Kolostrum Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Kolostrum adalah cairan susu yang berasal dari manusia, sapi, kambing, dan mamalia lainnya. Kolostrum ini terjadi dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran sebelum ASI yang sebenarnya muncul. Zat ini mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan protein (antibodi) yang melawan kuman seperti bakteri dan virus.

Kolostrum adalah zat yang digunakan untuk mencegah dan memberantas virus yang menyebabkan diare pada anak-anak, membakar lemak, merangsang sistem kekebalan tubuh dalam HIV, dan meningkatkan kinerja atlet. Kolostrum herbal biasanya berasal dari sapi atau susu kambing.

Kolostrum-Adalah
Kolostrum Adalah

Warna khas kolostrum adalah bening tetapi agak kekuningan. Kolostrum tidak hanya memiliki warna yang berbeda, tetapi juga berbeda dari ASI karena menjadi lebih tebal ketika disimpan. Mengingat warnanya yang berbeda dari kebanyakan produk susu diyakini bahwa produksi kolostrum adalah susu cair yang lebih rendah.

Padahal, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kualitas ASI kolostrum baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi karena mengandung berbagai nutrisi penting. Pada dasarnya kolostrum adalah ASI pertama yang disiapkan sebagai makanan pertama untuk bayi. Ini berarti bahwa kandungan nutrisi dari cairan ASI pertama tidak lagi diragukan.

Cara Kerja Kolostrum

Tidak ada penelitian yang cukup tentang cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan hal ini dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Penelitian baru dimulai dengan kolostrum sapi. Saat ini, informasi tersebut biasanya dari laporan yang tidak direview. Antibodi dalam kolostrum bisa 100 kali lebih tinggi dari susu sapi normal.

Manfaat Kolostrum

Ada banyak manfaat kolostrum untuk kesehatan anak, seperti:

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Banyak penelitian kesehatan menunjukkan bahwa kolostrum sangat penting untuk memperkuat sistem kekebalan bayi. Anak-anak yang telah diberikan kolostrum dan ASI telah terbukti lebih kecil kemungkinannya untuk sakit. Kolostrum melindungi bayi dengan lebih baik dari berbagai penyakit seperti radang paru-paru, flu, bronkitis dan diare.

2. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Kolostrum yang dikeluarkan dari bayi membentuk lapisan tipis di saluran pencernaan. Lapisan ini melindungi usus dan lambung dari iritasi dan infeksi. Melalui saluran pencernaan yang sehat dan anak dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Selain itu, kolostrum juga dapat mencegah risiko bayi terkena necrotizing enterocolitis (NEC), penyakit menular yang dapat merusak dinding usus bayi. Penyakit ini dapat membahayakan nyawa anak-anak jika tidak dirawat.

3. Mencegah Penyakit Kuning

Anak-anak kuning umumnya muncul karena akumulasi bilirubin, zat yang mengencingi urine dan feses. Jika kadar bilirubin terlalu tinggi, tubuh anak dapat menguning. Kolostrum yang dicerna oleh anak-anak memiliki efek pencahar, sehingga anak-anak dapat menyingkirkan bilirubin melalui tinja.

4. Mendukung Tumbuh Kembang yang Optimal

Kolostrum memiliki manfaat sebagai suplemen nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf pada bayi. Anak-anak yang diberi kolostrum dan ASI mengalami peningkatan berat badan dan perkembangan otak yang lebih baik daripada anak-anak yang diberi makanan bayi.

Kolostrum tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga untuk ibu menyusui. Menurut penelitian, ibu yang menyusui dan memberikan kolostrum pada bayinya berisiko lebih rendah terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes tipe 2.

Dosis Kolostrum

Kolostrum biasanya digunakan untuk mengobati diare. Dosis yang digunakan bervariasi antara 10 dan 20 gram herba kolostrum. Ini dapat digunakan selama 10 hari. Dosis yang diperlukan tergantung pada usia, kesehatan dan banyak penyakit lainnya. Suplemen herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dosis yang tepat untuk Anda dengan herbalis atau dokter Anda.

