Kredit Adalah : Fungsi Kredit dan Unsur-unsur Kredit

Posted on

Adalah.Co.IdKredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

DEFINISI KREDIT MENURUT BEBERAPA AHLI

Para ahli menjelaskan definisi kredit dengan pendapat yang berbeda – beda. Para ahli menjelaskan berdasarkan cakupannya dan penerapannya, kredit bisa memiliki banyak arti.

Berikut beberapa contoh definisi kredit dari para ahli:

1. Brymont P. Kent

Menurut pendapat Brymont P. Kent Kredit merupakan suatu hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban melakukan sebuah pembayaran pada waktu yang diminta atau di waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang pada waktu sekarang.

2. Rolling G. Thomas

Kredit dapat di artikan sebagai kepercayaan si peminjam untuk membayar sejumlah uang di waktu yang akan datang.

3. Amir R. Batubara

Amir R. Batubara berpendapat bahwa Kredit ialah suatu pemberian prestasi yang kontra prestasinya akan terjadi sejumlah uang di masa yang akan datang.

4. Firdaus dan Ariyanti

Kredit menurut firdaus dan ariyanti adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang yang memungkinkan ia bisa memperoleh uang, barang-barang atau tenaga kerja, dengan jalan menukarkan dengan suatu perjanjian untuk membayarnya disuatu waktu yang akan datang.

5. Melayu S.P. Hasibuan

Arti kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai perjanjian yang telah disepakati.

6. Anwar

Anwar mengatakan bahwa Kredit ialah suatu pemberian Jasa (prestasi) dari pihak yang satu ke pihak yang lainnya dan prestasinya akan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu bersama uang sebagai kontra prestasinya (balas jasa).

7. Thomas Suyatno

Kredit adalah penyediaan uang yang disamakan tagihan-tagihannya yang sesuai dengan persetujuan antara peminjam dan meminjamkan.

8. Muljono

Pengertian kredit adalah kemampuan untuk menjalankan pembelian atau melaksanakan suatu pinjaman dengan perjanjian untuk membayar di waktu yang telah ditentukan.

9. Dr. Al-Amin Ahmad

Pengertian kredit adalah membayar hutang yang dilakukan secara berangsur-angsur pada tempi yang ditetapkan atau ditentukan.

Kredit-Adalah
Kredit Adalah

FUNGSI KREDIT

Pada awal perkembangannya, kredit memiliki fungsi untuk merangsang sikap saling menolong dengan tujuan pencapaian kebutuhan, baik dalam bidang usaha atau kebutuhan sehari-hari.

Dengan kata lain kredit diharapkan dapat membawa dampak positif secara sosial ekonomis bagi seluruh pihak (debitur, kreditur, atau masyarakat).

Beberapa fungsi umum dari Kredit, yaitu sebagai berikut:

  1. Meningkatkan daya guna uang,
  2. Meningkatkan gairah dalam usaha,
  3. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang,
  4. Menjadi salah satu alat stabilitas perekonomian,
  5. Meningkatkan hubungan internasional,
  6. Meningkatkan daya guna dan juga peredaran barang,
  7. Meningkatkan pemerataan pendapatan,
  8. Sebagai motivator dan dinamisator kegiatan perdagangan dan perekonomian,
  9. Memperbesar modal dari perusahaan,
  10. Meningkatkan IPC (Income Per Capita) masyarakat, dan
  11. Mengubah cara berpikir dan tindakan masyarakat agar bernilai ekonomis.

BERIKUT UNSUR-UNSUR KREDIT

1. Perjanjian

Di dalam perjanjian ini terdapat kesepakatan yang harus dicapai dan isi dari kesepakatan tersebut juga harus mencakup beberapa hal seperti peraturan pinjaman kreditnya lalu kewajiban seorang nasabah pada bank yang sifatnya mengikat lalu terdapat kekuatan hukumnya.

Juga, bank sebagai lembaga keuangan resmi di dalam suatu pemerintahan atau negara harus bisa menjalankan semua aktivitasnya dengan mengikuti aturan dari bank pusat dalam pemberian dananya, aktivitas ini juga bertujuan agar bank memiliki perlindungan hukum apabila terdapat masalah. Kesepakatan perjanjian ini akan saling menguntungkan kedua pihak karena sifatnya yang dapat memberikan kemudahan untuk proses dan langkah kedepannya.

Selain itu, nasabah yang sudah memenuhi kelayakan dalam penerimaan pinjaman dana harus bisa menaati semua kewajiban atau persyaratan yang diminta bank lalu bank tersebut akan meyakinkan nasabah untuk dapat menjalankan peran dan kewajibannya berdasarkan kesepakatan baik nantinya terdapat masalah yang timbul ada atau tidak.

Unsur dalam jenis ini memberikan rasa aman dan nyaman diantara kedua belah pihak maupun itu dari bank ataupun penerima kredit karena nantinya akan bertujuan untuk memberikan suatu kelancaran dalam mekanisme yang berjalan dan telah terikat bersama.

2. Kepercayaan Bersama

Dalam memberikan kredit prosesnya tidak dapat dikatakan mudah ataupun sulit. Secara umum bank tidak dapat dengan mudah memberikan kredit karena itu kembali lagi kepada kelayakan si nasabah.

Bank sendiri juga mempunyai parameter sendiri untuk dapat menentukan apakah nasabah itu bankable atau tidak, karena kebanyakan agar pemilihan kriteria tersebut bisa ditentukan terlebih dahulu harus di cek kondisi riwayat perbankan sebelumnya dari nasabahnya.

Nah, dari hasil pengecekan tersebut akan terlihat konidis baik atau tidaknya apakah kredit yang pernah berjalan lancar atau tidak. Dari situ juga akan jadi penentu lolos atau tidaknya kredit dari bank tersebut.

Dalam mekanismenya bank memberikan pinjaman dengan beberapa proses yang cukup banyak yang pada akhirnya juga akan memberikan pinjamannya. Ketika sudah dipastikan layak untuk menerima dana untuk kredit maka kredit dapat dimulai.

Hal yang perlu diingat pada sata melakukan suatu transaksi, harus adanya rasa saling percaya dalam pengelolaannya dan dapat mengembalikkan kewajiban yang harus ditanggung.

3. Risiko

Unsur-unsur kredit ini perlu diperhatikan. Siapapun yang memberikan pinjaman dana sebelumnya harus mengetahui risiko yang dapat terjadi di tengah jalan. Dari sekian banyaknya suatu risiko yang mungkin bisa saja terjadi, bisa jadi kredit yang dijalankan macet, merupakan salah satu jenis risiko yang paling menjadi ‘momok’ (menyeramkan) karena dampak akhirnya sangat merugikan untuk kedepannya.

Contoh dalam pinjaman suatu dana yang digunakan untuk kredit sebuah usaha tentu saja memiliki potensi kegagalan dalam perjalanannya. Untuk itu diperlukan agar dapat memberikan rasa aman dalam pemberian pinjaman dananya solusinya setiap perbankan menerapkan sebuah sistem jaminan, hal ini biasanya terjadi pada dana pinjaman yang jumlahnya cukup besar.

Perhitungannya juga sesuai dengan besar jaminan yang diberikan kepada bank. Sebagai catatan, tidak semua jaminan yang diberikan oleh peminjam nilai dan harganya sama dengan yang diajukan bank. Beberapa jaminan yang umum digunakan seperti surat kepemilikan kendaraan ataupun surat kepemilikan properti.

4. Jangka Waktu Pembelian

Setiap kredit atau pinjaman tentu saja memiliki suatu kesepakatan dimana waktu pembelian yang akan menjadi tanggung jawab oleh pihak penerima dananya, didalam sebuah kesepakatan tersebut juga akan diatur beberapa pertaruan untuk masing – masing pihak dalam prosesnya.

Jangkanya juga memiliki waktu bermacam-macam seperti jangka pendek, panjang ataupun menengah. Semua jenis tersebut masing-masing memiliki aturannya tersendiri dan saling berkaitan dengan besar dana dari nasabah tersebut untuk melunasinya.

Program yang diciptakan dari setiap perbankan pun sata ini semakin banyak seperti halnya kredit usaha, biasanya sebuah bank menyediakan pinjaman bagi masyarakat mulai dari jutaan sampai ratusan juta dengan syarat pengajuan kredit yang sangat mudah. Tetapi secara umum kebanyakan dapat untuk jangka waktu pengembaliannya menengah dan panjang.

5. Balas Jasa

Maksud unsur yang ini kembali berkaitan dengan keuntungan yang didapatkan bank atas adanya pinjaman dana kepada nasabah. Lain halnya dengan bank syariah yang memiliki mekanisme berbeda yang mengacu pada aturan-aturan agama jadi untuk menjalankannya tidak mengenal sistem bunga. Ada juga keuntungan menggunakan bank syariah yaitu memiliki kesepakatan bagi hasil antara bank dan pihak penerima dana.

Baca Artikel Lainnya :

Related posts: