Majas Asosiasi Adalah : Makna, Fungsi, dan Contohnya

Posted on

Adalah.Co.Id – Majas asosiasi adalah suatu majas yang membandingkan antara dua objek atau hal yang memiliki perbedaan tetapi mempunyai kemiripan sifat. Ciri majas ini biasannya menggunakan kata penghubung seperti laksana, bak, bagai, ibarat, juga.

Namun yang menjadi pembeda antara Majas Asosiasi dengan majas perbandingan yang lainnya ialah dalam Majas Asosiasi membandingkan tujuan atau ide atau gagasan dengan mengumpamakannya atau menyamakannya dengan kata – kata yang lain dalam satu kalimat utuh.

Sehingga dalam kalimat Majas Asosiasi dapat ditemukan dua hal yang amat sangat berbeda namun juga bisa dianggap sama. Perumpamaan-perumpamaan yang biasa digunakan dalam kalimat Majas Asosiasi dapat juga berupa kata benda atau suatu peribahasa yang dapat menggambarkan sebuah makna dari gagasan yang ingin diutarakan oleh pengarang.

Jadi Majas Asosi ini bisa juga diartikan dengan membandingkan gagasan dengan suatu perumpamaan membuat kesan dari makna pada sebuah kalimat yang ingin diutarakan oleh pengarang lebih berkesan, dan menarik bagi pendengar atau lawan bicara.

Majas-Asosiasi-Adalah
Majas Asosiasi Adalah

MAKNA MAJAS ASOSIASI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, asosiasi diartikan sebagai pembentukan hubungan antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindera. Dan berbicara tentang makna, makna asosiasi merupakan makna secara kiasan dan terkadang ada hubungannya dengan pancaindera. Suatu kata yang mengandung sebuah makna asosiasi biasanya mengandung sebuah perumpamaan dan membuat orang menjadi tertarik ketika membacanya.

Agar kamu bisa lebih memahami sebuah makna asosiasi, berikut merupakan contoh kalimat yang memiliki makna asosiasi lengkap beserta penjelasan maknanya.

1. Orang-orang yang menerima amplop dari pengusaha pada akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang.

  • Yang di maksud dari sebuah “amplop” yakni merupakan uang suap, sangat berbeda dari makna denotasi dari kata “amplop” yang memiliki arti tempat surat.
  • Sehingga arti sebenarnya dari kalimat tersebut adalah “Orang-orang yang menerima uang suap dari pengusaha pada akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang.”

2. Para calon kepala daerah seharusnya tidak memperebutkan kursi gubernur dengan saling fitnah.

  • Maksud dari “memperebutkan kursi” bukanlah suatu kegiatan yang benar-benar memperebutkan kursi, melainkan suatu kiasan yang menggambarkan aktivitas memperebutkan jabatan.
  • Arti yang sebenarnya dari kalimat di atas yaitu “Untuk para calon kepala daerah seharusnya tidak saling memperebutkan jabatan gubernur dengan saling memfitnah.”

3. Ibu Sulis akhirnya gulung tikar juga, dikarenakan para pegawainya melakukan korupsi.

  • Yang di maksud dari kata “gulung tikar” bukanlah suatu kegiatan menggulung tikar, tetapi memiliki arti kiasan dari keadaan bangkrut.
  • Jadi untuk arti yang sebenarnya dari kalimat diatas adalah “Ibu Sulis bangkrut dikarenakan para pegawainya melakukan korupsi.”

4. Pertunjukan wayang itu berhasil mengocok perut penonton, baik tua maupun muda.

  • Yang di maksud dari kata “mengocok perut” bukanlah perut penonton dikocok oleh pertunjukan seni wayang, tetapi pertunjukan wayanglah yang berhasil membuat para penonton tertawa sampai terbahak-bahak.
  • Jadi arti sebenarnya dari kalimat tersebut yaitu “Pertunjukan wayang itu berhasil membuat para penonton tertawa terbahak-bahak, baik tua maupun muda.”

5. Kabar seorang anak yang menyeret ibunya ke pengadilan karena urusan hutang sungguh memilukan.

  • Maksud dari “menyeret ibunya” bukanlah benar-benar menyeret ibunya sampai ke pengadilan, akan tetapi menuntut ibunya hingga proses ke pengadilan.
  • Sehingga arti sebenarnya dari kalimat tersebut adalah “Kabar seorang anak yang menuntut ibunya ke pengadilan karena urusan hutang sungguh memilukan.”

FUNGSI MAJAS ASOSIASI

Fungsi majas asosiasi yaitu agar lawan bicara dan pembaca menjadi lebih tertarik. Majas asosiasi termasuk dalam salah satu majas perbandingan. Majas perbandingan menonjolkan perbandingan kata yang mengutarakan suatu gagasan atau ide. Majas asosiasi tersebut menggunakan suatu perumpamaan atau peribahasa di dalam perbandingannya.

Ciri majas asosiasi adalah penggunaan kata bak, seperti, laksana dan sebagainya. Majas ini hampir mirip dengan majas simile. Perbedaannya, majas asosiasi tidak dijelaskan secara eksplisit seperti majas simile. Maknanya implisit sehingga penafsiran satu orang dan orang lain bisa berbeda.

CONTOH MAJAS ASOSIASI

Contoh majas ini, mungkin serign kita jumpai pada sebuah syair sebuah puisi atau bahkan pada sebuah cerita. Namun tidak jarang juga kita mendengarkan suatu kalimat yang memiliki kata yang merupakan bagian dari majas asosisi. Hanya saja mungkin kita tidak terlalu peka dengan kalimat tersebut, akan tetapi jika sekarang mungkin kita sudah mengetahuinya bentuk dari sebuah majas tersebut.

• Majas Asosiasi Dalam Sebuah Narasi Cerita

Contoh 1 Rumah yang seperti Istana
“ Pada suatu terdapat dua orang anak berada pada sebuah hutan belantara, yang mana pada hutan terdapat berbagai macam binatang buas dan mengerikan. Kedua anak itu dengan sengaja memasuki hutan itu, karena mereka harus mencari makan dengan berburu binatang yang bisa mereka makan. Dengan memberanikan diri mereka memasuki hutan tersebut, dan membawa beberapa alat yang nantinya akan mereka gunakan dalam berburu.

Hidup mereka berdua memang penuh ujian, karena hidup tanpa adanya ujian itu bagai sayur tanpa garam. Meskipun kesulitan dengan keadaan ekonominya ini, mereka jarang sekali mengeluhkan kesulitannya tersebut. Karena kebijakan pemerintahannya yang mencekik rakyat kecil sehingga membuat mereka harus bertahan hidup dengan mencari binatang buruan di hutan.
Saat sedang berburu, dia bertemu dengan seorang wanita yang memiliki bola mata begitu besar seperti bola pingpong. Dan parasnya yang bercahaya bagaikan sebuah bulan purnama. Dan mereka berdua pun sangat terpana pada penampilan wanita itu. Dan seketika itupun mereka berbicara dan saling bertanya satu sama lain.

• Majas Asosiasi Dalam Sebuah Puisi
  1. Paras wajahnya sangat bercahaya bagaikan sebuah bulan purnama dimalam hari.
  2. Wajahnya yang pucat bagiakan sebuah mayat yang terbujur kaku.
  3. Kami sangat senang berada di tempat ini, seperti berada di surga.
  4. Rambutnya yang lembut bagai salju yang turun dari langit.
  5. Rambut wanita itu melambai-lambai bagai gorden pada sebuah jendela.
  6. Bibirmu yang indah seperti bunga mawar yang merah merona.
  7. Wajahya yang pucat laksana kerupuk sayur yang disiram air.
  8. Melihat wajahmu membuat aku teduh bagai minum air di tengah teriknya matahari.
  9. Wanita itu di tolongnya laksana seorang pangeran berkuda yang menghampirinya.
  10. Hadirnya kamu disisiku bagai pelita yang menerangi di gelapnya malam.
• Majas Asosiasi Dalam Percakapan
  1. Fajar sangat jarang sekali memotong kukunya, sehingga menjadi hitam bagai kuku harimau.
  2. Doni berjalan sangat terhuyung bagai dihempas oleh angin.
  3. Harimau itu sangat tangguh seperti seorang ksatria.
  4. Mari kita rutinkan membaca sebuah buku , karena membaca seperti membuka sebuah gudang ilmu.
  5. Sekumpulan kembang api itu menari-nari bagai ombak di sebuah pantai.
  6. Walaupun rani seorang wanita, tetapi dia memiliki jiwa bagaikan ksatria baja hitam.
  7. Harimau itu melahap mangsanya bagai air yang membakar sebuah lahan.
  8. Paman mamacu sangat kencang motornya bagai seorang pembalap moto gp.
  9. Wanita itu memiliki otot yang kuat laksana seorang hercules pada sebuah film.
  10. Perutku sudah sangat kenyang bagaikan air yang memenuhi sebuah ember.
• Majas Asosiasi Ungkapan Seseorang
  1. Lelaki itu mempunyai suatu keberanian yang kuat bagaikan air.
  2. Berdiam dirumah saja, laksana berada pada sebuah penjara.
  3. Sia-sia saja berbicara kepadanya, seperti berkata kepada sebuah tembok.
  4. Meskipun dia hanya seorang wanita, tetapi memiliki mental yang kuat seperti baja.
  5. Hadirnya seorang guru, bagaikan sebuah pelita dalam kegelapan.
  6. Pertama kalinya aku melihatmu, kamu itu bagaikan bidadari yang turun dari langit.
  7. Hati wanita sangatlah rapuh bagaikan sebuah kaca yang sangat tipis.
  8. Kepercayaan bagaikan sebuah kertas yang jika telah di genggam maka tidak akan sempurna lagi rupanya.
  9. Permen kapas ini benar-benar lembut seperti awan di atas langit.
  10. Tubuhnya terasa sangat panas seperti aku memegang sebuah bara.
Baca Artikel Lainnya :

Asimilasi Adalah : Faktor Pendorong, Bentuk, dan Contoh

Bait Adalah : Contoh Puisi 3 Bait, 4 Bait, 5 Bait, dan 6 Bait

Seni Rupa Adalah : Unsur Seni Rupa, Fungsi dan Contoh Seni Rupa

Related posts: