Otoriter Adalah : Sikap, Kepemimpinan, Ciri Ciri dan Contohnya

Posted on

Adalah.Co.Id – Otoritarianisme adalah bentuk organisasi social yang ditandai dengan penyerahan kekuasaan. Ini kontras dengan individualisme dan demokrasi. Dalam politik suatu pemerintahan otoriter adalah satu di mana kekuasaan poitik terkonsentrasi pada suatu Pemimpin.

Otoritarianisme biasa disebut juga sebagai paham politik otoriter, yaitu bentuk pemerintahan yang bercirikan penekanan kekuasaan hanya pada negara atau pribadi tertentu, tanpa melihat derajat kebebasan individu.

Otoritarianisme berbeda dengan totalitarianisme pada lembaga-lembaga sosial dan ekonomi yang terjadi, yang tidak ada di bawah kendali pemerintah. Sistem ini biasanya menentang demokrasi, sehingga pada umumnya kuasa pemerintahan diperoleh tanpa melalui sistem demokrasi pemilihan umum.

Otoriter-Adalah
Otoriter Adalah

Asal Kata Otoriter

Istilah otoritarianisme berasal dari bahasa Inggris, authoritarian. Kata authoritarian sendiri berasal dari bahasa Inggris authority, yang sebetulnya merupakan turunan dari kata Latin auctoritas. Kata ini berarti pengaruh, kuasa, wibawa, otoritas.

Oleh otoritas itu, orang dapat memengaruhi pendapat, pemikiran, gagasan, dan perilaku orang, baik secara perorangan maupun kelompok. Otoritarianisme adalah paham atau pendirian yang berpegang pada otoritas, kekuasaan dan kewibawaan, yang meliputi cara hidup dan bertindak.

Sikap Otoriter

Otoriter adalah sebuah sikap yang mengambil keputusan terlebih dahulu tanpa mempertimbangkan akibatnya. Sikap ini tidak baik untuk berorganisasi. Dimana salah seorang anggota organisasi melalukan keputusan dengan sendirinya tanpa musyarawarah terlebih dahulu kepada anggota organisai lainnya.

Tentu sikap ini akan berdampak buruk bagi kemajuan organisasi tersebut. Apalagi seorang pemimpin yang memiliki sikap seperti itu, akan berdampak buruk bagi kemajuan organisasi.

Seorang pemimpin harus memiliki sikap demokratis yaitu musyawarah terlebih dahulu sebelum melakukan keputusan. Keputusan yang dipilih harus dipikir dan diperhitungkan sebab akibatnya. Kemajuan soatu organisasi berada di tangan pemimpin organisasi.

Pemimpin yang otoriter biasanya memiliki 3 ciri khas, yaitu:

  1. Monoisme adalah faham dimana pemimpin menolak keanekaragaman pendapat, tidak menghargai pendapat orang lain, dan selalu memaksakan kehendak pribadi.
  2. Menganggap bahwa Kekerasan itu lumrah kekerasan disini bisa berupa kekerasan fisik atau pun kekerasan psikis, organisasi kampus jarang melakukan tindakan kekerasan fisik dan lebih cenderung menyerang psikis anggota.
  3. Bertahan dipuncak adalah tujuannya biasanya pemimpin yang seperti ini akan mempertahankan jabatannya, demi mengeruk semua fasilitas yang diberikan kepada dirinya, memanfaatkan untuk kepentingan pribadinya dan dengan berbagai alasan menutupi kebusukannya.

Kepemimpinan Otoriter

Kepemimpinan otoriter atau bisa di sebut kepemimpinan otokratis atau kepemimpinan diktator adalah suatu kepemimpinan dimana seorang pemimpin ber tindak sebagai diktator, pemimpin adalah penguasa, semua kendali ada di tangan pemimpin.

Seorang diktator jelas tidak menyukai adanya meeting, rapat apalagi musyawarah karena bagi seorang diktator tidak menghendaki adanya perbedaan dan pastinya suka dg memaksakan kehendaknya.

Sebuah kepemimpinan diktator semua hal-hal yang mengenai keputusan berada di tangan pemimpin atau semua kebijakan berada di tangan seorang pemimpin, semua bentuk hukuman, larangan peraturan dapat juga brubah sesuai dengan suasana hati pemimpin.

Jika kita lihat dari sisi gaya kepemimpinan secara ekstrim kepemimpinaan otoriter menempati urutan:

  1. pertama, karena kita lihat dari seberapa besar pengaruh ato campur tangan pemimpin kemudian di lanjutkan kepemimpinan demokratis di mana bawahan
  2. kedua, pemimpin bisa saling bekerja sama dan
  3. ketiga, atau titik ekstrim terakhir adalah kepemimpinan laissez faire yaitu pemimpin yang tidak bertindak sebagai pemimpin semua kebijakan bebas di tentukan sendiri oleh anggotanya.

Tipe kepemimpinan otoriter jika di terapkan sekarang mungkin kurang relevan, namun jika kita lihat lagi menurut gaya kepemimpinan situasional tipe kepemimpinan ini bisa di terapkan terhadap anggota atau bawahan dengan tingkat kematangan rendah yaitu ketika seorang pemimpin menghadapi bawahan yang belum bisa atau belum menguasai hampir semua bidang yg menjadi tanggung jawab utamanya.

Pemimpin yang bertipe demokratis menjelaskan kepemimpinannya sebagai indikator, hubungan antar bawahan dengan atasannya bukan seperti majikan terhadap pembantunya, melainkan sebagai keluarga diantara temen-teman sekerjanya.

Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi bawahannya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan dan keinginan bersama. Dalam tindakan dan usaha-usahanya, selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, serta mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya.

Tipe kepemimpinan ini menempatkan faktor utama yaitu manusia dan terpenting dalam organisasi. Tipe ini diwujudkan dengan dominasi perilaku sebagai Penyelamat dan Pelindung dari perilaku yang ingin memajukan dan mengembangkan organisasi.

Di samping itu, diwujudkan juga pada perilaku pimpinan sebagai pelaksana. Pemimpin dalam tugasnya, pemimpin yang demokratis mau menerima bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya, juga kritik yang dapat membangun dari para bawahan atau anggotanya yang diterimanya sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya.

Ciri Ciri Negara Otoriter dan Contohnya

1. Pemimpin Menjabat Dalam Waktu yang Lama
Hal yang bisa dilihat dari negara otoriter adalah pemerintahan yang cukup lama. Sebagaimana, pemimpin-pemimpin negara tersebut dijuluki sebagai diktator. Contohnya saja, ada beberapa pemimpin negara yakni Moammer Kadafi dan juga kasus besar juga yang berada pada saat pemerintahan Bashar Al Ashad.

Dan hal itu pula yang sebenarnya menjadi pemicu terjadinya penyebab perang Amerika dengan Suriah, karena pemerintahan Bashar Al Ashad yang tidak kooperatif sama sekali terhadap Pertimbangan dan Kemajuannya.

Jabatan yang lama tentunya tidak lepas dari tujuan pemimpin itu sendiri. Banyak sebenarnya bila digambarkan/didefinisikan secara luas. Namun sebagai contoh saja, tujuan dari lamanya pemerintahan tersebut bermacam-macam seperti perluasan politik pemanfaatan ekonomi dan juga tujuan-tujuan lainnya.

2. Tidak Dihargainya HAM (Hak Asasi Manusia)
Dengan semakin lamanya suatu pemerintahan menjabat, maka sudah dipastikan pada hak-hak rakyatnya akan terkikis sedikit demi sedikir. jangka panjangnya, hak-hak masyarakat yang sebenarnya mudah didapat menjadi semakin sulit karena banyak batasan-batasan yang ada.

Hasil dari itu adalah adanya protes/demo dari masyarakat, dan kemudian berkembang menjadi penyebab pelanggaran HAM secara vertical. Kemudian, terjadinya penyebab konflik secara horizontal yang terjadi antara pihak pembela pemerintah dan oposisi.

3. Tidak Adanya Pemerataan Infrastruktur
Pemerintah yang hanya terfokus pada pusat, maka tentunya berbagai daerah yang terutama berada dalam wilayah pelosok/terpencil ini mengalami kemunduran infrastruktur. Mungkin itu juga yang dulu sempat memicu beberapa konflik lokal seperti penyebab konflik Ambon dan penyebab konflik Poso.

4. Oganisasi Baru Selalu Dicurigai
Negara yang otoriter selanjutnya adalah dicuriganya organisasi-organisasi baru. Pemimpin yang otoriter pasti selalu ketakutan akan adanya organisasi-organisasi ini . Namun,dicurigai sebagai pemberontak/Revolusi negara.

Oleh karena itu biasanya ada aturan-aturan yang mencegah pembentukan organisasi di suatu negara, karena dikhawatirkan sebagai tanda lahirnya gerakan opisisi lainnya, meskipun sebenarnya organisasi tersebut tidak ada keterikaitan dengan politik. Hal ini terjadi pada Korea Utara, Kim melarang seluruh masyarakat untuk membuat organisasi-organisasi kemasyarakatan.

5. Kekuasan Tertinggi Berada di Tangan Pemimpin
Yang namanya pemerintahan otoriter, Pastinya segala sesuatu sang pemimpinlah yang mengontrol dan mengatur.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Negara Adalah : Fungsi, Unsur Unsur, Bentuk, dan Tujuan

Related posts: