Inklusi Keuangan Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Inklusi keuangan pada dasarnya mengacu pada jumlah orang yang menjadi pelanggan atau pengguna jasa keuangan. Beberapa contoh layanan keuangan yang dimaksud meliputi semua jenis layanan perbankan dan asuransi.

Berdasarkan data Global Findex dari 2014, mereka yang memiliki akses gratis ke layanan keuangan di Indonesia hanya menghasilkan 36 persen. Sementara itu masih banyak orang Indonesia yang diklasifikasikan sebagai tidak dapat dinegosiasikan atau yang belum tersentuh oleh jasa keuangan apa pun.

Beberapa pemimpin keluarga di daerah terpencil bahkan tidak memiliki tabungan dalam bentuk rekening. Alasannya mungkin beragam, tetapi yang lebih jelas adalah kurangnya fasilitas bank seperti kantor cabang ataupun mesin ATM.

Baca Juga : Rekber Adalah

Definisi inklusi keuangan berdasarkan strategi pembiayaan nasional Bank Indonesia adalah bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengakses lembaga keuangan dan untuk memberikan layanan mereka secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan nyaman dengan rasa hormat penuh terhadap martabat dan nilai mereka tetap terlindungi.

Layanan keuangan pada dasarnya tersedia untuk semua lapisan masyarakat di berbagai daerah. Sementara itu, visi nasional tentang inklusi keuangan BI telah dirumuskan yaitu realisasi sistem keuangan yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan distribusi pendapatan. Menciptakan stabilitas dalam sistem keuangan di Indonesia.

Inklusi-Keuangan-Adalah
Inklusi Keuangan Adalah

Faktanya, hingga saat ini akses keuangan di Indonesia masih belum merata. Menurut Global Findex 2014, hanya 36% orang Indonesia memiliki akses ke lembaga keuangan, sisanya diklasifikasikan sebagai tidak dapat dinegosiasikan atau tidak memiliki akses keuangan.

Atas dasar inilah, Negara berkeinginan meningkatkan akses keuangan di semua sektor. Ini diatur oleh Keputusan Presiden (Perpres) No. 82 tahun 2016, yang juga menandai dimulainya fase implementasi program inklusi keuangan.

Kelak dengan terwujudnya inklusi keuangan, jumlah masyarakat yang menabung uang, menginvestasikan lebih banyak sumber daya, mencari modal ventura dari bank dan mendapatkan asuransi telah meningkat. Dengan cara ini diharapkan bahwa ekonomi akan tumbuh dengan baik, angka kemiskinan berkurang, dan kesenjangan menyempit.

Manfaat Inklusi Keuangan

Inklusi keuangan memiliki banyak keuntungan. Menurut Bank Dunia, peningkatan inklusi keuangan dengan nilai satu persen saja, maka pertumbuhan ekonomi bertambah 0,03 persen. Belum lagi implikasi lain dari inklusi keuangan dalam hal penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial. Selain itu, inklusi keuangan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara, yaitu:

  1. Mendukung stabilitas sistem keuangan
  2. Meningkatkan profitabilitas
  3. Mengurangi shadow banking atau keuangan yang tidak bertanggung jawab
  4. Mendukung ekspansi pasar keuangan
  5. Berkontribusi pada potensi pasar baru bagi bank
  6. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia (IPM)
  7. Kontribusi berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Gerakan untuk Mewujudkan Inklusi Keuangan

Menabung menjadi tanda dari berjalannya inklusi keuangan. Gerakan “Ayo Menabung” yang dikampanyekan OJK adalah cara untuk mendorong orang memanfaatkan layanan keuangan (layanan keuangan / perbankan). Apa langkah-langkah penghematan yang sudah berjalan di Indonesia?

1. Menabung di SimPel/SimPel iB

SimPel yang merupakan singkatan dari Simpanan Pelajar merupakan bentuk tabungan yang dirancang khusus untuk siswa. Tabungan SimPel tersedia dari banyak bank nasional Indonesia seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Bank Permata, BJB dan Bank Jatim.

Selain itu, beberapa bank syariah juga menyediakannya, seperti Muamalat, bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah dan bank Panin Syariah.

Membuka Tabungan SimPel sangat mudah dan menguntungkan karena alasan berikut:

  1. Setoran awal ringan dimulai dari Rp5.000.
  2. Setoran berikutnya setidaknya Rp1.000.
  3. Gratis biaya administrasi bulanan.
  4. Kredit maksimum tanpa batas.
  5. Akun tidak lagi aktif jika tidak ditukar selama 12 bulan berturut-turut.
  6. Biaya denda ketika dalam keadaan istirahat kecil hanya Rp1.000 per bulan.
  7. Buku dikumpulkan, diarsipkan, atau ditunda di sekolah dan di semua saluran
  8. Fitur sederhana dan menarik yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Perbedaan yang jelas antara Tabungan SimPel dan tabungan pada umumnya adalah kurangnya minat sebagai keunggulan dibandingkan Tabungan SimPel. Sebagai gantinya, ada program hadiah sesuai dengan peraturan perbankan.

2. Menabung Saham

Dikampanyekan Bursa Efek Indonesia (BEI), “Yuk Nabung Saham” meningkatkan minat publik dalam investasi pasar modal dengan secara teratur membeli saham. Berdasarkan data dari September 2015 jumlah investor yang aktif di Indonesia pada saat itu adalah 30%. Terhadap latar belakang ini, BEI kemudian menjalankan kampanye yang disebut Simpan Tindakan.

Sejak kampanye “Yuk Nabung Saham” dari data Desember 2016, jumlah investor yang aktif di Indonesia telah meningkat menjadi 35% dari total investor pasar modal di Indonesia. Menurut BEI ada sejumlah alasan mengapa membayar untuk menyimpan saham.

  1. Tahan terhadap inflasi.
  2. Menyelamatkan masa depan, karena keuntungan terus bertambah.
  3. Mewujudkan keinginan dengan return yang didapat.

3. Menabung Emas

Ajakan menabung juga dikampanyekan Pegadaian. Namun, bukan menyimpan uang atau tindakan, tetapi menghemat emas. Karena harga 1 gram emas adalah sekitar Rp. 500.000, itu tidak berarti Anda tidak dapat menyimpan emas kecuali Anda memiliki banyak uang. Bahkan, menabung emas membantu orang dengan modal minimal untuk memiliki emas.

Caranya bagaimana? Dengan menyisihkan uang dan ditabung, pelanggan dapat memiliki emas yang mengendalikan Pegadaian hingga berat mencapai berat tertentu. Jika Anda butuh uang, Anda harus menabung hingga satu gram emas.

Baca Juga : Internal Audit Adalah

Jika uang yang disimpan akan ditukar dengan emas batangan, Anda dapat menempatkan pekerjaan cetak emas yang dimulai pada 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram dan 100 gram. Bagaimana cara membuka rekening tabungan di emas? Anda dapat langsung melihatnya di pegadaian.co.id dan mengisi formulir pendaftaran dengan fotokopi KTP Anda.

4. Menabung untuk Masa Depan

Gerakan menabung yang satu ini bertujuan agar banyak yang mau mempersiapkan dana pensiun. OJK percaya bahwa orang harus memiliki dana pensiun untuk mengamankan masa depan mereka. Dengan cara ini, orang-orang yang bekerja tidak peduli dengan nasib mereka setelah pensiun. Jangan khawatir tentang kebutuhan harian Anda. Dan dia tidak takut pensiun.

Selama ini program pensiun yang sudah berjalan dan wajib adalah program Ketenagakerjaan BPJS. Ada dua program ketenagakerjaan BPJS terkait pensiun asuransi hari tua dan pensiun.

Selain program BPJS Ketenagakerjaan, ada pilihan lain dalam menyiapkan tabungan untuk masa depan yaitu Dana Pensiun untuk Lembaga Keuangan. Untuk alasan ini partisipasi tidak wajib, jadi itu tergantung pada perusahaan atau majikan. Namun, Anda dapat dengan aman menyiapkan dana pensiun Anda tanpa perlu keterlibatan perusahaan.

Ingat, besar atau kecilnya dana pensiun, baik melalui BPJS Ketenagakerjaan atau DPLK yang didaftarkan oleh Perusahaan, tergantung pada jumlah gaji yang diterima. Semakin tinggi gaji, semakin besar tabungan di masa depan.

Strategi Inklusi Keuangan

1. Edukasi Keuangan

Pilar ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen keuangan. Pendidikan finansial ini ditujukan untuk semua orang Indonesia, terutama orang-orang di daerah pedesaan. Pendidikan keuangan harus memberikan pemahaman dan pemahaman tentang produk dan layanan keuangan kepada publik.

2. Fasilitas Keuangan Publik

Pilar ini berfokus pada kemampuan pemerintah untuk menyediakan dana publik. Pendanaan pemerintah dapat berupa dukungan keuangan gratis dan dukungan bersyarat. Salah satu contoh bantuan gratis adalah bantuan tunai langsung dan satu contoh bantuan bersyarat adalah bantuan untuk UMKM. Tujuan pilar ini adalah untuk mempromosikan ekonomi Komunitas, terutama masyarakat kelas bawah.

Baca Juga : Kinerja Keuangan Adalah

3. Pemetaan Informasi Keuangan

Tujuan pemetaan informasi keuangan adalah untuk meningkatkan kinerja ekonomi masyarakat. Pilar ini sangat berguna terutama bagi mereka yang tidak tahu jasa keuangan, sehingga orang-orang ini tahu dan bisa mendapat manfaat dari layanan keuangan.

4. Membuat Kebijakan atau Peraturan yang Mendukung

Kebijakan atau peraturan adalah salah satu pilar yang dapat mendukung berfungsinya ekonomi inklusif. Kebijakan atau peraturan diharapkan dapat meningkatkan akses dan layanan keuangan di Indonesia. Kebijakan dan peraturan ini dapat dikeluarkan oleh Pemerintah atau Bank Indonesia.

5. Fasilitas Intermediasi dan Saluran Distribusi

Pilar satu ini merupakan pilar yang ditargetkan untuk lembaga keuangan di Indonesia. Dengan pilar ini, pemerintah ingin menunjukkan kepada lembaga keuangan bahwa ada segmen potensial dalam bisnis yang dapat menjadi konsumen dari lembaga keuangan ini. Selain itu, pemerintah juga ingin menggunakan pilar ini untuk meningkatkan distribusi produk dan layanan keuangan.

6. Perlindungan Konsumen

Setiap strategi yang diterapkan untuk membawa Indonesia ke dalam ekonomi yang inklusif tentu tidak akan berhasil tanpa kepercayaan dari rakyat itu sendiri. Untuk alasan ini, ada strategi perlindungan konsumen bagi masyarakat. Perlindungan konsumen dirancang untuk memastikan bahwa publik menerima jaminan keamanan dalam interaksi dan penggunaan produk dan layanan yang disediakan oleh lembaga keuangan.

Perbedaan Inklusi dan Literasi Keuangan

Berbicara mengenai perbedaan inklusi dan literasi keuangan, keduanya tidak diragukan lagi terkait. Inklusi tanpa keterampilan membaca dan menulis yang berkualitas tidak akan terlalu penting bagi perekonomian.

Jika inklusi berhubungan dengan jumlah pengguna jasa keuangan, literasi keuangan cenderung fokus pada pengelolaan uang yang mereka miliki. Seseorang dengan pengetahuan keuangan yang baik umumnya tahu bagaimana cara menghasilkan untung paling banyak. Jadi rekaman itu tidak sia-sia.

Ada empat tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia berdasarkan survei OJK pada tahun 2013, yakni:

  1. Well literate (21,84 %): memiliki pengetahuan dan keyakinan akan berbagai lembaga jasa keuangan dan produk jasa keuangan, termasuk properti, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban dalam produk dan layanan keuangan dan memiliki keahlian dalam penggunaan produk dan layanan keuangan.
  2. Sufficient literate (75,69 %): memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan dan produk dan layanan keuangan, termasuk karakteristik, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban yang berkaitan dengan produk dan layanan keuangan.
  3. Less literate (2,06 %): cenderung memiliki pengetahuan tentang lembaga keuangan, produk dan layanan.
  4. Not literate (0,41%): tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan pada lembaga jasa keuangan dan produk dan layanan keuangan dan tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.

Sekian artikel tentang inklusi keuangan ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.