Opioid Adalah : Jenis-jenis dan Efek Samping Opioid

Posted on

Adalah.Co.Id – Opioid adalah salah satu obat pereda rasa sakit yang banyak digunakan dalam dunia kedokteran. Namun, seperti obat-obatan lain, opioid tidak dapat digunakan secara sembarangan. Berikut manfaat, jenis, dan efek samping opioid yang perlu diketahui.

Berbeda dengan obat penghilang rasa sakit lainnya, opioid termasuk jenis obat yang cukup berbahaya jika dikonsumsi tanpa resep dokter. Ini karena opioid adalah kelas narkotika yang dapat membuat pemakainya tergantung.

Dalam kehidupan sehari-hari zaman sekarang, rasa-rasanya semua orang pasti akrab dengan obat untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, termasuk obat analgesik (ada juga yang menyebut sebagai analgetik). Meski sudah banyak yang menggunakannya, tetapi yang pasti tidak sedikit yang belum menyadari bahwa obat yang digunakan adalah analgesik.

Opioid-Adalah
Opioid Adalah

Ya, obat opioid begitu akrab digunakan bagi mereka yang mengalami rasa sakit atau nyeri dan semua orang pasti memahami apa yang dimaksud dengan nyeri, sebenarnya adalah mekanisme perlindungan yang dengannya otak mengenali bahwa tubuh manusia telah rusak.

Jenis-jenis opioid

Berikut berbagai jenis opioid dari mulai yang diresepkan hingga ilegal:

1. Opioid yang Diresepkan

Opioid yang diresepkan biasanya digunakan untuk mengobati rasa nyeri sedang hingga berat. Selain itu, obat-obatan ini biasanya diresepkan setelah operasi atau cedera dan mengobati rasa sakit terkait kanker.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir opioid juga banyak diresepkan untuk mengobati rasa nyeri kronis nonkanker seperti nyeri punggung dan juga osteoarthritis.

Jenis obat yang termasuk ke dalam opioid yang diresepkan yaitu kodein, morfin, metadon, oksikodon (seperti OxyContin) dan hidrokodon (seperti Vicodin).

2. Fentanil

Fentanil termasuk obat pereda nyeri buatan yang dipakai untuk mengobati rasa sakit yang parah seperti kanker dan pembedahan. Jenis opioid ini 50 hingga 100 kali lebih kuat dari morfin. Obat ini diresepkan dalam bentuk patch yang perlu diganti setiap 72 jam.

3. Heroin

Heroin adalah jenis obat opioid yang ilegal dan sangat membuat kecanduan. Obat ini dibuat dari morfin, zat alami yang berasal dari polong biji dari berbagai tanaman poppy yang tumbuh di Asia Tenggara, Meksiko barat daya dan Kolombia.

Heroin biasanya digunakan sebagai obat bius yang cukup ampuh dalam prosedur operasi. Ketika heroin memasuki otak dan berikatan dengan reseptor opioid pada sel-sel di area berbeda, Anda biasanya tidak akan merasakan sakit sama sekali, bahkan jika Anda menjalani operasi. Di sisi lain, heroin juga bisa menyenangkan dan memengaruhi detak jantung, tidur, dan pernapasan Anda.

Efek Samping Opioid

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Opioid adalah obat dengan efek samping yang tidak bisa disepelekan. Pada dosis rendah, opioid biasanya menyebabkan berbagai efek samping seperti:

  1. Sembelit
  2. Mual, muntah dan mulut kering
  3. Mengantuk dan pusing
  4. Bingung
  5. Depresi
  6. Gatal dan berkeringat
  7. Pengurangan tingkat testosteron.

Sementara pada dosis yang lebih tinggi biasanya bisa memperlambat pernapasan dan detak jantung Anda. Jika meninggalkan negara sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan kematian.

Selain itu, perasaan senang yang dihasilkan dari opioid biasanya membuat Anda ketagihan. Akibatnya, opioid adalah obat yang benar-benar dapat membuat Anda tergantung dan menyebabkan gejala penarikan ketika Anda berhenti menggunakannya.

Untuk mengurangi efek samping yang bisa membahayakan diri Anda, sebaiknya jangan coba-coba menggunakannya tanpa izin dokter. Selalu ikuti aturan minum yang ditentukan. Juga, pastikan dokter Anda mengetahui obat dan suplemen apa pun yang Anda pakai dengan opioid.

Kegunaan Obat Opioid Dalam Dunia Kedokteran

Opioid adalah obat penghilang rasa sakit yang bekerja dengan reseptor opioid di dalam sel tubuh. Obat ini dibuat dari tanaman poppy seperti morfin (Kadian, Ms. Contin) atau disintesis di laboratorium seperti Fentanyl (Actiq, Duragesic).

Ketika opioid masuk dan mengalir di dalam darah, obat yang satu ini akan menempel pada reseptor opioid di sel-sel otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain yang terlibat dalam rasa sakit dan senang. Sel kemudian melepaskan sinyal yang menghilangkan rasa sakit dari otak ke tubuh, melepaskan sejumlah besar dopamin ke seluruh tubuh dan menciptakan rasa senang.

Biasanya golongan obat yang termasuk ke dalam opioid digunakan untuk mengurangi rasa nyeri sedang hingga berat. Misalnya, untuk mengontrol rasa sakit yang Anda rasakan setelah operasi.

Sekian artikel tentang obat Opioid ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: