Kontravensi Adalah : Bentuk, Tipe, Dampak dan Contohnya

Posted on

Adalah.Co.IdKontravensi adalah bentuk dari interaksi sosial yang ditandai dengan adanya tidak kepastian tentang diri seseorang atau perasaan tidak suka yang kemudian disembunyikan. salah satu bagian dari interaksi sosial merupakan Kontravensi, bentuk dari suatu proses sosial yang sedang berada diantara persaingan dan juga dengan konflik disebut dengan kontravensi.

Sedangkan kontravensi memiliki suatu gejala-gejala dengan adanya ketidak pastian tentang diri seseorang ataupun rencana dan juga perasaan tidak suka dan kemudian disembunyikan, serta terdapat suatu kebencian dan juga keragu-raguan terhadap kepribadian dari seseorang.

Menurut KBBI, dan beberapa pengertian lainnya kontravensi adalah:

Dalam proses persaingan ada suatu konflik yang dapat anda tandai dalam bentuk gejala serta adanya sesuatu yang tidak pasti dalam pribadi maupun perasaan. suatu bentuk proses sosial yang bersifat disosiatif, diantara bentuk interaksi sosial disosiatif selain konflik dan persaingan merupakan pengertian dari Kontravensi.

Kontravensi-Adalah
Kontravensi Adalah

BENTUK KONTRAVENSI

Leopold von Wiese dan Howard Becker mengatakan bahwa kontravensi memiliki lima bentuk berikut.

  1. Umum, misalnya penolakan, keengganan, perlawanan, protes, perbuatan menghalang-halangi, melakukan kekerasan, atau mengacaukan rencana pihak lain.
  2. Sederhana, misalnya menyangkal pernyataan orang di muka umum, memaki melalui surat selebaran, atau mencerca.
  3. Intensif, misalnya penghasutan atau menyebarkan desas-desus.
  4. Rahasia, misalnya mengumumkan rahasia lawan atau berkhianat.
  5. Taktis, misalnya mengejutkan lawan, membingungkan pihak lawan, provokasi, atau intimidasi.

TIPE-TIPE KONTRAVENSI

Kontravensi memiliki tipe tipe sebagai berikut :

1. Kontravensi yang menyangkut generasi dalam masyarakat.
Hal ini terjadi dalam masyarakat yang mengalami suatu perubahan cepat, misalnya hubungan anak dan orang tua. Meningkatnya usia anak menyebabkan lingkungan pergaulan makin meluas sehingga orang tua khawatir anak akan menyimpang dari tradisi.

Baca Juga : Individu Adalah : Contoh dan Ciri-cirinya Menurut Para Ahli

2. Kontravensi yang menyangkut seks.
Kontravensi yang menyangkut dengan hubungan suami isitri didalam suatu keluarga serta peranannya di dalam masyarakat umum.

3. Kontravensi parlementer.
Dalam kontravensi ini biasanya menyangkut suatu hubungan antara kedua golongan mayoritas dan minoritas.

DAMPAK KONTRAVENSI

Berbagai dampak yang dihasikan daam kontravensi ini, yakni ada dampak postif dan juga ada dampak negatif. Berikut inilah penjelasan mengenai akibat kontravensi;

1. Dampak Positif Kontravensi
Dampak positif yang di timbulkan dari adanya sebuah kontravensi, pada umumnya akan mendorong terjadinya suatu keteraturan sosial dalam masyarakat luas, antara lain sebagai berikut;

  1. Dalam diskusi ilmiah, dan seminar-seminar tentang per masalahan tertentu, biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat sehingga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-pilihan dalam proses jalannya ilmuah.
  2. Memberikan rasa memiliki, hal ini lantaran dengan adanya kontravensi prilaku yang ada dalam inividu atau kelompok secara tidak langsung menunjukan kecintaannya terhadap budaya, dan keadaan dalam masyarakat.
  3. Memberikan kesatuan yang kuat (solidaritas), kondisi seperti ini akan terjadi pada kontravensi jika adanya kesatuan yang di dapatkan dalam bentuk kontravensi berkelompok.
  4. Dengan adanya kontravensi akan menjadi dampak pendorong perubahan sosial, secara langsung akan mengubah kebijakan dan juga arahan pihak-pihak yang bertentangan.

Baca Juga : Komunikasi Adalah : Fungsi, Unsur-unsur, Tujuan dan Contohnya

2. Dampak Negatif Kontravensi
Akibat atau dampak negatif yang di timbulkan dari adanya kontravensi ini, sebagai berikut;

  1. Dalam skala kecil, hanya akan memunculkan rasa tidak suka yang sifatnya personal.
  2. Dalam skala yang sangat besar akan menimbulkan hilangnya, rasa tidak nyaman, rasa kepercayaan, rasa takut, ketidakpuasan, kebencian, kemarahan, tertekan bahkan pertengkaran, huru-hara bahkan peperangan.
  3. Memberikan rasa ketidak percayaan dalam masyarakat, ras ketidakpercayaan dalam kehidupan bermasyarakat seringkali terjadi lantaran adanya kontravensi yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Lantaran dalam hal ini, kontravensi akan memberikan rasa kecurigaan antar masyarakat.
  4. Mendorong terjadinya akan suatu konflik sosial, dampak negatif yang di timbulkan kontravensi adalah mendorong terjadinya bentuk konflik sosial yang akhirnya dengan kondisi ini menyeabkan adanya pertikaian dalam kehidupan bermasyarakat.
  5. Mengambat proses mobilitasisi masyarakat, proses mobilisasi dalam masyarakat akan terhambat dengan adanya kontravensi, proses ini menjadi begitu penting dalam upaya memeberikan dorongan kemajuan untuk menjadi kehidupan dalam masyarakat.
CONTOH KONTRAVENSI

