Mural Adalah : Sejarah dan Perbedaan Seni Mural Dengan Graffiti

Posted on

Adalah.Co.Id – Mural merupakan sebuah kata yang cukup asing di dengar bagi sebagian orang khususnya orang awam. Tetapi pada kenyataannya sebagian besar dari orang-orang ini telah melihat sendiri apa yang sering menjadi lukisan mural.

Pengertian mural menurut bahasa yaitu mural berasal dari bahasa latin yaitu dari kata “Murus” yang berarti dinding. Secara umum definisi mural adalah menggambar atau melukis di media dinding, dinding atau media lebar lainnya yang bersifat permanen.

Nah, dari pengertian mural atau arti mural di atas sudah cukup memberi pencerahan kan mengenai apa itu mural sebenarnya? Jadi, sebenarnya mural itu adalah setiap lukisan atau gambar yang dibuat pada media yang tahan lama seperti lantai, meja atau langit-langit juga merupakan bagian dari mural.

Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas dengan menggunakan cat tembok, kapur dan cat kayu permanen. Ernest Zacharevic, sang muralis yang berhasil memperkenalkan penang kepada teman-temannya.

Mural-Adalah
Mural Adalah

Di Jalan Perdana, Pasar Hindu telah terdapat karya hasil tangan Ernest Zacharevic yang kini menjadi wajah baru di kawasan itu bagi pengendara dan juga pejalan kaki. Ernest melukis mural yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan. Orang tua dan anak-anak tidak pernah menjadi subjek muralnya.

Sejarah Seni Mural

Seni mural sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu kala. Bahkan jika ditilik dari sejarah mural, mural sudah ada sejak 31.500 tahun yang lalu tepatnya pada masa prasejarah.

Pada masa itu terdapat sebuah lukisan yang menggambarkan sebuah gua di Lascaux yaitu daerah Selatan Prancis. Pada zaman prasejarah mural yang dicat menggunakan jus sebagai cat air (karena pada masa prasejarah belum ada cat).

Pada masa prasejarah, negara yang paling banyak memiliki lukisan dinding atau mural tidak lain yaitu Prancis. Salah satu mural atau fresco paling terkenal saat itu adalah mural karya Pablo Picasso.

Baca Juga : Seni Terapan Adalah : Macam-macam dan Fungsi Seni Rupa Terapan

Pablo Picasso membuat sebuah mural yang dinamakan Guernica atau Guernica y Luno. Lukisan dinding ini dibuat pada saat Perang Saudara di Spanyol pada tahun 1937.

Tujuan dibuatnya mural ini yaitu untuk memperingati peristiwa pengeboman oleh tentara Jerman yang terjadi di sebuah desa kecil dimana kebanyakan diantara mereka yaitu masyarakat Spanyol.

Perbedaan Seni Mural Dengan Graffiti

Banyak diantara kita yang masih bingung apa perbedaan mural dan graffiti. Jika dilihat di media lukisan mural dan grafiti biasanya dibuat di media dinding.

Khususnya di jalanan, mungkin banyak diantara kalian yang melihat mural dengan karakter yang berbeda atau bentuk tulisan lainnya.

Lalu, apa perbedaan dari mural dan graffiti?

Sebelum kita membandingkan mural dan graffiti, akan lebih baik jika kita sama-sama mengetahui apa arti atau pengertian daripada Graffiti.

Grafiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding di mana komposisi warna, garis, bentuk dan volume digunakan untuk menulis kata-kata, simbol atau kalimat tertentu.

Baca Juga : Seni Musik Adalah : Macam-macam, Fungsi, Contoh dan Sejarahnya

Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan kuas atau kapur dengan sapuan kuas.

Jadi, perbedaan mural dengan graffiti yaitu jika mural gambar yang dibuat lebih bebas dan luas, sedangkan grafiti adalah dalam bentuk tulisan atau kata-kata. Dan biasanya grafiti lebih umum dibuat dengan cat semprot saat ini.

Perkembangan Seni Mural

Di masa lalu, mural hanyalah bentuk ekspresi, mengkritik masalah sosial melalui gambar dan tulisan di dinding trotoar dan sekarang mural telah menjadi “bisnis manis seni lukis“.

Bisa Anda lihat sekarang, mural menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik interior. Bahkan mural adalah daya tarik utama sebagai titik foto yang menarik.

Baca Juga : Seni Adalah : Fungsi, Macam macam, Konsep dan Tujuan

Tidak heran jika kini banyak sekali cafe, restoran, hotel, apartemen dan rumah pribadi menggunakan mural sebagai pemandangan sebuah ruangan.

Mural menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke cafe atau resto. Mural dibuat sesuai selera, konsep kafe / restoran itu sendiri menjadi media branding tidak langsung.

Pengaruh Mural Terhadap Masyarakat

Selain berfungsi untuk memberikan suasana baru di dalam kota, visualisasimural berdampak lain kepada pemirsanya, yakni memberikan pendidikan sosial serta pembelajaran ide-ide tentang kesenirupaan. Selain belajar tentang ide-ide seni, ide-ide dapat diangkat dalam mural sebagai media aspirasi populer. Seni dinding ketika dipublikasikan di ruang publik adalah bersifat obyektif.

Pemaknaan atas karya seni itu sepenuhnya ada di tangan para pembaca, orang yang lalu lalang dan yang sempat atau yang tidak sempat menafsir sehingga seolah-olah karya itu sudah lepas dari tangan perupanya. Meskipun diterbitkan oleh para seniman, diharapkan masyarakat akan memiliki pemahaman yang sama tentang aspirasi orang-orang yang terkandung dalam mural.

Keberadaan seni mural di kota ditentukan oleh tiga pilar kekuatan yang berdirisejajar yaitu pemerintah kota, perupa dan masyarakat bila seni mural dijadikan sebagai salah satu instrumen komunikasi publik. Pemerintah sebagai fasilitator dapat mempromosikan penciptaan mural dan mengadakan kompetisi untuk menemukan seniman mural yang berbakat dan berpengalaman serta memberikan hadiah untuk memotivasi seniman mural. Pemerintah juga diharapkan untuk segera menetapkan aturan yang jelas tentang izin untuk menghasilkan mural dan meningkatkan pengawasannya untuk mencegah penyalahgunaan.

Selain itu, perlu adanya kepedulian dari masyarakat untuk memelihara dan melestarikan seni mural sebagai media komunikasi publik yang efektif. Yang tak kalah penting adalah bahwa penciptaan mural dengan teknik masing-masing dapat kreatif untuk membuat mural sebagai media komunikasi untuk komunikasi berita. Ketika mural hanya digunakan untuk seni, menempatkannya di ruang publik tidak relevan karena hanya membingungkan publik ketika mereka memahami apa yang ada di balik mural. Namun, ketika berbicara tentang komunikasi sosial, mural diperlukan sebagai instrumen komunikasi publik. Ini adalah seni dinding berteknologi tinggi yang menarik yang mudah dipahami oleh publik.

Baca Juga : Seni Patung Adalah : Fungsi Seni Patung dan Contoh Seni Patung

Jika demikian seni mural dapat digunakan sebagai salah satu instrumen komunikasi publik dalam ruang masyarakat. Penggunaan seni dinding untuk komunikasi publik akan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat saat itu menjadi, di samping mural sebagai karya seni yang mengekspresikan realitas sosial-politik sehari-hari, titik referensi untuk perilaku sosial bagi penduduk yang melihatnya . Warga yang melihat mural akan dapat dengan cepat memahami maknanya dan kemudian merumuskan apa yang seharusnya atau tidak seharusnya mereka lakukan.

Dalam konteks ini, karya seni bukan hanya merupakan ekspresi seniman tetapi juga menjadi rujukan para pemerhatinya. Sebagai contoh komunitas dapat bersama-sama menjalankan kampanye melawan kekerasan yang kemudian memanifestasikan dirinya dalam mural dengan teknik seni sosial yang pasti dikuasai seniman.

Setelah mural tersebut terpampang di ruang publik yangstrategis maka masyarakat yang lalu-lalang dan memerhatikan, baik secara sepintasmaupun mendetail, dapat dengan cepat menangkap pesan anti kekerasan itu. Tidak hanya itu orang dapat merumuskan perilaku sehari-hari dengan menangkap pesan untuk menghindari kekerasan.

Jadi berdasarkan hal tersebut mural juga dapat dijadikan sebagai media untuk menyuarakan misalnya program peduli ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang kurang populer di kalangan masyarakat. Karena itu, mural di ruang publik harus memperhatikan upaya publik.

Publik adalah entitas pluralistik dan jika memperkuat warga negara dan demokrasi adalah komitmen bersama mural dan senimannya harus memahami poin-poin di atas. Mural harus memungkinkan komunikasi publik yang bebas dari dominasi sehingga keberadaan mural bukanlah hasil tawar-menawar elitis antara pemerintah kota dan para seniman, jika mereka mengabaikan aspirasi masyarakat karena itu hanya mural saja sebuah proyek untuk Manfaat pribadi pihak-pihak tertentu.

Sekian artikel tentang mural ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>