Hygiene Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Hygiene adalah ilmu yang berurusan dengan masalah kesehatan dan berbagai upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan kesehatan. Hygiene juga mencakup perawatan diri ketepatan sikap tubuh. Upaya kebersihan termasuk kebutuhan untuk melindungi pekerja yang terlibat dalam pengolahan makanan untuk mencegah mereka dari sakit dan penyakit yang umumnya terjadi.

Serta penyakit yang disebabkan oleh kecelakaan di tempat kerja. Sementara itu, fasilitas sanitasi menciptakan atau mempertahankan kondisi yang dapat mencegah kontaminasi atau penyakit yang disebabkan oleh makanan. Secara umum, hygiene adalah aktivitas seseorang atau individu dan sanitasi adalah faktor lingkungan seseorang atau individu.

Hygiene-Adalah
Hygiene Adalah

Pengertian Hygiene Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu arti hygiene, kita bisa merujuk pada pendapat berbagai ahli. Menurut para ahli hygiene adalah sebagai berikut:

1. Menurut Brownell

Menurut Brownell, memahami hygiene adalah cara bagi orang untuk memelihara dan menjaga kesehatannya.

2. Menurut Gosh

Menurut gosh, hygiene adalah ilmu di bidang kesehatan yang mencakup semua faktor yang mendorong tercapainya kehidupan yang sehat, baik bagi individu maupun masyarakat.

3. Menurut Prescott

Prescott percaya bahwa konsep kebersihan dibagi menjadi dua aspek, yaitu “Personal Hygiene” individu dan lingkungan “Environment”.

4. Menurut Shadily

Menurut Shadily, Hygiene adalah ilmu yang berhubungan dengan kesehatan. Kebersihan sangat terkait dengan individu, karena makanan dan minuman merupakan prasyarat untuk mencapai kesehatan.

5. DEPKES RI

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia “2004”, definisi Hygiene adalah upaya kebersihan dengan mempertahankan dan melindungi kebersihan individu, misalnya mencuci tangan untuk kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi piring, menghilangkan bagian makanan yang dibuang untuk integritas keseluruhan untuk melindungi makanan sementara Departemen Kesehatan Republik Indonesia kebersihan “1994” lebih lanjut tentang upaya kesehatan diri.

6. Menurut UU No. 2 Tahun 1996

Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1996, Hygiene berarti semua upaya untuk mempertahankan, melindungi dan meningkatkan kesehatan tubuh dan jiwa, baik untuk masyarakat maupun perorangan yang menjadi landasan untuk kelangsungan kehidupan yang sehat dan perbaikan kesehatan harus diciptakan kesehatan dalam kemanusiaan.

Manfaat Hygiene

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Hygiene di atas, berikut adalah beberapa manfaat dari Hygiene secara umum:

  1. Pastikan tempat beraktivitas yang bersih.
  2. Melindungi semua orang dari pengaruh lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental.
  3. Melakukan pencegahan terhadap penyakit yang menular.
  4. Melakukan pencegahan terhadap kecelakaan di tempat kerja.

Ruang Lingkup Hygiene

  1. Hygiene pribadi atau kebersihan pribadi adalah upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikologis.
  2. Hygiene makanan dan minuman merupakan upaya untuk menjaga dan menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat.

Faktor Yang Mempengaruhi Hygiene

1. Faktor Makanan

Hal yang perlu diperhatikan dalam makanan adalah:

  • Keadaan makanan.
  • Cara menyimpan makanan
  • Pengolahan
  • Cara mengangkut makanan yang sudah dimasak
  • Cara menyimpan makanan yang dimasak
  • Cara menyajikan makanan yang dimasak.

2. Faktor Peralatan

Hal yang perlu diperhatikan dalam peralatan adalah:

  • Permukaan peralatan harus utuh, tidak cacat dan mudah dibersihkan
  • Lapisan permukaan alat tidak mudah larut dalam asam / basa atau garam yang biasa digunakan dalam proses makanan
  • Jika alat bersentuhan dengan makanan, maka alat tersebut tidak akan mengeluarkan bagian berat beracun berbahaya, seperti:
  1. Seng (Zn)
  2. Tembaga (cu)
  3. Arsen
  4. Timbal (Pb)
  5. Kadmium (Cd)
  6. Antimony (syntibium).

Prinsip Hygiene yang Harus Diperhatikan

1. Pemilihan Bahan Baku Makanan

Pemilihan bahan baku dari bahaya kimia atau pertumbuhan mikroorganisme patogen dan pembentukan racun selama pengangkutan dan penyimpanan bahan baku harus diperhatikan.

2. Penyimpanan Bahan Makanan

Kerusakan makanan dapat terjadi karena kontaminasi bakteri, sifat dan perawatan manusia. Ada enzim dalam makanan yang dibutuhkan baik dalam proses pematangan maupun dalam buah-buahan. Untuk menghindari kerusakan dapat dikendalikan dengan mencegah polusi bakteri.

Sifat dan karakteristik bakteri seperti jenis kehidupan, tahan panas, faktor lingkungan, kebutuhan oksigen dan berdasarkan pertumbuhannya. Penyimpanan makanan berdasarkan suhu dibagi menjadi 4 (empat) jenis: penyimpanan sejuk (cooling), penyimpanan dingin (chilling), penyimpanan sangat dingin (freezing), penyimpanan beku (frozen).

3. Pengolahan Makanan

Dalam pengolahan makanan, bentuk bahan baku diubah menjadi makanan cepat saji. Konversi makanan yang baik adalah yang mengikuti aturan dan prinsip-prinsip kebersihan, seperti:

  • Dapur yang memenuhi persyaratan Kepmenkes No. 942 / Menkes / SK / VII / 2003 tentang persyaratan kebersihan camilan higienis
  • Panci harus mudah dibersihkan, tidak memiliki sudut dan hanya dapat digunakan untuk memasak.
  • Wadah penyimpanan makanan harus bersih.
  • Penggunaan APD seperti celemek, tutup kepala, sarung tangan, topeng, dll.

4. Pengangkutan Makanan

Pengangkutan makanan sangat membantu dalam mencegah kontaminasi makanan. Kontaminasi makanan yang dimasak membawa risiko lebih tinggi daripada kontaminasi bahan makanan saat mengangkut makanan.

5. Penyimpanan Makanan

Kontaminasi dapat terjadi selama pemrosesan makanan atau dari wadah makanan dan manipulator yang meninggalkan makanan pada suhu kamar. Kondisi optimal untuk mikroorganisme patogen dalam makanan siap saji adalah 1-2 jam.

Beberapa sifat lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan bakteri yaitu meliputi makanan dengan banyak protein dan banyak air (kelembaban udara), pH normal (6,8 – 7,5) dan suhu optimal (100 – 600 ° C). Sementara beberapa penelitian menyimpulkan bahwa saat membersihkan peralatan makan ada faktor risiko penyakit yang berasal dari makanan, ketidakcocokan dengan suhu waktu penyimpanan dan kebersihan pribadi yang buruk.

6. Penyajian Makanan

Prinsip penyajian makanan adalah bahwa wadah untuk setiap jenis makanan harus ditempatkan dalam wadah yang terpisah dan tetap tertutup. Tujuannya agar makanan tidak terkontaminasi silang.

Pengaruh Makanan Terhadap Kesehatan

Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup, sehingga makanan penting bagi manusia, selain pentingnya makanan bagi manusia. Zat makanan dalam tubuh mempunyai fungsi sebagai:

  1. Sebagai Energi
  2. Sebagai Zat pembangun
  3. Sebagai Zat pengatur

Oleh sebab itu, nutrisi yang memadai diperlukan agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk mendukung kehidupan dan tubuh dapat tumbuh dengan baik, sehat dan kuat.

Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, dampak makanan terhadap kesehatan yang harus diperhitungkan adalah peran makanan atau minuman sebagai faktor penyakit yang ditularkan melalui makanan yaitu :

  • Parasit-parasit seperti Taenia saginata, Taenia solium, Diphylobotrium latum, Trichinella spiralis dan sebagainya. Parasit ini memasuki tubuh manusia melalui daging sapi, ikan, dan babi. Mereka terinfeksi dan dimakan tanpa dimasak cukup lama untuk larva parasit mati di dalam daging.
  • Mikroorganisme seperti Salmonella Typhi, Shigella dysentria, demam, virus hepatitis, dll. Dapat mencemari makanan dan masuk ke tubuh manusia.
  • Racun yang diproduksi oleh bakteri (exotoxins) dalam makanan, seperti racun yang diperkenalkan oleh Staphylococcus, racun yang berasal dari Clostridium botulinum exo.
  • Penggunaan tanaman atau zat beracun lainnya sebagai bahan makanan seperti jamur beracun, Tempe Bongkrek dan sebagainya.

Perbedaan Hygiene dan Sanitasi

Pada dasarnya hygiene dan sanitasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, tetapi memiliki dua perbedaan, yaitu:

1. Hygiene

Yaitu kegiatan untuk menjaga kesehatan dari penyakit yang berfokus pada “objek” manusia “itu sendiri, kegiatannya seperti mencuci tangan, merebus air / makanan, memproses produk, dan lain-lain.

2. Sanitasi

Yaitu kegiatan untuk menjaga kesehatan penyakit yang berfokus pada lingkungan di sekitar manusia, kegiatan menjaga kebersihan ruangan, sirkulasi udara dalam ruangan, pengelolaan limbah, pengelolaan pembawa penyakit dan lain-lain. .

Untuk pemahaman tentang hygiene adalah upaya preventif / pencegahan untuk menjaga kesehatan manusia dan kegiatan yang fokus pada upaya kesehatan individu. Sementara definisi sanitasi adalah upaya preventif untuk menjaga kesehatan dan kegiatannya berfokus pada lingkungan manusia.

Sekian artikel tentang Hygiene ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>