Hipovolemia Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Syok hipovolemik adalah ketidakmampuan jantung untuk memasok cukup darah ke tubuh karena kurangnya volume darah. Kekurangan darah ini umumnya disebabkan oleh pendarahan eksternal (karena cedera atau luka benda) dan pendarahan internal (karena infeksi saluran pencernaan).

Dengan perdarahan hebat, aliran darah yang dipompa langsung ke jantung berkurang drastis sehingga organ tidak mendapatkan metabolisme yang diperlukan. Situasi ini disebut syok hipovolemik dengan gejala utama penurunan tekanan darah dan suhu tubuh. Syok hipovolemik dapat kehilangan nyawa seseorang jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Umumnya, hingga 60% dari tubuh pria terdiri dari cairan dan sedangkan wanita 50%. Cairan tubuh dikeluarkan dengan beberapa cara, termasuk berkeringat dan buang air kecil. Beberapa kondisi dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berlebihan di dalam tubuh, misalnya muntah, diare dan perdarahan.

Hipovolemia-Adalah
Hipovolemia Adalah

Pendarahan adalah salah satu penyebab paling umum dari syok ini. Kehilangan terlalu banyak darah atau cairan tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang dapat timbul adalah jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh.

Tanda dan gejala kondisi ini umumnya bervariasi dari ringan hingga berat. Jika Anda tidak segera pergi ke dokter, syok hipovolemik bisa berakibat fatal dan bahkan menyebabkan kematian.

Seberapa Umum Syok Hipovolemik?

Syok hipovolemik adalah salah satu jenis syok yang paling umum. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risiko seseorang menderita kondisi ini meningkat seiring bertambahnya usia.

Kondisi ini dapat diatasi dan dicegah dengan memeriksa faktor risiko yang ada. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut tentang kondisi ini.

Penanganan Pertama atau Sementara Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah keadaan darurat yang harus segera diobati, jika tidak segera diobati dapat mengakibatkan kematian. Jika Anda melihat orang dengan gejala syok hipovolemik, Anda harus segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan medis. Berikut adalah beberapa perawatan sementara untuk orang-orang terkena syok hipovolemik:

  1. Jangan beri pasien air minum atau cairan. Namun, jika syok hipovolemik terjadi karena dehidrasi (Karena diare dan muntah), pasien harus diberikan air minum.
  2. Jika Anda melihat cedera pada kepala, tungkai, leher, atau punggung pasien, jangan ubah posisi. Biarkan orang tersebut dalam posisi mereka saat itu dan tunggu staf medis datang dan menjemput mereka. Namun, jika orang itu dalam posisi berbahaya, misalnya dekat objek ledakan maka harus dipindahkan.
  3. Jika orang dengan syok hipovolemik tidak terluka, tubuh pasien dapat ditempatkan pada permukaan yang rata, misalnya kepala sejajar dengan kaki. Jika memungkinkan, angkat kaki pasien sekitar 30 sentimeter lebih tinggi dari posisi kepala.
  4. Jangan mengeluarkan benda tajam yang menempel di tubuh pasien. Singkirkan benda tajam oleh tenaga medis atau ahli.
  5. Anda juga bisa menekan titik pendarahan dengan kain atau handuk untuk mengurangi jumlah darah yang terbuang. Jika perlu, ikat kain atau handuk.
  6. Tutupi tubuh pasien untuk menaikkan suhu tubuhnya sehingga orang tersebut tidak mengalami hipotermia.
  7. Segera ambil penyangga leher pada orang-orang dengan cedera leher atau kepala sebelum dipindahkan dengan ambulans.

Tahapan Hipovolemik

Pada orang dewasa, umumnya keadaan hipovolemik atau kehilangan darah dapat dibagi menjadi beberapa tahap atau fase, yaitu:

1. Kelas 1 (10-15%)

Kehilangan darah pada saat ini hanya mencapai 10-15%. Secara umum, tidak ada tanda atau gejala fisik saat kejadian kelas satu ini.

2. Kelas 2 (15-30%)

Ketika tubuh manusia kehilangan 15 hingga 30 persen darah, tubuh menunjukkan gejala seperti hipotensi postural, penurunan produksi urin, dan penyempitan pembuluh darah.

3. Kelas 3 (30-40%)

Tubuh yang kehilangan 30 hingga 40 persen cairan akan menderita gejala seperti hipotensi, pernapasan cepat dan detak jantung tidak teratur. Jumlah urin juga berkurang dan pasien merasa bingung.

4. Kelas 4 (40% dan lebih banyak)

Ketika kehilangan darah mencapai lebih dari 40%, tubuh muncul dengan gejala di atas. Namun, ia akan kehilangan kesadaran dan mengalami koma. Sementara itu, fase syok hipovolemik itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga fase:

  • Kompensasi

Refleks baroreseptor dalam tubuh menyebabkan masalah dengan kontraksi jantung, percepatan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah.

  • Progresif atau Dekompensasi

Kondisi jantung akan melemah, refleks motorik tubuh akan memburuk dan sirkulasi darah dalam tubuh juga bisa gagal. Ini dapat menyebabkan beberapa organ manusia tidak berfungsi.

  • Ireversibel

Jika seseorang yang syok telah memasuki tahap ini, beberapa organ vital tubuh tidak akan berfungsi dan tidak dapat disembuhkan. Kondisi ini bisa berujung pada kematian.

Penyebab Hipovolemik

Darah mengangkut oksigen dan zat penting lainnya ke organ dan jaringan Anda. Ketika perdarahan hebat terjadi maka tubuh tidak memiliki cukup darah untuk memompa jantung secara efektif.

Jika tubuh kehilangan darah atau cairan terlalu cepat dan tubuh tidak dapat mengganti volume cairan yang hilang, organ-organ tubuh akan mengalami masalah dan gejala syok terjadi. Jika Anda kehilangan seperlima atau lebih dari jumlah darah normal dalam tubuh Anda, gejala tersebut bisa muncul.

Kehilangan volume darah dapat disebabkan oleh pendarahan internal atau eksternal. Pendarahan internal biasanya terjadi karena penyakit atau kecelakaan tertentu. Salah satunya adalah pendarahan ke saluran pencernaan.

Selain itu, dehidrasi juga bisa menyebabkan syok. Ketika tubuh bebas dari cairan, jaringan tubuh mengambil air dari aliran darah untuk mengkompensasi hilangnya cairan.

Kehilangan darah bisa disebabkan oleh:

  • Berdarah karena luka
  • Pendarahan karena cedera
  • Pendarahan internal seperti pada saluran pencernaan.

Kadar darah yang bersirkulasi dalam tubuh dapat berkurang jika terlalu banyak cairan tubuh yang hilang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  1. Karena luka bakar
  2. Karena diare
  3. Karena berkeringat berlebihan
  4. Karena muntah.

Faktor Risiko Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah suatu kondisi yang dapat mempengaruhi hampir semua orang, tanpa memandang usia dan ras. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini.

Penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa satu atau lebih faktor risiko tidak berarti Anda pasti menderita penyakit atau kondisi kesehatan. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan tertentu dapat terjadi tanpa faktor risiko.

Faktor-faktor risiko berikut yang dapat menyebabkan syok hipovolemik:

1. Usia

Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada hampir semua usia, risiko syok meningkat seiring bertambahnya usia.

2. Karena Mengalami kecelakaan

Jika banyak darah keluar akibat kecelakaan mobil, jatuh, atau kecelakaan lainnya, risiko terkena syok hipovolemik jauh lebih tinggi.

3. Memiliki Penyakit atau Kondisi Kesehatan Tertentu

Jika Anda memiliki masalah pencernaan, ada risiko pendarahan untuk organ dalam Anda. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan syok. Selain itu, kehamilan abnormal, seperti kehamilan di luar rahim yang dapat meningkatkan risiko syok karena janin dapat dirugikan.

Orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, stroke atau masalah jantung juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Komplikasi Hipovolemik

Kurangnya aliran darah dan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai komplikasi, yaitu:

  1. Kerusakan ginjal
  2. Kerusakan otak
  3. Gangren di tangan dan kaki, yang terkadang mengarah ke amputasi
  4. Miokard
  5. Kerusakan pada organ lain
  6. Kematian.

Efek syok hipovolemik tergantung pada seberapa cepat tubuh Anda kehilangan darah dan berapa banyak darah yang hilang. Jika Anda memiliki penyakit kronis seperti diabetes, stroke atau masalah jantung, risiko komplikasi jauh lebih tinggi.

Cara Mengobati Hipovolemik

Ketika pasien tiba di rumah sakit, tim medis menyiapkan infus untuk menggantikan cairan yang hilang dan volume darah. Ini penting untuk menjaga aliran darah dan meminimalkan kerusakan organ.

Tujuan dari perawatan dan pengobatan adalah untuk memeriksa kadar cairan dan darah dan untuk mengganti cairan yang hilang dan untuk menstabilkan kondisi pasien.

Beberapa prosedur yang dapat dilakukan adalah:

  1. Transfusi plasma darah
  2. Transfusi trombosit
  3. Transfusi sel darah merah
  4. Infus kristaloid

Dokter Anda juga akan memberi Anda obat-obatan yang dapat meningkatkan fungsi jantung untuk memompa darah, seperti:

  1. Dopamin
  2. Dobutamin
  3. Adrenalin
  4. Noradrenalin.

Pengobatan Hipovolemik di Rumah

Jika seseorang shock, Anda dapat melakukan hal berikut sebelum pergi ke dokter atau pusat kesehatan:

  1. Jaga orang tersebut agar tetap hangat dan nyaman untuk menghindari hipotermia.
  2. Tempatkan orang di lantai dengan kedua kaki diangkat sekitar 30 cm untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  3. Namun, jika orang tersebut mengalami cedera kepala, leher, punggung, atau kaki, hanya ubah posisi dalam keadaan darurat.
  4. Jangan memberikan cairan secara oral.
  5. Jika Anda ingin mengangkat orang itu, terus berbaring telentang dengan kepala dan kaki terangkat. Stabilkan kepala dan leher Anda sebelum melepas orang tersebut jika diduga ada cedera tulang belakang.

Penanganan Medis Hipovolemik

Perawatan medis syok hipovolemik pada pasien bertujuan untuk memaksimalkan oksigenasi, mengembalikan volume cairan dalam tubuh dan mengontrol kehilangan darah akibat perdarahan. Penambahan oksigen tambahan atau pemasangan alat bantu pernapasan mandiri dapat terjadi jika masalah pernapasan terjadi pada pasien.

Pemberian cairan intravena atau transfusi darah yang cepat (jika perlu) dapat membantu tubuh mengembalikan volume cairan. Pembedahan dimungkinkan untuk menghentikan pendarahan, terutama jika pendarahan karena cedera dan organ internal terjadi.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan obat-obatan seperti dopamin, norepinefrin, adrenalin, atau dobutamin untuk meningkatkan volume darah yang dipompa dari jantung dan untuk meningkatkan tekanan darah.

Dalam kasus syok hipovolemik, syok ringan lebih berpeluang untuk pulih lagi. Namun, syok hipovolemik berat dapat menyebabkan kematian terutama jika terjadi pada orang tua.

Diagnosis Hipovolemik

Secara umum, kondisi ini tidak segera menunjukkan tanda atau gejala. Jadi gejalanya muncul setelah Anda mengalami kondisi ini untuk sementara waktu.

Oleh karena itu, pemeriksaan fisik diperlukan untuk menemukan tanda-tanda syok seperti tekanan darah rendah dan detak jantung tidak teratur. Orang yang mengalami syok biasanya tidak dapat menjawab pertanyaan dari dokter secara akurat.

Jika pendarahan luar terjadi, kondisi ini lebih mudah dikenali. Namun, perdarahan internal umumnya lebih sulit untuk didiagnosis sampai pasien menunjukkan tanda-tanda syok hemoragik. Dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk mengkonfirmasi hasil diagnosa penyakit ini. Berikut ini adalah jenis diagnosisnya:

  1. Lakukan tes darah untuk memeriksa ketidakseimbangan elektrolit, fungsi ginjal dan hati
  2. Prosedur pencitraan seperti CT, ultrasonografi dan pencitraan resonansi magnetik
  3. Ekokardiogram untuk memeriksa struktur dan fungsi jantung menggunakan gelombang suara
  4. EKG untuk memeriksa ritme detak jantung Anda
  5. Endoskopi untuk memeriksa kerongkongan dan organ pencernaan lainnya
  6. Kateter jantung kanan
  7. Kateter urin (tabung dimasukkan ke urin untuk mengukur volume urin).

Kapan Harus ke Dokter

Syok hipovolemik adalah keadaan darurat yang membutuhkan perhatian medis segera. Jika Anda memiliki tanda atau gejala atau pertanyaan lain di atas, jangan tunda waktu untuk mencari bantuan.

Setiap tubuh pasien menunjukkan tanda dan gejala yang berbeda. Selalu minta dokter Anda atau pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang paling tepat untuk Anda.

Sekian artikel tentang hipovolemia ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>