Loperamide Adalah : Fungsi dan Efek Samping Loperamide

Posted on

Adalah.Co.Id – Loperamide adalah obat untuk mengatasi diare, yang bekerja dengan memperlambat pergerakan saluran pencernaan, memungkinkan usus lebih banyak waktu untuk menyerap cairan dan nutrisi dari makanan yang dicerna.

Selain untuk diare, loperamide juga digunakan untuk mengurangi volume tinja pada pasien dengan ileostomi. Di sini, lubang pengganti dubur baru dibuat di dinding perut yang terhubung ke ujung usus kecil.

Loperamide adalah obat antimotilitas sintetik yang digunakan untuk meringankan gejala pada gastroenteritis. Loperamide juga dapat digunakan untuk mengobati diare dan inkontinensia feses. Loperamide adalah agonis reseptor opioid. Mekanisme kerja loperamide adalah pengurangan motilitas gastrointestinal.

Efek samping berat dari loperamide yang pernah dilaporkan di antaranya adalah syok anafilaksis, katatonia, dan aritmia.

Loperamide-Adalah
Loperamide Adalah

Loperamide masuk dalam kategori B berdasarkan FDA. Ekskresi ke dalam ASI belum diketahui, sehingga disarankan untuk menggunakannya dengan hati-hati pada ibu menyusui. Setelah tinjauan sistematis, penggunaan pada anak-anak harus ditinjau berdasarkan kondisi klinis masing-masing individu. Pada anak-anak dari usia 3 tahun dengan diare dan dehidrasi minimal, loperamide dapat dianggap sebagai terapi tambahan selain rehidrasi.

Cara Mengonsumsi Loperamide dengan Benar

  1. Pastikan anda membaca instruksi pada paket dan ikuti instruksi dari dokter sebelum digunakan
  2. Konsumsi loperamide tiap setelah buang air besar, atau sebagaimana disarankan dokter. Dosis yang diberikan tergantung pada kondisi pasien dan respons pasien terhadap loperamide. Pada pasien dewasa, dosis tidak boleh melebihi 8 mg per hari tetapi dapat diberikan di bawah pengawasan medis hingga 16 mg per hari.
  3. Minum banyak air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Jika gejala dehidrasi terjadi, berkonsultasilah dengan dokter.
  4. Beri tahu dokter jika diare tidak membaik dalam 2 hari, atau jika kondisinya memburuk. Jika gejala demam, darah dalam tinja atau sakit perut, segera dapatkan saran medis.

Fungsi Loperamide

Loperamide adalah obat untuk mengobati diare mendadak. Cara kerjanya adalah memperlambat gerakan usus dan membuat feses lebih tebal. Imodium adalah salah satu merek obat loperamide yang paling terkenal.

Loperamide juga digunakan untuk mengurangi jumlah cairan pada pasien dengan ileostomi dan untuk mengobati diare pada orang dengan penyakit radang usus.

Loperamide hanya mengobati gejala, namun tidak bisa menyembuhkan penyebab diare (misalnya, infeksi). Pengobatan gejala dan penyebab diare lainnya harus ditentukan oleh dokter.

Loperamide tidak boleh diminum oleh pada kurang dari 6 tahun kecuali bila dianjurkan oleh dokter. Obat ini juga tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 24 bulan.

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat Loperamide Ini?

Sebelum memulai mengkonsumsi obat ini, bacalah brosur informasi yang dicetak oleh pabrik dari dalam kemasan. Ini akan memberi Anda informasi lebih lanjut tentang loperamide dan daftar lengkap efek samping yang mungkin anda alami. Ambil loperamide sesuai dengan instruksi dokter anda atau sesuai dengan instruksi pada label.

Kebanyakan kapsul dan tablet Loperamide paling baik ditelan dengan minum air. Namun, jika Anda menggunakan loperamide dengan merek yang disebut Imodium Instants, produk ini diformulasikan khusus untuk larut dalam mulut anda. Letakkan tablet di lidah anda dan biarkan larut sebelum anda menelannya. Loperamide hanya dapat digunakan oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun atas saran dokter.

Jika anak anda telah diberi resep obat cair Loperamide, periksa label pada botol dengan seksama untuk memastikan anda tahu berapa dosis yang harus diberikan. Jika anda lupa minum obat, jangan khawatir, anda bisa minum obat untuk janji temu berikutnya. Jangan minum dua dosis bersamaan untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Bisakah Loperamide Menyebabkan Masalah?

Seiring dengan efek yang bermanfaat, kebanyakan obat-obatan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan walaupun tidak semua orang mengalaminya. Untuk daftar lengkap, lihat brosur informasi pabrikan yang dilampirkan pada obat anda.

Efek yang tidak diinginkan sering meningkat saat tubuh anda terbiasa dengan pengobatan baru. Namun, hubungi dokter atau apoteker anda jika salah satu dari kondisi berikut bertahan. Efek samping termasuk kram perut, pusing, kantuk, dan reaksi kulit seperti urtikaria, ileus paralitik dan perut kembung.

Efek Samping Loperamide

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat loperamide dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, kelelahan, dan sembelit. Jika efek samping bertambah buruk, hubungi dokter anda segera untuk perawatan medis.

Temui dokter segera jika Anda melihat salah satu efek samping berikut, yang jarang terjadi tetapi serius.

  1. Sembelit parah
  2. sakit perut
  3. Detak jantung cepat
  4. Pusing parah atau pingsan
  5. Konstipasi
  6. Gangguan irama jantung
  7. Pankreatitis
  8. Mual
  9. Pusing
  10. Ruam
  11. Perut kembung.

Ada beberapa efek samping lain yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda melihat adanya efek samping lain, tanyakan kepada dokter anda.

Interaksi Loperamide dengan Obat Lain

Berikut ini sejumlah interaksi yang mungkin dapat terjadi jika mengonsumsi loperamide bersama dengan obat lainnya:

  1. Meningkatkan tingkat darah dengan penggunaan ritonavir secara bersamaan.
  2. Gangguan penyerapan loperamide oleh tubuh dengan penggunaan simultan kolestyramine. Beristirahatlah selama 2 jam di antara kedua obat.
  3. Risiko mengurangi efek loperamide bila diminum dengan cisapride, metoclopramide atau erythromycin.

Dosis Loperamide

Diare akut, dosis awal 4 mg diikuti dengan 2 mg setiap setelah buang air besar selama maksimal 5 hari: Dosis umum 6-8 mg per hari: Dosis harian tidak boleh melebihi 16 mg.

Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 4 tahun. Dosis untuk anak-anak adalah sebagai berikut:

  1. Untuk anak 4-8 tahun: 1 mg 3-4 kali sehari hingga maksimal 3 hari
  2. Untuk Nanak 9-12 tahun: 2 mg 4 kali sehari hingga maksimal 5 hari

Diare kronik pada dewasa, dosis awal 4-8 mg, diikuti 2 mg setiap buang air besar. Dosis tidak melebihi 16 mg setiap hari. Pemberian harus dihentikan jika tidak ada perbaikan yang terjadi selama 48 jam.

Sekian artikel tentang Loperamide ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: