Methylprednisolone Adalah : Manfaat dan Efek Sampingnya

Posted on

Adalah.Co.Id – Methylprednisolone / Methisoprinol merupakan obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid. Kelas obat ini meredakan peradangan yang dapat digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit, terutama penyakit peradangan atau penyakit di mana peradangan merupakan salah satu gejala utama.

Methylprednisolone digunakan antara lain untuk pengobatan penyakit paru obstruktif kronis (COPD), croup, radang sendi, lupus, psoriasis, kolitis ulseratif, alergi, gangguan fungsi endokrin dan gangguan lain pada kulit, mata, paru-paru, perut, sistem saraf dan juga sel-sel menggunakan darah.

Penggunaan steroid jangka panjang melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga methylprednisolone tidak boleh diberikan pada infeksi yang tidak terkontrol, hipersensitif terhadap methylprednisolone, infeksi jamur sistemik, atau ketika memberikan vaksin virus hidup.

Di Indonesia, methylprednisolone termasuk dalam kelompok obat keras yang hanya tersedia dengan resep dokter.

Methylprednisolone-Adalah
Methylprednisolone Adalah

Seringkali mudah mendapatkan obat ini di apotek, walaupun itu bukan resep. Namun, ini tidak dianjurkan karena methylprednisolone adalah obat sistemik yang mempengaruhi berbagai fungsi tubuh dan jika disalahgunakan dapat menyebabkan banyak efek samping yang tidak terduga. itu sudah pasti.

Manfaat Methylprednisolone

Obat methylprednisolone memiliki beberapa manfaat di dalam penggunaannya. Keuntungan dari methylprednisolone adalah mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.

Selain itu, manfaat methylprednisolone juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit radang. Berbagai penyakit radang termasuk penyakit alergi, radang sendi, lupus, psoriasis, radang borok usus besar, dan penyakit kelenjar endokrin.

Obat Methylprednisolone juga cocok untuk pengobatan berbagai penyakit yang mempengaruhi mata, kulit, perut, paru-paru, sistem saraf atau sel darah. Anda dapat memanfaatkan Methylprednisolone jika Anda meminumnya sesuai dosis.

Efek Samping Methylprednisolone

Selain manfaat, obat methylprednisolone juga memiliki beberapa efek samping. Efek samping methylprednisolone dapat menyebabkan gangguan pencernaan, dispepsia, tukak lambung, pankreatitis akut, tukak esofagus dan kandidiasis dan muskuloskeletal, termasuk miopati proksimal.

Selain itu, efek samping lain dari methylprednisolone adalah osteoporosis, patah tulang, menstruasi tidak teratur dan amenorea, sindrom Cushing, hirsutisme, gangguan keseimbangan nitrogen dan kalsium negatif. Efek samping metilprednisolon juga dapat menyebabkan ulserasi.

Efek samping dari methylprednisolone juga seperti kenaikan berat badan, nafsu makan meningkat, infeksi yang memburuk dan menyebabkan memar. Jika Anda mengalami efek samping Methylprednisolone, seperti gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, segera dapatkan bantuan medis.

Aturan Pakai Methylprednisolone

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Obat ini digunakan dengan makanan atau sesuai arahan dokter. Dosis tergantung pada indikasi medis. Jangan menambahkan dosis terlalu sering atau minum obat ini terlalu sering, karena ini dapat meningkatkan risiko efek samping. Juga, jangan berhenti menggunakannya secara tiba-tiba. Terus menggunakan obat ini sesuai dengan instruksi dokter. Karena penghentian aplikasi secara tiba-tiba dapat menyebabkan gejala penarikan seperti mual, penurunan berat badan, sakit kepala, kelelahan dan pusing. Beri tahu dokter Anda jika kondisinya tidak membaik atau bahkan memburuk.

Cara Kerja Methylprednisolone

Methylprednisolone merupakan golongan obat antiinflamasi yang bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi reaksi peradangan. Obat ini mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan pada berbagai penyakit, seperti alergi, rheumatoid arthritis, asma, multiple sclerosis atau kanker tertentu.

Interaksi Methylprednisolone dengan Obat Lain

Sangatlah penting untuk menginformasikan dokter yang merawat mengenai obat-obatan yang Anda gunakan untuk memastikan bahwa methylprednisolone tidak memengaruhi efek obat yang Anda pakai, atau sebaliknya.

Pasien yang terkena diabetes sering ditemukan lebih sulit mengontrol gula darah ketika merawat penyakit lain yang menggunakan metilprednisolon, sehingga dosis obat diabetes perlu disesuaikan. Begitu pula dengan pemberian methylprednisolone kepada mereka yang menderita tekanan darah tinggi.

Vaksin dari virus yang lemah tidak boleh diberikan kepada orang yang mengonsumsi metilprednisolon, terutama dalam jangka panjang.

Contoh vaksin-vaksin yang termasuk golongan ini antara lain adalah vaksin flu, cacar air, dan MMR (Measles, Mumps, Rubella). Selain itu, ada juga obat-obatan yang tidak boleh diberikan bersama methylprednisolone, seperti cyclosporin, troleandomycin, ketoconazole, aspirin, warfarin, heparin, fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin.

Sekian artikel tentang methylprednisolone ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimaksih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: