penyakit Fisura, semoga bermanfaat terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>