Osteosarcoma Adalah

Posted on

Adalah.Co.Id – Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang paling sering dijumpai yang menyerang remaja berusia 20 ke bawah dan anak-anak. Jenis tumor tulang ini umumnya mempengaruhi tulang besar di bagian yang memiliki tingkat pertumbuhan tercepat.

Oleh karena itu, osteosarcoma biasanya berkembang pada masa remaja, karena pertumbuhan tulang adalah fase tercepat selama masa ini. Karena itu risiko osteosarkoma meningkat selama pertumbuhan tulang. Osteosarkoma adalah jenis kanker tulang yang paling umum pada anak-anak.

Osteosarkoma adalah tumor yang agresif, tetapi sebagian besar pasien dapat diobati dengan kombinasi berbagai perawatan. Pada kelompok usia 0-24, pria memiliki risiko osteosarkoma yang lebih tinggi daripada wanita.

Osteosarcoma-Adalah
Osteosarcoma Adalah

Gejala Osteosarcoma

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala osteosarcoma:

  1. Nyeri dan sakit pada tulang atau sendi.
  2. Gerakan tubuh terbatas.
  3. Rasa sakit saat disentuh, bengkak atau benjolan di sekitar tulang atau di ujung tulang.
  4. Pincang saat ada benjolan tumor di kaki.
  5. Robekan tulang karena tulang tidak normal atau patah selama gerakan rutin.
  6. Nyeri saat mengangkat. Ini terjadi ketika benjolan ada di tangan Anda.
  7. Biasanya tulang yang terkena oleh osteosarcoma adalah tulang paha, tulang kering dan lutut. Tumor juga dapat terbentuk di bahu, pinggul atau tulang rahang.

Diagnosis Osteosarcoma

Diagnosis adalah langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda pasien. Untuk mendiagnosis osteosarkoma, dokter akan melakukan hal berikut:

  1. Tes darah. Fungsi tes darah adalah untuk mendeteksi kanker tulang berdasarkan perubahan kadar darah. Tinjauan umum hasil tes darah juga dapat memberikan informasi apakah Anda menderita osteosarkoma atau artritis.
  2. Pemindaian tulang. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan bahan radioaktif ke dalam vena. Tulang normal menyerap bahan radioaktif lebih lambat dari masalah tulang. X-ray kemudian diambil untuk melihat rasio penyerapan bahan radioaktif.
  3. CT scan. Tes ini berfungsi memberi informasi penyebaran kanker tulang ke organ lain.
  4. MRI scan. Hasil dari prosedur ini dapat memberikan gambaran tulang yang lebih rinci dan informasi tentang penyebaran kanker tulang.
  5. Positron emission tomography. Tes ini menunjukkan bagaimana organ atau jaringan tubuh bekerja dengan bahan radioaktif.
  6. Biopsi. Jika pada tes pencitraan ditemukan tanda-tanda osteosarkoma, pasien perlu biopsi. Dokter bedah mengambil sampel jaringan atau tulang dari bagian tubuh yang mengalami rasa sakit atau bengkak.

Osteosarkoma biasanya dapat diketahui sejak awal. Anak-anak atau remaja akan berbicara tentang rasa sakit yang mereka rasakan atau bisa jadi orang tua memperhatikan pembengkakan dan ketidakseimbangan saat berjalan.

Penyebab Osteosarcoma

Para ahli percaya bahwa penyebab osteosarkoma adalah adanya mutasi atau kelainan pada DNA sel tulang. DNA adalah bahan kimia yang ditemukan di setiap sel tubuh manusia. Salah satu tugas utamanya adalah mengatur fungsi sel-sel tubuh.

Dalam kondisi normal, gen (bagian DNA) dalam sel mengatur bagaimana sel berkembang, berlipat ganda atau mati. Gen yang berperan dalam pengembangan dan pertumbuhan sel adalah onkogen, sedangkan gen yang memerintahkan kematian sel adalah gen penekan tumor.

Kanker dapat terjadi ketika mutasi genetik membuat onkogen terlalu aktif dan sel-sel menjadi tidak terkendali. Dalam beberapa kasus, mutasi genetik membunuh gen penekan tumor sehingga sel-sel tubuh tidak bisa mati.

Beberapa orang memiliki mutasi genetik (warisan) sejak lahir. Dalam hal ini, risiko kanker dapat ditularkan dari orang tua dengan mutasi genetik.

Namun, dalam sebagian besar kasus osteosarkoma, mutasi genetik terjadi ketika pasien mencapai usia dewasa. Kondisi ini dikenal sebagai mutasi genetik somatik atau didapat.

Namun, hingga saat ini, para ahli masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari mutasi genetik yang terjadi pada tubuh manusia.

Pengobatan Osteosarcoma

Cara pengobatan osteosarcoma bergantung dari tingkat keparahan dan lokasi osteosarcoma. Perawatan juga dilakukan pada akhir proses biopsi tumor. Secara umum, osteosarkoma diobati dengan beberapa tindakan, yaitu:

  1. Pembedahan. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat tumor.
  2. Radioterapi dan kemoterapi. Biasanya, kedua tindakan dilakukan sebelum operasi untuk membunuh sel kanker. Perbedaannya adalah bahwa obat-obatan digunakan dalam kemoterapi dan sinar-X dalam terapi radiasi.
  3. Operasi pengangkatan tulang dan amputasi. Prosedur ini dapat dilakukan jika tumor belum menyebar dari tulang atau jika tumor baru telah menyebar ke jaringan di sekitar tulang. Amputasi dilakukan ketika tumor telah menyebar ke saraf, pembuluh darah dan kulit.

Faktor-faktor Risiko Osteosarcoma

Osteosarkoma adalah kanker yang dapat terjadi pada hampir semua orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa satu atau lebih faktor risiko tidak berarti Anda pasti menderita penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa faktor risiko.

Faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang terkena osteosarcoma adalah:

1. Usia

Jenis kanker tulang ini paling umum pada pasien berusia antara 10 dan 30, terutama selama pertumbuhan remaja. Ini menunjukkan hubungan antara pertumbuhan tulang dan risiko terkena tumor.

Risiko terkena tumor ini berkurang ketika Anda memasuki usia tua, tetapi itu dapat meningkat ketika Anda memasuki usia tua (biasanya lebih dari 60).

2. Jenis Kelamin

Penyakit ini lebih sering terjadi pada pasien pria daripada pada wanita. Ini diyakini karena pertumbuhan tulang dalam tubuh pria cenderung memakan waktu lebih lama.

3. Faktor Genetik (bawaan)

Beberapa sindrom genetik langka yang menurun dalam keluarga meningkatkan risiko kanker tulang, termasuk sindrom Li-Fraumeni, sindrom Rothmund-Thomson dan retinoblastoma bawaan.

4. Menderita Penyakit atau Masalah Tulang

Orang dengan penyakit tulang atau masalah memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini, seperti penyakit tulang Paget atau osteochondroma multipel bawaan.

5. Menjalani Terapi Radiasi atau Radioterapi

Orang yang pernah menjalani terapi radiasi atau Radioterapi, terutama untuk perawatan kanker, berisiko lebih tinggi menderita penyakit ini.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah tes lain yang menggunakan radiasi (seperti x-ray dan CT scan) dapat meningkatkan risiko mengembangkan kanker.

Sekian artikel tentang osteosarcoma ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>