Masalah Sosial Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Masalah sosial adalah istilah dalam sosiologi yang muncul sebagai bagian dari fenomena sosial. Masalah sosial ini terdiri dari dua kata, masalah dan sosial. Masalahnya berarti ketidaksetaraan antara keinginan dan kenyataan, sedangkan sosial berarti masyarakat. Secara umum, masalah sosial adalah persenjangan yang terdapat di masyarakat.

Setiap orang memiliki minat pada orang lain dalam kelompok mereka atau di luar kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari, minat ini diarahkan melalui proses sosialisasi dan interaksi sosial. Proses sosialisasi adalah proses belajar karena anak masih kecil untuk membentuk kepribadiannya. Interaksi sosial terjadi ketika anak mulai bergaul dengan orang lain di dalam keluarganya dan dengan orang lain atau komunitas di luar lingkungan keluarga.

Masalah-Sosial-Adalah
Masalah Sosial Adalah

Dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat, manusia harus membawa nilai-nilai dan norma yang dianggap pedoman dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, berbicara tentang nilai berarti kita harus membicarakan hal-hal ideal atau apa yang seharusnya menjadi sesuatu, bukan apa yang seharusnya atau apa yang sebenarnya terjadi. Namun dalam kenyataannya, ada orang atau kelompok orang yang dengan sengaja dan sadar melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Realitas seperti ini menciptakan kesenjangan dan akhirnya masalah dalam masyarakat. Jika masalah ini tetap ada, gejala atau kenyataan menjadi masalah sosial. Jadi dengan masalah sosial yang kita maksudkan kesenjangan antara seharusnya yang seharusnya ada dengan sesuatu yang benar-benar terjadi.

Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian masalah sosial menurut sudut pandang para ahli:

1. Kartini Kartono

Memahami masalah sosial adalah semua bentuk perilaku individu atau kelompok yang melanggar gaya hidup orang. Banyak orang melihat masalah sosial mengganggu, tidak diinginkan, dan bahkan berbahaya bagi banyak orang, termasuk mengganggu tatanan sosial yang ada.

2. Soejono Soekamto

Soejono soekamto ini mendefinisikan masalah sosial sebagai kondisi yang terjadi dalam masyarakat karena perbedaan antara budaya dan hubungan. Kondisi ini dapat membahayakan kehidupan dalam kelompok sosial.

3. Martin S.Weinberg

Menurut Martin, masalah sosial adalah tindakan yang bertentangan dengan budaya di masyarakat. Terutama dalam kondisi yang harus terjadi dan ditangani, dampak yang disampaikan dapat memiliki efek signifikan atau kecil.

Teori-teori Sosial

Ada berbagai teori sosial yang berkaitan dengan masalah sosial, yaitu teori fungsional struktural, teori konflik, dan teori sistem. Berikut penjelasanya:

1. Teori Fungsional Struktural

Menurut teori fungsional struktural, masyarakat sebagai suatu sistem terdiri dari banyak institusi di mana masing-masing institusi memiliki fungsinya sendiri. Yaitu termasuk entitas pendidikan, agama, ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, keluarga, dll. Yang semuanya saling terkait. Jika ada ketidakseimbangan antara lembaga-lembaga ini, fungsi lembaga tersebut terputus.

2. Teori Konflik

Ahli teori konflik memandang masyarakat sebagai arena di mana kelompok-kelompok saling bertarung, misalnya untuk mendapatkan kekuasaan. Jika kelompok fungsional melihat hukum sebagai cara untuk meningkatkan integrasi sosial, teori konflik akan melihat hukum sebagai bentuk regulasi yang hanya menguntungkan satu kelompok.

Teori konflik tidak fokus pada keseimbangan, saling ketergantungan, dan kolaborasi antara satu sisi lainnya. Konflik sosial biasanya muncul dalam masyarakat karena mereka berjuang untuk kekuasaan, prestise, dan kemakmuran.

3. Teori Sistem

Teori sistem banyak digunakan oleh para sosiolog, termasuk Auguste Comte. Comte mengatakan masyarakat seperti organisme hidup. Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dipandang sebagai konsep sistem sehingga komunitas dapat terus eksis dan bertahan, serta kelangsungan hidup organisme. Setiap bagian dari elemen saling mempengaruhi, saling membutuhkan, saling melengkapi, saling melengkapi untuk membentuk satu kesatuan. Jadi ada saling ketergantungan antara satu bagian lainnya.

Karakteristik Masalah Sosial

1. Kondisi yang Dirasakan Banyak Orang

Masalah dapat dikatan bahwa masalah itu adalah masalah sosial jika situasinya diperhatikan oleh banyak orang (masyarakat). Namun, tidak ada batasan berapa banyak orang yang bisa merasakan masalahnya. Ketika suatu masalah menarik perhatian dan berbicara kepada lebih dari satu orang, masalahnya adalah masalah sosial.

2. Kondisi yang Dinilai Tidak Menyenangkan

Dari sudut pandang hedonistik, orang cenderung mengulangi sesuatu yang menyenangkan dan menghindari sesuatu yang tidak mereka kenakan. Orang menghindari masalah karena masalah selalu tidak nyaman. Evaluasi masyarakat mendefinisikan masalah sebagai masalah sosial.

3. Kondisi yang Menuntut Perpecahan

Kondisi yang tidak nyaman selalu membutuhkan solusi. Biasanya suatu situasi dianggap perlu ketika masyarakat menganggap masalah itu perlu dan harus menyelesaikannya.

Upaya untuk Mengendalikan Masalah Sosial

1. Sosialisi

Formm pada tahun 1994 menyatakan bahwa jika anggota masyarakat ingin bekerja secara efisien, mereka harus memiliki kualitas yang membuat mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan sebagai anggota masyarakat. Anda harus menghentikan kegiatan yang obyektif dan Anda harus melakukannya.

2. Tekanan Sosial

Ketika seseorang mendapat tekanan karena menginginkan masalah, itu adalah proses yang berkelanjutan dan kebanyakan dari mereka tidak diperhatikan. Seseorang ingin menjadi petani kecil dan karena itu hanya mempertahankan pendapat partai Republik yang baik, tetapi tidak seperti ditekan oleh partai itu, ia memiliki arah yang berbeda dari visi sebelumnya.

Jenis-jenis Masalah Sosial

Berikut ini adalah pembagian dari masalah-masalah sosial:

1. Kemiskinan

Masalah kemiskinan dapat dilihat secara relatif oleh semua orang, tergantung pada standar hidup masyarakat setempat. Bagi masyarakat modern, orang miskin dianggap tidak mampu memenuhi semua kebutuhan mereka. Namun, bagi orang yang rendah hati, kemiskinan dipandang sebagai kurangnya kebutuhan dasar seperti pakaian, makanan, dan perumahan.

Secara umum, kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana umat paroki tidak dapat mengimbangi standar hidup kelompok dan bahkan tidak dapat mengkonsumsi energi mental dan fisik dalam kelompok. Kemiskinan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu miskin budaya dan budaya miskin.

Miskin Budaya adalah kurangnya pengetahuan atau kreativitas dengan keterampilan yang terbatas, seseorang tidak dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, sehingga ia tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya atau kebutuhan dasarnya. Budaya miskin adalah budaya malas, orang-orang yang moralnya sangat rendah, bahkan jika mereka memiliki keterampilan, pengetahuan dan kekuatan kreativitas.

2. Kriminalitas

Kejahatan atau kriminalitas memengaruhi organisasi yang hidup dalam masyarakat. Biasanya kejahatan yang dilakukan oleh seseorang yang disebabkan oleh kekecewaan adalah bentuk kompensasi. Ini juga dapat disebabkan oleh kelompok-kelompok yang menganggap diri mereka kebal terhadap hukum dan sarana kontrol sosial lainnya, serta situasi sosial yang menawarkan peluang untuk melakukan kejahatan.

3. Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga berarti pembubaran keluarga sebagai satu kesatuan karena anggota keluarga tidak melakukan tugasnya sesuai dengan peran sosial mereka. Bentuk disorganisasi keluarga meliputi:

  • Unit keluarga tidak lengkap karena hubungan di luar pernikahan
  • Perceraian
  • Tidak ada komunikasi yang baik antara anggota keluarga
  • Krisis keluarga karena faktor internal dan eksternal.

4. Peperangan

Masalah perang berbeda dari masalah sosial lainnya karena hal itu mempengaruhi banyak masyarakat pada saat yang sama, menjadikannya masalah sosial yang paling sulit untuk dipecahkan. Perang menyebabkan disorganisasi di berbagai bidang masyarakat, baik untuk negara yang memenangkan perang dan untuk negara yang kalah perang.

5. Pelanggaran Undang-undang Masyarakat

Bentuk-bentuk masalah sosial yang disebabkan oleh pelanggaran norma sosial di masyarakat dapat berupa:

  • Prostitusi, pengaruh besar pada moralitas Anda sendiri.
  • Kejahatan anak, yaitu kelompok anggota muda dari organisasi formal dan informal yang perilakunya pada umumnya tidak dihargai oleh masyarakat.
  • Karena kecanduan alkohol, kecanduan alkohol adalah kurangnya kemampuan untuk mengendalikan diri secara fisik, psikologis dan sosial, sehingga tindakannya mengganggu ketertiban umum pada umumnya.

6. Masalah Kependudukan

Masalah kependudukan adalah masalah dasar dari masalah sosial lainnya. Ini berarti bahwa masalah populasi mendorong munculnya masalah sosial lainnya. Pertumbuhan populasi akan diikuti oleh pertumbuhan kebutuhan sehari-hari mereka. Jika kebutuhan hidup tidak terpenuhi, ini mengarah pada berbagai ketidakseimbangan, misalnya dalam pendidikan ekonomi atau ekologi, dll.

7. Masalah Lingkungan

Secara umum, masalah lingkungan dapat diartikan sebagai masalah yang terjadi di lingkungan manusia. Masalah lingkungan ini tidak dapat bersifat otonom, dalam arti bahwa masalah ini terkait dengan masalah lain, seperti masalah populasi, misalnya tingkat urbanisasi yang tinggi, kualitas sumber daya manusia yang buruk dan sebagainya. Ini juga terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebab Adanya Masalah Sosial

1. Karena Perubahan Sosial

Untuk perubahan demografis (pengurangan atau pertumbuhan atau bahkan perubahan dalam komposisi populasi), perubahan budaya (perubahan dalam hubungan dengan penciptaan ciptaan manusia, termasuk perubahan teknologi dan perubahan struktural (perubahan dalam organisasi dan hubungan sosial), perubahan ekologis (dalam hubungan antara (penduduk dengan lingkungan), perubahan yang disebut alamu biasanya tidak diberi banyak perhatian atau respons karena dianggap masuk akal.

2. Karena Perkembangan Sosial

Pembangunan sosial adalah proses perubahan sosial yang direncanakan dan dirancang sebagai peningkatan dalam kehidupan masyarakat sebagai kebutuhan di mana pembangunan dilakukan untuk melengkapi dinamika proses pembangunan ekonomi suatu bangsa atau negara.

Bentuk Masalah Sosial

Masalah sosial yang ada dalam kehidupan manusia dapat dibagi menjadi dua jenis. Yaitu sebagai berikut:

1. Masalah Sosial yang Jelas

Masalah sosial yang jelas adalah sejenis masalah sosial yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Contoh dari masalah sosial yang jelas ini adalah konflik yang menghancurkan desa atau kampung. Seperti konflik sosial di provinsi Lampung.

2. Masalah Sosial Laten

Masalah sosial laten adalah masalah sosial yang tidak terlihat (tersembunyi) sehingga efeknya tidak langsung dirasakan oleh masyarakat.

Contoh masalah sosial dalam kasus masalah sosial laten, misalnya, kesenjangan pembangunan pemerintah Indonesia di Indonesia timur dan barat. Kesenjangan ini tidak menimbulkan masalah yang berarti, tetapi jika tidak dibenahi, bukan tidak mungkin memicu kecemburuan sosial yang pada akhirnya menyebabkan Indonesia Timur, termasuk Papua, berpisah dengan Indonesia.

Faktor Masalah Sosial

Faktor-faktor yang menyebabkan atau mempromosikan semua bentuk masalah sosial di masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antara faktor-faktor ini adalah sebagai berikut:

  1. Faktor biologis adalah penyebab masalah sosial yang berhubungan dengan penyakit fisik seperti penyakit dan masalah kesehatan.
  2. Faktor psikologis adalah penyebab masalah sosial yang berhubungan dengan gangguan mental seseorang.
  3. Faktor ekonomi adalah penyebab masalah sosial dalam hal pendapatan, kekayaan dan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  4. Faktor budaya menunjuk pada latar belakang munculnya masalah sosial sehubungan dengan unsur-unsur nilai dan norma sosial seperti adat dan kebiasaan.

Dampak Masalah Sosial

Dampak dari masalah sosial yang dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu:

1. Kejahatan Meningkat

Kasus-kasus kriminal seperti pembegalan, pencurian dan jambret yang tidak segera diatasi dapat meningkatkan tingkat kejahatan. Meningkatnya tingkat kejahatan juga menciptakan banyak kerusuhan dan menimbulkan ancaman bagi masyarakat.

2. Konflik Dalam Sosial

Masalah sosial dapat menyebabkan konflik sosial jika tidak segera ditangani secara maksimal. Masalah yang mengarah pada konflik sosial termasuk perjuangan siswa, demonstrasi kerja yang membutuhkan kenaikan upah minimum dan tuntutan warga untuk kenaikan harga bahan bakar.

3. Kenyamanan dan Keamanan Terganggu

Masalah sosial seperti tawuran mahasiswa, begal, geng motor, sampah dan banjir dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Orang tidak bisa hidup dalam damai karena mereka merasa terancam dan terganggu oleh masalah.

4. Menyebabkan Kerusakan Fisik

Beberapa masalah sosial seperti perkelahian dan perusakan merusak struktur publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, masalah limbah dapat menyebabkan kerusakan fisik dalam bentuk polusi.

Sekian artikel tentang masalah sosial ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>