I. Kontravensi dalam Masyarakat
Contoh nyata yang menjadi cerminan tentang kontravensi di masyarakat ini, misalnya saja tentang menghasut atau menyebarkan berita yang tidak benar atau fitnah pada tetangga yang memiliki usaha karena merasa iri dengan pencapaian atau karena banyaknya pembeli yang berbelanja di sana, sedangkan pada usahanya sepi. Tergolong kontravensi intensif.

Fenomena sosial ini masih sangat sering terjadi dalam masyarakat dan benar-benar tidak tampak dalam diri seseorang pada orang lainnya. Media televisi dalam bentuk dunia perfilman yang menjadi media penyadaran bagi masyarakat bahwa perilaku itu salah dan tidak seharusnya dilakukan.

II. Kontravensi dalam Politik
kasus berikutnya soal suatu kejadian yang bisa dikatakan kontravensi di wilayah dalam suatu lembaga politik, contohnya saja persaingan antara calon anggota legislatif terjadi sangat sengit, sampai salah satunya melakukan kampanye hitam. Dengan cara, berusaha untuk menjatuhkan salah satu pihak lewat mengumbar fitnah yang merusak citra lawannya demi mencegahnya untuk menang.

III. Kontravensi dalam Lembaga Sekolah
kasus lainnya mengenai kontravensi dalam lembaga pendidikan/sekolah, secara sederhananya kala OSIS di sekolah memilii suatu rencana atau kegiatan, tetapi suatu kelas tidak setuju dengan rencana tersebut, sehingga lahirlah rasa tidak suka atau benci yang terwujud dengan tidak membantu dalam melancarkan atau terwujudnya kegiatan tersebut.

IV. Kontravensi dalam Dunia Kerja
Dunia kerja seringkali dianggap atau dipandang oleh masyarakat sebagai dunia yang sesungguhnya dalam kehidupan di dunia. Menyangkut soal ini Kontravensi yaitu, misalnya ketika teman satu anggota organisasi kerja akan meraih kesuksesan atas kerja kerasnya, kita merasa tidak senang, lalu membocorkan hal hal privasi yang kita ketahui tentangnya untuk menggagalkan pencapaian kesuksesannya.

Baca Juga : Asimilasi Adalah : Faktor Pendorong, Bentuk, dan Contoh

V. Kontravensi dalam Keluarga
Fungsi keluarga ialah afeksi pada semua anggota di dalamnya. Namun, seringkali terjadi kontravensi dalam bentuk taktis dalam keluarga yakni melakukan intimidasi antar anggota keluarganya atas sesuatu. Mirisnya perilaku tersebut seringkali tidak adanya suatu alasan yang dilakukan oleh pelaku dalam keluarganya.

VI. Kontravensi dalam Kegiatan Ekonomi
Kasus soal kontravensi lainnya di suatu kegiatan atau bidang ekonomi tentu saja tidak bisa lepas dari kompetisi yang positif dan negatif, serta perasaan iri. nyatanya, beberapa masyarakat masih saja ada yang menggunakan bantuan jasa preman untuk melakukan intimidasi usaha saiingannya. Hal dapat di katakan sebagai kontravensi yang tersembunyi dengan cara mengintimidasi.

VII. Kontravensi dalam Agama
Dalam ranah agama, seringkali dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja oleh para pemuka agamanya. Perilaku ini sungguh ironis, di mana hal ini terwujud saat para pemuka memberikan ceramah pada jemaatnya, dalam konten ceramahnya disusupi oleh ajakan atau hasutan pada sesuatu yang merugikan. Walaupun hanya sebagian pemuka agama yang melakukannya.

VIII. Kontravensi dalam Seksual
Kontravensi dalam seksual terkait hubungan suami-istri dalam keluarga. Dewasa ini, masyarakat menempatkan suami-istri pada kedudukan yang sejajar. Namun, masih timbul keraguan kepada wanita, berkaitan dengan kemampuan, karena stigma bahwa wanita secara sejarah dipandang lemah.

IX. Kontravensi dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku dalam tindakan keseharian yang lakukan pun tidak lepas dari bayang-bayang kontravensi. Misalnya saja, terjadi antar teman atau kerabat yang dilakukan dengan kasar seperti mengejek, provokasi, atau cara halus misal menggunakan bahasa dan perilaku yang sopan, tetapi mengandung makna yang sangat tajam.

Related posts: