Intellectual Capital Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Saat ini merupakan zaman digital dan teknologi yang mana teknologi tersebut dapat mempermudah pekerjaan kita, pada saat ini bisa bekerja dari rumah dengan bantuan komputer, gadget, internet dan lain sebagainya.

Di dalam teknologi tersebut tentu saja terdapat sistem nya yang berguna untuk mempermudah pengguna menggunakannya. Salah satu sistem teknologi yaitu Intellectual Capital yang akan kita bahas berikut ini.

Intellectual Capital Adalah ?

Intellectual-Capital-Adalah

Intellectual Capital adalah sumber daya informal dalam bentuk sumber daya informasi dan pengetahuan yang tugasnya adalah meningkatkan daya saing dan meningkatkan kinerja sebuah perusahaan.

Menurut International Federation of Accountan “IFAC” ada beberapa istilah yang hampir mirip dengan Intellectual Capita, termasuk kowledge asset, intelektual aset, dan intellectual property yang semuanya dipahami sebagai saham atau modal berbasis pengetahuan dari perusahaan “Widyaningrum, 2004”.

Pengertian Intellectual Capital Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian Intellectual Capital menurut beberapa para ahli:

1. Gunawan dkk

Intellectual Capital menurut gunawan dkk adalah aset tidak berwujud, termasuk informasi dan pengetahuan tentang unit bisnis yang harus dikelola dengan benar untuk memberikan unit bisnis dengan keunggulan yang kompetitif.

2. Puspitasari

Intellectual Capital menurut puspitasari adalah pengetahuan atau kekuatan pemikiran suatu perusahaan, ia tidak memiliki bentuk fisik (immaterial) dan dengan kehadiran modal intelektual perusahaan menerima keuntungan lebih lanjut atau keandalan proses bisnis dan memberikan perusahaan nilai lebih tinggi daripada pesaing atau perusahaan lain.

3. Stewart

Intellectual Capital menurut stewart adalah pengetahuan tentang material, informasi, hak kekayaan intelektual dan pengalaman yang dapat digunakan untuk menciptakan kekayaan.

4. Arfan Ikhsan

Intellectual Capital menurut arfan ikhsan adalah nilai total perusahaan yang menggambarkan aset tidak berwujud yang berasal dari tiga pilar, yaitu manusia, struktural, dan pelanggan.

5. Pangestika

Intellectual Capital menurut pangestika yaitu hal yang mencakup seluruh pengetahuan karyawan, organisasi dan kemampuan mereka untuk menciptakan nilai tambah dan mengarah pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Pengukuran Intellectual Capital

Metode VAIC (Value Added Intellectual Coefficient) digunakan untuk memberikan informasi tentang efisiensi penciptaan nilai aset berwujud dan tidak berwujud dalam perusahaan.

VAIC adalah alat untuk mengukur kinerja modal intelektual perusahaan. Metode ini mengukur bagaimana dan seberapa efisien modal intelektual dan modal nilai tambah didasarkan pada hubungan antara tiga komponen utama yaitu modal manusia, modal karyawan, dan modal struktural.

Modal ini dimulai dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan mata uang tambahan. Nilai tambah adalah indikator yang paling objektif untuk evaluasi keberhasilan bisnis dan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai (nilai tambah). Nilai tambah dihitung sebagai perbedaan antara pintu keluar dan pintu masuk.

Output (OUT) menunjukkan pendapatan dan mencakup semua produk dan layanan yang dijual di pasar, sedangkan Input (IN) mencakup semua biaya yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan.

Yang paling penting dalam model ini adalah bahwa biaya tenaga kerja tidak termasuk dalam IN. Karena peran aktifnya dalam proses penciptaan nilai, potensi intelektual dari pengeluaran tenaga kerja tidak dihitung sebagai biaya (cos) dan tidak termasuk dalam komponen IN. Oleh karena itu merupakan aspek penting dari model Pulic untuk memperlakukan tenaga kerja sebagai unit yang menciptakan nilai.

Teori Tentang Intellectual Capital

Ada dua teori yang sangat erat kaitannya dengan Intellectual Capital. Teori ini adalah teori yang paling tepat untuk Intellectual Capital yang mendasari dan membahas alasan pengungkapan informasi oleh perusahaan ketika menyiapkan laporan keuangan. Berikut adalah teori-teorinya:

1. Teori Legitimacy

Teori Legitimacy mengatakan bahwa mereka terus mencari dana untuk menjaga operasi mereka dalam batas-batas dan aturan yang berlaku untuk masyarakat.

Teori Legitimacy terkait dengan teori stakeholder. Dari perspektif legitimasi, sebuah perusahaan akan secara sukarela melaporkan kegiatannya jika manajemen percaya bahwa ini adalah harapan masyarakat.

2. Teori Stakeholder

Teori Stakeholder menyatakan bahwa konsensus yang muncul dalam konteks teori pengelasan adalah bahwa laba pembukuan hanyalah ukuran yang lebih akurat yang dibuat oleh para pemangku kepentingan dan kemudian didistribusikan kepada para pemangku kepentingan yang sama.

Arya dan Zuliyati (2011: 114) menyatakan bahwa teori pemangku kepentingan memperhitungkan posisi pemangku kepentingan yang dianggap kuat. Sebuah kelompok pemangku kepentingan adalah pertimbangan pertama perusahaan ketika mengungkapkan atau tidak mengungkapkan informasi dalam laporan keuangan tersebut.

Komponen Dalam Intellectual Capital

Pulic mengklasifikasikan Intellectual Capital ke dalam nilai tambah yang dihasilkan dari perbedaan antara pendapatan (input) perusahaan dan semua biaya (output). Intellectual Capital dibagi menjadi tiga yaitu Structural Capital (STVA), Capital Employeed dan Human Capital (VAHU). Berikut penjelasannya:

1. Structural Capital (STVA)

Intellectual Capital adalah kemampuan organisasi untuk menggabungkan infrastruktur, sistem informasi, rutinitas, prosedur, dan budaya organisasi untuk mendukung upaya karyawan untuk menghasilkan intelektual yang optimal.

Intellectual Capital sebagai infrastruktur perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Jutaan dari mereka adalah database, organisasi, grafik, manual proses, strategi rutin, dan segala sesuatu yang membuat perusahaan bernilai lebih dari materialnya.

2. Capital Employeed

Capital Employeed adalah jaringan hubungan atau asosiasi yang harmonis yang ada di perusahaan dengan mitra-mitranya yang berasal dari pemasok yang dapat diandalkan dan berkualitas, berasal dari pelanggan setia dan puas dengan layanan perusahaan yang bersangkutan, yang dihasilkan dari hubungan perusahaan dengan pemerintah berasal dari atau dengan masyarakat sekitar.

3. Human Capital (VAHU)

Human Capital (VAHU) adalah kombinasi dari pengetahuan individu, keterampilan, inovasi dan keterampilan dalam suatu perusahaan. Tingkat modal manusia yang tinggi akan dapat mempromosikan kombinasi pengetahuan, keterampilan, inovasi dan kemampuan seseorang untuk memenuhi kewajiban penciptaan nilai mereka.

Karakteristik Intellectual Capital

Berikut adalah karakteristik dari Intellectual Capital:

  1. Increasing Return artinya pendapatan marjinal dapat meningkat untuk setiap investasi yang dilakukan.
  2. Not Additive artinya nilai tambah dapat terus ditingkatkan tanpa mengurangi elemen utama dari sumber daya ini, karena sumber daya ini bergantung pada nilai tambah.
  3. Non Rivalrous artinya sumber daya ini dapat digunakan secara terus menerus oleh semua jenis pengguna di lokasi yang berbeda dan secara bersamaan.

Demikianlah artikel tentang Intellectual Capital ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan baru, sekian terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>