Jurnal Adalah : Cara Membuat Jurnal dan Contoh Jurnal

Posted on

Adalah.Co.IdJurnal adalah yang sebuah kumpulan artikel yang di publikasikan secara ilmiah dan umumnya terbit secara reguler, seperti misalnya 2 kali atau 3 kali dalam setahun. Naskah artikel yang ditulis untuk jurnal direview atau dievaluasi oleh tim reviewer sebelum masuk ke meja editorial jurnal. Reviewer artikel jurnal biasanya lebih dari satu orang yang merupakan pakar di bidang studi tertentu sesuai dengan topik yang ditulis dalam artikel.

Jurnal pada umumnya berisi sejumlah referensi yang menjadi rujukan penulisan tiap artikel. Jenis artikel yang ditulis tak sebatas laporan penelitian, namun bisa pula berupa review literatur. Artikel jurnal yang menrupakan laporan penelitian secara tipikal terdiri dari beberapa bagian dari judul, abstrak, deskripsi pengantar, kajian pustaka, metodologi, hasil analisis, diskusi dan implikasi hasil penelitian. Kadang disertai usulan tentang agenda riset lanjutan dan rekomendasi.

Maka dari itu kita dapat memahami jurnal adalah karya tulis yang ilmiah. Berbeda dengan karya tulis lain, seperti majalah yang juga terbit reguler dan umumnya berisi kumpulan artikel juga, jurnal ditulis dengan orientasi akademik untuk kalangan ”masyarakat ilmiah”. Sementara itu, majalah ditulis dengan tujuan komersil untuk kalangan populer atau masyarakat umum.

Istilah ”masyarakat ilmiah” diberi tanda kutip karena jurnal sebenarnya tidak tertutup untuk diakses masyarakat luas, namun target pembaca utamanya biasanya lebih sempit yaitu kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa dan komunitas terpelajar lainnya.

Jurnal-Adalah
Jurnal Adalah

JURNAL MENURUT KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, jurnal memiliki banyak artian seperti (buku) catatan harian, buku yang dipakai sebagai perantara, surat kabar harian, majalah khusus yang memuat artikel dalam bidang ilmu tertentu, dan masih banyak lagi lainnya.

Jurnal merupakan suatu kutipan dari beberapa laporan yang mana di dalam jurnal tersebut terdapat poin-poin penting dari laporan tersebut. Jurnal ilmiah memiliki banyak jenisnya karena mencakup semua bidang ilmu, termasuk ilmu sosial san ilmu humaniora. Hal ini di jelaskan dalam bidang ilmu pengetahuan alam ataupun kedokteran, penerbitan artikel ilmiah lebih penting dibandingkan dengan bidang akademik ataupun yang lainnya.

CARA MEMBUAT JURNAL TERBAGI BEBERAPA HAL:

  1. Membuat Judul
  2. Membuat abstrak
  3. Membuat pendahuluan
  4. Membuat bahan dan metode
  5. Membuat hasil
  6. Membuat pembahasan
  7. Membuat kesimpulan
  8. Membuat daftar pustaka

Inilah Beberapa Penjelasan Mengenai Bagian Di Atas

1. MEMBUAT JUDUL
Setipa jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca sebuah judul, akan memudahkan pembaca memahami apa isi sebuah jurnal dari jurnal yang disediakan. Misalnya, judul “Laporan Lab Informatika”. Dengan judul seperti itu, maka tidak pembaca yang mau membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal. Judul yang sangat jelas,misalkan “Jenis-Jenis Data Base Pada Pembuatan Aplikasi” . Judul ini sudah dapat menjelaskan apa isi jurnal tersebut.

2. MEMBUAT ABSTRAK
Abstrak berbeda dengan ringkasan. Mencerna secara singkat isi jurnal adalah bagian fungsi dari Abstrak. Abstrak di sini dimaksudkan utnuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal.
Bagian abstrak diharuskan menyediakan sekitar 250 kata yang merangkum dalam tujuan jurnal tersebur , metode, hasil dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Pada abstrak harus berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Dalam penulisan abstrak mempunyai bagian paling mudah adalah mengutip poin-poin paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyususn deskripsi singkat tengtang jurnal yang telah kita buat.

3. MEMBUAT PENDAHULUAN
Pendahuluan adalah pernyataan dari kasus yang kita selidiki, yang memeberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifikasi kita dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan mambantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum. Kutipannya adalah mengumpulkan semua informasi latar belakang.

4. MEMBUAT BAHAN dan METODE
Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti menjelaskan desain ,peralatan, metode pengumpulan data, jenis pengendalian dan percobaan. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengantahuan dan teknik dasar agar bisa dipublikasikan.

5. MEMBUAT HASIL
Di sini peneliti menyajikan data yang ringkas dengan tinjauan menggunakn teks naratif, tabel, atau gambar. Bahwa dalam hal ini ,tidak semua interpretasi data atau kesimpulan dari data dalam bagian ini. Memiliki kelengkapan data yang dikumpulkan dalam table seperti, teks naratif dan menyajikannya harus mudah dipahami. Jangan pernah mengulangi data yang sudah disajikan dalam sebuat table tersebut.

6. MEMBUAT PEMBAHASAN
Dalam hal ini,seorang peneliti menafsirkan. Setiap hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihar jelas. Peneliti dapat menjelaskan sebuah hal yang berbeda dari hipotesis, hasil yang berbeda maupun hal serupa dengan setiap percobaan yang dilakukan oleh seorang peneliti lain. Kita harus ingat bahwa setiap hal yang perbedaanya selalu berbeda pada perbedaan yang besar atau kecenderungan untuk menjadi hal inti atau hal penting. Hasil yang negatif juga perlu dijelaskan dan mungkin merupakan sesuatu yang penting untuk di ubah dalam penelitian kita.

7. MEMBUAT KESIMPULAN
Seorang peneliti harus berpikir mengenai setiap data yang disajikan berhubungan dalam pendahuluannya. Dan mengacu pada bagian pendahuluan dan kesimpulan, dalam sebuah penelitian ,seorang pembaca harus memiliki pemikiran yang baik, meski pun hanya rincian spesifik.

8. MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA
Semua informsi (KUTIPAN) yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian ini. Hal ini sangat berguna untuk pembaca yang ingin menunjukan pada literatur asli. Perhatikan bahwa referensi yang dikutif benar-benar disebutkan pada jurnal yang kita buat.

CONTOH JURNAL

”Jurnal Sosiologi Pendidikan” sebagai contoh. Jurnal tersebut berisi kumpulan artikel yang membahas tentang sosiologi pendidikan. Penulis artikel bisa dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, dosen, guru, peneliti, praktisi dan sebagainya.

Jika kamu bisa menulis artikel ilmiah tentang sosiologi pendidikan, maka kamu dapat mengirimkan naskah artikel yang kamu tulis ke editor atau pengelola ”Jurnal Sosiologi Pendidikan”. Pengiriman biasanya dilakukan via online ke alamat email yang ditentukan. Mirip seperti mengirim artikel untuk koran atau majalah.

Setelah naskah artikel itu dikirim ke editor maka,editor mem-forward naskah tersebut ke dalam bentuk reviewer. Setelah naskah direviewer, editor akan melihat hasilnya dan memutuskan apakah naskah kamu layak terbit, perlu revisi agar bisa terbit atau tidak layak terbit. Jika tidak layak, naskah dikembalikan. Biasanya, naskah perlu revisi, bisa minor atau mayor.

Setelah naskah artikel direvisi,maka akan di terbitkan di ”Jurnal Sosiologi Pendidikan”. Sebagai penulis, kamu akan mendapat kredit tersendiri. Insentif finansial tidak selalu tersedia, tergantung institusi pengelola jurnal yang kamu kirim. Sebuah pengelaman penulisan akan menjadi pengalam yang memenuhi portofoliomu.

Baca Artikel Lainnya:

Guru Adalah : Fungsi, Tugas, Sejarah dan Perannya

Mahasiswa Adalah : Peran, Fungsi, Tugas dan Perbedaan Dengan Siswa

Pendidikan Adalah : Hakikat, Manfaat, Fungsi, Tujuan, dan Sejarahnya

Related posts: