Kromatografi Adalah : Lapis Tipis, Kertas, Kolom, Prinsip, dan Jenis jenisnya

Posted on

Adalah.Co.IdKromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul dengan berdasarkan pada pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk bisa memisahkan komponen yang berupa molekul yang ada dalam larutan. Molekul yang bisa terlarut dalam fase gerak akan melalui kolom yang merupakan fase diam. Melekul dengan ikatan kuat dengan kolom akan cenderung bergerak dengan lebih lambat dibandikan dengan molekul yang berikatan lemah. Dengan begini maka berbagai macam molekul bisa kita pisahkan dengan berdasarkan pada pergerakan molekul pada kolom.

Setelah komponen tersebut terelusi dari kolom maka komponen itu akan bisa dianalisis dengan menggunakan alat detektor atau bisa dikumpulkan untuk bisa dianalisis dengan lebih lanjut. Beberapa alat yang bisa digunakan untuk analitik bisa digabungkan dengan menggunakan metode pemisahan untuk menganalisis secara on-line, seperti menggabungkan kromatografi gas atau gas chromatography dan liquid chromatography atau kromatografi cair dengan mass spectrometry atau GC-MS dan LC-MS, HPL-UV-VIS atau diode array dan GC-FTIR atau Fourier-transfrom infrared spectroscopy.

Kromatografi-Adalah
Kromatografi Adalah

Kromatografi Lapis Tipis

Kromatografi lapis tipis adalah salah satu teknik kromatografi yang digunakan untuk bisa memisahkan campuran yang tidak volatil. Teknik ini biasanya dilakukan pada selembar kaca. aluminium foil atau pastik yang dilapisi dengan lapisan tipis dari bahan absorben, umumnya silika gel, selulosa atau aluminium oksida. Laisan tipis tersebut diketahui bisa sebagai fase diam atau fase stasioner.

Setelah suatu sampel diapliksikan pada pelat, maka campuran pelarut atau suatu pelarut yang kita kenal sebagai fase gerak akan dialirkan keatas dengan melalui pelat berdasarkan gaya kapilaritas. Karena analit yang berbeda akan mengalir menaiki pelat KLP dengan kecepatan yang berbeda maka akan terjadi pemisahan komponen dalam analisis tersebut.

Kromatografi jenis ini bisa kita gunakan untuk bisa mengawasi atau memonitor pergerakan suatu reaksi, untuk bisa mengidentifikasi senyawa yang terdapat di dalam campuran serta menentukan kemurnian bahan. Contoh dari penggunaan aplikasi ini antara nya adalah : analisis seramida dan asam lemak, deteksi antara insektisida dan pestisida dalam air dan dalam makanan, analisis komposisi zat warna serat dalam dunia forensik, menentukan kemurnian radiokimia dan radiofarmasi atau untuk identifikasi tanaman obat serta konstituennya.

Sejumlah pengayaan sudah dilakukan pada metode aslinya sampai otomatis tahapan yang berbeda, untuk bisa meningkatkan resolusi yang didapatkan dengan menggunakan KLT dan bisa memungkinkan untuk melakukan analisis kuantitatif yang lebih akurat. Cara atau metode ini kita kenal dengan nama KLTKT atau KLT kinerja tinggi.

Kromatografi Kertas

Kromatografi jenis ini adalah salah satu metode analitik yang digunakan untuk bisa memisahkan bahan kimia berwarna, terutama pada pigmen. Cara ini juga bisa kita gunakan untuk bisa memisahkan warna primer atau sekunder yang terdapat daam tinta. Cara ini sudah banyak digantikan dengan cara kromatografi lapis tipis namun masih merupakan suatu alat pembelajaran yang baik. Kromatografi kertas dua arah atau biasa dikenal juga dengan nama kromatografi dua dimensi, ini melibatkan dua pelarut dan memutar posisi 90 derajat ketika pergantian pelarut. Cara ini digunakan untuk bisa memisahkan campuran senyawa yang kompleks dengan kepolaran yang hampir sama atau hampir mirip. Contohnya pada pemisahan asam amini, jika dengan menggunakan kertas saring maka harus dengan menggunakan kertas saring yang mutu terbaik. Fase gerak adalah larutan pengembang yang bisa bergerak naik saat fase diam sambil membawa contoh atau sampel bersamanya.

