Liberalisme Adalah : Negara, Tokoh, Ciri Ciri, Teori, Latar Belakang, dan Tujuannya

Posted on

Adalah.Co.Id – Liberalisme adalah suatu ideologi atau paham yang menjunjung tinggi kebebasan dan persamaan hak individu dalam berbagai aspek kehidupan, baik di bidang ekonomi, politik, sosial, agama, dan hal lainnya yang menyangkut harkat hidup orang banyak.

Pengertian liberalisme adalah suatu paham dan tradisi politik yang mengusung kebebasan dan persamaan hak bagi setiap individu di dalam masyarakat. Maka, suatu negara dan pemerintahnya dapat menghargai dan melindungi sebuah kebebasan setiap warga negaranya dalam berbagai aspek kehidupan.

Negara Yang Menganut Ideologi Liberalisme di Dunia

Tidak dapat kita pastikan bahwa ideologi ini di dunia ini akan mempengaruhi sebagaimana suatu negara mengadakan sebuah acara berbangsa dan bernegaranya. Ideologi yang pakai pun harus bersesuaian dengan adat budaya yang ada didalam masyarakatnya. Ketika suatu ideologi ternyata tidak sesuai dengan kondisi masyarakat, maka akan timbul pemberontakan di tengah masyarakat yang akan menyebabkan kondisi negara tidak baik.

Negara kita sudah mencoba untuk menggunakan ideologi yang satu ini. Hal tersebut dilakukan pada tahun 1950. Pelaksanaan dari sistem demokrasi liberal itu nyatanya tidak begitu menghasilkan.

Hal tersebut dikarenakan faktor yang tidak dapat dilewati, salah satunya kondisi masyarakat kita. karena adanya kelebihan dan kekurangan demokrasi liberal menyebabkan salah satu ideologi liberalisme menjadi tidak cocok untuk dipakai di negara ini.

Liberalisme-Adalah
Liberalisme Adalah

Beberapa negara yang dapat dijelaskan di bawah ini memilih untuk menggunakan sistem liberalisme sebagai ideologinya:

  1. Amerika Serikat
    jika kita bicara mengenai liberalisme, pasti negara pertama yang akan terpikirkan oleh kita adalah negara Amerika Serikat. Negara ini memang terkenal degan kebebasannya yang luar biasa dijunjung tinggi. dengan adanya kebebasan ini, negara Amerika Serikat memang terlihat maju dan dikenal sebagai salah satu negara adidaya atau superpower. Pemberlakuan liberalisme di negara ini menjelaskan sebagai pemberlakuan liberalisme yang sangat murni. Artian dari paling murni sendiri yaitu sebuah kebebasan individu sangat terjamin.
  2. Australia
    negara yang berada di bagian selatan dunia ini merupakan negara yang menganut sistem ideologi liberalisme di dunia. Penerapan ideologi liberalisme di negara ini bisa dibilang sama dengan di negara Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan ideologi politik ini merupakan warisan dari para pendatang asal benua Eropa.
    Liberalisme ada karena dapat terlihat dari sebuah pola kehidupan keseharian penduduk negara ini. Mereka merupakan masyarakat yang bebas namun tetap ada di dalam lingkup peraturan perundang-undangan. Diantara lain, pemerintahan di negara ini sudah menerapkan aspek kebebasan yang baik.
  3. Jerman
    Negara yang menganut ideologi liberalisme yaitu negara Jerman. Keberadaan dari sistem ideologi liberalisme di negara ini semakin diperkuat dengan datangnya Partai Demokrat Liberal yang mendominasi kursi parlemen Jerman. Penggunaan liberalisme sebagai ideologi di negara Jerman menyebabkan kejadian runtuhnya tembok Berlin pada tahun 1989.
    Adapun sistem pemerintahan parlementer yang merupakan inti sebuah perkembangan ideologi liberalisme mulai resmi dipakai pada tahun 1990. Negara Jermanadalah negara parlementer yang terdiri dari 16 negara bagian yang setiap negara bagian, konstitusi, dan pemerintah sendiri. Diantara lain, kekuasaan negara yang tertinggi dipegang oleh federasi.
    Di samping Bundestag , beberapa anggota majelis federal disurat tugaskan oleh negara bagian untuk ikut dalam pembuatan peraturan perundang-undangan yang ada pada tingkat federal. Prinsip ini sedikit mirip dengan fungsi DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).
  4. Inggris
    Negara dipimpin oleh Ratu Elizabeth II ini merupakan salah satu bagian negara yang menganut sistem paham liberalisme dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Pada intinya, negara ini menggunakan sistem monarki absolut, dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan Raja yang menjabat dan tidak terdapat adanya batasan terhadap kekuasaan raja tersebut.

TOKOH LIBERALISME

  1. John Locke. Menurut pendapatnya, negara terbentuk dari perjanjiann sosial antara individu dengan yang hidup bebas dengan penguasa.
  2. Montesquieu. Dalam bukunya spirit the law, terdapat pemisahan kekuasaan dalam pemerintahan yaitu legslatif, yudikatif dan eksekutif. Tujuannya agar terdapat pengawasan antar lembaga agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.

Pemerintahan Inggris telah ditetapkan akan paham liberalisme, yaitu dalam Magna Charta tahun 1215, tentang jaminan hak individu oleh hukum. Dalam peristiwa Revolusi Prancis tahun 1789, berhasil menjatuhkan monarki absolut dan digantikan dengan mendirikan negara liberal berdasarkan Konstitusi.

CIRI-CIRI LIBERALISME

  1. Setiap Individu Punya Kesempatan Sama
    Salah satu nilai pokok di dalam liberalisme adalah setiap individu memiliki kesempatan yang sama (Hold The Basic Equality of All Human) pada semua bidang. Namun, bukan berarti setiap orang bisa memberikan hasil yang sama. Persamaan hak dan kesempatan merupakan hal yang mutlak di dalam ideologi ini. Sedangkan hasil yang nantinya akan diperoleh setiap individu tergantung pada banyak faktor misalnya keterampilan, kerja keras, sumber daya, dan lainnya.
  2. Berhak Mendapat Perlakuan Yang Sama
    Mengacu pada poin #1 yaitu kesempatan yang sama, maka penyelesaian setiap masalah yang dihadapi individu akan mendapatkan perlakuan yang sama (Treat the Others Equally), baik itu di bidang ekonomi, politik, sosial, dan lainnya.
  3. Ada Hukum dan Hukum Diterapkan
    Di dalam setiap negara harus ada hukum di dalamnya yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga hak-hak masyarakatnya. Negara liberal menetapkan patokan hukum tertinggi yang menghargai hak-hak kebebasan dan persamaan kedudukan setiap individu di dalam hukum (The Rule of Law).
  4. Pemerintah Ditentukan Dengan Persetujuan
    Di negara liberal, kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat sehingga penentuan pihak-pihak yang akan menjalankan negara tersebut harus mendapat persetujuan dari rakyat. Artinya, pemerintah harus bertindak sesuai kehendak rakyat dan tidak boleh bertindak atas keinginan sendiri.
  5. Negara Hanyala Alat
    Negara yang menganut paham liberalisme menganggap bahwa suatu negara merupakan mekanisme yang dipakai dalam perwujudan tujuan-tujuan yang lebih besar.
  6. Tidak Menerima Ajaran Dogmantisme
    Negara yang menganut paham liberalisme tidak menerima ajaran Dogmantisme, yaitu ideologi yang memegang kepercayaan dan menentang apapun yang tidak sesuai dengan kepercayaannya.

TEORI LIBERALISME

Dengan kata lain, liberalisme merupakan doktrin politik yang bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kebebasan individu sebagai inti masalah dalam politik. Kaum liberal mendukung adanya beragam jenis pandangan yang terkait dengan liberalisme yang tergantung pada pemahaman mereka mengenai sebuah prinsip-prinsip liberalisme.

Pada umumnya, kaum liberal mendukung berbagai ide atau program seperti kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, pasar bebas, pembatasan kekuasaan pemerintah, penerapan peraturan hukum, hak-hak sipil, masyarakat demokratis, pemerintahan sekuler, kesetaraan gender, sistem pemerintahan yang transparan dan demoktratis, dan perusahaan internasional.

LATAR BELAKANG TEJADINYA LIBERALISME

Paham liberalisme pada umumnya tumbuh di dalam sistem demokrasi karena keduanya memiliki konsep kebebasan. Namun, walaupun paham ini mengusung kebebasan individu, kebebasan tersebut bukanlah kebebasan tanpa batas tapi terdapat keteraturan dan harus dapat dipertanggung jawabkan.

TUJUAN LIBERALISME

  1. Pada umumnya liberalisme bertujuan untuk mendapatkan suatu masyarakat untuk sebuah kebebasan dengan kebebasan berfikir bagi setiap orang dengan menolak adanya pembatasan bagi setiap pemerintah dan agama, hal tersebut merupakan paham dari liberalisme.
  2. Agar terdapat pengawasan antar lembaga agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.

Sekian pembahasan tentang apa itu liberalisme, negara-negara yang menganut ideologi liberalisme, tokoh-tokoh liberalisme, ciri-ciri liberalisme, teori liberalisme, latar belakang terjadinya liberalisme, dan tujuan liberalisme. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan para pembacanya. Apabila ada kritik dan saran bisa dikirimkan keredaksi kami. Terima Kasih.

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Kapitalis Adalah : Ideologi, Contoh, dan Sejarahnya

Related posts: