Hakim Adalah : Fungsi Hakim dan Kode Etik Hakim

Posted on

Adalah.Co.Id – Hakim adalah seorang pejabat peradilan negara yang diberi sebuah hak oleh undang-undang untuk mengadili (Pasal 1 butir 8 KUHAP). Sedangkan istilah hakim artinya orang yang mengadili perkara dalam pengadilan atau Mahkamah; Hakim juga berarti pengadilan, jika orang berkata “perkaranya telah diserahkan kepada Hakim”.

Kekuasaan kehakiman ialah sebuah kekuasaan negara yang merdeka dalam menyelenggarakan sebuah peradilan dan menegakkan hukum ataupun keadilan yang didasarkan pada Pancasila, demi terselengaranya negara hukum Republik Indonesia, seperti yang dicantumkan pada (Pasal 24 UUD 1945 dan Pasal 1 UUD No.48/2009).

Berhakim berarti minta diadili perkaranya; menghakimi artinya berlaku sebagai hakim terhadap seseorang; kehakiman artinya urusan hukum dan pengadilan, adakalanya istilah hakim dipakai terhadap seseorang budiman, ahli, dan orang yang bijaksana. Hakim di dalam menjalankan tugas dan fungsinya wajib menjaga kemandirian peradilan.

Hakim-Adalah
Gambar Pengambilan Sumpah 2 Hakim

FUNGSI HAKIM

Fungsi Peradilan
Fungsi pertama dari hakim agung, yang merupakan pimpinan tertinggi dari para Hakim di dalam Makhamah Agung ini adalah fungsi peradilan. Fungsi ini dikaitkan pada tugas utama baik hakim agung maupun para hakim biasa dalam mengadili suatu perkara.

Yang membedakan fungsi peradilan dari hakim agung pada Makhamah agung ini dibandingkan dengan hakim biasa adalah wewenang yang dimiliki. Tentu saja dari fungsi peradilan, wewenan atau hak paling tinggi dipegang oleh peradilan, sehingga hal ini membaut fungsi peradilan yang dimiliki oleh hakim agung menjadi semakin berat dibandingkan dengan hakim biasa pada umumnya.

Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan ini berkaitan dengan fungsi dari hakim agung sebagai pengawasan yang mengawasi setiap proses peradilan dan dilakukan di negeri ini, baik dari tingkatan kasus yang sangat berat, hingga pengadilan yang rendah atau kasus yang ringan.

Fungsi Mengatur
Fungsi mengatur yang dimiliki oleh hakim agung dan juga makhamah agung mengacu pada fungsi lembaga Negara ini sebagai pemberi aturan dan juga batasan aturan tertentu yang menyangkut kegiatan peradilan di seluruh wilayah Indonesia. Fungsi mengatur dapat dilakukan, apabila terdapat aturan-aturan tertentu yang tidak sesuai dalam undang-undang, norma masyarakat, ataupun kode etik, yang dapat mempengaruhi proses berlangsungya peradilan.

Fungsi Nasehat
Fungsi nasehat ini merupakan fungsi berikutnya dari Hakim Agung dan juga Makhamah Agung dalam memberikan nasehat, pertimbangan, dan juga bimbingan lainnya yang dianggap perlu, sehingga membantu kelancaran dari proses peradilan yang sedang berlangsung. Pada dasarnya, fungsi ini dapat dilakukan oleh hakim agung untuk membantu dan juga menolong, segala bentuk proses peradilan yang mungkin mengalami kesesatan, kebuntuan, kesalahpahaman, yang menyebabkan sebuah kerugian bagi orang yang menerimanya.

Fungsi Administratif
Hakim Agung, yang dalam hal ini memimpin apa yang kita kenal dengan Makhamah Agung memiliki fungsi yang dikenal dengan sebutan fungsi administrative. Fungsi administrative ini merupakan fungsi dari hakim agung dan juga makhamah agung sebagai sebuah lembaga Negara yang membawahi berbagai macam lembaga Negara lainnya, serta memberikan berbagai aturan dan juga regulasi yang sifatnya administrative kepada lembaga-lembaga lainnya tersebut.

Fungsi Lain-Lain
Fungsi lain-lain merupakan fungsi dari hakim agung dan juga makhamah agung yang berhubungan dengan fungsi selain fungsi peradilan, pengawasan, pemberian nasehat dan kebijakan, fungsi administrative yang diberikan kepada lembaga makhamah agung serta hakim agung yang sedang menjabat. Tugas dan juga kewenangan lain ini biasanya diberikan kepada hakim agung, sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

KODE ETIK HAKIM

10 PRINSIP PEDOMAN PERILAKU HAKIM (PPH)

1. Berperilaku Adil
Adil yang dimaksud disini bukanlah sama rata akan tetapi adil di sini adalah bagaimana seorang hakim bisa menempatkan suatu kebenaran pada tempatnya atau pada semestinya khususnya kepada pihak-pihak yang berperkara agar mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.dari arti adil yang di maksud di Pengadilan Agama Bandung ini Insya Allah Hakim-hakimnya masih memegang teguh keadilan tersebut, ini di buktikan dengan belum ada pengaduan tentang ketidakadilan Hakim pengadilan Agama Bandung yang terbukti atau bisa di pertanggung jawabkan kebenarannya.

