Growth Spurt Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Growth Spurt pada bayi adalah lonjakan pertumbuhan, tahapan tumbuh kembang yang berjalan maksimal dalam waktu cepat. Ini biasanya terjadi pada beberapa bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini biasanya terjadi selama beberapa hari, hingga satu minggu lamanya.

Si Kecil menyusu lebih dari biasanya, seolah lapar sepanjang waktu? Bisa jadi dia mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan. Ibu tidak perlu khawatir tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pertumbuhan fisik yang paling signifikan umumnya terjadi selama tahun pertama kehidupan Si Kecil. Ketika seorang anak mengalami lonjakan pertumbuhan, tubuhnya akan bertambah berat dan panjang dan lingkar kepalanya akan menjadi lebih besar, lebih cepat dari biasanya.

Growth-Spurt-Adalah

Lonjakan pertumbuhan ini cenderung terjadi pada waktu tertentu seperti ketika anak-anak berusia 2 minggu, 3 minggu dan 6 minggu. Dengan demikian lonjakan pertumbuhan dapat terulang ketika anak berusia 3 bulan dan 6 bulan. Semburan pertumbuhan dapat bertahan 1-2 hari pada bayi baru lahir dan hingga satu minggu pada anak yang lebih besar.

Tanda-tanda Growth Spurt

1. Si Kecil Menyusu Terus

Ketika tubuhnya sedang tumbuh dengan cepat, wajar bila buah hati butuh menyusu lebih banyak. Jika bagian dari bayi biasanya disusui sekitar 8 kali sehari, lonjakan pertumbuhan bisa 12-14 kali sehari. Rutinitas perencanaan keperawatan juga dapat berubah. Ini adalah tanda paling jelas dari percepatan pertumbuhan.

Untuk menopang tumbuh kembangnya, bunda perlu menyusui setiap waktu dan berapa banyak yang dibutuhkan bayi. Produksi ASI biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Untuk bayi yang menyusui, pemberian botol ekstra selama beberapa hari dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

2. Rewel dan Minta Perhatian Lebih

Bayi mungkin menjadi lebih gelisah dan ingin menempel terus pada ibu. Dia ingin dipeluk dan dipegang sepanjang waktu dan menangis ketika dia ditaruh. Si Kecil juga jadi heboh di hadapan payudara, sehingga terlihat sangat lapar.

Baca Juga : Purpura Adalah

Belum diketahui secara pasti penyebab berubahnya perilaku Si Kecil. Kemungkinan bahwa anak merasa lelah dan tertekan, karena energinya habis untuk pertumbuhan yang sangat cepat. Kemungkinan lain adalah bahwa anak Anda mencapai tahap perkembangan tertentu, seperti berguling atau merangkak.

3. Pola Tidur Berubah

Beberapa hari sebelum dan selama lonjakan pertumbuhan, Si Kecil mungkin terlihat lebih mengantuk dan tidur lebih lama daripada kehidupan sehari-hari. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat tidur hingga 4,5 jam lebih lama dari biasanya selama percepatan pertumbuhan. Ini bagus untuk pertumbuhan karena otak menghasilkan hormon pertumbuhan atau hormon pertumbuhan manusia (HGH) saat tidur nyenyak.

Namun, ada juga tipe bayi yang jadi lebih sedikit tidur saat growth spurt. Dia bisa tetap terjaga lebih lama di siang hari atau sering bangun di malam hari. Misalnya dia bangun untuk meminta ASI.

Tips Menghadapi Bayi Yang Sedang Mengalami Growth Spurt

  1. Apakah Ibu kadang bertanya apakah anak Anda mendapat cukup ASI atau tidak? Anda ingin mengajak anak berjalan-jalan setelah menyusui. Jika si kecil kenyang, maka dia akan tertidur setelah dibawa berjalan. Namun, si kecil menangis jika mungkin dia masih merasa lapar.
  2. Jangan memberikan suplemen tambahan seperti susu bubuk atau MP-ASI pada awal anak yang sedang mengalami Growth Spurt. Penambahan suplemen makanan ini sebenarnya mengurangi kebutuhan ASI dan mengurangi produksi ASI yang diproduksi oleh ibu.
  3. Kenakan anak Anda dengan kain untuk membantu ibu. Mengenakan kain dapat menyebabkan tangan ibu bergerak bebas dan memfasilitasi pemberian ASI sesuai keinginan anak.
  4. Ibu mungkin merasa lebih lelah selama periode Growth Spurt ini. Hal ini karena tubuh ibu menghasilkan lebih banyak susu untuk bayinya. Karena itu, gandakan dengan mengonsumsi makanan bergizi, asupan cairan yang cukup dan istirahat yang cukup.
  5. Selalu ingat bahwa selama periode Growth Spurt, produksi ASI meningkat sesuai keinginan anak. Semakin sering anak disusui, semakin banyak ASI.
  6. Perhatikan tanda bahwa bayi cukup disusui, yaitu peningkatan berat badan anak dalam grafik pertumbuhan, frekuensi buang air kecil minimal 6 kali sehari, dan frekuensi buang air besar pada anak sering pada awal kehidupan dan jarang mulai pada usia 40 hari.
  7. Tetap tenang dan percaya diri.
  8. Mereka percaya bahwa ASI mereka cukup dan tentu saja cukup untuk memenuhi kebutuhan anak, bahkan ketika anak dalam fase pertumbuhan yang dipercepat. Hilangkan pikiran negatif, ASI Anda tidak mencukupi, ia hanya berkurang sedikit sehingga bayi menjadi kecil bahkan setelah menyusui atau terus menangis.
  9. Perhatikan prinsip produksi ASI yang lebih sering lebih banyak produksi. Pada fase pertumbuhan yang cepat, anak membantu ibu menyiapkan jumlah ASI yang dibutuhkan untuk usianya sehingga anak “menangkap” payudara ibunya untuk terus berproduksi.
  10. Beri makan bayi kapan dan di mana saja ia mau. Biarkan bayi Anda menyusui sebanyak yang dia mau. Jika Anda terus menyusui bayi Anda, payudara Anda akan dirangsang untuk menghasilkan lebih banyak ASI.
  11. Pertahankan asupan makanan dengan diet seimbang dan perbanyak asupan cairan untuk menjaga produksi ASI dan resistensi ibu menyusui.

Usia Umum Terjadinya growth spurt

  1. 5 minggu
  2. 8 minggu
  3. 12 minggu
  4. 15 minggu
  5. 23 minggu
  6. 34 minggu
  7. 42 minggu
  8. 53 minggu (sekitar 12 bulan)
  9. 60 minggu
  10. 71 minggu.

Sekian artikel tentang growth spurt ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>