Efek Samping Kolostrum

Kolostrum adalah zat herbal yang dapat menyebabkan berbagai efek samping, seperti:

  1. Mual, muntah, dan peningkatan tes fungsi hati.
  2. Pengurangan hematokrit.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada efek samping lain yang tidak tercantum di sini. Jika Anda ragu tentang efek samping tertentu, hubungi herbalis atau dokter Anda.

Keamanan kolostrum

Simpan suplemen kolostrum sapi di tempat yang kering dan hindari sinar matahari langsung. Peraturan untuk penggunaan aditif herbal tidak seketat peraturan untuk obat-obatan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui keamanannya.

Sebelum menggunakan kolostrum, pastikan manfaat menggunakan suplemen herbal lebih penting daripada risikonya. Hubungi herbalis atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Kolostrum sapi tidak boleh digunakan pada anak-anak atau wanita hamil yang sedang menyusui atau hipersensitif terhadap susu sapi. Jika Anda alergi terhadap susu sapi atau produk susu, Anda juga bisa alergi terhadap kolostrum sapi.

Interaksi Kolostrum

Suplemen herbal ini dapat berinteraksi dengan obat lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan herbalis atau dokter sebelum digunakan.

Apa saja Kandungan di Dalam Kolostrum?

Telah dijelaskan bahwa kolostrum adalah cairan susu esensial untuk bayi. Bukan tanpa alasan kolostrum kaya akan protein, lemak, vitamin, mineral, antioksidan dan imunoglobulin.

Imunoglobulin dalam kolostrum adalah antibodi yang diterima bayi dari ibu dan memberikan kekebalan pasif pada bayi. Kekebalan pasif ini dapat melindungi anak-anak dari bahaya penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Dengan kata lain, kandungan tersebut berfungsi untuk melapisi dan melindungi saluran pencernaan bayi sehingga kuman tidak bisa dengan mudah memasuki aliran darah. Tidak hanya itu, kandungan kolostrum juga bertanggung jawab untuk memperkuat sistem kekebalan bayi.

Bahkan, sifat kolostrum adalah pencahar, sehingga bisa mempercepat kerja sistem pencernaan bayi. Salah satu jenis imunoglobulin yang ditemukan dalam kolostrum adalah imunoglobulin A.

Jenis imunoglobulin A yang ada dalam kolostrum adalah sekretori IgA (S-IgA). Sekresi IgA ini mengandung protein yang dapat melindungi senyawa imunoglobulin dari enzim pencernaan. Menariknya, kandungan imunoglobulin A dalam kolostrum berperan dalam memberikan imunitas atau imunitas aktif atau pasif kepada bayi.

Fungsi spesifik imunoglobulin A adalah untuk melindungi dan mencegah patogen eksternal yang masuk ke sistem pencernaan bayi. Patogen yang berisiko memasuki sistem pencernaan bayi adalah bakteri dan virus. Secara khusus, imunoglobulin A melindungi anak-anak dari infeksi saluran pencernaan di saluran usus.

Oleh karena itu, imunoglobulin A memiliki pertahanan khusus terhadap enzim pencernaan. Dapat dipahami bahwa imunoglobulin A dapat bekerja dengan baik di lapisan saluran pencernaan. Selain itu, sekretori IgA dan imunoglobulin A dapat melindungi anak-anak dari autoantigen GI yang dapat menyebabkan penyakit autoimun. Alasannya adalah bahwa anak-anak tanpa imunoglobulin A berisiko terkena penyakit pencernaan dan autoimun. Ambil contohnya yaitu infeksi saluran pada pencernaan.

Kapan Produksi Kolostrum Berhenti?

Kolostrum adalah cairan ASI pertama yang umumnya berubah menjadi ASI. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa bayi baru lahir biasanya hanya memproduksi kolostrum selama 1-5 hari.

Penghentian produksi kolostrum kemudian digantikan oleh aliran susu transisi sampai menjadi susu matang lagi. Kandungan antibodi berkurang ketika kolostrum berubah menjadi ASI, tetapi volume yang dihasilkan cenderung lebih besar.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena fungsi protektif penyakit dalam ASI terus berlanjut. Oleh karena itu, dianjurkan agar anak diberikan kolostrum sejak lahir. Setelah itu, menyusui dapat berlanjut sampai bayi berusia enam bulan atau disebut menyusui eksklusif. Namun, ada beberapa ibu yang menemukan ASI atau kolostrum pertama sebelum melahirkan.

Bagaimana Jika Bayi Tidak Bisa Langsung Menerima Kolostrum?

Idealnya bayi mendapat kolostrum langsung atau beberapa jam setelah lahir. Sayangnya, ada beberapa keadaan di mana ibu atau bayinya membutuhkan perhatian medis sebelum melahirkan. Ini tentu saja membuat ibu tidak bisa memberi dan bayinya tidak segera mendapat kolostrum. Dalam keadaan ini, sebenarnya bisa disiasati dengan memerah susu atau memompa ASI.

Ibu dapat menggunakan pompa payudara manual atau listrik untuk mengeluarkan ASI dari payudaranya. Susu kemudian dapat disimpan dan diberikan kepada bayi. Susu perah tidak hanya berguna untuk mengumpulkan kolostrum sehingga tidak terbuang, tetapi juga memiliki kelebihan lain.

Setiap kali ASI kosong, payudara dikosongkan dan ASI secara otomatis dikembalikan. Dengan kata lain, memompa ASI yang normal dapat meningkatkan produksi.

Ini karena setiap kali payudara kosong setelah menyusui atau memompa ASI dan tubuh memberikan sinyal untuk mereproduksi ASI. Semakin banyak Anda menyusui atau memompa ASI, semakin banyak ASI diproduksi oleh payudara.

Kondisi yang Memerlukan Pemerahan Kolostrum Sebelum Melahirkan

Dalam keadaan tertentu, beberapa ibu perlu memerah kolostrum sebelum lahir untuk memenuhi kebutuhan bayi. Beberapa kondisi yang mendorong seorang ibu untuk memerahkan kolostrum sebelum melahirkan adalah sebagai berikut:

1. Ibu Mengalami Diabetes Gestasional

Ibu dengan diabetes gestasional selama kehamilan dapat membuat bayi terpapar gula darah rendah 24 jam setelah lahir. Inilah sebabnya mengapa anak-anak memerlukan kolostrum segera untuk mempertahankan kadar gula darah normal.

2. Bayi Terdeteksi Mengalami Kelainan pada Mulut

Jika bayi memiliki kelainan di mulut dan telah ditemukan saat hamil, mungkin sulit untuk menyusui langsung dari payudara. Kondisi ini mau tidak mau menyebabkan bayi menyusu secara perlahan, sehingga ibu harus memerah ASI terlebih dahulu.

3. Bayi Lahir Melalui Operasi Caesar

Meskipun menyusui dini masih memungkinkan dengan operasi caesar, ada kemungkinan bahwa ibu akan segera dipisahkan dari bayinya. Oleh karena itu, lebih baik bagi ibu untuk memerah ASI terlebih dahulu sehingga bayi masih bisa mendapatkan ASI pertamanya.

Bahkan, lebih baik untuk memberikan kolostrum atau ASI untuk pertama kalinya jika Anda segera memberikannya dan langsung dari payudara ibu begitu bayi lahir. Namun, jika kondisi ibu dan anak tidak mendukung pemberian langsung ASI pertama ini adalah mungkin untuk mengatasinya dengan ASI sebelumnya.

Sekian artikel tentang kolostrum ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>