Nilai Rf

Rf atau Faktor Retensi adalah pembanding jarak tempuh zat pada jarak tempuh pelarut. Nilai ini biasanya dinyatakan dalam desimal, dengan menggunakan dua angka dibelakang koma. Apabila Nilai Rf pada suatu arutan adalah nol, solut tetap pada fase diam dan karena itu ia tidak bergerak. Apabila Nilai Rf = 1 maka solut tidak memiliki afinitas pada fase diam dan bergerak sesuai dengan gerakan pelarut sampai garis depan. Untuk bisa menghitung nilai Rf silahkan ukur jarak tempuh zat dibagi dengan jarak tempuh pelarut seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Contohnya jika zat bergerak sejauh 9,9 cm dan dengan garis depan pelarut bergerak sejauh 12,7 cm maka nilai faktor retensinya sebsar 9,9 / 12,7 = 0,779 atau 0,78. Nilai Rf ini tergantung pada suhu atau temperatur dan pelarut yang digunakan dalam percobaan, oleh karenanya maka beberapa pelarut akan menghasilkan beberapa nilai Rf untuk campuran senyawa yang sama.

Pigmen Dan Polaritas

Metode ini merupakan salah satu metode identifokasi dan pengujian kemurnian suatu senyawa. Ini merupakan teknik yang berguna karena relatif lebih cepat dan hanya memerlukan sedikit bahan uji. Pemisahan dalam metode ini melibatkan prinsip yang sama seperti pada kromatografi lapis tipis. Dalam metode ini bahan uji akan terdistribusi antara fase diam dan fase gerak. Fase diam umumnya adalah selembar kertas saring yang bermutu tinggi. Fase gerak adalah larutan pengembang yang akan merambat naik di fase gerak, ia akan membawa sampel bersamanya. Komponen sampel akan terpisah tergantung pada kekuatan adsorbsinya di fase diam versus kelarutannya di fase gerak.

Saat sampel bahan kimia berwarna di teteskan pada kertas saring, pemishan warna dari sampel akan terjadi saat kertas dicelupkan ke dalam pelarut. Pelarut akan berdifusi meniki kertas, mearutkan banyak molekul daam sampel sesuai dengan polaritas molekul solut dan pelarut. Apabila sampel mengandung banyak warna itu artinya terdapat lebih dari satu macam molekul di daamnya . Karenanya perbedaan struktur kimia pada masing – masing molekul, probabilitas, perbedaan pada polaritas sekecil apapun pasti ada didalamnya, yang pada akhirnya akan berujung pada perbedaan kelarutan daam pelarut. Perbedaan kelarutan dalam pelarut dan afinitas pada fase diam akan menghasilkan perbedaan letak pelarut yang sangat polar. Begitu juga sebaliknya untk bahan kimia yang sangat polar dalam pelarut yang sangat tidak polar.

Hal yang harus dicatat adalah saat menggunakan air atau suatu bahan yang sangat polar sebagai media pelarut, warna yang lebih polar akan berada pada letak yang lebih tinggi pada kertas.

Jenis Kromatografi Kertas

  1. Kromatografi Kertas Menurun
  2. Kromatigrafi Kertas Menanjak
  3. Kromatografi Kertas Naik-Turun
  4. Kromatografi Kertas Radial

Kromatografi Kolom

Teknik atau metode ini digunakan untuk memurnikan bahan kimia tunggal dari campurannya. Cara ini biasanya digunakan untuk aplikasi preparasi pada skala mikrogram hingga kilogram. Keuntungan utama dari metode ini adalah biaya yang sedikit dan kemudahan untuk membuang fase diam yang sudah digunakan. Kemudahan pembuangan ini mencegah kontaminasi silang dan degradasi fase diam karena pemakaian ulang atau daur ulang.

Kromatografi kolom preparatif klasik yakni berupa tabung kaca dengan diameter antara 5 mm sampai 50 mm dengan ukuran panjang 5 cm sampai 1 m dengan keran serta pengisi yang dilengkapi sumbat kaca atau serat – serat kaca untuk mencegah hilangnya fase diam di bagian bawah. Dua cara uang sering digunakan untuk preparasi Kolom adalah cara basah dan cara kering.

  1. Cara Kering, kolom pertama diisi serbuk kering fase diam, lalu diisi fase gerak hingga semua kolom basah. Di titik ini fase diam tidak boleh kering.
  2. Cara Basah, fase diam dibasahi dengan fase gerak sampai menjadi bubur di luar kolom, selanjutnya dituangkan perlahan ke dalam kolom. Pencampuran dan penuangan harus sangat hati – hati untuk mencegah adanya gelembung udara. Larutan bahan organik ditaruh pada bagian atas fase diam dengan menggunakan pipet. Lapisan ini umumnya ditutup dengan lapisan kecil pasir atau dengan katun atau bisa juga dengan wol kaca untuk melindungi bentuk lapisan organik dari tuangan eluen. Selanjutnya eluen akan dialirkan perlahan melalui kolom sambil membawa sampel bahan organik. Biasanya wadah eluen sferis atau corong pisah bersumbat yang telah diisi dengan eluen diletakkan pada bagian atas kolom.

Komponen – komponen tunggal akan tertahan oleh fase diam dengan cara berbeda satu sama lain ketika mereka bergerak bersama dengan eluen dengan kecepatan yang berbeda melalui kolom. Pada akhir kolom mereka akan terelusi satu persatu. Selama semua metode ini eluen akan dikumpulkan sesuai dengan fraksi – fraksinya. Fraksi ini bisa dikumpulkan dengan otomatis oleh pengumpul fraksi. Produktifitas kromatografi bisa ditingkatkan dengan menjalankan beberapa kolom secara bersamaan. Disini maka diperlukan pengumpul multi aliran. Komposisi dalam aliran eluen bisa diawasi dan masing – masing fraksi dianalisis senyawa teraturnya, seperti pada kromatografi, absorpsi UV atau flouresensi. Senyawa yang berwarna bisa terlihat dalam kolom sebagai pita – pita yang bergerak.

Prinsip Kromatografi

Prinsip dari metode ini adalah cara pemisahan pemukiman yang berdasarkan pada perbedaan distribusi dan komponen – komponen campuran itu diantara dua fase yakni fase diam dan fase bergerak. Untuk bisa mengetahui penerapannya dari sebuah praktik kromatografi yang penerapannya sangat banyak kita temukan dalam kehiduan kita sehari – hari.

Jenis Kromatografi

Liquid Cromatography atau Kromatografi Cair

Ini adalah teknik yang tepat untuk bisa memisahkan ion atau sebuah molekul yang terlarut dalam suatu larutan. Jika larutan contoh berinteraksi dengan fase stasioner maka molekul yang ada didalamnya akan berinteraksi dengan fase stasioner. Akan tetapi interaksinya akan berbeda karena adanya perbedaan daya serap, pertukaran ion, partisi atau ukuran. Perbedaan ini akan membuat komponen terpisah satu dengan lainnya dan bisa dilihat perbedaannya dari lamanya waktu transit komponen itu untuk melewati kolom. Ada beberapa jenis metode ini antara lain reverse phase cromatigraphy, HPLS atau high performance liquid chromatography, superticical fluid chromatography dan size exclusion chromatography.

Reverse Phase Chromatography atau Kromatigrafi Fase Terbalik

Jenis ini ialah alat analitikal yang kuat dengan memadukan sifat hidrofobik dan rendahnyapolaritas fase stasioner yang terikat secara kimia pada padatan inert seperti pada silika. Cara itu digunakan untuk proses akstrasi dan pemisahan senyawa yang tidak mudah untuk menguap.

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Ini adalah prinsip yang sama dengan reverse phase akan tetapi dalam metode ini digunakan tekanan dan kecepatan yang tinggi. kolom yang digunakan dalam metode ini lebih pendek yang diameternya kecil akan tetapi bisa menghasilkan beberapa tingkatan equilbrium dengan jumlah besar.

Size Exclusion Chromatography

Ini biasa dikenal dengan Gel Permeation yang biasa digunakan unutk memisahkan dan memurnikan protein. Cara ini tidak melibatkan berbagai macam penyerapan dan berlangsung sangat cepat. Perangkat kromatografi berupa gel berpori yang bisa memisahkan molekul besar dan kecil. Molekul yang besar akan terelusi lebih dahulu karena molekul itu tidak bisa penetrasi pada pori – pori.

Kromatografi Pertukaran Ion

Cara ini biasa digunakan untuk pemurnian materi biologis seperti peptida, asam amino dan protein. Cara ini bisa dilakukan dalam dua tipe yakni dalam kolom ataupun ruang datar. Ada dua tipe pertukaran ion yakni pertukaran kation dan anion. Dalam pertukaran kation, fase stasioner akan bermuatan negatif dan pada pertukaran anion akan bermuatan positif. Molekul yang ada pada fase cair akan melewati kolom. Jika muatan molekul sama dengan kolom maka akan terelusi. Akan tetapi jika muatan pada molekul tidak sama maka akan membentuk ikatan ionik dengan kolom. Untuk bisa mengelusi molekul yang menempel pada kolom maka diperlukan penambahan larutan dengan pH dan kekuatan ioneik tertentu. Pemishan dengan cara ini dangat selektif dan kerena biaya yang diperlukan tergolong murah dan berkapasitas tinggi maka cara ini biasa digunakan di awal proses keseluruhan.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Hukum Bisnis Adalah : Sumber, Ruang Lingkup, Contoh, Tujuan, Fungsi, dan Pendapat Para Ahli

Related posts: