Hidroponik Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Banyak teknologi budidaya tanaman yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mengembangkan suatu tanaman tertentu. Teknologi budidaya tanaman tersebut bisa digunakan untuk komersial maupun untuk pribadi. Salah satu teknologi budidaya tanaman yang populer di masyarakat adalah sistem menanam hidroponik.

Sistem menanam hidroponik sangat populer di kalangan masyarakat saat ini, terutama di daerah perkotaan. Hal ini dikarenakan teknologi hidroponik tidak memakan banyak lahan, sehingga mudah dilakukan di perkotaan. Akan tetapi, bukan berarti masyarakat pedesaan tidak menggunakan teknologi hidroponik, mereka juga sudah mengenal teknologi ini.

Bagi Anda yang masih cukup asing dan ragu apakah hidroponik mampu memberikan hasil yang maksimal dan banyak manfaat, kami akan sedikit memberikan penjelasan yang cukup mendetail mengenai sistem menanam hidroponik. Penjelasan yang akan kami sampaikan meliputi pengertian, keunggulan, manfaat, dan sistem-sistem yang ada dalam hidroponik.

Hidroponik Adalah ?

Hidroponik Adalah

Secara harfiah, hidroponik berasal dari bahasa Inggris hydroponic. Kata hydroponic sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang berarti daya. Dengan kata lain, bisa disebut dengan budidaya tanaman menggunakan media air tanpa tanah.

Teknologi hidroponik singkatnya adalah teknologi menanam tanaman yang memanfaatkan media air tanpa menggunakan media tanah. Lebih lengkapnya, Wibowo dan Asriyanti (2013) menyampaikan bahwa hidroponik adalah sistem menanam tanaman dengan menggunakan larutan nutrisi sebagai media utamanya. Biasanya, hidroponik juga menambahkan media buatan, seperti pasir, kerikil, rockwool, perlite, peatmoss, coir, atau sawdust sebagai penunjang.

Sehingga, nutrisi tanaman yang dimaksud dalam teknik hidroponik ini nantinya bergantung pada media tanam yang berupa larutan nutrisi. Hal ini dikarenakan media penunjang yang digunakan tidak mengandung unsur hara.

Selain itu, penggunaan hidroponik untuk penanaman secara komersial harus memperhatikan jenis-jenis tanaman apa saja yang bisa ditanam dengan teknik hidroponik. Biasanya hanya ada tanaman melon, tomat, selada, paprika, timun jepang, dan teknik menanam sawi organik yang bisa ditanam dengan teknik hidroponik.

Keunggulan Hidroponik

Sistem menanam tanaman dengan menggunakan teknik hidroponik memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan sistem menanam selainnya. Menurut Indriyati (2002), Wibowo dan Asriyanti (2013), dan Roidah (2014), keunggulan sistem menanam dengan hidroponik sebagai berikut:

  1. Sistem pengairan yang digunakan dalam hidroponik bersifat terbuka, sehingga air dan larutan nutrisi yang dialirkan bisa langsung diserap oleh tanaman;
  2. hidroponik mampu mengurangi dampak secara minimal karena kondisi iklim;
  3. hidroponik bisa menjadi solusi budidaya tanaman di tengah lahan yang sempit dan kondisi tanah kritis;
  4. hidroponik bisa menjadi solusi di tengah wabah hama dan penyakit yang tak terkendali serta jumlah irigasi yang terbatas;
  5. keberhasilan pertumbuhan dan reproduksi tanaman terjamin;
  6. hasil produksi tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan sistem menanam lain;
  7. hasil panen tanaman budidaya kontinyu;
  8. berkurangnya serangan hama dan penyakit pada tanaman budidaya;
  9. terbebas dari resiko bencana banjir; dan
  10. perawatan tanaman hidroponik cenderung lebih mudah.

Manfaat Hidroponik

Selain keunggulan-keunggulan sistem menanam hidroponik di atas, ada juga beberapa manfaat dari sistem menanam hidroponik sebagai berikut:

  1. Hidroponik membuat penggunaan air lebih efisien karena petani tidak perlu menyiram tanaman dengan menggunakan air seperti yang dilakukan pada sistem menanam menggunakan tanah;
  2. hidroponik membuat tanaman yang dibudidayakan menjadi tumbuh lebih cepat karena nutrisi yang diserap oleh tanaman berupa larutan bukan solid seperti yang ada dalam tanah;
  3. kondisi areal penanaman dan proses pengerjaan menjadi lebih bersih karena tidak menggunakan media tanah;
  4. hemat tenaga dan hemat biaya karena hidroponik tidak memerlukan banyak sumber daya manusia untuk merawatnya serta tidak perlu menggunakan banyak pupuk dan pestisida;
  5. hasil panen bisa dipanen dengan lebih mudah karena tidak membutuhkan alat untuk menggali tanah atau yang selainnya;

Sistem Hidroponik

  1. Sistem Wick

Sistem wick adalah sistem hidroponik yang paling sederhana. Sistem ini paling cocok untuk digunakan sebagai sistem hidroponik bagi para pemula. Sistem ini menggunakan media sumbu atau kain bekas untuk menyalurkan nutrisi untuk tanaman.

Pada sistem ini, petani tidak perlu menggunakan pompa untuk mengalirkan air nutrisi. Namun, petani cukup memastikan sumbu atau kain yang ada berada di dekat akar tanaman agar penyerapan yang dilakukan oleh tanaman bisa semaksimal mungkin.

  • Sistem Fertigasi

Sistem fertigasi sering kali disebut dengan sistem drip atau sistem irigasi tetes. Sistem ini menggunakan pompa yang berfungsi untuk memompa seluruh nutrisi yang dibutuhkan tanaman ke akar tanaman.

Petani nantinya perlu memanfaatkan bantuan pompa dan selang-selang kecil untuk memberikan nutrisi secara berkala ke akar tanaman. Sistem ini dinilai hemat air dan nutrisi yang akan diberikan. Biasanya, sistem ini untuk tanaman tomat, melon, lombok, paprika, sawi organik dan terong.

  • Sistem Nutrient Film

Sistem Nutrient Film ini merupakan sistem hidroponik yang paling banyak digunakan saat ini oleh para petani. Hal ini dikarenakan sistem ini mampu memberi hasil panen yang baik namun dengan cara yang sederhana.

Petani nantinya hanya perlu memakai pipa pralon atau talang yang nanti di atasnya berjejer wadah tanaman. Akar tanaman yang ada di wadah tanaman itu nanti akan masuk ke dalam campuran nutrisi yang sudah disediakan dan dialirkan dengan pompa secara terus menerus.

  • Sistem Pasang Surut

Sesuai namanya, sistem ini memanfaatkan pemompaan nutrisi secara berkala kepada tanaman. Nantinya, petani hanya perlu menggunakan sebuah wadah yang berisi media tanam dan tempat penampungan larutan nutrisi yang ada di bawahnya.

Kemudian, larutan nutrisi itu nanti dipompakan secara berkala dengan pengaturan timer ke media tanam yang sudah disediakan. Lalu, larutan nutrisi itu nantinya akan kembali mengalir turun ke wadah penampungan untuk dipompakan lagi dan begitu seterusnya.

Sistem ini bisa menggunakan wadah yang lebih besar dan kadar nutrisi bisa disesuaikan sendiri sesuai kemauan dan kebutuhan.

  • Sistem Aeroponik

Sistem aeroponik memanfaatkan akar tanaman yang menggelantung di udara. Jadi, petani tidak perlu menyiapkan wadah untuk larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Petani hanya perlu menyemprotkan larutan nutrisi dengan pompa bertekanan tinggi.

Sistem ini diketahui merupakan sistem terbaik yang ada dibandingkan dengan sistem-sistem hidroponik selainnya. Hal ini dikarenakan sudah terbukti bagus dalam menghasilkan tanaman tomat, kentang, dan daun-daunan.

  • Sistem Water Culture

Sistem water culture di Indonesia disebut dengan sistem apung. Tanaman nantinya akan terapung di atas rakit yang biasanya terbuat dari styrofoam yang dilubangi untuk wadah media tanam yang diapungkan di atas larutan nutrisi.

Jadi, akar tanaman akan terandam di dalam larutan nutrisi yang sudah disediakan. Selain itu, di dalam larutan nutrisi diberi pompa yang berfungsi membentuk gelembung-gelembung udara. Gelembung-gelembung udara ini nantinya akan membantu tanaman untuk menyerap nutrisi dan oksigen yang ada. Sehingga, tanaman tumbuh lebih cepat dan subur.

Sekian artikel tentang hidroponik, semoga artikel ini bisa memberi ada tambahan informasi sebelum memulai bertani secara hidroponik. Sekian Terima Kasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>