Inflasi Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Inflasi secara sederhana diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga satu atau dua item saja tidak bisa disebut inflasi kecuali kenaikannya meluas (atau mengarah ke kenaikan harga) untuk komoditas lain. Sekarang yang sebaliknya disebut deflasi inflasi.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan inflasi sebagai kecenderungan untuk menaikkan harga barang dan jasa yang umumnya berlanjut. Jika harga barang dan jasa di negara itu meningkat maka inflasi naik.

Kenaikan harga barang dan jasa menyebabkan penurunan nilai uang. Inflasi juga dapat diartikan sebagai penurunan nilai moneter dibandingkan dengan nilai barang dan jasa secara umum.

Indikator yang biasa digunakan untuk mengukur inflasi adalah Indeks Harga Konsumen. Ini adalah indeks yang menghitung perubahan harga rata-rata dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga selama periode waktu tertentu.

Inflasi-Adalah
Inflasi Adalah

Perubahan IHK dari waktu ke waktu mencerminkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) barang dan jasa. Barang dan jasa dalam keranjang belanja CPI ditentukan berdasarkan survei biaya hidup yang dilakukan oleh BPS.

Oleh karena itu, BPS akan memantau setiap bulan perkembangan harga barang dan jasa ini di 82 kota di Indonesia di pasar tradisional dan modern untuk berbagai jenis barang atau jasa di setiap kota.

Jenis-jenis Inflasi

Ada beberapa jenis inflasi, berikut penjelasanya:

1. Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

  1. Inflasi rendah, yaitu tingkat inflasi yang kurang dari 10% per tahun. Tahun ini, Bank Indonesia menargetkan inflasi di Indonesia sekitar 4% (+/- 1%) sehingga dapat dianggap inflasi rendah.
  2. Tingkat inflasi rata-rata bervariasi antara 10 dan 30% per tahun
  3. Inflasi kuat, yang merupakan spesies yang amplitudo bervariasi dari 30-100% per tahun
  4. Hiperinflasi adalah suatu kondisi di mana tingkat inflasi tahunan lebih dari 100%. Indonesia mengalami hal ini selama Orde Lama, di mana inflasi tahunan mencapai sekitar 600% per tahun.

2. Jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

  1. Inflasi dalam negeri, misalnya berasal dari peningkatan permintaan publik yang lebih cepat dari kemampuan pasar untuk memuaskannya
  2. Inflasi luar negeri, Sebagai contoh dihasilkan dari fakta bahwa inflasi di negara lain meningkatkan harga barang-barang impor. Ketika barang-barang impor digunakan sebagai bahan baku industri, inflasi kemudian mempengaruhi harga akhir barang-barang tersebut.

3. Jenis Inflasi Berdasarkan Faktor Penyebabnya

  • Demand Pull Inflation

Demand pull inflation terjadi ketika permintaan orang akan barang dan jasa relatif lebih tinggi daripada kemampuan pasar untuk memenuhi kebutuhan tersebut pada waktu itu. Misalnya, saat pesta menjelang, harga makanan pokok, makanan ringan, dan pakaian biasanya naik karena kebutuhan masyarakat relatif lebih tinggi dari biasanya.

  • Cost Push Inflation

Cost push inflation terjadi ketika harga bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang dan jasa meningkat, sehingga harga barang dan jasa disesuaikan dengan kenaikan harga. Inflasi biaya dapat disebabkan oleh kerugian nilai tukar, inflasi di negara-negara pengekspor komoditas, bencana alam dan gangguan sistem distribusi.

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya inflasi, antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatnya jumlah permintaan untuk jenis barang dagangan tertentu. Jika permintaan meningkat, tetapi penawaran terbatas, pasti akan ada kenaikan harga.

2. Biaya produksi barang atau jasa telah meningkat. Ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku dan upah pekerja. Dari sana, produsen akan bekerja untuk meningkatkan harga jual barang atau jasa.

3. Saat jumlah uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi. Ketika jumlah uang di masyarakat berlipat ganda, harga komoditas naik dengan cara yang sama. Alasannya adalah peningkatan daya beli masyarakat, namun inventaris tetap tidak berubah.

Cara Menghitung Tingkat Inflasi

Inflasi di satu negara dapat dihitung berdasarkan indeks harga konsumen (CPI), indeks biaya hidup dan indeks harga produsen.

Pit adalah harga barang pada periode tertentu, qit adalah berat barang dalam periode tertentu, pio adalah harga barang dalam periode dasar dan qio adalah berat barang dalam periode dasar.

Setelah Anda menerima nilai CPI, Anda dapat menentukan nilai inflasi menggunakan rumus berikut:

Inflasi = (IHK periode 1- IHK periode 2) / IHK periode 2) x 100

Dengan menggunakan rumus tersebut, nilai inflasi di suatu negara dapat ditentukan secara akurat. Oleh karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dapat mengambil langkah yang tepat untuk memastikan bahwa inflasi tidak memburuk ketika nilai inflasi melebihi nilai target.

Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian

Inflasi memiliki dampak cukup signifikan bagi perekonomian suatu negara, antara lain:

  1. Inflasi dapat menggerus daya beli masyarakat. Ketika daya beli turun, masyarakat akan berbelanja dengan murah. Meskipun kekuatan pendorong perekonomian Indonesia masih digerakkan oleh konsumsi publik. Ketika orang memotong pengeluaran, pertumbuhan ekonomi nasional melambat secara otomatis atau bahkan mandek.
  2. Inflasi tentu saja merugikan konsumen karena gaji atau pendapatan stagnan, tetapi pengeluaran atau pengeluaran meningkat karena kenaikan harga barang atau jasa yang menjadi permintaan utama.
  3. Inflasi juga mempengaruhi kapasitas ekspor suatu negara. Inflasi meningkatkan biaya ekspor dan mengurangi daya saing produk ekspor. Akhirnya nilai tukar berkurang.
  4. Inflasi mengurangi minat orang menabung di bank. Alasan rendahnya tingkat suku bunga simpanan digerus oleh inflasi. Selain itu, tabungan di bank juga dikaitkan dengan biaya administrasi bulanan, sehingga pendapatan bunga dari pelanggan semakin kecil dan nyaris tidak terlihat.
  5. Inflasi dapat mempengaruhi kestabilan mata uang rupiah. Stabilitas nilai tukar rupee melibatkan dua aspek, yaitu stabilitas mata uang dalam hal barang dan jasa dan stabilitas mata uang negara lain.

Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua berkaca pada perkembangan kurs rupiah terhadap mata uang negara lain.

Sekian artikel tentang Inflasi ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>