2. Berperilaku Jujur
Arti ini maka bersifat jujur pada hakim yang bisa berkata , jika itu iya maka iya, jika btidak maka tidak,tidak memutar balikan sebuah fakta yang nyata. Sehingga akan terbentuk suatu kepribadian yang kuat dan sadar akan Hakekat mana yang hak dan mana yang batil. Hakim tersebut bisa bersikap tidak berpihak kepada satu pihak saja, sehingga bisa mengungkapkan suatu kebenaran baik luar persidangan maupun di dalam persidangan.

3. Berperilaku Arif dan Bijaksana
Sikap Arif dan Bijaksana memiliki makna bahwa seorang hakim dapat dapat bertindak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di antaranya adalah Norma Hukum, Norma Adat istiadat, Norma Agama dan Norma Keasusilaan.dengan memandang situai dan kondisi saat itu,serta mampu memperhitungkan atau mempertanggung jawabkan akibat dari tindakan yang di ambil olehnya.

4. Bersikap Mandiri
Bersikap mandiri mempunyai makna bahwa setiap hakim dalam mengeluarkan suatu keputusan harus terbebas dari campur tangan siapapun dan juga tidak berada dalam pengaruh orang lain, dengan begitu akan terbentuk prilaku hakim yang tangguh, berpegang teguh akan prinsipnya dan keyakinannya atas suatu kebenaran sesuai tuntutan meral dan hukum yang berlaku saat ini.

5. Berintegritas Tinggi
Berintegritas Tinggi mempunyai makna suatu kepribadian yang utuh yang tidak tergoyahkan, yang diwujudkan dengan berpegang pada nilai ,sikap setia dan norma yang berlaku dalam melaksanakan tugasnya.

6. Bertanggung Jawab
Bertanggung jawab memiliki makna kesediaan seorang hakim dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang menjadi wewenangnya serta bersedia bertanggung jawab atas segala akibat dari tugas dan wewenangnya tersebut. Dengan begitu akan terwujud kepribadian yang mampu mengakkan kebenaran dan keadilan, penuh pengabdian serta tidak akan menyalahgunakan tugas yang di amanahkan Kepadanya.

7. Menjunjung Tinggi Harga Diri
Harga diri memiliki makna bahwa dalam diri manusia terdapat harkat, martabat,dan kehormatan yang melekat pada diri manusia yang harus di pertahankan dan di junjung tinggi. Prinsip menjunjung tinggi kususnya bagi seorang Hakim akan membentuk pribadi yang kuat dan tangguh, sehinnga terbentuk kepribadian yang senantiasa menjaga kehormatan dan martabatnya sebagai aparatur pengadilan.

8. Berdisiplin Tinggi
Berdisiplin bermakna taat pada norma-norma atau kaidah-kaidah yang di yakini sebagai panggilan luhur untuk mengemban amanah serta menjaga kepercayaan masyarakat pencari keadilan. Oleh karena itu di siplin akan mendorong seorang hakim untuk tertib, ikhlas dalam menjalankan tugas, pengabdian serta berusaha menjadi teladan di lingkungannya,tidak menyalah gunakan amanah yang di percayakan kepadanya.

9. Berperilaku Rendah Hati
Seorang hakim hanyalah seorang manusia biasa yang tidak luput dari sebuah kesalahan. Dengan memiliki sikap rendah hati maka akan tercipta sikap realistis mau membuka diri dan terus belajar menghargai pendapat orang lain, memiliki sikap tenggang rasa, serta mewujudkan kesederhanaan, penuh rasa syukur dan ikhlas mengemban tugasnya.

10. Bersikap Profesional
Profesional pada hakekatnya bermakna suatu sikap moral yang dilandasi oleh tekad untuk melaksanakan pekerjaan yang dipilihnya dengan kesungguhan, yang didukung oleh keahlian atas dasar pengetahuan, keterampilan dan wawasan luas.

Baca Juga>>>

Pemimpin Adalah : Tugas, Fungsi, Contoh Serta Perbedaan Pemimpin dan Kepemimpinan

Jaksa Adalah : Fungsi Jaksa dan Tugas Jaksa Agung

Related posts: