MC Adalah : Tips Sukses, Tugas Pokok dan Syarat Menjadi MC

Posted on

Adalah.Co.Id – MC adalah singkatan dari Master of Ceremony. Secara harfiah, MC artinya penguasa acara, pembawa acara, atau pemandu acara. MC adalah seni membawakan acara dengan bahasa lisan yang efektif dan vocal yang jelas (intonasi, speed, asentuasi atau penekanan kalimat, dan artikulasi atau pengucapan kata dan kalimat) yang mendukung penggunaan bahasa lisan dan tulisan serta bahasa tubuh (gestures) menjadi beberapa bahkan mengatakan bahwa MC adalah artis kata dan artis bahasa tubuh.

Menjadi seorang MC memang gampang-gampang susah. Ada berbagai kondisi yang perlu Anda penuhi, seperti kepribadian yang baik, sikap yang menarik dan simpatik, wawasan yang baik, keterampilan bahasa dan komunikasi yang baik, daya tanggap dan keterampilan, dll.

Bisa dikatakan untuk menjadi seorang Master of Ceremony (MC) tidak cukup hanya dengan modal suara bagus (golden voice). Tetapi ada banyak pendukung yang perlu ditanggapi dengan serius. Seorang MC harus mampu menarik perhatian audiens, menghibur, menyampaikan pesan, dan mendorong hadirin hadir.

Master of Ceremony (MC) adalah seorang yang akan memandu suatu rentetan acara secara teratur dan rapi, mulai dari opening hingga closing. Kemampuan MC menentukan secara signifikan apakah suatu acara akan berhasil, lancar dan hidup. Atau sebaliknya, acara menjadi monoton, tidak menarik dan kacau.

MC-Adalah
MC Adalah

Karena itu, seorang MC harus benar-benar menguasai seluruh aspek yang akan mempengaruhi kelancaran acara pada saat dia memandunya. Artinya, seorang MC benar-benar seorang produser atau sutradara di sebuah acara.

Tugas MC memastikan acara berlangsung lancar, tepat waktu, meriah, berkesan, dan sesuai dengan susunan atau rundown acara. Tugas dan peran penting MC sering diringkas dalam istilah TIM (Time, Introducer, Mood Setter).

Syarat Menjadi MC

Seorang MC harus mampu menciptakan suasana akrab, tertib, dan meriah, selain bertanggung jawab atas lancarnya acara. Karenanya, syarat jadi MC antara lain sebagai berikut:

1. Komunikatif

Seorang MC hendaknya lancar berbicara, komunikatif. Karenanya, stasiun radio atau presenter televisi yang terlatih dan terbiasa dengan pembicaraan di ruang siaran dan di depan kamera umumnya piawai juga jadi MC sebuah acara off air.

2. Wawasan Luas

MC harus berwawasan luas karena akan bertugas di beragam acara, dengan tema yang berbeda dan juga terlibat dengan berbagai pembicara dan audiens dengan latar belakang pendidikan dan ilmiah yang beragam.

Seorang MC layaknya seorang presenter atau jurnalis yang memiliki Pengetahuan banyak hal di berbagai bidang. Apakah Anda tahu banyak, banyak tahu. Kuncinya: banyak membaca!

Baca Juga : Ice Breaking Adalah : Jenis-jenis dan Perlunya Kegiatan Ice Breaking

3. Good Looking

Good looking artinya enak dipandang, menarik, memesona. MC akan menjadi pusat perhatian. Karenanya, ia harus “bikin enak”, bukan “bikin enek”. MC tampan dan cantik akan membuat audiens “betah”.

4. Supel, Luews

MC harus pandai bergaul, mampu beradaptasi dengan situasi, pandai menyesuaikan diri, mudah akrab dengan orang lain, namun rendah hati dan ramah.

5. Humoris, Sense of Humor

MC bertugas memeriahkan acara. Orang humoris biasanya membuat suasana jadi menyenangkan. Memiliki rasa humor (sense of humor) adalah syarat bagi seorang MC, terlebih lagi jika memandu acara hiburan.

6. Kreatif

Seorang MC harus kreatif dan memiliki inisiatif dalam memandu acara sehingga tidak membosankan dan monoton. Kreativitas dan inisiatif juga diperlukan ketika keadaan berubah secara tak terduga.

Seorang MC harus tanggap terhadap perubahan-perubahan tersebut dan harus berpikir cepat dan tepat untuk mengantisipasinya.

7. Penguasaan Bahasa

MC harus mampu berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku), namun juga piawai berbicara dalam bahasa informal dan “bahasa gaul“.

Selan itu, MC dituntut mampu mengucapkan setiap kata dan kalimat dari bahasa asing –khususnya Inggris– dengan baik dan benar.

MC juga harus dapat mengucapkan bahasa dan ungkapan dalam bahasa lokal dengan benar, terutama jika pernikahan dan resep dilakukan sesuai dengan praktik regional tertentu.

Oleh karena itu, seorang MC perlu dapat melakukan penelitian skala kecil pada pekerjaan yang diterima terkait dengan bahasa yang akan digunakan atau topik yang berkaitan dengan istilah-istilah yang perlu diketahui oleh MC ketika menjadi tuan rumah suatu acara.

8. Miking Technique

MC harus menguasa teknik mikrofon. Misalnya, mendekatkan mike saat berbicara pelan dan menjauhkannya dari mulut saat berbicara keras.

Setiap orang memiliki ukuran suara yang berbeda dalam mixer audio. Lakukan tes mikrofon sebelum menggunakannya.

9. Suara Bagus

Sengaja ditempatkan di bagian akhir karena suara bagus itu relatif. Namun, MC dengan suara merdu akan menarik dan membuat betah audiens.

Tugas Pokok MC

Tugas pokok dan fungsi Master of Ceremony (MC) terangkum dalam TIM, singkatan dari Time, Introducer, Mood Setter.

1. Time

MC bertanggungjawab memastikan acara berjalan sesuai waktu dan sesuai dengan urutan acara yang ditetapkan. Dalam hal ini, MC juga dapat disebut sebagai raja acara, karena MC akan bertindak sebagai pengontrol program sesuai dengan waktu dan lokasi acara.

MC bertanggungjawab memastikan acara dimulai dan diakhiri tepat waktu. Jika pengisi acara belum datang, atau “tamu istimewa” belum tiba, MC tidak hanya harus membuat penonton menatap panggung kosong. MC harus dapat menyegarkan suasana dalam keadaan yang tidak terduga seperti itu.

MC harus Senantiasa berusaha kerasa memulai dan mengakhiri acara “on time”, dan memastikan bahwa semua penerjemah terjadi sesuai dengan waktu yang diberikan (salah satu peran Anda sebagai MC adalah untuk mengawasi dan mengendalikan waktu).

Baca Juga : Mural Adalah : Sejarah dan Perbedaan Seni Mural Dengan Graffiti

2. Introducer

MC bertugas mengenalkan pembicara atau pengisi acara. Karenanya, MC harus memiliki biodata dan latar belakang pengisi acara (background knowledge), misalnya nama panggilan, pekerjaan, posisi, tempat dan tanggal lahir, prestasi, dan lainnya.

MC harus membangun kredibilitas pengisi acara. Baca: MC itu “Star Maker”, Jangan Show Off!

3. Mood Setter

MC harus mampu menjaga antusiasme, gairah, dan kemeriahan suasana. Jangan biarkan audiens bosan. MC adalah pemimpin audiensi yang dapat memberikan penghormatan kepada para pelaku tepuk tangan “perintah”.

MC adalah pengarah bagi audiens. Layaknya juga seperti seorang produser atau pengarah acara dalam sebuah program televisi, MC harus menunjukkan semangat dan gairah, serta kecerian.

Tips Sukses MC

Tugas MC dalam sebuah acara adalah membuka (salam, sambut hadirin, menyebutkan aturan acara), menjaga kelancaran acara dari awal hingga akhir, dan menutup acara (menyampaikan terima kasih kepada hadirin, panitia, pengisi acara, dan minta maaf, jika perlu “menyimpulkan” acara.

Tips sukses menjadi MC:

1. Busana

Kenakan pakaian dan rias wajah yang cocok untuk jenis acara yang sedang dijalankan.

2. Datang Lebih Awal

Datanglah ke acara lebih awal, misalnya satu jam sebelum acara dimulai. Kehadiran pada tahap awal sangat membantu untuk persiapan fisik, mental dan teknis misalnya, untuk memeriksa mikrofon (kontrol suara, tes mikrofon) dan posisi MC selama berlangsungnya acara.

3. Siapkan Cue-card

Siapkan kartu cue (kartu MC) yang berisi sekitar setengah halaman kertas ukuran seperempat dan pedoman untuk program ini. Ini berisi pengaturan acara, profil pengisian dan kertas kosong untuk “Doodles” sebagai bahan improvisasi dan menjiwai acara tersebut.

Baca Juga : Mobilitas Sosial Adalah : Dampak, Karakteristik dan Jenisnya

4. Kenalkan diri

Jangan lupa, introduce yourself, even if you think everyone should know who you are. Kenalkan diri Anda kecuali dalam acara formal.

5. Bridging

MC harus mempu merangkai acara demi acara menjadi sebuah satu-kesatuan, menjembatani pembicara ke pembicara lain atau pengisi acara ke pengisi acara yang lain.

Sekian artikel tentang MC ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Related posts: