Karakter Adalah : Unsur dan Proses Pembentukan Karakter

Posted on

Adalah.Co.Id – Karakter adalah watak, sifat, akhlak ataupun kepribadian yang membedakan seorang individu dengan individu lainnya. Atau karakter juga dapat disebut sebagai keadaan aktual berada dalam individu yang berbeda dari individu lain.

Dan yang dimaksud dengan pendidikan karakter adalah sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada individu, meliputi: ilmu pengetahuan, kesadaran, kemauan dan tindakan untuk dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, orang lain, lingkungannya maupun bangsa dan negaranya.

Karakter adalah sistem kepercayaan dan kebiasaan yang mengarah pada tindakan individu. Oleh karena itu, mengetahui pengetahuan karakternya sendiri orang juga dapat melihat bagaimana individu berperilaku dalam kondisi tertentu.

Karenanya karakter adalah nilai karakteristik, karakter yang baik, karakter atau kepribadian seseorang yang telah muncul dari internalisasi berbagai arahan yang dalam kehidupan sehari-hari sebagai cara memandang, berpikir, berperilaku, mengatakan dan berperilaku berperilaku dan digunakan.

Karakter-Adalah
Karakter Adalah

Dari karakter yang ada pada manusia, ada nilai-nilai karakter budaya dan bangsa seperti agama, jujur, toleran, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu, semangat nasional, cinta tanah air, penghargaan untuk prestasi, persahabatan atau komunikatif, cinta damai, suka membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

Unsur Terbentuknya Karakter

Menurut psikologi dan sosiologi, manusia memiliki beberapa unsur yang berkaitan dengan terbentuknya karakter. Unsur inilah yang nantinya akan menunjukan bagaimana karakter seseorang. Unsur-unsur karakter adalah:

1. Sikap

Sikap seseorang adalah bagian dari karakter. Bahkan sikap dipandang sebagai cerminan karakter seseorang. Sikap seseorang menunjukkan bagaimana karakter orang itu dalam suatu lingkungan. Jadi jika orang tersebut memiliki karakter yang baik, lingkungan pun mengatakan bahwa orang tersebut memiliki karakter yang baik. Dan begitu pula sebaliknya.

2. Emosi

Emosi adalah gejala dinamis dalam situasi yang dirasakan oleh orang-orang disertai dengan efek pada kesadaran, perilaku ini juga merupakan proses fisiologis. Perasaan ini identik dengan perasaan yang kuat.

3. Kepercayaan

Kepercayaan itu sendiri adalah komponen kognitif manusia dari faktor sosial-psikologis. Kepercayaan pada sesuatu yang benar atau salah berdasarkan bukti, petunjuk otoritas, pengalaman, dan intuisi sangat penting untuk pembentukan karakter dan karakter manusia. Dengan demikian kepercayaan memperkuat eksistensi diri dan hubungan dengan orang lain.

4. Kebiasaan dan Kemauan

Kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang bertahan, bermain secara otomatis dalam jangka waktu yang lama, tidak direncanakan, dan berulang-ulang. Sedangkan kehendak adalah suatu kondisi yang mencerminkan karakter seseorang, karena kehendak itu terkait erat dengan tindakan yang mencerminkan perilaku seseorang.

5. Konsepsi Diri

Pemahaman diri adalah proses keutuhan, sadar dan tidak sadar bagaimana membentuk karakter dari diri seseorang. Karena itu, pemahaman diri adalah bagaimana kita harus membangun diri kita sendiri, apa yang kita inginkan dan bagaimana kita menempatkan diri kita dalam kehidupan.

Proses Pembentukan Karakter

Munculnya karakter pada diri seseorang, tidak didapatkan saat lahir. Karakter dibentuk melalui proses pembelajaran yang cukup panjang. Karakter manusia terbentuk melalui faktor lingkungan dan orang-orang yang ada di sekeliling lingkungan tersebut.

Empat jenis tipe karakter adalah:

1. Sanguinis

Orang dengan karakter Sanguini biasanya selalu optimis, ceria, antusias dan memiliki semangat hidup yang tinggi. Selalu menarik perhatian atau membutuhkan orang yang penuh perhatian. Mereka juga suka mengambil risiko, jadi jangan heran jika sanguinis ini berubah menjadi orang yang suka berpetualang, karena orang ini juga suka bersenang-senang, suka tantangan dan hal-hal baru, mereka juga mudah bosan.

Kekuatan dari si sanguinis adalah suka bicara, antusias, ekspresif, emosional dan demonstratif, ceria, penuh rasa ingin tahu, hidup di masa sekarang, dan lain sebagainya. Sementara kelemahan sanguinis memicu sebab atau suatu peristiwa, sulit untuk diam, bergaul dengan mudah atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain, dan sebagainya.

2. Plegmatis

Plegmatis lebih fokus pada apa yang terjadi dalam diri mereka sendiri, membiarkan apa yang di luar terjadi sebagaimana mestinya. Tidak heran, orang suka damai dengan orang lain.

Kekuatan dari plegmatis adalah sabar, santai, tenang, dan pendengar yang baik, tidak banyak bicara, namun cenderung bijaksana, simpatik dan baik hati namun cenderung menyembunyikan emosi, dan lain sebagainya.

Kelemahannya adalah mereka kurang antusias terhadap perubahan lingkungan, mudah takut dan khawatir, cenderung menghindari konflik dan tanggung jawab.

3. Koleris

Orang dengan tipe koleris sangat berorientasi pada target, analitis, dan logis. Karakter Koleris ini juga tidak suka sapa, dia lebih suka menghabiskan waktu dengan hal-hal yang berguna.

Kekuatannya adalah senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif, bebas, mandiri, memiliki kemauan keras, mencapai tujuan, menghadapi tantangan dan masalah, dan sebagainya. Sedangkan kelemahannya adalah ketidaksabaran, cepat marah, terlalu gelisah atau sulit untuk bersantai, seperti kontroversi dan pertengkaran dan sebagainya.

4. Melankolis

Tipe melankolis sering berkorban untuk orang lain, cenderung sensitif, penyayang, senang berada di balik layar, namun juga seorang yang pemikir. Dia perlu memobilisasi dan memberikan bagian tubuh lain kesempatan untuk menjadi peka dan memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah. Dia cukup kreatif karena dia bisa berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Ketika dia memikirkan bagian tubuh lain, dia melihat dari sudut yang berbeda.

Kekuatan melankolis bersifat analitis, mendalam, serius dan bertujuan, berorientasi waktu, artistik, kreatif, empatik, rela berkorban, idealistis, dan sebagainya. Sedangkan kelemahannya adalah cenderung melihat masalah dari sisi negative, pendendam, mudah merasa bersalah, murung dan tertekan, ebih menekankan pada cara dibanding tercapainya tujuan, dan lain sebagainya.

Beberapa Nilai Karakter

Individu yang berkarakter baik merupakan orang yang selalu berusaha untuk melakukan berbagai hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, lingkungannya, orang lain, bangsa dan negaranya. Karakter yang baik berarti individu yang mengetahui potensinya sendiri dan memiliki nilai-nilai berikut:

  1. Nilai hubungannya dengan Tuhan
  2. Nilai hubungannya dengan orang lain
  3. Nilai hubungannya dengan diri sendiri
  4. Nilai hubungannya dengan lingkungan.

Sekian artikel tentang karakter ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: