Kontemporer Adalah : Musik, Tari, Arsitektur dan Sejarah

Posted on

Adalah.Co.IdKontemporer adalah cabang seni yang di pengaruhi oleh dampak modernisasi. Kontemporer artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini.

Suatu seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan jaman dulu dan berkembang sesuai jaman sekarang disebut seni kontemporer. Lukisan kontemporer adalah karya secara tematik merefleksikan situasi yang sedang dilalui.

Kontemporer yang merupakan kekinian, mencerminkan bahwa adanya kebebasan dalam menentukan sesuai apa yang berlaku saat itu. Kontemporer berasal dari kata “Co” bersama dan “tempo” waktu dan dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti “pada waktu yang sama”, “semasa”, ”pada masa kini”, ”dewasa ini/kekinian”.

Kontemporer-Adalah
Gambar Desain Rumah Kontemporer dengan Permainan Sudut

Jadi seni rupa kontemporer ialah cabang seni rupa yang terpengaruh oleh dampak modernisasi , tidak terikat oleh zaman dan selalu mengikuti trend yang berlaku pada saat itu seiring berjalannya waktu.

MUSIK KONTEMPORER

Dalam bahasa Indonesia Musik kontemporer merupakan istilah untuk kegiatan kreatif yang dalam suatu konteks berbahasa Inggris biasanya sering disebut musik baru, musik kontemporer atau musik seni kontemporer. Ini menjadi istilah yang paling digemari di tahun1990-an.

Tetapi untuk kesepakatan pemakaian istilah ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk dalam musik kontemporer. Ini menjadi sebuah inti dari perdebatan hangat dikalangan musisi dan pemikir yang biasanya mempunyai persepsi yang berbeda.

Baca Juga : Seni Rupa Adalah : Unsur Seni Rupa, Fungsi dan Contoh Seni Rupa

Secara resmi Keanekaragaman Musik kontemporer diakui serta dilembagakan. Untuk menyangkut hal ini ditetapkan sebagai sebuah gerakan yang lebih besar, yaitu Pekan Komponis, sebuah pertemuan tahunan untuk para komposer dari berbagai daerah di Indonesia. Pertemuan tersebut biasanya dilakukan di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Dari pertemuan yang pertama di tahun 1979, komposer yang terlibat kebanyakan berasal dari yang berbasis tradisional. Bahkan, komposer berbasis tradisional adalah yang terbaik mewakili delapan iterasi awal, yang memberikan kontribusi lebih dari tiga kali lebih banyak dari karya-karya itu dibanding rekan mereka yang berorientasi Barat.

TARI KONTEMPORER

Tari kontemporer adalah tarian yang terpengaruh dampak modernisasi serta bersifat bebas dan tak terikat oleh pakem-pakem gerak sebagaimana pada tarian tradisional.

Kata ‘kontemporer’ sendiri, sebagaimana yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti ‘pada waktu yang sama’ atau ‘masa kini’. Maka tari kontemporer juga bisa diartikan sebagai tarian yang ‘masa kini’ – keluar dari pakem yang sudah ada sebelumnya – pada saat diciptakannya.

Tari kontemporer biasanya disajikan dengan cara eksklusif, bukan untuk hiburan popular/umum. Jenis tari ini biasa diciptakan untuk suatu kepentingan seni khusus seperti festival seni tari nasional dan international. Oleh sebab itu masyarakat umum kemungkinan besar banyak sekali yang tidak mengetahui judul-judul tarinya dan apalagi penampilannya.

Tari kontemporer yang berasal dari Indonesia umumnya tetap mengangkat seni tradisi masing-masing daerah. Minimal koreografer mengangkat budaya lokal yang ada. Seperti budaya tayub, disajikan dengan paduan gerak-gerak lainnya yang non-tradisi. Dan kombinasi musik yang juga berbau tradisi namun tidak pakem, seperti gamelan dikombinasikan dengan biola

ARSITEKTUR KONTEMPORER DAN SEJARAH

• ARSITEKTUR KONTEMPORER

Bentuk ekspresi yang meragukan suatu teori-teori konsep disebut Kontemporer. Dalam KBBI, kontemporer berarti pada waktu yang sama, semasa, sewaktu pada masa kini. berkembangnya arsitektur kontemporer dari suatu pemikiran sesungguhnya arsitektur harus mampu memperoleh sasaran tujuan serta pemecahan bagi arsitektur hari esok dan situasi masa kini (Depdikbud-Balai Pustaka: 1994 Schimbeck 1988 halaman 6).

Baca Artikel Lainnya : Seni Lukis Adalah : Aliran Seni Lukis dan Contoh Seni Lukis

Suatu metode perancangan untuk mengembangkan arsitektur yang dinamakan denganarsitektur ‘bersandi ganda’ (double coded) diperkenalkan oleh Seorang kritikus arsitektur Charles Jenks pun, teori inilah yang menjadi cikal bakal arsitektur kontemporer, dalam gagasan ini tergantung pada banyaknya suatu faktor yang mempengaruhi masa tertentu.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulakan bahwa arsitektur kontemporer merpakan suatu terobosan baru dalam dunia arsitektur tentang merancang suatu karya arsitektur yang mampu bertahan hingga waktu yang tidak ditentukan, atau minimal

Sejarah singkat arsitektur kontemporer di indonesia

1) PENDAHULUAN

Sebelum beralih ke masa kemerdekaan, bentuk arsitektur di Indonesia rata rata didominasi oleh karya arsitektur Belanda. Masa kolonial tersebut mengukir bentuk baru pada peta arsitektur Indonesia. Kesan tradisional dan vernakuler serta ragam etnik di Negeri ini diusik oleh kehadiran pendatang yang membawa arsitektur arsitektur di Indonesia

Rupa arsitektur di Indonesia yang “asli” dimulai dari institusi arsitektur di masa setelah kemerdekaan. Pada masa periode tersebut sampai saat ini arsitektur berkembang melalui proses akademik dan hanya praktek arsitektur pada sebuah arsitektur kontemporer Indonesia saja.

Di masa penjajahan Belanda sebenarnya mata kuliah arsitektur diajarkan sebagai bagian dari pendidikan insinyur sipil. Namun, setelah Oktober 1950, sekolah arsitektur yang pertama didirikan di Institut Teknologi Bandung yang dulu bernama Bandoeng Technische Hoogeschool (1923).

Disiplin ilmu arsitektur ini diawali dengan 20 mahasiswa dengan 3 pengajar berkebangsaan Belanda, yang pada dasarnya pengajar tersebut meniru system pendidikan dari tempat asalnya di Universitas Teknologi Delft di Belanda. Pendidikan arsitektur mengarah pada penguasaan keahlian merancang bangunan, dengan fikus pada parameter yang terbatas, yaitu fungsi, iklim, konstruksi, dan bahan bangunan.

Baca Juga : Seni Kriya Adalah : Contoh Seni Kriya dan Teknik Seni Kriya

Semenjak konflik di Irian Barat pada tahun 1955 semua pengajar dari Belanda dipulangkan ke negaranya, kecuali V.R. van Romondt yang secara rendah hati bersikeras untuk tinggal dan memimpin sekolah arsitektur sampai tahun 1962. Pada saat kepemimpinannya, akademi arsitektur sercara bertahap memperkaya dengan memasukan aspek estetika, barat ke tanah Indonesia.

Sekitar awal 1910-an salah satu karya arsitek Belanda seperti, Hotel Savoy Homan, Stasiun Jakarta Kota,dan Villa Isola di bandung memberikan penglihatan baru budaya dan sejarah ke dalam sebuah pertimbangan desain.

Van Romondt berambisi menciptakan “Arsitektur Indonesia” baru, yang berakar pada prinsip tradisional dengan sentuhan modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer. Dengan kata lain “Arsitektur Indonesia” adalah penerapan gagasan fungsionalisme, rasionalisme, dan kesederhanaan dari desain modern, namun sangat terinspirasi oleh prinsip-prinsip arsitektur tradisional.

2) KEMAJUAN, MODERNITAS, DAN MONUMENTALITAS

Pada tahun 1958, mahasiswa arsitektur ITB sudah mencapai 500 orang, dengan 12 orang lulusan. Yang kemudian beberapanya menjadi pengajar. Pada bulan September 1959, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) didirikan.

Kepemimpinan sekolah arsitektur berpindah tangan pada bangsa Indonesia Sejak awal tahun 1961, dengan Sujudi sebagai ketuanya. Kemudian Sujudi mendirikan sekolah arsitektur di perguruan tinggi lainnya. Masa ini juga juga dipelopori oleh Sujudi cs. bersama teman-temannya yang menamakan diri ATAP.

Literature barat mulai masuk dalam diskursus pendidikan arsitektur di Indonesia Sekitar awal tahun 1960-an, . Karya dan pemikiran para arsitek terkemuka Frank Lloyd Wright, Walter Gropius, dan Le Corbusier menjadi contoh normative ke dalam diskusi dan pelajaran.

Iklim politik pada saat itu juga sangat berpengaruh terhadap pola fikir masyarakat terhadap teori dan konsep arsitektur modern. Karena di masa kepemimpinan Sukarno, “modernitas” diberikan oleh kepentingan simbolis yang merujuk pada persatuan dan kekuatan nasional. Sukarno telah berhasil mempengaruhi secara mendasar karakter arsitektur yang diproduksi pada masa ia memegang kekuasaan.

Baca Juga : Pameran Adalah : Tujuan Pameran, Jenis jenis dan Manfaat Pameran

Modern, revolusioner, dan heroik dalam arsitektur menghantarkan kita pada suatu program pembangunan besar-besaran terutama untuk ibukota Jakarta. Ia berusaha mengubah citra Jakarta sebagai pusat pemerintahan kolonial menjadi ibukota Negara yang merdeka dan berdaulat yang lahir sebagai kekuatan baru di dunia.

Pada akhir 1950-an Sukarno mulai membongkar bangunan-bangunan lama dan memdirikan bangunan baru, pelebaran jalan, dan pembangunan jalan bebas hambatan. Gedung pencakar langit dan teknologi bangunan modern mulai diperkenalkan di negeri ini.

Dengan bantuan dana luar negeri proyek-proyek seperti Hotel Indonesia, Pertokoan Sarinah, Gelora Bung Karno, By pass, Jembatan Semanggi, Monas, Mesjid Istiqlal, Wisma Nusantara, Taman Impian Jaya Ancol, Gedung DPR&MPR dan sejumlah patung monumen.

Kemajuan, modernitas, dan monumentalitas merupakan ciri khas proyek arsitektur Sukarno yang sebagian besar menggunakan langgam “International Style”. Seorang arsitek yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Sukarno pada masa itu adalah Friedrich Silaban. Ia terlibat hampir semua proyek besari pada masa itu.

Desainnya didasari oleh prinsip fungsional, kenyamanan, efisiensi, dan kesederhanaan. Pendapatnya bahwa arsitek harus memperhatikan kebutuhan fungsional suatu bangunan dan factor iklim tropis seperti temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, dan radiasi matahari. Desainnya arsitektur seperti ventilasi silang, teritisan atap lebar, dan selasar-selasar.

Related posts: